Sekelompok burung berterbangan , membawa keluarganya hinggap di batu-batu karang untuk beristirahat sejenak dari perjalanan jauh mereka untuk migrasi mencari tempat bernaung yang baru setelah pergantian musim.
Sinar mentari menyilaukan namun indah dengan sorot yang penuh energi positif, setelah purnama menyapa semalam yang penuh dengan rasa mencekam, dengan lolongan anjing malam.
Justin dengan setia menunggu kedatangan putri Amatheia bersama putri Galene pada tempat dan waktu yang sudah mereka janjikan beberapa hari lalu.
Kali ini putri Galene mengikuti putri Amatheia bersama Scrully, mereka saling berbicara dan bertukar trik untuk berjalan menuju kastil Lazurod dengan melewati laut merah yang penuh rintangan.
Putri Galene beberapa kali mencuri-curi pandang kepada Filghofin, lalu menundukkan kepalanya lagi beruntung tidak satu di antara mereka mengetahui ulah putri Galene.
"Filghofin...ada hal apa sehingga kau Sudi bersusah payah mengorbankan kehidupanmu, apakah kau tau? Konsekuensi masuk ke laut merah adalah, pulang tinggal nama, atau bahkan sepatah kata tentang namamu saja akan sulit terdengar oleh keluargamu, ataupun bangsamu," Scrully menekankan sebuah kata kepada Filghofin yang menatap jauh sejauh mata memandang ke arah laut yang biru dan cerah.
"Ayahku adalah kaum elf yang telah menikah dengan kaum manusia, walaupun itu sebuah pantangan akan tetapi nyatanya mereka hidup damai hingga ayahku harus mengorbankan kehidupannya di tangan pangeran kegelapan Sharklys, saat beliau dengan gigih mempertahankan pusaka warisan leluhur kami," Filghofin panjang lebar menceritakan siapa dia yang sebenarnya.
Tentang keluarganya, tentang penduduk kota dimana ia berada hingga menyebut Filghofin adalah sebuah kesialan karena musim panen tidak berpihak pada mereka. kesialan yang dimaksudkan adalah kekeringan telah terjadi dimana-mana yang tidak lain adalah kutukan dari penguasa kegelapan Sharklys, dengan cara tanaman hasil panen mereka akan layu dan mati di saat panen akan tiba.
Dengan seksama Scrully mendengar segala ucapan Filghofin, hingga akhirnya mata jelinya menatap pada kalung yang pemuda itu kenakan. Scrully meyakini bahwa kalung itu bukan sembarang kalung yang Filghofin kenakan.
Putri Amatheia segera menengahi percakapan mereka, dan memutuskan untuk membawa Justin ikut serta ke dasar laut dan menemui perdana menteri Leonard, sebab putri Amatheia berkeyakinan ada sangkut pautnya dengan perdana menteri.
Sedangkan putri Galene yang sedari tadi hanya berdiam diri, ikut memberikan persetujuan tentang pertemuan antara Filghofin dan perdana menteri harus terjadi, mengingat hanya perdana menteri Leonard satu-satunya warga dasar laut yang berasal dari darat dan bisa hidup membaur dengan mereka karena kesucian dan keikhlasan jiwa serta hatinya menjalani hidup tanpa harus bertarung dengan ambisi.
"oh ya maafkan, ini adalah putri Galene adek dan putri ke dua dari istana Gkinzerniyu." Filghofin menatap putri Galene dan memberikan senyumnya yang penuh hormat kepada kedua putri duyung sekaligus calon penguasa alam bawah laut berikutnya.
Putri Amatheia dengan segala pertimbangan akhirnya menyetujui, dan memberikan mustika kuning kepada Filghofin untuk membantunya bernafas di dalam dasar laut.
Dengan mata terpejam ia mengeluarkan mustika kuning dari mulutnya dan memberikan kepada Justin, tidak menunggu lama mereka segera masuk kedalam air menuju kerajaan Gkinzerniyu.
Disaat mereka hendak memasuki gapura istana beberapa prajurit menghentikan langkah mereka, tidak lama Terilly berjalan mendekat, "yang mulia putri Amatheia, putri Lilly, rupanya ada tamu asing yang hendak masuk kedalam wilayah kita, kalau hamba boleh tau siapakah gerangan sehingga dengan mudah putri memberikan kekuatan untuknya memasuki batas perairan wilayah kita untuk orang asing, wilayah kita sedang tidak aman tuan putri, dan kita wajib mengetahui siapa dan kenapa makhluk lain apalagi ini adalah makhluk darat." Selidik Terilly menatap tajam kearah Filghofin. Tidak di pungkiri tingkat kewaspadaan dan keamanan memang harus di perketat untuk menghindari penyusup yang akan membahayakan penduduk dan penghuni istana yang sedang dilanda krisis kepercayaan.
Putri Amatheia memberikan semua alasan dan maksudnya hingga mengharuskan Filghofin untuk menghadap ibunda Ratu dan berdiskusi tentang segala rencana untuk pembebasan Raja Brenton Alberich, semua ia pertimbangankan matang-matang juga atas saran Perdana menteri Leonard.
Setelah mendapatkan semua maksud yang sedang mereka rencanakan, Terilly pun mengijinkan Putri Amatheia bersama putri Galene membawa Filghofin memasuki istana, "Terilly, terimakasih dengan segala kegigihan mu dan para prajurit dibawah bimbingan yang kau berikan, istana Gkinzerniyu selalu dalam kondisi aman." Putri Galene melontarkan kata pujian dan mengerlingkan matanya pada Terilly yang tersipu karena keakraban Putri Galene.
Berbeda dengan Filghofin secara refleks dia menarik tangan putri Amatheia dan disaksikan yang lainnya, "apa yang kau lakukan padaku, Filghofin?" Baru kali ini lengan putih bersih bagaikan pualam itu. Mata mereka saling menatap tanpa disadari oleh masing-masing.
"Maaf putri Amatheia, aku rasa ada yang sedang memperhatikan kedatangan kita." Filghofin berusaha meluruskan kesalahpahaman, dan melepaskan genggaman tangannya.
Mata putri Amatheia menyusuri rimbunnya tanaman lamut, lalu diikuti oleh Terilly dan beberapa prajurit mendekat membuat barisan melingkar. seketika mereka memasang keamanan dan sewaktu-waktu akan menyergap sang penyusup.
Sementara di balik rimbunnya tanaman lamut, tidak pernah ada yang menduga kalau Bargibanti sedang bersembunyi dan menguping dari balik semak, menyunggingkan senyumnya yang penuh misteri, tubuhnya yang bisa berkamuflase membuatnya leluasa mengikuti kemana mereka berada, sambil memejamkan matanya ia memilih mana yang bisa lebih baik ia ikuti dan menguntungkan.
Terilly yang mengetahui siapa yang berada di balik semak-semak lamut segera berteriak,"Bargibanti...apa yang kau lakukan disini, hah!"
"Ah..hi..hi.. saya anu.. saya sedang menikmati indahnya tanaman lamut," dusta Bargibanti sambil merasa ketakutan dan wajah memelas dengan mata yang mengembun.
Terilly mendekat dan menggelandang tangan Bargibanti lalu menanyakan apa maksudnya berada di tempat tersembunyi. Dengan wajah menunduk dan terus mengucapkan kata-kata yang sulit mereka cerna dan pahami, Bargibanti melipir meninggalkan mereka tangannya mengepal matanya sesekali menyala, rasa kebencian sekaligus kesedihannya karena di usir bergejolak menjadi satu.
"Tuan putri Amatheia, saya....saya.... eeemmm he...he ..he.." Bargibanti menautkan kedua tangannya senyumnya yang menakutkan dengan gigi-gigi yang runcing menghiasi wajahnya. andaikan saja tidak tau siapa Bargibanti sebenarnya pasti sudah menduga dia adalah hantu bawah laut atau monster dan akan menjauhinya atau bahkan membunuhnya.
Mereka para prajurit serta putri Amatheia tidak lagi mempermasalahkan keberadaan Bargibanti dan berlalu memasuki istana untuk melanjutkan pertemuan antara Ratu Sinnan dan perdana menteri Leonard membahas tentang penyusupan ke kastil Lazurod bersama Filghofin.
Keterkejutan perdana menteri Leonard mendapati Filghofin yang bisa datang bersama putri Amatheia dan putri Galene sekaligus, sangat membuatnya sedikit tidak percaya akan pandangan matanya.
"Wahai anak muda, apakah kau datang dari suku elf yang berada di pegunungan Gordon? Keturunan dari siapa dirimu wahai pemuda tampan nan gagah?"
Putri Amatheia menatap lekat kepada perdana Menteri Leonard tidak begitu paham apa maksudnya, "apakah kalian sudah mengenal satu sama lain? Ini tidak mungkin kan perdana menteri Leonard?" Tanya putri Amatheia tidak percaya.
"Hanya Darcassan saja yang memiliki kalung berbatu zamrud, apakah kau keturuan darinya." Perdana Menteri Leonard menatap tajam kearah Filghofin dan menelisik tajam seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat tepat di depannya, sementara ini ia tidak menghiraukan pertanyaan putri Amatheia.
"Siapa anda, Apakah anda mengenal beliau?"
"Tentu saja," jawab Leonard dalam tawanya, terlihat binar matanya bahagia namun ada senyum yang sinis terbancar di ujung bibirnya.
"Darimana anda berasal tuan, kenapa bisa mengetahui kehidupan tuan Darcassan?" Filghofin tidak kalah antusias untuk sekedar mengetahui sedikit cerita dari perdana menteri Leonard..
"Tidak untuk saat ini tentunya, aku tidak akan bercerita padamu, sebelum aku mengetahui siapa dirimu seutuhnya." Perdebatan kecil mereka tertunda setelah seorang prajurit meneriakkan kedatangan Ratu Sinnan ke aula.
🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬
to be continued 😉
apa yang terjadi?, siapa Darcassan?
tetap ikuti cerita ini ya Mak 🤭
Salam Sayang Selalu By RR 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙
mulai terkuak.. siapa she fil
2023-03-23
0
Buna_Qaya
maaf kak aku baru mampir lagi, setelah menjelajah pulau dan benua, menyicil berbagai hutang piutang yang ada dan tak ada hilal yang menunjukkan bakal lunas dalam waktu dekat 🤭🤭🤣🤣🤣
2023-03-10
0