Walaupun mereka adalah bangsa penghuni dasar laut, namun kehidupan mereka tidak berbeda jauh dengan manusia yang berada di alam daratan, mereka juga berkeluarga, dan bersosialisasi layak seperti manusia. Gapura masuk ke alam mereka selalu di jaga dengan pasukan khusus dan hanya orang atau penghuni istana saja yang bisa keluar masuk.
Istana yang damai dengan tatanan yang asri di setiap sudut lorong penuh dengan bunga laut, dan pilar pilar istana yang berornamen keemasan. Serta tanaman lamut yang subur. Rakyat yang makmur dan damai di bawah pemerintahan Ratu Sinnan, sebagai pengganti sementara putri Amatheia yang akan menduduki tahta sebagai ratu selanjutnya.
Sejak, Raja Brenton Alberich menjadi tawanan pangeran Sharklys di kastil Lazurod, yang hampir memasuki beberapa dekade, membuat kekuatan kerajaan Gkinzerniyu menjadi lumpuh dan berada pada tekanan serta ketakutan.
Dengan hati yang was-was dan luar biasa takutnya, Scrully kembali ke istana. Lemas lunglai terasa bila ia ingat meninggalkan Amatheia dengan orang yang tidak dikenalnya sama sekali, "akh...aku menyesal, kenapa harus aku turuti permintaannya untuk sendiri, dan akkhh.... ini kebodohanku selalu saja menurut dengan apa yang dikatakannya." Sesal Scrully mengolok diri sendiri tanpa ia sadari gerak geriknya ada sepasang mata yang mengawasinya sejak ia kembali dari luar istana. Yang semula berdua kini hanya sendiri ia kembali.
Di sudut taman yang biasa ia gunakan untuk belajar menyerap ilmu tentang ketata negaraan bangsa mereka, dan etika sosialisasi dalam pergaulan yang kadang guru di istana Nyonya Rebbeca ajarkan di luar ruangan yang menurut dia lebih leluasa dan mendapatkan udara yang segar, dengan tubuhnya yang besar serta subur itu.
Scrully duduk termenung merenungi kesalahannya, "Rully dimana Putri Amatheia Kenapa hari ini kamu sendiri...?"
Suara yang selama ini ia takutkan ternyata sudah Berada di belakangnya bersama Terilly, adalah sosok ikan kecil sebagai pemimpin ikan kecil kecil lainnya dengan jumplah banyak sebagai pasukan penyusup atau bahasa keren warga darat adalah spion istana. Karena tubuhnya yang kecil mereka mampu bergerombol dan Yang melindungi satu sama lain. Dari semula awal kepulangannya Scrully ke istana seorang diri tanpa Putri Ellena bersamanya, kecurigaan Terilly semakin kuat tatkala menyaksikan kesedihan Scrully.
"Ampun Ibunda Ratu, Putri Amatheia sedang berada di dalam kamar dan istirahat, sebab hari ini kami sempat bermain hingga ke permukaan, ta...tapi ha...hanya sebentar ibunda Ratu," scrully dengan segala kejujurannya selalu memberikan laporan apa adanya kepada Ratu Esmeralda.
"Maaf ibunda Ratu, saya menyaksikan sendiri, Rully kembali sendiri tanpa Putri Amatheia," sela Terilly memberikan tekanan kepada Scrully yang sedang menunduk ketakutan.
Mata Scrully sesaat kemudian melotot ke arah Terilly, dan sebaliknya Terilly tersenyum sambil mencibir kearahnya, "tapi putri Amatheia ada di dalam kamarnya Teri! kenapa kamu masih juga tidak percaya,"
"Jelas aku tidak percaya, sebab CCTV istana Gkinzerniyu memperlihatkan kau masuk gapura istana seorang diri." Kembali Terilly keukuh pada penglihatannya.
Disini yang di maksud CCTV adalah pasukan Terilly adalah CCTV handal dalam istana Gkinzerniyu, selain matanya yang jeli pendengarannya juga bisa menangkap suara yang mencurigakan dengan jarak sekian mil.
Ratu Sinnan yang pusing menghadapi adu mulut mereka, tanpa banyak bicara ia melangkah meninggalkannya, dan berjalan menuju kamar Putri Amatheia.
"Oh Terilly, Ibunda Ratu, oh....no....!"Scrully tiba tiba meloncat dan berlari berusaha menghalau langkah Ratu Sinnan.
"Ibunda Ratu, apa tidak sebaiknya hamba temani Ibunda melihat-lihat suasana di taman Zorxoka."
"Rully, kau menghalangi langkahku. Apa yang kamu sembunyikan, apa sebuah dusta...?"
"Tidak..tidak..he..he..silahkan Ibunda." Scrully akhirnya menyerah juga, antara takut dan bersalah menjadi satu.
Terilly hanya terkikik menyaksikan tingkah Scrully yang kebingungan, saat mata mereka beradu pandang, Teri mencibir lucu sedangkan Scrully melototkan matanya sambil memberikan kepalan tangannya ke arah, Terilly yang menyaksikan itu hanya mengangkat bahunya sambil kedua tangannya ke atas kepalanya.
Pintu kamar Putri Amatheia perlahan terbuka, kamar yang dengan nuansa blue ocean nan lembut serta bau harum khas favorit putri Amatheia itu seketika membuat lemas kaki Scrully. Ia berpegangan pada tangan Teri, dan bersiap-siap untuk pingsan.
"Ibunda Ratu, ada apakah gerangan yang membuat Ibunda datang ke kamar hamba tanpa memberitahu dahulu," Putri Amatheia menghamburkan diri dalam pelukan Ratu Sinnan, dengan mencium ujung kepala Amatheia, sang Ratu tersenyum lega lalu menatap sendu kearah Putri Amatheia.
"Hari ini ibu sangat gembira anakku, putri Galene telah terbangun dari tidurnya, apakah kau tidak merindukan adikmu itu, hmm!" Ratu Sinnan menarik tangannya dan duduk di antara koleksi buku-buku yang selama ini ia pelajari bersama scrully tentunya di saat waktu luang.
"Kita akan membicarakan pernikahanmu, dengan pangeran Sharklys mendatang." Ratu Membelai sulur indahnya putri Amatheia, matanya jauh menerawang menatap pedih dan nelangsa keluar jendela, menatap indahnya berbagai warna bunga disana untuk mengalihkan kepedihannya.
"Ibunda Ratu, apakah pernikahan itu harus terjadi, hamba sepertinya tidak sanggup menerima pinangan ini, Ibunda," sambil meneteskan air matanya dan ia kembali bernegosiasi dengan sang Ratu.
"Ibunda, apakah tidak ada cara lain untuk membebaskan yang mulia ayahanda Raja Brenton? Amatheia rasa akan ada jalan keluarnya, kota harus berusaha Ibunda!"
Ratu Sinnan hanya menghela nafas dengan beratnya, "Amatheia... dengan menikahkan mu, Marsh flesbarne pangeran Sharklys akan menyatu dengan darah, itu satu-satunya cara untuk perlahan mengalahkan kekejamannya, dan cincin itu akan menyelamatkan dirimu. Sebab, cincin mustika perak tidak akan berfungsi tanpa adanya cincin mustika emas ini," Ratu Sinnan memperlihatkan Cincin mutiara emas yang ia kenakan.
"perlu kau ketahui anakku! Cincin itu adalah sebuah pasangan. Mereka tidak akan berfungsi selama tidak ada penyatuan yang di dasari dengan cinta sejati. kelak akan melepaskan belenggu ayahanda Raja Brenton dan kita akan kembali bersama." Lanjut ratu Sinnan menerangkan rahasia antara cincin mustika perak dengan cincin mustika emas.
"Ibunda Ratu, bilamana akan ada cara lain untuk membebaskan ayahanda Raja, apakah Ibunda Ratu memberikan ijin pada Amatheia..?"
"Dengan mustika jingga saya berjanji akan membebaskan ayahanda bersama cinta suci yang Amatheia temukan kelak, Ibunda."
"Anakku, sebaiknya ini juga segera kita bicarakan dengan perdana menteri, serta para penasehat istana kepercayaan kita. Sebab, pernikahan ini akan segera terjadi setelah tujuh purnama mendatang."
Mata Amatheia terbelalak mendengar ucapan Ratu Sinnan, lalu ia menatap kearah pintu yang terjadi keributan kecil. Ratu Sinnan pun mengikuti langkah Amatheia.
"Apa yang kalian ributkan disini, apakah kalian menguping pembicaraan kami?, apakah tidak ada tempat lain untuk kalian bercanda selain di depan pintu kamar ku?" Amatheia menatap Scrully dan Terilly bergantian.
Terilly tergagap, "Baiklah yang mulia putri Amatheia, kami akan segera kembali ketempat kami masing-masing, dan mohon ampun atas segala kegaduhan yang tidak sengaja kami lakukan tepat di depan pintu kamar tuan Putri,"
"Pergilah, jangan kembali lagi kalau tidak aku panggil kalian!" Amatheia menatap Scrully dengan mengedipkan sebelah matanya, ia sudah menduga besok akan menerima omelan dari sahabat sekaligus abdi setianya itu.
Sambil berjalan membungkuk dan belaku sopan di depan Amatheia dan Ratu Sinnan mereka berdua berjalan meninggal lorong kamar itu dengan suara lirih dari Scrully namun terdengar dengan jelas oleh putri Amatheia. "Kau berhutang sebuah penjelasan padaku Amatheia, huh dasar tuan putri jahil."
Amatheia tersenyum, sedangkan Terilly sudah berjalan kedepan terlebih dahulu.
"Amatheia ibu akan kembali ke istana utama, ibu harap kau segera memberikan keputusan sebelum waktunya akan tiba. Kita harus segera menyusun siasat dan strategi berikutnya." Ratu Esmeralda dengan beberapa dayang-dayang berjalan menuju aula utama..
"Baik Ibunda Ratu, hamba akan mengajak putri Galene bersama ke aula utama untuk membicarakan perihal ini."
🦐🦐🦐🦐🦐🦐🦐🦐
To be continued 😉
selamat membaca, like, fav, serta komen membangunnya ya Mak ☺️
Salam sehat and Love always by RR 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙
kek nya ada hubungannya antara wanita tua yg lari ke hutan saat fil di buang ke laut, dgn bangun nya adik nya she putri???
2023-03-08
0
Keyboard Harapan
enak nih kalau kita punya mustika kaaya gitu, bisa tau mana cinta sejati kita mana bukan🤣🤣🤣
2023-03-02
0
Nick
awal baca kehidupan laut kak Rhu, sukses terus ya kak. jadikan namaku untuk tokoh mu donk kak 🤣
2023-03-02
0