Bab 20

Sepenuh hati dengan rasa cinta dan tulus, Caillani mencari akar cabomba di dalam gua yang berada di perbatasan yang tidak lain adalah tempat gurita raksasa bernama Hank berada, dan sebagai penjaga perbatasan kawasan mereka.

"Wahai penghuni gua dan sekitarnya, saya adalah Caillani utusan tabib Wlyrus datang kemari untuk memohon sekiranya mengijinkan saya untuk memetik beberapa akar cabomba dan rempah lainya untuk keperluan keluarga istana Gkinzerniyu." Belum selesai Caillani meminta ijin kepada Hank, tiba-tiba saja terdengar kegaduhan dan dentuman keras di balik gua yang tersembunyi.

Segerombolan pasukan hiu rupanya telah melakukan penuntutan balas atas kekalahan mereka beberapa hari yang lalu, Hank yang melakukan perlawanan seorang diri, rupanya mengalami luka pada salah satu kakinya dan itu membuatnya sedikit terpojok.

Caillani mengintip dari balik semak, lalu ia membidikkan beberapa senjata hasil rakitannya yang terdiri dari senyawa yang berbahaya dan berfungsi untuk melindunginya dari serangan musuh yang tidak ia harapkan.

Bluarr....bluarr...duaarrr....

Pasukan hiu yang tidak menyadari adanya serangan mendadak, dan tidak sempat melarikan diri seketika lari tunggang-langgang dan sebagian tubuhnya hancur daging mereka berhamburan menjadi santapan ikan-ikan kecil.

Hank pun terkejut, matanya menyapu di setiap sudut area mencari siapa yang telah membantunya melemahkan serangan pasukan hiu.

"Wahai pemuda duyung, kenapa kau mendekatkan dirimu dengan permasalahan, ini sangat membahayakan keselamatanmu bila mereka tau, bahwa kaulah yang mengakibatkan pasukan mereka mati dan lari bercerai berai." Hank menegur Caillani karena telah melakukan penyerangan kepada pasukan hiu.

"Perkenalkan saya adalah Caillani putra tabib Wlyrus dari istana Gkinzerniyu, saya mohon maaf atas kelancangan saya, akan tetapi saya tidak akan bisa tinggal diam ketika ada sesama saya dalam posisi tertindas dan terpojok, apakah itu sebuah kesalahan? Kurasa bukan."

Hank terdiam, jauh menelisik Caillani yang mengaku anak tabib Wlyrus menatanya tidak percaya. Seorang tabib Wlyrus mempunyai anak duyung laki-laki, akan tetapi tidak mempunyai alasan memarahi Caillani, tidak bisa di pungkiri bahwa sebenarnya dia memang sedang terjepit, dan Caillani datang tepat pada waktunya.

"Katakan padaku, apa maksud kedatangan mu ketempat hunianku, apakah kau tersesat juga?" Tanya Hank sembari merangkak mendekati Caillani lalu menghempaskan tubuhnya yang kelelahan di dekat bebatuan.

"hei kenapa kau memandangku sebegitu teliti? apakah kau tidak percaya bahwa aku putra tabib Wlyrus? he he he agak aneh ya? tapi memang itu kenyataannya." Caillani mulai duduk di sisi batu karang yang besar itu.

Caillani menceritakan maksud kedatangannya karena memenuhi utusan sang ayah yang memerlukan akar cabomba sebagai kebutuhan obat di Istana Gkinzerniyu.

"Berikan kakimu yang terluka, aku akan mencoba mengobatinya." Tangan Caillani meraih kaki Hank yang terluka dan membubuhkan ramuan dari dedaunan yang terdapat di sekitar gua tempat tinggal Hank.

"Terimakasih, kalau tidak ada kau datang menolong ku mungkin aku akan mati dan menjadi sate gurita, dengan bumbu kecap bagi pasukan hiu tadi, he...he...he..." Kekeh Hank mengingat kebodohannya melayani serangan yang tidak seimbang tadi.

"Anggap saja itu sebagai awal persahabatan kita, sudah sewajarnya kita saling membantu dan saat ini aku membutuhkan bantuan mu." Caillani berbicara sambil memetik tumbuhan yang di butuhkan sebagai obat-obatan.

"Katakan apa yang bisa aku berikan padamu Caillani, dan segeralah pulang malam purnama tidak lama lagi, serangan dan permintaan tumbal bagi persembahan pangeran kegelapan tentu akan menjadi persiapan bagi mereka. Aku akan menjaga perbatasan untuk keamanan istana Gkinzerniyu," ucap Hank mengingatkan Caillani.

"Keamanan perbatasan akan menjadi tanggung jawabku, sampaikan salam hormatku kepada Ratu Sinnan dan tabib Wlyrus, segala kebutuhan obat jangan sungkan-sungkan untuk datang kesini dan memetik apa yang kalian butuhkan." Hank membekali Caillani dengan segala tumbuhan yang memang sangat di butuhkan untuk persiapan di dalam istana.

🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬

Pasukan hiu yang lari tunggang langgang menyusuri laut menuju markas mereka, beberapa pasukan yang terluka dan tidak sedikit juga yang harus mereka tinggalkan karena luka yang parah mendekati ajal mereka.

Melakukan estafet menuju laut merah untuk melaporkan berita kekalahan mereka, juga memerlukan waktu yang sangat panjang. Mereka melaporkan akan kekalahan mereka kepada panglima hiu yang bernama Chimorpopha, yang berada di perbatasan laut merah.

Kemarahan dan kegeraman sang panglima mengakibatkan gelombang air laut yang tinggi dan mampu memecahkan batu karang di dasar laut merah, dan menjadikan gempa berkekuatan stunami.

Kekecewaan dan kemarahan atas kegagalan itu membuat mereka harus berani menanggung kemurkaan pangeran kegelapan Sharklys.

"Yang mulia pangeran kegelapan di atas segala kegelapan, hamba melaporkan pasukan hamba di perbatasan telah mengalami kekalahan." lapor panglima Chimorpopha seraya menunjukkan kepalanya.

Merah padam wajah pangeran Sharklys demi mendengar penjelasan yang baru saja di bawa panglimanya menghadap.

"Aku tidak pernah menduga mereka berani membangkang sepertinya, peperangan harus segara kita mulai! aku akan memberikan pelajaran bagi mereka, kerahkan semua kekuatan untuk menggempur darat dan laut dimana Istana Gkinzerniyu berada," perintah pangeran Sharklys dengan suara menggelegar memenuhi angkasa, mendung hitam dengan angin dan guntur semakin membuat suasana mencekam, bumi pun seakan bergejolak dengan gempa yang mengerikan.

Segala mantra dan kutukan terlontar bersama amarah Pangeran Sharklys, matanya tertuju pada penglihatannya yang mengarah pada istana Gkinzerniyu melalui cermin ajaibnya, kekuatan Ratu Sinnan ternyata tidak mudah untuk ia taklukan, walaupun ia tau saat ini Ratu Sinnan dalam posisi terluka oleh serangan ilmu hitam yang ia kirimkan saat pesta purnama waktu itu.

"Kerahkan segala kutukan kepada mereka, pada saat malam purnama mendatang! aku menginginkan istana Gkinzerniyu takluk pada perintahku, dan aku segera menikah dengan putri Amatheia tanpa harus menunggu tujuh purnama lagi, ha...ha..ha..." Tawa pangeran Sharklys kembali terdengar sangat mengerikan.

Seluruh jajaran para pasukan dan panglima hiu semua menunduk dan patuh akan perintah sang pangeran.

Sedangkan di sisi lain putri Amatheia yang melakukan perjalanan mengarah ke laut merah , sama sekali tidak bisa ia deteksi keberadaannya. Ini semua semakin membuatnya murka.

Sementara di bawah kastil bangunan paling lembab dan sangat minim cahaya matahari menerobos masuk melalui celah yang ada, sebagai tanda kehidupan siang ataupun malam.

Duduk bersila dan melakukan meditasi untuk komunikasi batin dengan alam yang sedang dalam situasi tertekan dan tertindas oleh kecurangan dan kejahatan pangeran Sharklys.

Hanya seekor burung kecil yang selalu memberikan biji-bijian dan membantu Darcassan mencari siasat dan cara untuk keluar dari tempat yang mengerikan itu. Nyanyian kicauannya sebagai berita dari luar mengenai keluarga dan harapan tentang kebebasan.

"Ha...ha...ha... Berita apa yang kau bawa padaku, ceritakan!" Laki-laki tua yang tidak lain adalah Darcassan dari bangsa Elf, yang seharusnya adalah sahabat pangeran Sharklys sebelum ia pengabdian diri kepada kegelapan.

"Ya...ya...ya... Aku tau putraku pasti akan datang menjemput ku, dan akan menerangi kegelapan, itu pasti," Darcassan, walaupun dalam posisi terpenjara namun dia tetap optimis tentang pembebasan dirinya.

Burung itu bahkan terus bercicit seolah menceritakan sebuah perjalanan. "Baiklah, terimakasih semua info yang kau berikan, dan katakan pada mereka! Walaupun seribu tahun lamanya terpenjara, aku tetap pulang! dengan kemenangan dan kita akan menikmati kebersamaan kembali."

"Pergilah ke gunung gordon! hanya Miryan yang bisa membantu, beritahu tempat ini pada Miryan dan dia yang akan menjadi petunjuk jalan bagi anakku."

Usai mendengar kata kata Darcassan, burung kecil itu terbang ke angkasa, di saksikan Darcassan melalui celah kecil untuk menatap birunya langit di atas kastil kegelapan.

🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬

Mampukan mimpi Darcassan terwujud? ikuti terus cerita extraordinary Love ini, yuk...

To be continued 😉

Netizen terkasih 🤗 sambil menunggu karya Rhu up lagi, searching ke karya kawan Rhuji yuk! di jamin mantap👍

jangan lupa like favorit dan komentar membangun, and Salam Sayang Selalu By RR 😘

Terpopuler

Comments

Keyboard Harapan

Keyboard Harapan

di laut ada kecap juga ya, opa, bisa sate satean, 🤣🤣🤣

2023-03-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 EXTRAORDINARY LOVE SESION 2
55 Cemburu putri Galene
56 kelemahan putri Galene
57 Penerus Aisegea
58 Kejujuran Bargibanti
59 Bersatunya dua kerajaan
60 MENGEJAR CINTA GALENE
61 Teman Baru
62 Beradaptasi dengan tempat baru
63 Laki-laki misterius
64 Ke pusat kota
65 Ajang pencarian bakat
66 Tragedi kaoliang
67 Caillani yang rakus
68 Kekacauan kamar tuan muda
69 Misi mulai berjalan
70 Sopir untuk Lauren dan Galene
71 Bola kristal
72 Bangkitnya Kerajaan Aisegea
73 Penyamaran Caillani Yang Gagal
74 Keusilan Caillani
75 Delivered Boy
76 Bau Jengkol lewat
77 Miniatur Museum Oceanography
78 Party Weekend's
79 Keturunan Tarantula
80 Siasat Lauren
81 Kelicikan Nona Charlotte
82 Racun Tarantula
83 Caillani Yang Lemah
84 Penyamaran Lauren
85 Negosiasi Zhang kai
86 Kedatangan Bargibanti
87 Upaya Penyelamatan
88 Mustika Merah Delima
89 Kematian Yamameri
90 Kemenangan Nona Charlotte
91 Rencana tertunda putri Amatheia
92 Kekejaman nona Charlotte
93 Pantai Koleacinder
94 Siasat Bargibanti
95 Nilai Cinta Suci
96 Kegilaan Nona Charlotte
97 Memasang Strategi
98 Malam Bulan Purnama
99 Kepergian Pangeran Caillani
100 Mustika jingga
101 Zhang Kai Yang Lemah
102 Menyusun Siasat
103 Penyesalan Putri Galene
104 Mutiara Hitam
105 Lauren Bercanda dengan Hiu
106 Penolakan Lauren
107 Pelarian
108 Pangeran Caillani vs Nona Charlotte
109 Lauren bersama Zhang Kai
110 Nona Charlotte yang tetap berambisi
111 Kegelisahan David
112 Pertemuan David dengan Bargibanti
113 Janji Putri Galene
114 Berita Untuk Ratu
115 Pengobatan Zhang Kai
116 Ulasan Tabib Wlyrus
117 Sebuah Perjanjian
118 Wanita Misterius
119 Ratu Elinor
120 Kegalauan David
121 Kota Bavaria
122 Penyesalan
123 Pertemuan Dengan Raja Tarantula
124 Pertemuan Yang Indah
125 Perpisahan
126 Menyambut Kedatangan Tuan Muda
127 pangeran Caillani dan Putri Galene
128 Akhir Dari kisah
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
EXTRAORDINARY LOVE SESION 2
55
Cemburu putri Galene
56
kelemahan putri Galene
57
Penerus Aisegea
58
Kejujuran Bargibanti
59
Bersatunya dua kerajaan
60
MENGEJAR CINTA GALENE
61
Teman Baru
62
Beradaptasi dengan tempat baru
63
Laki-laki misterius
64
Ke pusat kota
65
Ajang pencarian bakat
66
Tragedi kaoliang
67
Caillani yang rakus
68
Kekacauan kamar tuan muda
69
Misi mulai berjalan
70
Sopir untuk Lauren dan Galene
71
Bola kristal
72
Bangkitnya Kerajaan Aisegea
73
Penyamaran Caillani Yang Gagal
74
Keusilan Caillani
75
Delivered Boy
76
Bau Jengkol lewat
77
Miniatur Museum Oceanography
78
Party Weekend's
79
Keturunan Tarantula
80
Siasat Lauren
81
Kelicikan Nona Charlotte
82
Racun Tarantula
83
Caillani Yang Lemah
84
Penyamaran Lauren
85
Negosiasi Zhang kai
86
Kedatangan Bargibanti
87
Upaya Penyelamatan
88
Mustika Merah Delima
89
Kematian Yamameri
90
Kemenangan Nona Charlotte
91
Rencana tertunda putri Amatheia
92
Kekejaman nona Charlotte
93
Pantai Koleacinder
94
Siasat Bargibanti
95
Nilai Cinta Suci
96
Kegilaan Nona Charlotte
97
Memasang Strategi
98
Malam Bulan Purnama
99
Kepergian Pangeran Caillani
100
Mustika jingga
101
Zhang Kai Yang Lemah
102
Menyusun Siasat
103
Penyesalan Putri Galene
104
Mutiara Hitam
105
Lauren Bercanda dengan Hiu
106
Penolakan Lauren
107
Pelarian
108
Pangeran Caillani vs Nona Charlotte
109
Lauren bersama Zhang Kai
110
Nona Charlotte yang tetap berambisi
111
Kegelisahan David
112
Pertemuan David dengan Bargibanti
113
Janji Putri Galene
114
Berita Untuk Ratu
115
Pengobatan Zhang Kai
116
Ulasan Tabib Wlyrus
117
Sebuah Perjanjian
118
Wanita Misterius
119
Ratu Elinor
120
Kegalauan David
121
Kota Bavaria
122
Penyesalan
123
Pertemuan Dengan Raja Tarantula
124
Pertemuan Yang Indah
125
Perpisahan
126
Menyambut Kedatangan Tuan Muda
127
pangeran Caillani dan Putri Galene
128
Akhir Dari kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!