Di dalam kastil Lazurod, mata tajam pangeran Sharklys menatap tajam pada kaca sakti miliknya, matanya selalu tertuju pada putri Amatheia yang berjalan dengan sosok kasat mata dan di ikuti makhluk kecil Bargibanti jauh di belakang mereka.
"Hmmmm, siapa sosok tidak jelas itu? Pengawal!" Teriak pangeran Sharklys dengan suara berat ia memanggil pengawal kastil yang setia padanya.
Sosok laki-laki bertubuh tegap dan tinggi kekar berbadan manusia dan berkepala ikan hiu itu, berjalan mendekat dan membungkukkan tubuhnya dengan hormat kepada pangeran Sharklys.
"Yang mulia pangeran kegelapan dari segala kegelapan, hamba datang memenuhi panggilan yang mulia,"
Pangeran Sharklys kembali berjalan mendekat ke singgasananya dan duduk sembari menyilangkan kakinya, "Katakan padaku! Bagaimana cara kerja makhluk lakhnat kecil dari istana Gkinzerniyu itu, apakah ia berkerja dengan baik?"
makhluk kecil lakhnat yang di maksud disini adalah Bargibanti yang telah menjadi umpan utama para pasukan hiu, untuk menjadi mata-mata di sekitar istana Gkinzerniyu ataupun mengikuti kemana putri Amatheia pergi, karena Bargibanti adalah cerdik sangat cerdik dalam bidang menipu dan berbuat licik.
"Ampun Yang mulia pangeran kegelapan dari segala kegelapan, dia bernama Bargibanti dan mempunyai kepribadian ganda tergantung siapa yang berada di dekatnya, dia bisa pelan-pelan kita pengaruhi. Hamba sudah memberikan tugas kepadanya untuk mengikuti kemana putri Amatheia pergi, ataupun rencana kaum duyung yang akan melakukan pemberontakan kepada yang mulia, pangeran."
"Tapi, tidakkah kau lihat dengan sendirinya, putri Amatheia saat ini dalam perjalanan bersama sosok yang kasat mata yang selalu mengikuti perjalanannya," Suara pangeran Sharklys menggelegar dengan telunjuk yang mengarah ke kaca ajaib miliknya.
Suara pangeran Sharklys yang penuh dengan kemarahan, serta penekanan kepada pengawalnya. Membuat siapapun harus bersiap untuk menjadi tumbal dalam kobaran sumur api yang panasnya hingga seribu kali dari api pada umumnya.
Kepala pengawal itu, sedikitpun tidak berani untuk bergeming. Leher dan kakinya seakan kaku membatu, tatkala menyaksikan kemarahan pangeran Sharklys yang mulai memanas. Sementara mata pangeran Sharklys memerah, dan tangannya erat mengepal.
Aarhh.....
Teriak pangeran Sharklys memekakkan telinga, membangkitkan bulu kuduk, dan menghentikan nafas sesaat, tangannya memukul benda yang berada di sampingnya hingga pecah berkeping-keping.
"Aku tidak mau tau, cari kemana arah tujuan yang mereka tuju, atau kalian semua akan aku jadikan sebagai penghuni sumur api yang siap menjadikan abu tubuh kalian, serta akan meluluhlantakkan kaum kalian!"
Burung burung elang liar berkoak dengan kelebar sayapnya, menambah suasana yang semakin mencekam.
Tangan legam pangeran Sharklys mengibaskan ke arah angin sebagai tanda bahwa ia sedang ingin sendiri dan tidak mau ada pengganggu ataupun suara yang tidak ia kehendaki, apapun itu.
Pengawal yang menyadari gerakan itu, segera membungkuk dan mengundurkan diri dalam kesunyian, menuju markas mereka dan menyusun siasat dan mencari celah memasuki istana Gkinzerniyu, karena walaupun sebuah kekuasaan yang kecil, namun sangat kuat dan tidak mudah bagi musuh atau orang lain mampu memasuki kawasan Gkinzerniyu yang sudah di bentengi dengan mantra dan tumbal pusaka pada setiap perbatasan kekuasaan nenek moyang Raja Brenton Alberich sebelumnya.
Hanya binatang bersayap Rorru saja yang masih berani bertengger pada pundak Sang pembawa kemurkaan, mata tajamnya ikut menghujam lekat pada calon mangsa yang sewaktu-waktu bisa ia cabik-cabik tergantung dengan keputusan sang majikan.
"Rorru-ku, kau ku tugaskan memcari kabar apa yang terjadi di darat! Pergilah ke gunung gordon! Kalau anak si keparat Darcassan berani menuntut balas atau mempunyai nyali membebaskan si tua bangka itu, ataupun mencari keadilan bagi keparat Darcassan, hancurkan! semua makhluk yang ada di gunung Gordon, tanpa kecuali." Raung pangeran Sharklys sambil mengepalkan tangannya.
Rorru burung elang jelmaan roh jahat yang berasal dari bagian kegelapan di gunung Gordon yang sudah mengabdi kepada pangeran Sharklys, memahami apa kemauan tuannya. Rorru segera mengepakkan sayapnya segera menukik tinggi ke udara, tanpa harus menunggu kedua kalinya perintah dari sang tuan.
🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙
Setelah melakukan perjalanan sehari semalam, Putri Amatheia gusar dan sedikit kurang nyaman dengan Bargibanti yang masih saja mengikuti perjalanannya, dari segi fisik jelas putri Amatheia sangat iba dengan kondisi Bargibanti tubuh yang mungil yang hanya bisa melompat bila di dalam air dan hanya berjalan merayap bila di daratan. putri Amatheia hanya merasakan keikutsertaan Bargibanti hanyalah sebuah penghambat saja.
"Filghofin, kita istirahat dan bermalam di sini! Mungkin besok menjelang matahari terbit, lebih baik kita melakukan perjalanan darat saja,"
Filghofin menatap ke arah putri Amatheia sesaat, "apakah kau yakin? Lihatlah Bargibanti! Kurasa dia punya tekad pengabdian yang solid, dia akan menjadi petunjuk jalan kita, kemudian,"
Suiiittt......
Putri Amatheia memanggil Bargibanti dengan suitannya, yang berjarak lumayan jauh dari mereka berdua.
Lompatan bargibanti dengan seringai senyumnya mendekat ke arah mereka berdua, matanya membulat besar dan mulutnya terbuka hingga gigi-gigi runcingnya terlihat jelas.
"Putri...oh-hh dia memanggilku, aku abdi setia harus segera membantu apa yang mereka butuhkan." Lompatan kecil Bargibanti semakin di percepat.
Putri Amatheia menatap Bargibanti dengan tatapan kasihan sekaligus kesal dengan kelakuannya, "kami akan melakukan perjalanan lewat darat, karena musim saat ini lebih cenderung dingin, kita melakukan perjalanan jauh sepertinya tidak ada kendala, apakah kau sanggup Bargibanti? Andai kau keberatan, sebelum semua terlanjur alangkah baiknya kau putar balik dan kembali ke istana Gkinzerniyu,"
Mata Bargibanti berkaca-kaca demi mendengar kalimat putri Amatheia, "aarrhhh....tidak tuan Putri! Saya akan tetap mengikuti kemana tuan putri dengan tuan eemmmm....eemmmm,"
"Filghofin namaku," Filghofin segera membantu Bargibanti untuk mengucap namanya karena kesulitan mengingat.
"Baiklah bila itu kemauanmu, kau bisa menjadi penunjuk jalan agar kami tidak tersesat." Lanjut Putri Amatheia sambil mulai bersandar dan beristirahat.
Mata Bargibanti tidak pernah lepas memandang kalung yang di pakai oleh Filghofin, sesekali ia melompat mendekat dan ingin menyentuh leher Filghofin, "Filghofin, berikan kalung itu padaku! Aku ingin mencobanya, boleh?"
Filghofin yang menyadari bahwa Bargibanti tidak boleh di pandang remeh, walaupun ia terlihat sangat lemah dan cenderung rendah hati bila terlihat sekilas.
"Kau tidak bermaksud melakukan kesesatan dengan tuanmu, bukan?"
"Pergilah istirahat! Perjalanan kita masih sangat panjang dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi banyak rintangan untuk menuju ke sana." Selesai berkata Filghofin pura-pura memejamkan matanya membiarkan Bargibanti dengan kekecewaannya.
Walaupun rasa kecewa dan marah, namun tidak banyak yang bisa Bargibanti perbuat selain menurut.
'aarrhh...kesesatan? Huuhh aku akan mencuri kalung itu, dan aku akan memberikan jalan yang tidak pada tempatnya. Aku tidak suka pemuda itu dia bukan warga istana Gkinzerniyu, aku benci, aku tidak suka pemuda jelek, jahat' batin Bargibanti penuh dengan kemarahan.
'Aku akan membawanya ke hutan dan akan mencari jurang yang dangkal lalu melempar pemuda itu ke dasarnya atau menyerahkan dia pada siluman darat, dan menjorokkan dia sebagai tumbal mereka, he..he...he..' mata Bargibanti berkobar merah dan terus memutarkan batin kejahatan yang saat ini sedang menyelimutinya.
Otak Bargibanti mencari cara untuk mencuri kalung yang Filghofin kenakan, matanya jelalatan menatap nanar pada nafas Filghofin, ia berharap supaya segera terlelap lalu dengan mudah untuknya mencurinya.
Putri Amatheia pun selalu waspada dengan kelakuan makhluk kecil yang sangat licik di depannya. Walaupun kondisi tubuh sedang istirahat namun segala gerak-geriknya Bargibanti tidak pernah luput dari perhatiannya.
🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬
To be continued 😉
jangan lupa like, fav, ataupun komen mendukung ✌️
Salam Sayang Selalu By RR 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙
hadeuh.. udah di usir jg ga peka🤣
apa she tujuan she bar???
2023-04-12
0
Qin00 Akoe
aku kok membayangkan pangeran ini seperti tinggi tegap dan hitam legam toh kak 😄
2023-03-31
0
Buna_Qaya
waspada lah putri Ama
2023-03-10
0