Bab 13

Di dalam kastil Lazurod, mata tajam pangeran Sharklys menatap tajam pada kaca sakti miliknya, matanya selalu tertuju pada putri Amatheia yang berjalan dengan sosok kasat mata dan di ikuti makhluk kecil Bargibanti jauh di belakang mereka.

"Hmmmm, siapa sosok tidak jelas itu? Pengawal!" Teriak pangeran Sharklys dengan suara berat ia memanggil pengawal kastil yang setia padanya.

Sosok laki-laki bertubuh tegap dan tinggi kekar berbadan manusia dan berkepala ikan hiu itu, berjalan mendekat dan membungkukkan tubuhnya dengan hormat kepada pangeran Sharklys.

"Yang mulia pangeran kegelapan dari segala kegelapan, hamba datang memenuhi panggilan yang mulia,"

Pangeran Sharklys kembali berjalan mendekat ke singgasananya dan duduk sembari menyilangkan kakinya, "Katakan padaku! Bagaimana cara kerja makhluk lakhnat kecil dari istana Gkinzerniyu itu, apakah ia berkerja dengan baik?"

makhluk kecil lakhnat yang di maksud disini adalah Bargibanti yang telah menjadi umpan utama para pasukan hiu, untuk menjadi mata-mata di sekitar istana Gkinzerniyu ataupun mengikuti kemana putri Amatheia pergi, karena Bargibanti adalah cerdik sangat cerdik dalam bidang menipu dan berbuat licik.

"Ampun Yang mulia pangeran kegelapan dari segala kegelapan, dia bernama Bargibanti dan mempunyai kepribadian ganda tergantung siapa yang berada di dekatnya, dia bisa pelan-pelan kita pengaruhi. Hamba sudah memberikan tugas kepadanya untuk mengikuti kemana putri Amatheia pergi, ataupun rencana kaum duyung yang akan melakukan pemberontakan kepada yang mulia, pangeran."

"Tapi, tidakkah kau lihat dengan sendirinya, putri Amatheia saat ini dalam perjalanan bersama sosok yang kasat mata yang selalu mengikuti perjalanannya," Suara pangeran Sharklys menggelegar dengan telunjuk yang mengarah ke kaca ajaib miliknya.

Suara pangeran Sharklys yang penuh dengan kemarahan, serta penekanan kepada pengawalnya. Membuat siapapun harus bersiap untuk menjadi tumbal dalam kobaran sumur api yang panasnya hingga seribu kali dari api pada umumnya.

Kepala pengawal itu, sedikitpun tidak berani untuk bergeming. Leher dan kakinya seakan kaku membatu, tatkala menyaksikan kemarahan pangeran Sharklys yang mulai memanas. Sementara mata pangeran Sharklys memerah, dan tangannya erat mengepal.

Aarhh.....

Teriak pangeran Sharklys memekakkan telinga, membangkitkan bulu kuduk, dan menghentikan nafas sesaat, tangannya memukul benda yang berada di sampingnya hingga pecah berkeping-keping.

"Aku tidak mau tau, cari kemana arah tujuan yang mereka tuju, atau kalian semua akan aku jadikan sebagai penghuni sumur api yang siap menjadikan abu tubuh kalian, serta akan meluluhlantakkan kaum kalian!"

Burung burung elang liar berkoak dengan kelebar sayapnya, menambah suasana yang semakin mencekam.

Tangan legam pangeran Sharklys mengibaskan ke arah angin sebagai tanda bahwa ia sedang ingin sendiri dan tidak mau ada pengganggu ataupun suara yang tidak ia kehendaki, apapun itu.

Pengawal yang menyadari gerakan itu, segera membungkuk dan mengundurkan diri dalam kesunyian, menuju markas mereka dan menyusun siasat dan mencari celah memasuki istana Gkinzerniyu, karena walaupun sebuah kekuasaan yang kecil, namun sangat kuat dan tidak mudah bagi musuh atau orang lain mampu memasuki kawasan Gkinzerniyu yang sudah di bentengi dengan mantra dan tumbal pusaka pada setiap perbatasan kekuasaan nenek moyang Raja Brenton Alberich sebelumnya.

Hanya binatang bersayap Rorru saja yang masih berani bertengger pada pundak Sang pembawa kemurkaan, mata tajamnya ikut menghujam lekat pada calon mangsa yang sewaktu-waktu bisa ia cabik-cabik tergantung dengan keputusan sang majikan.

"Rorru-ku, kau ku tugaskan memcari kabar apa yang terjadi di darat! Pergilah ke gunung gordon! Kalau anak si keparat Darcassan berani menuntut balas atau mempunyai nyali membebaskan si tua bangka itu, ataupun mencari keadilan bagi keparat Darcassan, hancurkan! semua makhluk yang ada di gunung Gordon, tanpa kecuali." Raung pangeran Sharklys sambil mengepalkan tangannya.

Rorru burung elang jelmaan roh jahat yang berasal dari bagian kegelapan di gunung Gordon yang sudah mengabdi kepada pangeran Sharklys, memahami apa kemauan tuannya. Rorru segera mengepakkan sayapnya segera menukik tinggi ke udara, tanpa harus menunggu kedua kalinya perintah dari sang tuan.

🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙

Setelah melakukan perjalanan sehari semalam, Putri Amatheia gusar dan sedikit kurang nyaman dengan Bargibanti yang masih saja mengikuti perjalanannya, dari segi fisik jelas putri Amatheia sangat iba dengan kondisi Bargibanti tubuh yang mungil yang hanya bisa melompat bila di dalam air dan hanya berjalan merayap bila di daratan. putri Amatheia hanya merasakan keikutsertaan Bargibanti hanyalah sebuah penghambat saja.

"Filghofin, kita istirahat dan bermalam di sini! Mungkin besok menjelang matahari terbit, lebih baik kita melakukan perjalanan darat saja,"

Filghofin menatap ke arah putri Amatheia sesaat, "apakah kau yakin? Lihatlah Bargibanti! Kurasa dia punya tekad pengabdian yang solid, dia akan menjadi petunjuk jalan kita, kemudian,"

Suiiittt......

Putri Amatheia memanggil Bargibanti dengan suitannya, yang berjarak lumayan jauh dari mereka berdua.

Lompatan bargibanti dengan seringai senyumnya mendekat ke arah mereka berdua, matanya membulat besar dan mulutnya terbuka hingga gigi-gigi runcingnya terlihat jelas.

"Putri...oh-hh dia memanggilku, aku abdi setia harus segera membantu apa yang mereka butuhkan." Lompatan kecil Bargibanti semakin di percepat.

Putri Amatheia menatap Bargibanti dengan tatapan kasihan sekaligus kesal dengan kelakuannya, "kami akan melakukan perjalanan lewat darat, karena musim saat ini lebih cenderung dingin, kita melakukan perjalanan jauh sepertinya tidak ada kendala, apakah kau sanggup Bargibanti? Andai kau keberatan, sebelum semua terlanjur alangkah baiknya kau putar balik dan kembali ke istana Gkinzerniyu,"

Mata Bargibanti berkaca-kaca demi mendengar kalimat putri Amatheia, "aarrhhh....tidak tuan Putri! Saya akan tetap mengikuti kemana tuan putri dengan tuan eemmmm....eemmmm,"

"Filghofin namaku," Filghofin segera membantu Bargibanti untuk mengucap namanya karena kesulitan mengingat.

"Baiklah bila itu kemauanmu, kau bisa menjadi penunjuk jalan agar kami tidak tersesat." Lanjut Putri Amatheia sambil mulai bersandar dan beristirahat.

Mata Bargibanti tidak pernah lepas memandang kalung yang di pakai oleh Filghofin, sesekali ia melompat mendekat dan ingin menyentuh leher Filghofin, "Filghofin, berikan kalung itu padaku! Aku ingin mencobanya, boleh?"

Filghofin yang menyadari bahwa Bargibanti tidak boleh di pandang remeh, walaupun ia terlihat sangat lemah dan cenderung rendah hati bila terlihat sekilas.

"Kau tidak bermaksud melakukan kesesatan dengan tuanmu, bukan?"

"Pergilah istirahat! Perjalanan kita masih sangat panjang dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi banyak rintangan untuk menuju ke sana." Selesai berkata Filghofin pura-pura memejamkan matanya membiarkan Bargibanti dengan kekecewaannya.

Walaupun rasa kecewa dan marah, namun tidak banyak yang bisa Bargibanti perbuat selain menurut.

'aarrhh...kesesatan? Huuhh aku akan mencuri kalung itu, dan aku akan memberikan jalan yang tidak pada tempatnya. Aku tidak suka pemuda itu dia bukan warga istana Gkinzerniyu, aku benci, aku tidak suka pemuda jelek, jahat' batin Bargibanti penuh dengan kemarahan.

'Aku akan membawanya ke hutan dan akan mencari jurang yang dangkal lalu melempar pemuda itu ke dasarnya atau menyerahkan dia pada siluman darat, dan menjorokkan dia sebagai tumbal mereka, he..he...he..' mata Bargibanti berkobar merah dan terus memutarkan batin kejahatan yang saat ini sedang menyelimutinya.

Otak Bargibanti mencari cara untuk mencuri kalung yang Filghofin kenakan, matanya jelalatan menatap nanar pada nafas Filghofin, ia berharap supaya segera terlelap lalu dengan mudah untuknya mencurinya.

Putri Amatheia pun selalu waspada dengan kelakuan makhluk kecil yang sangat licik di depannya. Walaupun kondisi tubuh sedang istirahat namun segala gerak-geriknya Bargibanti tidak pernah luput dari perhatiannya.

🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬

To be continued 😉

jangan lupa like, fav, ataupun komen mendukung ✌️

Salam Sayang Selalu By RR 😘

Terpopuler

Comments

⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙

⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙

hadeuh.. udah di usir jg ga peka🤣
apa she tujuan she bar???

2023-04-12

0

Qin00 Akoe

Qin00 Akoe

aku kok membayangkan pangeran ini seperti tinggi tegap dan hitam legam toh kak 😄

2023-03-31

0

Buna_Qaya

Buna_Qaya

waspada lah putri Ama

2023-03-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 EXTRAORDINARY LOVE SESION 2
55 Cemburu putri Galene
56 kelemahan putri Galene
57 Penerus Aisegea
58 Kejujuran Bargibanti
59 Bersatunya dua kerajaan
60 MENGEJAR CINTA GALENE
61 Teman Baru
62 Beradaptasi dengan tempat baru
63 Laki-laki misterius
64 Ke pusat kota
65 Ajang pencarian bakat
66 Tragedi kaoliang
67 Caillani yang rakus
68 Kekacauan kamar tuan muda
69 Misi mulai berjalan
70 Sopir untuk Lauren dan Galene
71 Bola kristal
72 Bangkitnya Kerajaan Aisegea
73 Penyamaran Caillani Yang Gagal
74 Keusilan Caillani
75 Delivered Boy
76 Bau Jengkol lewat
77 Miniatur Museum Oceanography
78 Party Weekend's
79 Keturunan Tarantula
80 Siasat Lauren
81 Kelicikan Nona Charlotte
82 Racun Tarantula
83 Caillani Yang Lemah
84 Penyamaran Lauren
85 Negosiasi Zhang kai
86 Kedatangan Bargibanti
87 Upaya Penyelamatan
88 Mustika Merah Delima
89 Kematian Yamameri
90 Kemenangan Nona Charlotte
91 Rencana tertunda putri Amatheia
92 Kekejaman nona Charlotte
93 Pantai Koleacinder
94 Siasat Bargibanti
95 Nilai Cinta Suci
96 Kegilaan Nona Charlotte
97 Memasang Strategi
98 Malam Bulan Purnama
99 Kepergian Pangeran Caillani
100 Mustika jingga
101 Zhang Kai Yang Lemah
102 Menyusun Siasat
103 Penyesalan Putri Galene
104 Mutiara Hitam
105 Lauren Bercanda dengan Hiu
106 Penolakan Lauren
107 Pelarian
108 Pangeran Caillani vs Nona Charlotte
109 Lauren bersama Zhang Kai
110 Nona Charlotte yang tetap berambisi
111 Kegelisahan David
112 Pertemuan David dengan Bargibanti
113 Janji Putri Galene
114 Berita Untuk Ratu
115 Pengobatan Zhang Kai
116 Ulasan Tabib Wlyrus
117 Sebuah Perjanjian
118 Wanita Misterius
119 Ratu Elinor
120 Kegalauan David
121 Kota Bavaria
122 Penyesalan
123 Pertemuan Dengan Raja Tarantula
124 Pertemuan Yang Indah
125 Perpisahan
126 Menyambut Kedatangan Tuan Muda
127 pangeran Caillani dan Putri Galene
128 Akhir Dari kisah
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
EXTRAORDINARY LOVE SESION 2
55
Cemburu putri Galene
56
kelemahan putri Galene
57
Penerus Aisegea
58
Kejujuran Bargibanti
59
Bersatunya dua kerajaan
60
MENGEJAR CINTA GALENE
61
Teman Baru
62
Beradaptasi dengan tempat baru
63
Laki-laki misterius
64
Ke pusat kota
65
Ajang pencarian bakat
66
Tragedi kaoliang
67
Caillani yang rakus
68
Kekacauan kamar tuan muda
69
Misi mulai berjalan
70
Sopir untuk Lauren dan Galene
71
Bola kristal
72
Bangkitnya Kerajaan Aisegea
73
Penyamaran Caillani Yang Gagal
74
Keusilan Caillani
75
Delivered Boy
76
Bau Jengkol lewat
77
Miniatur Museum Oceanography
78
Party Weekend's
79
Keturunan Tarantula
80
Siasat Lauren
81
Kelicikan Nona Charlotte
82
Racun Tarantula
83
Caillani Yang Lemah
84
Penyamaran Lauren
85
Negosiasi Zhang kai
86
Kedatangan Bargibanti
87
Upaya Penyelamatan
88
Mustika Merah Delima
89
Kematian Yamameri
90
Kemenangan Nona Charlotte
91
Rencana tertunda putri Amatheia
92
Kekejaman nona Charlotte
93
Pantai Koleacinder
94
Siasat Bargibanti
95
Nilai Cinta Suci
96
Kegilaan Nona Charlotte
97
Memasang Strategi
98
Malam Bulan Purnama
99
Kepergian Pangeran Caillani
100
Mustika jingga
101
Zhang Kai Yang Lemah
102
Menyusun Siasat
103
Penyesalan Putri Galene
104
Mutiara Hitam
105
Lauren Bercanda dengan Hiu
106
Penolakan Lauren
107
Pelarian
108
Pangeran Caillani vs Nona Charlotte
109
Lauren bersama Zhang Kai
110
Nona Charlotte yang tetap berambisi
111
Kegelisahan David
112
Pertemuan David dengan Bargibanti
113
Janji Putri Galene
114
Berita Untuk Ratu
115
Pengobatan Zhang Kai
116
Ulasan Tabib Wlyrus
117
Sebuah Perjanjian
118
Wanita Misterius
119
Ratu Elinor
120
Kegalauan David
121
Kota Bavaria
122
Penyesalan
123
Pertemuan Dengan Raja Tarantula
124
Pertemuan Yang Indah
125
Perpisahan
126
Menyambut Kedatangan Tuan Muda
127
pangeran Caillani dan Putri Galene
128
Akhir Dari kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!