12 : OK!

Senyum yang kelewat cool, terukir sempurna di kedua sudut bibir tebal milik pak Samudra yang hanya sedikit tertarik. “Akhirnya Amanda punya alasan untuk menjadi lebih baik lagi,” batin pak Samudra yang merasakan kebahagiaan sempurna.

Pak Samudra merasa tetap menang, meski bukan dirinya yang memenangkan pertandingan. Pertama karena tanpa harus dipaksa, Amanda telah memiliki alasan untuk bertahan bahkan berjuang. Kedua, alasan semua itu terjadi malah karena Pia, putrinya.

“Nda, selamat!” ucap Miko berusaha menyalami Amanda.

Amanda yang masih berpelukan dengan Pia, menjadi terusik. Tanpa melepas kacamatanya, ia menatap risi Miko dan perlahan meliriknya sebal.

“Tolong, dong ... jangan galak-galak!” mohon Miko sambil tetap menunggu jabat tangan Miko.

Amanda tetap cuek kemudian menurunkan Pia dari hadapannya dengan sangat hati-hati. “Duduk di belakang, kita pulang.”

“Iya, Kak!” Pia masih sangat bersemangat tanpa terusik oleh Miko yang sampai Amanda omeli lantaran pemuda itu nekat meraih sekaligus menggenggam tangan kiri Amanda.

“Nda, please, ih! Aku beneran sayang kamu. Aku tulus ke kamu!” yakin Miko benar-benar memohon.

“Tapi aku enggak, jadi sudah yah, jangan ganggu-ganggu aku lagi!” tegas Amanda, tak sudi rasanya tangannya dipegang Miko meski ia sampai memakai sarung tangan. Juga, walau sebenarnya Miko juga tipikal good looking.

Amanda sendiri tidak tahu kenapa dirinya begitu membenci laki-laki yang mencintainya apalagi jika laki-laki tersebut sampai mengemiis layaknya apa yang Miko lakukan. Dan daripada pusing memikirkan alasannya, Amanda memilih menyalakan mesin motornya kemudian bersiap pergi. Tak semata karena Pia sudah beres membonceng dan sampai mendekap pinggangnya erat. Sebab di depan sana, pak Samudra juga sudah putar balik tanpa ada tanda-tanda pria itu akan bergabung dengan mereka.

“Aku yakin, aku bisa bikin kamu balas mencintaiku,” sergah Miko sampai berdiri di hadapan Amanda.

“Jangan terlalu yakin, nanti yang ada kamu terlalu merodikan diri dan itu hanya bikin beban hidup kamu bertambah,” ucap Amanda kelewat santai. “Malahan saranku, mending kamu sama Anya saja. Konon, bersama orang yang mencintai jauh lebih baik daripada terus mengejar yang kamu cintai.”

“Aku balikin kalimat terakhir kamu, ke kamu!” sergah Miko. “Daripada kamu sama orang yang kamu cintai dan belum tentu juga dia mencintai kamu, mending sekarang kamu sama aku saja yang jelas-jelas mencintaimu.”

“Sebenarnya aku bisa saja terima kamu, tapi syaratnya berat!” sergah Amanda. Ia nyaris melajukan motornya, tapi kedua tangan Miko dengan cekatan menahan setangnya. Ia nyaris menabrak cowok itu andai ia tidak cekatan mengerem.

Di depan, pak Samudra yang menunggu, masih mengawasi dari kedua kaca spion kedua sisi bagian depan motornya. Pak Samudra melihat Miko menahan kedua setang motor Amanda, selain Amanda yang sampai kembali membuka kaca helmnya.

“Katakan kepadaku, apa syaratnya!” Miko sangat bersemangat. Wajah tampannya sampai berseri-seri.

Amanda menghela napas pelan sekaligus dalam. “Kalau kamu bisa bikin orang tua aku cerai, aku akan pikir-pikir.”

“Yang benar saja, kamu mau aku jadi duri dalam rumah tangga orang tua kamu?” sergah Miko yang jujur saja syok.

Memikirkan Miko sungguh menjalin hubungan spesial dengan mamahnya Anya, Amanda tidak bisa untuk tidak tertawa. Malahan ia sampai ngakak.

“Ndaaaa!” rengek Miko benar-benar manja.

Detik itu juga klakson pak Samudra menggelegar dan langsung mengusik Amanda. Ibaratnya, klakson tersebut merupakan peringatan keras untuknya.

“Itu siapa, sih? Itu yang tadi balap sama kanu, kan?” Miko yang masih menahan setang motor Amanda dari depan, langsung menoleh sekaligus menatap pak Samudra walau ia hanga bisa melihat punggungnya dan itu pun dari kejauhan.

“Suami. Sudah, awas!” balas Amanda yang kemudian buru-buru pergi dari sana apalagi Miko mendadak lengah.

“Suami?” lirih Miko syok. Tapi setelah memperhatikan motor yang digunakan oleh sosok yang Amanda maksud, Miko merasa tidak asing.

“Mirip motor di sekolahan, ya? Tapi punya siapa? Dan, ... masa iya itu suaminya Manda? Si Manda sekali nyaut enggak nanggung-nanggung!” batin Miko.

Di depan sana, Amanda langsung memimpin, sedangkan sosok laki-laki yang Amanda maksud sebagai sang suami, segera menyusul. Karenanya, Miko yang telanjur kepo segera menyusul juga dengan motor gedenya.

Hanya pak Samudra yang menyadari Miko akan menyusul. Karenanya, ia sengaja memimpin langkah, meminta Amanda untuk mengikutinya. Ia mengajak Amanda ke jalan berbeda, jalan tikus yang membuat mereka sampai di rumah jauh lebih cepat.

“Pah, besok aku beneran sama mamah, kan?” tagih Pia ketika akhirnya mereka sampai di pelataran rumah dan motor pun akan langsung dimasukkan ke dalam garasi rumah.

Samudra yang sudah memasukkan motornya, berangsur melepas helmnya. “Iya. Besok sama Kaka Manda.”

Pia langsung mengernyit bingung. “Kok Kak Manda?”

“Pia sayang kan, ke Kak Manda?” balas pak Samudra dan sang putri langsung mengangguk sambil tersenyum ceria.

“Memangnya Pia enggak mau punya mamah kayak Kak Manda?” lanjut pak Samudra.

Amanda yang baru memarkir motornya di dalam, tidak tahu apa yang sedang diobrolkan bapak dan anak di belakangnya.

“Jangan lupa belajar lagi. Paling tidak malam ini kamu harus mengerjakan ulang seratus soal,” ucap pak Samudra ketika akhirnya Amanda bergabung menjadi bagian dari kebersamaannya dan Pia.

Amanda baru saja melepas helmnya dan membuat rambut panjang gadis itu berantakan tak seindah iklan sampo. Namun, pak Samudra suka dan merasa gadis itu terlihat jauh lebih cantik jika dengan rambut berantakan berkeringat layaknya sekarang. Kecantikan Amanda benar-benar natural di matanya. Namun tetap, Pak Samudra masih menyikapi gadis itu dengan galak. Takut Amanda jadi gede rasa.

Amanda mendengkus kesal menatap pak Samudra. “Enggak manusiawi banget sih? Seratus soal? Pukul berapa ini? Ini pasti sudah mau dini hari!” cibirnya lirih karena biar bagaimanapun, di sana ada Pia dan ia merasa harus jaga sikap.

Pia menjadi senyum-senyum sendiri melihat interaksi Amanda dan pak Samudra. “Ternyata Kak Manda mamahku!” batinnya benar-benar bahagia.

“Pia, memangnya kamu belum cerita ke Kak Manda, kalau kamu jadi juara satu olimpiade Sains se-Jakarta?” ucap pak Samudra sengaja membuat Amanda untuk lebih giat belajar lagi setelah ia membandingkannya secara halus dengan Pia.

Ketika Pia langsung tersenyum ceria, Amanda justru sebaliknya. Dan demi mengejar nilai, Amanda sampai ronda, terus belajar dikawal oleh pak Samudra.

“Kamu baca ringkasan di buku, jangan malah tanya ke google voice! Yang sekolah itu kamu, bukan google!” omel pak Samudra sengaja menyita ponsel Amanda.

“Ya Tuhan, enggak enak banget tiap hari sama guru galak begini,” pasrah Amanda yang memilih merebahkan kepalanya di tumpukan buku yang terbilang berantakan di meja.

“Jangan tidur dulu. Masih ada sepuluh soal yang belum kamu kerjakan.”

“Itu susah banget, Pak. Enggak ada di ringkasan makanya aku tanya ke google!” balas Amanda setengah sadar karena memang nyaris tidur.

Pak Samudra yang masih memegang ponsel Amanda, sengaja memastikannya di gawai pintar milik istrinya itu. Kemudian, ia memastikan ringkasan pelajaran di buku. Membuatnya mengetahui memang pertanyaan yang dimaksud tidak ada di ringkasan. Kendati demikian, pak Samudra tak lantas memberi tahu jawabannya. Ia sengaja menulis ringkasan untuk soal-soal yang belum Amanda kerjakan. Pak Samudra menulisnya di buku tulis Amanda. Setelah beres, ia membangunkan Amanda.

“Lima menit lagi, Pak. Ngantuk berat ini.”

“Saya beneran sudah bikin ringkasan materinya buat kamu.”

Walau terpaksa, Amanda tetap membuat kedua matanya semelek mungkin. Terkantuk-kantuk ia membaca tulisan pak Samudra yang tidak begitu rapi. Namun dari tulisan empat halaman tersebut, ia menemukan semua jawaban dari sepuluh pertanyaan yang telah membuat beban hidupnya makin bertambah.

“OK!” tegas pak Samudra masih berdiri di sebelah Amanda.

Amanda yang sudah mirip anak ayam sedang sakit, melirik pak Samudra sambil gemetaran saking sakitnya.

“Oke bagaimana, Pak?” lirih Amanda memastikan, terlepas memang hanya suara seperti itu yang mampu ia hasilkan.

“Sembilan puluh kurang dikit. Lumayan,” ucap pak Samudra sambil memberikan lembar jawaban milik Amanda kepada pemiliknya.

“Sumpah itu nilai aku?” lirih Amanda sambil menatap pak Samudra memastikan.

Pak Samudra mengangguk.

“Ya sudah, Pak. Aku izin hibernasi dulu!” detik itu juga Amanda langsung merebahkan kepalanya di tumpukan buku berantakan yang memenuhi meja. Tumpukan buku yang membuatnya nyaman-nyaman saja hanya karena ia sedang merasa sangat mengantuk.

Tentu saja pak Samudra tidak membiarkan Amanda tidur seperti itu. Pak Samudra membopong Amanda, membawanya ke tempat tidurnya yang juga sudah menjadi tempat tidur Amanda, beberapa malam terakhir.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Mantaaaappp taapp taappp👍👍👍👍👍💪💪💪

2024-10-12

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

miris banget sih kalau lihat nasib Manda ini... sengaja disingkirkan oleh Papanya demi bidan saudara tiri...

2023-11-10

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nah itu bener,Aku jd kasihan sama Miko sampe ngemis2 gitu,Aku takutnya dgn penolakan Manda akan membuat Miko berdendam ke Amanda,,

2023-06-30

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Amanda Ceselia (Versi baru)
2 2 : HAH?!
3 3 : Langsung Tidur Bareng?
4 4 : Merasa Terjebak
5 5 : Guru Galak Itu Suamiku!
6 6 : Pacar Amanda?
7 7 : Pak Samudra
8 8 : Sebagian Beban Hidup Amanda
9 9 : Harus Terbiasa Sayang
10 10 : Korban Ibu Tiri yang Menjadi Ibu Tiri
11 11 : Demi Pia
12 12 : OK!
13 13 : Hukuman Tak Masuk Akal
14 14 : Kepergok
15 15 : Pacaran Dulu
16 16 : Deg-degan
17 17 : Berubah
18 18 : Amanda yang Belum Siap
19 19 : Hadiah
20 20 : Jebakan
21 21 : Dan Akhirnya ....
22 22 : Setelah Tragedi
23 23 : Orang Tua Tak Berguna
24 24 : Boleh Peluk?
25 25 : Hadiah Manis
26 26 : Bocah Ini, Istriku!
27 27 : Sisi Lain Pak Samudra
28 28 : Kabar Penangkapan Pak Edo
29 29 : Bangkit Dan Memulai Lembaran Baru
30 30 : Gengsi
31 31 : Mulai Romantis
32 32 : Gangguan Dari Miko
33 33 : Terlalu Khawatir
34 34 : Masakan Istri
35 35 : Persiapan Kencan
36 36 : Kencan
37 37 : Mendadak Disidang
38 38 : Permintaan Maaf Miko
39 39 : Permintaan Maaf yang Terlambat
40 40 : Izin
41 41 : Amanda yang Sekarang
42 42 : Suami Siaga
43 43 : Pesta Perpisahan Sekolah
44 44 : Hadiah Malam
45 45 : Sepenggal Masa Lalu Pak Samudra
46 46 : Sangat Bahagia
47 47 : Lima Tahun Berlalu
48 48 : Ikatan Antara Amanda Dan Pia
49 49 : Mendadak Liburan Rame-Rame
50 Tamat
51 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
53 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
54 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
55 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
56 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
57 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
58 Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
59 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
60 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 60 Episodes

1
1 : Amanda Ceselia (Versi baru)
2
2 : HAH?!
3
3 : Langsung Tidur Bareng?
4
4 : Merasa Terjebak
5
5 : Guru Galak Itu Suamiku!
6
6 : Pacar Amanda?
7
7 : Pak Samudra
8
8 : Sebagian Beban Hidup Amanda
9
9 : Harus Terbiasa Sayang
10
10 : Korban Ibu Tiri yang Menjadi Ibu Tiri
11
11 : Demi Pia
12
12 : OK!
13
13 : Hukuman Tak Masuk Akal
14
14 : Kepergok
15
15 : Pacaran Dulu
16
16 : Deg-degan
17
17 : Berubah
18
18 : Amanda yang Belum Siap
19
19 : Hadiah
20
20 : Jebakan
21
21 : Dan Akhirnya ....
22
22 : Setelah Tragedi
23
23 : Orang Tua Tak Berguna
24
24 : Boleh Peluk?
25
25 : Hadiah Manis
26
26 : Bocah Ini, Istriku!
27
27 : Sisi Lain Pak Samudra
28
28 : Kabar Penangkapan Pak Edo
29
29 : Bangkit Dan Memulai Lembaran Baru
30
30 : Gengsi
31
31 : Mulai Romantis
32
32 : Gangguan Dari Miko
33
33 : Terlalu Khawatir
34
34 : Masakan Istri
35
35 : Persiapan Kencan
36
36 : Kencan
37
37 : Mendadak Disidang
38
38 : Permintaan Maaf Miko
39
39 : Permintaan Maaf yang Terlambat
40
40 : Izin
41
41 : Amanda yang Sekarang
42
42 : Suami Siaga
43
43 : Pesta Perpisahan Sekolah
44
44 : Hadiah Malam
45
45 : Sepenggal Masa Lalu Pak Samudra
46
46 : Sangat Bahagia
47
47 : Lima Tahun Berlalu
48
48 : Ikatan Antara Amanda Dan Pia
49
49 : Mendadak Liburan Rame-Rame
50
Tamat
51
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
53
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
54
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
55
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
56
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
57
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
58
Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
59
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
60
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!