5 : Guru Galak Itu Suamiku!

Amanda sadar, sepanjang jam olahraga yang dipandu oleh pak Samudra, pria itu semakin jeli mengawasinya. Karena meski hanya melalui lirikan singkat, mata pak Samudra memang sejeli itu. Hanya saja dari semuanya, walau tangan kanan Amanda terluka, gadis itu menjadi siswi paling cekatan sekaligus fokus. Tolak peluru yang Amanda lakukan sampai melampaui lemparan terjauh dari murid laki-laki.

“Ulangi,” lirih pak Samudra yang selalu saja mengetes kesabaran Amanda.

“Apa lagi, sih? Kan udah!” kesal Amanda.

“Kaki kamu melewati garis start!” tegas pak Samudra lirih.

Tanpa terlebih dahulu menjawab, Amanda langsung memastikan kaki kanannya. Apa yang Samudra katakan memang benar, tapi masalahnya kaki kanan Amanda hanya lewat sedikit dan itu tidak lebih dari satu senti.

“Enggak ada satu senti, Pak!” kesal Amanda. Namun pria yang ia ajak bicara terlihat jelas tidak akan menerima protesnya.

“Pentingnya menghargai disiplin akan kamu rasakan ketika nanti kamu sudah dewasa!” tegas pak Samudra.

Bukannya merasa mendapat pencerahan, yang Amanda rasakan malah dendam. Amanda yang juga merasa tertantang, dengan sigap menerima bola besi untuknya kembali melakukan tolak peluru. Lain dengan para siswi yang mendadak menjadi pillon di setiap mereka dekat dengan pak Samudra. Bukannya sibuk tebar pesona sekaligus mencuri perhatian, mereka malah meleot duluan.

Bola peluru seberat tiga kilo sudah Amanda terima walau Amanda masih fokus menatap kesal pak Samudra yang juga masih menatapnya dengan tatapan menantang. Juga, walau Amanda mengendalikan bola peluru itu menggunakan tangan kiri lantaran tangan kanannya masih terluka. Tentunya, berbeda dari siswi lain yang serba manja dan ingin diperhatikan oleh pak Samudra, Amanda yang walau sedang sakit, tetao menjadi pribadi mandiri walau sikapnya benar-benar bar-bar.

Kini, bukannya melempar ke depan, ke rute yang harusnya menjadi pendaratan peluru, Amanda malah melakukan ancang-ancang dengan nyaris melemparkan bola besinya ke wajah pak Samudra. Semua yang ada di sana dan melihatnya dibuat tercengang sekaligus syok. Bahkan walau pak Samudra adem ayem menahan bola besinya menggunakan telapak tangan kiri.

“Lingkaran pelurunya ada di depan, di lapangan. Bukan di wajah saya!” tegas pak Samudra lirih sekaligus santai.

Amanda mendengkus kesal. Dalam hatinya sambil mundur dari pak Samudra, ia terus berpikir, kapan dirinya memiliki kesempatan untuk mengerjai pak Samudra habis-habisan.

“Lakukan ancang-ancang yang benar. Jangan lupa, jangan sampai lewat garis start,” ucap pak Samudra terus mengawasi Amanda dari ujung kepala sampai kaki. Di tangan kanannya, ia memegang penggaris kayu sepanjang satu meter. Sementara tangan kiri memegang buku absensi. Dan di lehernya ada kalung dilengkapi peluit.

Menahan kesal, Amanda siap melempar lagi. Ingin membuktikan bahwa dirinya memang bisa. Namun, dari belakang, suara Miko si Ketos idaman para siswi, berseru, “Ayo Amanda sayang! Kamu pasti bisa!”

Bukannya melempar peluru besi sejauh mungkin, yang ada, Amanda malah menjatuhkan bola pelurunya begitu saja. Andai pak Samudra tidak cekatan menangkap peluru tersebut, remuk kaki Amanda yang kebetulan nyeker sendirian.

Setelah menatap tak percaya pak Samudra yang malah mendadak menjadi dewa penolongnya, Amanda langsung buru-buru mengambil bola pelurunya dari tangan kanan pak Samudra. “Rese, kamu yah, Mik! Sini kamu kalau berani! Sini!”

Amanda terus berlari mengejar Miko yang tak hentinya menghindar sambil tertawa girang minggat dari area lapangan yang ada di belakang kelas.

“Heh! Jangan minggat, kamu!” kesal Amanda terus mengejar.

“Dia beneran pacarnya? Kalau enggak salah, itu Miko si ketua OSIS, kan?” pikir pak Samudra langsung menyikapi keadaan dengan serius. Ia sengaja pamit pada murid-murid untuk menyusul Amanda. Karena jika melihat dari watak Amanda, gadis itu tetap tidak akan mendengarkan temannya, walau itu atas perintahnya.

“Mereka memang sudah jadian, ya?” bincang siswi di sana yang menjadi langsung ON jika tidak ada pak Samudra.

“Miko sama ketua tim hore itu, kan? Siapa itu namanya, si Anya, ya?”

“Si Anya yang wakil ketua OSIS, maksudnya?”

Meninggalkan obrolan para siswi, Amanda yang kehilangan jejak Miko, malah kembali berhadapan dengan sang suami yang benar-benar galak sekaligus menyebalkan.

“Balik!” titah pak Samudra lirih. Namun, suasana sekolah yang tenang karena kini masih jam istirahat, membuat suara itu terdengar dengan baik, ditambah telinga Amanda yang juga masih bekerja dengan baik.

“Dua detik kamu masih diam apalagi kabur di tengah jam pelajaran, saya potong nilai kamu!” lirih pak Samudra sengaja mengancam.

“Ya sudah potong saja!” sewot Amanda yang segera balik badan meninggalkan pak Samudra.

Tak diduga, pak Samudra meraih pergelangan tangan kanan Amanda yang tidak memegang peluru besi, kemudian dalam sekejap, pria itu juga sampai nekat memanggul tubuh ramping Amanda.

“Pak, ... Pak, ini sekolah!” panik Amanda setelah sebelumnya merelakan bola besinya turut diambil alih oleh tangan kiri pak Samudra. “Ya Tuhan, guru galak ini suamiku. Bayangin, di sekolah saja diawasin, lebih-lebih di rumah!”

Dari balik pintu perpustakaan yang perlahan terbuka, Miko yang keluar dari sana sambil tersenyum jahil, langsung bengong menatap lemas pandangan di depan sana. Ada laki-laki lain yang mendekati Amanda dan itu guru baru di sekolah mereka. Iya, Miko merasa cara pak Samudra memperlakukan Amanda karena memang ada yang beda.

Bergegas Miko menyusul, diam-diam mengamati dari pintu menuju lapangan belakang. Dalam diamnya, ia terus serius mengawasi, dan memang melihat dengan jelas bahwa sepanjang mengajar, pak Samudra terus memperhatikan Amanda, memperlakukan Amanda dengan sangat berbeda. Karena meski pak Samudra cenderung galak dan di beberapa kesempatan tak segan memukkul Amanda menggunakan penggaris kayu, cara itu Miko yakini sebagai wujud dari perhatian khusus pak Samudra kepada Amanda.

“Pak Samudra suka Amanda?” pertanyaan itu langsung Miko todongkan pada pak Samudra ketika pria itu baru keluar dari ruang guru, di jam pulang sekolah. Hanya ada mereka berdua dan Miko sudah memastikannya, selain suasana sekolah yang memang sepi.

Pak Samudra yang hafal suara Miko ditambah nama Amanda sampai disebut, dengan dingin segera balik badan. Di depan ruang guru yang baru ia tinggalkan, ia sungguh mendapati Miko berdiri menunggu jawaban darinya.

“Ada apa?” pak Samudra sengaja pura-pura tidak mendengar ucapan pemuda tampan yang memang good looking, di hadapannya. Tak ubahnya dirinya, Miko yang memiliki postur tinggi tegap itu juga siap pulang. Pria berkulit putih bersih tersebut sudah menghiasi punggung dengan tas gendong warna hitam. “Barusan, kamu berbicara dengan saya?”

“Pak Samudra suka Amanda?” Miko mengulang pertanyaannya. Di hadapannya, pria yang selalu bersikap tenang hanya mengerjap, menghela napas kemudian menggeleng. Kemudian, pria itu pergi tanpa balasan berarti. Membuatnya makin yakin, guru baru di sekolahnya itu memang naksir Amanda, gadis yang dari bangku SMP sudah ia incar.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Manda si gadis bar bar gak bakalan tunduk dgn namanya cinta... krn dia bukan tipe cewek yg gampang baper dgn gombalan dan pesona cowok tampan...

2023-11-10

1

M Raihan Afif Siahaan

M Raihan Afif Siahaan

kalah start kamu mik
orang itu biniknya 😂

2023-10-04

0

Sartini Cilacap

Sartini Cilacap

Miko sudah kalah dari Pak samudera

2023-04-04

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Amanda Ceselia (Versi baru)
2 2 : HAH?!
3 3 : Langsung Tidur Bareng?
4 4 : Merasa Terjebak
5 5 : Guru Galak Itu Suamiku!
6 6 : Pacar Amanda?
7 7 : Pak Samudra
8 8 : Sebagian Beban Hidup Amanda
9 9 : Harus Terbiasa Sayang
10 10 : Korban Ibu Tiri yang Menjadi Ibu Tiri
11 11 : Demi Pia
12 12 : OK!
13 13 : Hukuman Tak Masuk Akal
14 14 : Kepergok
15 15 : Pacaran Dulu
16 16 : Deg-degan
17 17 : Berubah
18 18 : Amanda yang Belum Siap
19 19 : Hadiah
20 20 : Jebakan
21 21 : Dan Akhirnya ....
22 22 : Setelah Tragedi
23 23 : Orang Tua Tak Berguna
24 24 : Boleh Peluk?
25 25 : Hadiah Manis
26 26 : Bocah Ini, Istriku!
27 27 : Sisi Lain Pak Samudra
28 28 : Kabar Penangkapan Pak Edo
29 29 : Bangkit Dan Memulai Lembaran Baru
30 30 : Gengsi
31 31 : Mulai Romantis
32 32 : Gangguan Dari Miko
33 33 : Terlalu Khawatir
34 34 : Masakan Istri
35 35 : Persiapan Kencan
36 36 : Kencan
37 37 : Mendadak Disidang
38 38 : Permintaan Maaf Miko
39 39 : Permintaan Maaf yang Terlambat
40 40 : Izin
41 41 : Amanda yang Sekarang
42 42 : Suami Siaga
43 43 : Pesta Perpisahan Sekolah
44 44 : Hadiah Malam
45 45 : Sepenggal Masa Lalu Pak Samudra
46 46 : Sangat Bahagia
47 47 : Lima Tahun Berlalu
48 48 : Ikatan Antara Amanda Dan Pia
49 49 : Mendadak Liburan Rame-Rame
50 Tamat
51 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
53 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
54 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
55 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
56 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
57 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
58 Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
59 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
60 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 60 Episodes

1
1 : Amanda Ceselia (Versi baru)
2
2 : HAH?!
3
3 : Langsung Tidur Bareng?
4
4 : Merasa Terjebak
5
5 : Guru Galak Itu Suamiku!
6
6 : Pacar Amanda?
7
7 : Pak Samudra
8
8 : Sebagian Beban Hidup Amanda
9
9 : Harus Terbiasa Sayang
10
10 : Korban Ibu Tiri yang Menjadi Ibu Tiri
11
11 : Demi Pia
12
12 : OK!
13
13 : Hukuman Tak Masuk Akal
14
14 : Kepergok
15
15 : Pacaran Dulu
16
16 : Deg-degan
17
17 : Berubah
18
18 : Amanda yang Belum Siap
19
19 : Hadiah
20
20 : Jebakan
21
21 : Dan Akhirnya ....
22
22 : Setelah Tragedi
23
23 : Orang Tua Tak Berguna
24
24 : Boleh Peluk?
25
25 : Hadiah Manis
26
26 : Bocah Ini, Istriku!
27
27 : Sisi Lain Pak Samudra
28
28 : Kabar Penangkapan Pak Edo
29
29 : Bangkit Dan Memulai Lembaran Baru
30
30 : Gengsi
31
31 : Mulai Romantis
32
32 : Gangguan Dari Miko
33
33 : Terlalu Khawatir
34
34 : Masakan Istri
35
35 : Persiapan Kencan
36
36 : Kencan
37
37 : Mendadak Disidang
38
38 : Permintaan Maaf Miko
39
39 : Permintaan Maaf yang Terlambat
40
40 : Izin
41
41 : Amanda yang Sekarang
42
42 : Suami Siaga
43
43 : Pesta Perpisahan Sekolah
44
44 : Hadiah Malam
45
45 : Sepenggal Masa Lalu Pak Samudra
46
46 : Sangat Bahagia
47
47 : Lima Tahun Berlalu
48
48 : Ikatan Antara Amanda Dan Pia
49
49 : Mendadak Liburan Rame-Rame
50
Tamat
51
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
53
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
54
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
55
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
56
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
57
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
58
Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
59
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
60
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!