11 : Demi Pia

Pak Samudra membuka pintu kamar sang putri dengan sangat hati-hati. Pintu tersebut memang tidak dikunci, dan selalu begitu semenjak Pia tidur sendiri, selama lima tahun terakhir.

“Pi, jalan-jalan, yuk?” ucap pak Samudra tanpa menyalakan lampu kamar di sana. Ia tetap membiarkan kamar dalam keadaan temaram, menjadikan lampu meja warna merah muda, sebagai satu-satunya penerang.

Tampak selimut merah muda yang langsung tersibak disusul Pia yang juga langsung bangun. “Sudah malam kan, Pah?”

“Enggak apa-apa, ... kan sama Papah. Sama Kak Manda juga.”

Sampai detik ini, pak Samudra menjadi pribadi jauh jauh lebih lembut, mirip manusia pada kebanyakan. Namun itu sudah menjadi perubahan mencolok dari pria itu.

Beberapa saat kemudian, pak Samudra yang mengambil dua kunci motor dari laci meja bundar yang ada di sisi ruang keluarga, memberikan satu kepada Amanda.

“Nih orang beneran mau ngajakin aku balap?” pikir Amanda menatap curiga pak Samudra dan memang belum menerima kunci motornya.

“Iya, kita balapan. Pia jadi saksinya!” ucap pak Samudra yang sudah langsung yakin dengan apa yang Amanda pikirkan.

“Jangan sampai pura-pura kalah! Pokoknya jangan sampai ngalah!” todong Amanda kesal dan langsung mengambil kunci motornya. Pria di hadapannya langsung mengernyit serius.

“Kenapa kamu mikir saya akan mengalah?” tanya pak Samudra.

“Karena Bapak sudah mirip bunglon!” sergah Amanda.

“Bung-lon?” lirih pak Samudra mengernyit dan memang tidak paham dengan apa yang Amanda maksud.

“Kalau aku menang dapat apa, kalau Bapak yang menang dapat apa?” ucap Amanda tanpa terlebih dulu membalas pertanyaan pak Samudra yang sebelumnya.

“Kita lihat nanti saja,” jawab pak Samudra enteng.

“Eh, enak aja. Enggak boleh gitu dong!” protes Amanda.

Pak Samudra langsung menyalami tangan Amanda. “Kalau saya sampai menang, kamu wajib belajar dengan benar. Kamu wajib jadi lebih baik lagi, buktikan kepada semuanya kamu pantas dihargai! Karena musuh terbesar kamu memang bukan Anya, melainkan diri kamu sendiri yang selalu tidak percaya diri!” Ia menyentak salaman tangan mereka, dan gadis yang ia salami benar-benar terkejut.

“Sekarang katakan, apa yang kamu inginkan jika kamu menang?” tanya pak Samudra.

Amanda langsung merenung serius. “Andai aku menang ...?” Tatapannya dengan sendirinya mencari Pia yang berdiri di depan mereka. Bocah itu tampak kebingungan memperhatikan kebersamaannya dan pak Samudra. “Pia sayang, Pia mau apa?”

Hati seorang pak Samudra langsung meleyot mendengarnya. Pria itu menjadi agak gelisah dan refleks diam.

“Kok, ... kok aku? Kan Kakak yang menang, kok hadiahnya buat aku?” Pia kebingungan menatap Amanda yang memakai jaket kulit kedodoran.

“Ya enggak apa-apa. Kapan lagi bisa dapat hadiah dari Papah Pia, kan?” balas Amanda.

Ekor lirikan Pia langsung menatap sang Papah.

“Apa pun, ... apa pun, pasti akan Papah kabulkan!” yakin pak Samudra masih menyikapi dengan tenang.

“Tuh kan, Papah kamu sudah bilang begitu, dan Kakak jadi saksi! Kalau Papah kamu sampai bohong, habis nanti dia sama Kakak!” ucap Amanda belum apa-apa sudah geregetan hanya karena membayangkan pak Samudra ingkar. Namun di luar dugaan, pak Samudra sudah langsung meliriknya sangar hingga ia jadi tak enak hati.

“Mmm ... mmmm ....” Pia terlalu bingung mengatakan keinginannya. Kedua tangannya sibuk saling remas di depan perut.

“Jadi kamu pasti berat banget yah, Pi? Punya bapak segalak ini dan bikin kamu enggak bisa leluasa berekspresi,” lirih Amanda prihatin kepada Pia, tapi bapak Pia kembali memberinya peringatan keras melalui dehaman keras yang terdengar sangat sengaja.

“Kalau aku minta mamah lagi, ... boleh, enggak?” Pia tersenyum sungkan menatap pak Samudra, tapi sebelah tangannya meraih tangan Amanda, menggenggamnya erat dan memang meminta dukungan.

Tak hanya pak Samudra yang bingung. Karena Amanda yang jelas-jelas istri dari pak Samudra dan otomatis merupakan mamah baru Pia, juga jauh lebih bingung.

Sekitar satu jam kemudian, Amanda dan pak Samudra sudah duduk di motor masing-masing, keduanya siap balapan di jalan biasa Amanda balapan. Amanda mengulurkan tangan kanannya kepada pak Samudra.

“Apa?” pak Samudra sampai membuka kaca helmnya.

“Sumpah, enggak akan ngalah apa pun yang terjadi,” ucap Amanda agak berseru karena mesin motor yaang sudah mereka nyalakan, membuat suasana di sana lumayan bising.

Pak Samudra yang sempat menjadi keki, berangsur menyalami tangan kanan Amanda. “Oke!”

Kemudian, yang Amanda lakukan tentu saja menitipkan Pia kepada pasukannya dan memang sengaja ia undang untuk menjadi saksi pertandingan mereka.

“Awas kalau enggak dijagain!” ujar Amanda benar-benar galak sambil mengepalkan tangan kanan ke anak buahnya yang jumlahnya lebih dari dua puluh orang.

Beberapa saat kemudian, pak Samudra dan Amanda nyaris meluncur dalam waktu bersamaan. Pak Samudra langsung memimpin pertandingan dan sukses membuat Amanda berikut pasukannya, termasuk itu Pia yang sedang diperjuangkan, ketar-ketir.

“Aku mau, ... aku beneran mau mamah. Aku mau pemerin mamahku ke temen-temen. Terus, ... terus aku juga mau jalan-jalan sama mamahku, kayak temen-temen. Liburan sama mamah, pokoknya aku mau seru-seruan bareng mamahku! Dan semua itu, ... juga harus ada Papah. Jadi, ... jadi, nanti aku, mamah, juga bareng-bareng papah. Kita liburan bareng mamah, yah, Pah?!” ucap Pia sekitar satu jam lalu dan kini terngiang-ngiang di ingatan Amanda. Alasan yang membuat Amanda begitu bersemangat memenangkan balapan.

“Sesakit ini, Pi. Padahal keinginan kita manusiawi. Bahagia bareng mamah sama papah kita! Cukup Kakak yang merasakan pedihnya merasa sendiri dan selalu dihakimi, kamu jangan! Kakak pastikan, apa yang kamu inginkan benar-benar akan terkabul!” batin Amanda yang tepat ditikungan sengaja menyalip pak Samudra dan mulai detik itu juga ia melesat melebihi kecepatan angin.

Demi Pia, agar gadis kecil itu tidak merasakan pedihnya merasa sendiri dan bahkan selalu dihakimi, Amanda sungguh melesat melebihi biasanya. Miko yang baru datang bersama rombongan, kian terpesona kepada Amanda.

“Yang itu beneran Amanda ...?” tanya Miko memastikan sambil menatap pebalap berjaket kulit warna cokelat tua yang memimpin dan makin lama makin dekat ke mereka.

“Kak Mandaaaaaaa!” Pia berteriak kegirangan. Dipanggul salah satu teman laki-laki Manda, Pia sibuk bersorak sekaligus bertepuk tangan. Tak kalah mencolok, kebahagiaan yang begitu besar dan sebelumnya belum pernah ia rasakan, membuatnya tersenyum lepas sambil berlinang air mata.

“Wah ... Manda!” batin Miko mesem-mesem sendiri memandangi Manda yang melesat melewatinya.

Mata tajam pak Samudra menyikapi kemenangan Amanda dengan sangat serius. Ia menghentikan laju motornya walau belum sampai garis akhir. Di depan sana, Amanda yang kebablasan, langsung putar balik, melepas helm, kemudian buru-buru mengemban Pia yang gadis itu bonceng di bagian depan. Amanda dan Pia berpelukan sangat erat merayakan kemenangan keduanya. Sebab kemenangan Amanda, sama saja dengan kemenangan Pia. Yang otomatis, pak Samudra harus menciptakan keluarga bahagia untuk mereka. Tentunya, Amanda juga akan belajar menjadi mamah yang baik untuk Pia.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Awak Mik bini orang tuh,Udah ada hak paten nya,Noh lakik nya depan sana🤣🤣

2024-10-12

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Gitu Dong Man..Aku dukung kamu 10000% lho..

2024-10-12

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Lha itu udah ada mama di depan kamu..😂

2024-10-12

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Amanda Ceselia (Versi baru)
2 2 : HAH?!
3 3 : Langsung Tidur Bareng?
4 4 : Merasa Terjebak
5 5 : Guru Galak Itu Suamiku!
6 6 : Pacar Amanda?
7 7 : Pak Samudra
8 8 : Sebagian Beban Hidup Amanda
9 9 : Harus Terbiasa Sayang
10 10 : Korban Ibu Tiri yang Menjadi Ibu Tiri
11 11 : Demi Pia
12 12 : OK!
13 13 : Hukuman Tak Masuk Akal
14 14 : Kepergok
15 15 : Pacaran Dulu
16 16 : Deg-degan
17 17 : Berubah
18 18 : Amanda yang Belum Siap
19 19 : Hadiah
20 20 : Jebakan
21 21 : Dan Akhirnya ....
22 22 : Setelah Tragedi
23 23 : Orang Tua Tak Berguna
24 24 : Boleh Peluk?
25 25 : Hadiah Manis
26 26 : Bocah Ini, Istriku!
27 27 : Sisi Lain Pak Samudra
28 28 : Kabar Penangkapan Pak Edo
29 29 : Bangkit Dan Memulai Lembaran Baru
30 30 : Gengsi
31 31 : Mulai Romantis
32 32 : Gangguan Dari Miko
33 33 : Terlalu Khawatir
34 34 : Masakan Istri
35 35 : Persiapan Kencan
36 36 : Kencan
37 37 : Mendadak Disidang
38 38 : Permintaan Maaf Miko
39 39 : Permintaan Maaf yang Terlambat
40 40 : Izin
41 41 : Amanda yang Sekarang
42 42 : Suami Siaga
43 43 : Pesta Perpisahan Sekolah
44 44 : Hadiah Malam
45 45 : Sepenggal Masa Lalu Pak Samudra
46 46 : Sangat Bahagia
47 47 : Lima Tahun Berlalu
48 48 : Ikatan Antara Amanda Dan Pia
49 49 : Mendadak Liburan Rame-Rame
50 Tamat
51 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
53 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
54 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
55 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
56 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
57 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
58 Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
59 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
60 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 60 Episodes

1
1 : Amanda Ceselia (Versi baru)
2
2 : HAH?!
3
3 : Langsung Tidur Bareng?
4
4 : Merasa Terjebak
5
5 : Guru Galak Itu Suamiku!
6
6 : Pacar Amanda?
7
7 : Pak Samudra
8
8 : Sebagian Beban Hidup Amanda
9
9 : Harus Terbiasa Sayang
10
10 : Korban Ibu Tiri yang Menjadi Ibu Tiri
11
11 : Demi Pia
12
12 : OK!
13
13 : Hukuman Tak Masuk Akal
14
14 : Kepergok
15
15 : Pacaran Dulu
16
16 : Deg-degan
17
17 : Berubah
18
18 : Amanda yang Belum Siap
19
19 : Hadiah
20
20 : Jebakan
21
21 : Dan Akhirnya ....
22
22 : Setelah Tragedi
23
23 : Orang Tua Tak Berguna
24
24 : Boleh Peluk?
25
25 : Hadiah Manis
26
26 : Bocah Ini, Istriku!
27
27 : Sisi Lain Pak Samudra
28
28 : Kabar Penangkapan Pak Edo
29
29 : Bangkit Dan Memulai Lembaran Baru
30
30 : Gengsi
31
31 : Mulai Romantis
32
32 : Gangguan Dari Miko
33
33 : Terlalu Khawatir
34
34 : Masakan Istri
35
35 : Persiapan Kencan
36
36 : Kencan
37
37 : Mendadak Disidang
38
38 : Permintaan Maaf Miko
39
39 : Permintaan Maaf yang Terlambat
40
40 : Izin
41
41 : Amanda yang Sekarang
42
42 : Suami Siaga
43
43 : Pesta Perpisahan Sekolah
44
44 : Hadiah Malam
45
45 : Sepenggal Masa Lalu Pak Samudra
46
46 : Sangat Bahagia
47
47 : Lima Tahun Berlalu
48
48 : Ikatan Antara Amanda Dan Pia
49
49 : Mendadak Liburan Rame-Rame
50
Tamat
51
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
53
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
54
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
55
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
56
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
57
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
58
Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
59
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
60
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!