Pak Samudra yang tidak mau berurusan dengan Miko, memilih pergi tanpa sedikit pun membagi apa yang ingin pemuda itu ketahui.
Miko yang ditinggalkan telanjur yakin, yang sedang pak Samudra perhatikan tadi Amanda. “Tadi jelas-jelas pak Samudra bilang, bahwa dia istrinya, dan dia-nya itu, beneran Manda?”
Tak mau ambil pusing, Miko buru-buru menyusul Manda. Ia berseru, tapi keputusannya itu malah membuat gadis itu buru-buru kabur meninggalkannya.
“Heh adik kelas, yang sopan!” omel Amanda terus menghindar. Ia langsung duduk di tempat duduknya.
“Dari kemarin aku WA, aku telepon, kok enggak ada yang kamu respons, sih? Kamu punya hape buat ngapain kalau enggak buat komunikasi? Buat ngulek sambel?” sergah Miko berkeluh kesah dan tetap mengejar Amanda. Ia berdiri di sebelah Amanda. Karena tetap tidak direspons, ia nekat jongkok, mencoba mensejajarkan wajahnya dengan wajah Amanda.
“Di mana-mana, yang namanya sambel enggak perlu diulek! Itu bel sudah bunyi, sana pergi ke kelasmu! Enggak jelas banget jadi manusia. Apalagi gitu-gitu, kamu juga ketua OSIS. Astaga!” omel Amanda mulai menurunkan tas di punggungnya.
“Aku bahkan nungguin kamu di tempat balap biasa sampai malam. Terus aku juga sampai nungguin kamu di depan rumah kamu nyaris subuh!” lanjut Miko.
“Ya Tuhan, tolong deh. Beban hidup aku sudah terlalu banyak. Jadi tolong, jangan bikin hidupku makin mirip kehidupan di neraka dengan cara kamu terus ngejar aku!” keluh Amanda. Ia mengeluarkan dua buah buku dan juga bekal sarapan yang ibu Sintia siapkan untuknya secara khusus, dari dalam tasnya.
Tak mau kehilangan kesempatan apalagi ia terlalu yakin pak Samudra naksir Amanda, Miko langsung bersimpuh di hadapan gadis yang ia cintai itu. “Aku baru akan pergi setelah kamu terima cinta aku!” Ia mengancam, dan ia sungguh-sungguh.
“Kalau begitu, sampai lebaran aku sudah punya cucu pun, kamu akan tetap begitu!” tegas Amanda benar-benar cuek. Malahan, mengandalkan tangan kirinya, ia mulai membuka kotak bekalnya. Ada salad buah, roti panggang isi, dan juga dua telur rebus yang kulitnya sudah sampai dikupaskan.
Amanda makan roti panggangnya lebih dulu tanpa sedikit pun terusik kepada Miko yang sungguh ada di sana. Pemuda itu sungguh masih bersimpuh di hadapannya. Walau beberapa saat kemudian, bertepatan dengan pak Samudra yang datang memasuki kelas, pemuda itu nekat mengabsen kedua pipi dan juga kening Amanda dengan ciuman.
Yang melihat termasuk pak Samudra langsung bengong. Tapi Amanda yang yang mengalami langsung ngamuk. Amanda berusaha mengejar dengan mulut penuh roti panggang. Kaki kanannya berhadil menendang pantatt Miko yang tetap kabur.
Mendengkus emosi, tatapan Amanda bertemu dengan tatapan pak Samudra. Tatapan yang juga membuat mood seorang Amanda menjadi makin burukk. Amanda melangkah masuk sambil memenuhi mulutnya menggunakan roti lapis yang masih tergantung di mulutnya.
“Selamat pagi?” sapa pak Samudra sambil bergegas masuk.
Semua murid kompak menjawab dan hanya Amanda yang tidak menjawab. Amanda malah baru menyadari, dirinya tidak membawa bekal minum dan akibat emosi kepada Miko, ia malah mendadak merasa sangat seret layaknya sekarang.
“Demi keberhasilan kalian dalam menghadapi kelulusan, sebagai wali murid kelas ini, saya sudah menyiapkan bahan materi untuk kalian pelajari,” ucap pak Samudra lantang sekaligus tegas. “Amanda Cesellia, ada masalah?” lanjutnya. Walau tatapannya bisa mencakup seluruh penghuni kelas, gadis itu paling mengganggunya. Diam tak fokus dan malah terlihat sangat tidak nyaman. Namun, Amanda langsung menggeleng sambil menatapnya untuk beberapa saat. Gadis itu tampak kembali menutup bekal yang isinya masih penuh.
***
Setelah tiga jam pelajaran tersiksa dengan menahan seret di tenggorokannya, Amanda buru-buru kabur ke kantin ketika bel istirahat bunyi. Berbeda dengan teman lain yang selalu membawa pasukan atau setidaknya ditemani temab lain, Amanda melakukan segala sesuatunya sendiri. Baru Amanda sadari, nyaris semua mata di sana memperhatikannya. Dan ketika ia kembali ke kelas, ia dihadapkan dengan kedatangan Anya. Saudari tirinya itu menatapnya dengan bengis sambil bersedekap. Pemandangan yang mirip adegan sinetron dan hanya akan Amanda katai alaay!
“Kamu itu sudah nikah, terus ngapain kamu masih gangguin pacar orang?” sewot Anya bertepatan dengan Amanda yang bablas masuk ke kelas.
Orang-orang bilang, berurusan dengan Amanda hanya akan membuat mereka darah tinggi. Terbukti Anya dan pasukannya yang jumlahnya ada delapan, tengah kerasakannya. Bahwa seorang Amanda, sama sekali tidak menggubris mereka.
“Bagiku, orang penting adalah mereka yang peduli kepadaku. Bukan malah gara-gara dan sengaja bikin aku makin susah. Jadi maaf-maaf saja kalau aku cuek karena waktuku terlalu berharga buat urusin kalian yang terlalu sibuk urusin urusan orang.” Setelah berkata demikian, Amanda yang masih duduk dan baru beres minum, juga berkata, “Jangan pernah samakan aku dengan mamah kamu yang dari awal memang niat jadi gundik. Gundik yang menjerat mangsanya hanya untuk mendapatkan harta dan warisan. Kamu tahu apa yang aku maksud. Karena kalau kamu ingin tahu siapa yang begitu, pepatah bilang, buah enggak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya.”
Mereka yang ada di sana, mendadak menjadi penyimak baik dan sebagiannya sudah sampai membuat laporan kepada pak Samudra melalui sambungan WA.
“Nih anak hidupnya beneran bermasalah,” komentar pak Samudra setelah melihat video Anya dan Amanda. Dalam video tersebut, Anya nyaris menamparr Amanda, tapi Amanda refleks menahannya menggunakan tangan kiri. Kemudian, Miko datang melerai memarahi Anya. Hanya sampai di situ karena videonya sudah langsung berakhir dan mungkin efek durasinya yang terbatas.
Pulang sekolah, Amanda sudah dibuat gondok dengan telepon masuk dari sang papah yang terus saja terulang meski ia sudah selalu mengabaikan. Termasuk juga pesan WA dari pria itu yang mengatainya kuraang ajar dan bisa Amanda pastikan, hal tersebut terjadi karena Anya sudah mengadu yang tidak-tidak. Amanda sampai malas berurusan dengan semua hal yang berkaitan dengan sang papah termasuk itu sekadar telepon maupun WA dari pria itu. Karenanya, Amanda memilih membuang ponselnya ke tempat sampah depan kelas. Ponsel yang juga langsung dipungut oleh pak Samudra.
“Kalau kamu terus menghindar, masalahnya enggak akan selesai.” Pak Samudra menyusul langkah Amanda.
“Masalah ini memang enggak akan selesai sebelum mereka melihat aku mati, Pak. Mereka ingin melihat kematianku seperti mereka menyaksikan kematian mamah aku. Papah dan keluarga baruku memang sesampah itu. Papahku selingkuh makanya mamahku sakit-sakitan. Dan hasilnya sekarang, mereka selalu berlagak suci di setiap aku mengungkit kelakuan mereka. Padahal alasan aku melakukannya pun karena aku sudah terlalu malas berurusan dengan mereka. Aku sudah berusaha membatasi hubungan kami. Aku bahkan sudah angkat kaki dari rumah itu, kurang apa lagi coba?” Amanda yang terus nyerocos juga terus melangkah cepat. Di belakangnya, pak Samudra yang juga sudah menggendong tas kerja layaknya Amanda, langsung diam.
Pak Samudra hanya diam mengikuti ke mana pun Amanda pergi meski tentu saja, gadis itu sudah langsung menuju mobil jemputan yang menunggu di depan gerbang. Bahkan walau Miko menghadang di depan gerbang, Amanda sungguh cuek mengabaikan pemuda yang siap memboncengnya menggunakan sepeda motor itu.
“Kalau kamu tahu keadaannya sudah begini, kamu jangan dekat apalagi ganggu Amanda, dong!” tegas pak Samudra mengingatkan Miko.
“Apa lagi, sih?” sewot Miko. “Bapak jangan mikir kalau saya ini beneran pacaran sama Anya, ya! Apaan sih, enggak jelas banget tuh cewek ngaku-ngaku!”
Detik itu juga pak Samudra makin yakin, memang Anya yang bikin gara-gara. Padahal sejauh mengenal, Amanda tipikal gadis cuek bahkan dingin. Pak Samudra berpikir, karakter tersebut terjadi lantaran faktor lingkungan Amanda dan itu mengenai hubungan sang papah dengan mamah Anya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Sandisalbiah
bisa serloc alamat papa Manda gak thor..? aku mau kirim dia santet online... krn papa model gini harus segera di musnahkan.. 🤔🤔
2023-11-10
4
Qaisaa Nazarudin
Kenapa gak nyuruh dia nerima Sanya aja,Nih Sanya nya mana?Gak nongol2 heran aku tp saat org udah jadian ulet bulu nongol kayak jamur tumbuh selepas hujan,tapi saat belum jd pacar belum jd istri malah enteng2 bae PELAKORnya,di mana2 novel tuh gitu ya..
2023-06-30
2
Firli Putrawan
eehhh Bpk blm tau kan kelakuan anak tirinya tkt g d sayang aah emang susah kl otak iri dengki culas rakus 😡😡😡
2023-03-17
1