Liya yang mendengar penjelasan sahabatnya itupun dengan tidak percaya akan pernyataan Alda tersebut, sehingga Jane pun berkata:
"Tapi apa yang dibilang sama Alda itu benar loh Liya!" Sahut Alda mengiyakan perkataan Alda tersebut.
"Please deh Jane" ucap Liya sembari melirik ke arah Jane.
"Bukan gitu Liya, soalnya apa yang dialami oleh Alda itu juga persis dengan apa yang gua alami semalam!" Ujarnya dengan tegas.
"Jadi, lohh juga di teror sama chef itu Jane?" Tanya Alda ketika mendengar perkataan Jane.
"Ya gua gak tau. Apakah chef itu yang teror gua atau gimana. Yang jelas, semalam itu gua temuin sebuah coretan di kaca kamar mandi gua. Bertuliskan, pulau Heidel!" Sahutnya.
"Serius Jane?" Ujar Alda.
"Iya gua serius dah!" Jawab Jane dengan tegas.
"Tu kan!! Itu sudah pasti perbuatan chef gila itu. Dia belum mati Jane, Liya. Dia kayaknya mau balas dendam sama kita" ujar Alda lagi dengan paniknya memikirkan hal itu.
"Guys, guys. Please deh, kalian ini pada kenapa si. Kan kalian tau sendiri dan kalian liat dengan mata kepala kalian sendiri kalau chef Arga itu sudah mati karena ledakan restoran pada saat itu. Jadi tolong lah, jangan bercanda kayak gini!" Ucap Liya yang masih saja tidak mempercayai perkataan Jane, dan Alda.
"Ihhh Liya, tapi teror itu betulan terjadi Liya gua gak main main" sahut Alda kembali.
"Hemm terserah lohh pada deh" ujar Liya lagi.
Dan tak lama setelah itu, Liya pun meminta izin kepada sahabat sahabat nya itu untuk pergi deluan karena alasan pekerjaan:
"Ehhh gua deluan ya guys. Soalnya gua harus ke kantor ni" ujarnya.
"Ya udah kalau gitu" sahut Alda.
Kemudian Jane pun ikut menyahuti dan meminta Liya untuk berhati hati.
"Tapi menurut gua lohh harus hati hati deh Liya" ujar Jane karena takut jika teror itu juga akan terjadi kepada Liya.
"Udah gua aman kok" sahut Liya dengan santainya.
Liya pun bergegas pergi meninggalkan Jane dan Alda. Namun, Jane dan Alda yang memang tidak ada kesibukan pagi itupun masih tetap stay di tempat itu dengan sambil membahasa terkait teror tersebut.
"Tapi Jane, ada yang aneh deh dengan apa yang terjadi sama gua" ucap Alda melanjutkan pembahasan itu.
"Maksudnya? Aneh gimana dah!" Tanya Jane.
"Malam itu gua yakin banget foto chef gila itu menempel di jendela gua. Dan itu benar benar real Jane gua liat sendiri dengan mata kepala gua" ujar Alda kemudian tiba tiba dipotong oleh Jane.
"Dan pada saat lohh bangun tiba tiba fotonya itu ilang udah gak ada kan?" Ujar Jane memotong pembicaraan Alda itu karena ia sudah mengetahui apa yang Alda mau katakan.
"Iya Jane, kok lohh tau si?" Tanya Alda.
"Ya jelas gua tau lah Alda. Gua juga ngalamin apa yang lohh alamin" ucap Jane.
"Jadi loh loh juga kayak gitu Jane!" Sahut Alda.
"Iya Alda, persis banget sama yang lohh alamin" sahutnya kembali.
Mereka pun terus membahas hal itu dan kemudian Alda pun yang merasa takut itu berbicara:
"Jane, gua nginap di rumah lohh ya malam ini" ucapnya.
"Ihhh gak ahh, kan lohh punya rumah sendiri, kenapa harus dirumah gua!" Sahut Jane menolak.
"Please Jane, gua takut banget. Lagian di rumah gua gak ada siapa siapa. Orang tua gua pada keluar kota Jane!" Ujar Alda memberi penjelasan mengapa ia ingin menginap ke rumah Jane.
"Lahh terus apa hubungannya?" Ucap Jane.
"Gua takut Jane, gua takut kalau teror itu menghantui gua lagi" ujar Alda kemudian melanjutkan:
"Please Jane. Satu malam ajah!"
"Hemmm, tapi janji ya satu malam ajah" ujar Jane yang juga tidak tega melihat sahabatnya itu terus merengek kepada Jane untuk bisa menginap di rumahnya Jane.
"Iya janji satu malam ajah" ucap Alda.
"Ya udah kalau gitu" ucap Jane.
"Makasih Jane, emang lohh sahabat gua yang paling bisa gua andalin" ujar Alda dan kemudian memeluk Jane.
Sore hari pun telah tiba dan pada waktu menunjukkan pukul 17.00 Alda pun datang ke rumah Jane dengan membawa sebuah tas yang sepertinya berisikan pakaiannya.
"Tok, tok, tok" Alda mengetok pintu rumah Jane sambil memanggil nama Jane:
"Jane"
"Jane"
"Jane"
Dan tak lama setelah itu pintu rumah Jane pun membuka pintu dan melihat Alda sudah berdiri dengan sebuah tas.
"Hayy Jane" ucap Alda kemudian melangkahkan kaki nya untuk masuk ke rumah Jane sebelum Jane mengizinkan nya untuk masuk.
"Lohh cuman semalam ajah kan dah di rumah gua?" Tanya Jane.
Namun Jane terus saja berjalan dan dengan santainya memasuki kamar Jane serta meletakkan tasnya ke kamar tersebut.
"Jane, lohh harusnya senang gua datang. Jadi ada yang nemenin loh disini. Jadi, lohh gak musti nanya gua hanya semalam atau berapa lama disini ok" sahut Alda sambil duduk di atas kasur Jane.
"Ahh Alda lohh kan udah janji cuman semalam ajah" ucap Jane lagi.
Namun Alda yang bodoh amat itupun tidak memperdulikan Jane ia tetap saja ngotot dan leluasa seperti di rumah sendiri.
Tepat pada jam menunjukkan pukul 22.30. Jane dan Alda yang sedang asik asik nya menonton sebuah drama Korea itupun kembali dikagetkan dengan sebuah pesan teks masuk ke handphone mereka yang isi pesan itu adalah:
"PULAU HEIDEL MENUNGGUMU"
"Titt"
"Titt" suara handphone Jane dan Alda berbunyi yang menandakan ada sebuah pesan teks masuk.
Jane dan Alda pun membuka pesan teks tersebut sehingga membuat mereka semakin merasa jika mereka betul betul di teror oleh chef Arga.
"Ahhhgg" teriak Alda dan melempar handphone nya itu karena takut.
Dan Jane pun terdiam menatap pesan itu dan berkata:
"Sudah gila ya ini orang, maunya apa si ahhhgg" ucap Jane kelihatan marah.
"Jane, kita betul betul di teror oleh chef Arga Jane" ucap Alda.
"Udah udah lohh tenang dulu dah!" Sahut Jane.
"Tapi Jane, liat ajah isi pesan nya kayak gitu. Kayaknya dia mau balas dendam deh ke kota Jane" sahut Alda lagi.
"Tapi gak mungkin, chef Arga itu udah mati loh!!" Jawab Jane.
"Apa jangan jangan!! Yang meneror kita itu hantunya chef Arga" ujar Alda.
"Apaan si Alda. Gua yakin, ini pasti ulah seseorang yang sengaja untuk menakuti kita" ucap Jane.
"Ahhh gua takut Jane" ujar Alda lagi sembari memeluk Jane karena begitu ketakutan saat melihat isi pesan tersebut, dan dengan teror teror yang mereka terima sebelumnya.
*Bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments