Episode 6 "Chicago Deep-Dish Pizza"

Sebuah hidangan pun diletakkan pada masing masing meja penumpang, dan terlihat hidangan tersebut memiliki bentuk yang unik sehingga membuat orang orang tersenyum senyum ketika melihat hidangan itu.

"Wahhhh" suara para penumpang yang takjub melihat hidangan tersebut.

Dan ketika seorang peyalayan yang sedang meletakkan hidangan tersebut di meja Jane, Liya dan Alda. Seketika mereka pun terdiam sembari melototi hidangan tersebut, kemudian pelayan itu berkata:

"Chicago deep-dish pizza. Seperti yang diketahui oleh orang orang, bahwa pizza berasal dari Italia. Namun, kali ini khas Italia tersebut diinvasikan menjadi bergaya Chicago yang diambil dari nama salah satu kota yang berada di Amerika Serikat" ucap pelayan menjelaskan secara detail mengenai makanan tersebut setelah meletakkan nya di meja Jane, Liya dan Alda:

"Silahkan dinikmati, semoga dengan hidangan ini perjalanan kalian menyenangkan" ucap pelayan itu lagi

Terlihat mata Jane, Liya dan Alda seperti berkaca kaca pada saat melihat makanan tersebut, karena kagum dengan bentuk nya sehingga Alda dengan sigap secepat kilat mengambil ponsel dari tas nya dan berkata:

"Ini harus di abadikan, sumpah ini makanan terkece yang pernah gua liat" ujar Alda sembari meraba isi tas nya untuk mengambil ponsel nya.

"Cekrek,Cekrek" suara ponsel Alda berbunyi ketika memfoto makanan itu

Tanpa berfikir panjang, Liya yang sudah tidak sabaran itupun mengambil potongan pizza tersebut dan ketika ia menarik pizza tersebut terlihat keju Mozzarella nya yang ketika di tarik semakin memanjang itupun membuat mereka semakin kagum dengan makanan tersebut.

"Krekk" gigitan pertama membuat mata perlahan ingin terpejam.

"Krekk" gigitan kedua mata Liya pun semakin terpejam.

Dan "Krekk" ketika gigitan ketiga seluruh mata Liya pun terpejam seluruhnya tanpa membuka celah sedikitpun.

Jane dan Alda pun dengan cepat ikut menggigit pizza tersebut, persis seperti apa yang dialami Liya ketika melakukan gigitan pertama s/d ketiga kali nya dan berkata:

"Sumpah, ini enak banget, gua gak bakalan lupa momen ini"

Ucap Jane dengan lepas memuji makanan tersebut.

Dan terlihat Alda sudah tidak bisa berkata apa apa lagi karena lezatnya pizza tersebut sehingga iapun hanya berdiam menikmati gigitan demi gigitan.

"Ehh bentar dehh" ucap Jane ketika menyelesaikan hidangan itu tanpa tersisa dari wadah nya.

"Kenapa Jane?" Tanya Liya

"Kalian sadar gak si, apa yang dikatakan Ferdy itu benar barusan benar terjadi loh sama kita" ucap Jane kembali

"Hmmm, kalau dipikir pikir ia juga si" ucap Liya kemudian Alda pun menyahuti:

"Apa jangan jangan, Ferdy udah pernah ke pulau Heidel sebelumnya" sahut Alda

"Tapi mustahil deh, soalnya dia pernah bilang ke gua, setelah lulus dari SMA dia itu gak pernah balik balik lagi setelah melanjutkan kuliah di luar kota, dan ini first time, pertama kali dia balik ke kota asalnya" ujar Liya menjelaskan dan sedikit kebingungan

"Hmmm, mungkin dia hanya sekedar nebak nebak ajah, dan kebetulan tebakan nya itu benar" ucap Liya yang tidak ingin ambil pusing mengenai Ferdy

"Hmmm, mungkin juga si" sahut Jane kemudian lanjutnya:

"Ahhh udah lah, lagian kita kok ngomongin dia"

"Hahahaha, abisnya elu juga si yang deluan" sahut Alda dengan sedikit tertawa.

Setelah menikmati hidangan lezat tersebut, para penumpang kapal pun sudah kembali ke ruangannya mereka masing masing, dan jelang beberapa jam yang sudah berlalu kini waktu sudah menunjukkan pukul 20.20 menit, sehingga alarm kapal pun kembali berbunyi menandakan akan ada pemberitahuan yang akan disampaikan oleh awak kapal.

"PERHATIAN! PERHATIAN!" ucap awak kapal tersebut kemudian lanjutnya:

"Untuk seluruh penumpang kapal yang kami hormati, perlu kami informasikan jika dalam 15 menit kedepan kapal akan sandar di pelabuhan Heidel. Dan pintu keluar berada di sebelah kiri deck 2. Sebelum meninggalkan kapal perlu kami ingatkan untuk setiap penumpang agar kiranya dapat memperhatikan kembali setiap barang bawahannya agar tidak ada yang yang tertinggal, sekian dan terima kasih" kira kira seperti itu bunyi informasi dari kapal tersebut, dan diulangi 3 kali.

Jane, Liya dan Alda yang mendengar informasi tersebut pun dengan sigap beranjak kemudian melangkahkan kakinya menuju deck 2 untuk menuju ke pintu sebelah kiri seperti yang diinformasikan oleh suara pemberitahuan kapal tersebut.

"Ihh kok gini si" ucap Alda yang tiba tiba mengeluh kemudian Jane pun menyahut:

"Kenapa dah, ada problem apa. Kok ngeluh gitu" tegurnya

"Ini loh, kok hp gua gak ada sinyal si?" Ujar Alda kesal

"Ahhh masa?" Sahut Liya kemudian melanjutkan:

"Bentar, gua liat punya gua dulu ya" ujarnya

"Iya coba, coba hp lohh keluarin" sahut Alda penasaran

"Iya ni, emang gak ada sinyal" ujar Liya ketika melihat ponselnya juga tidak memiliki sinyal

"Tiba tiba, suara tertawa dari belakang mereka pun terdengar, yang ternyata suara itu adalah Ferdy yang sedang menertawai mereka dan berkata:

"Ya jelas lah gak ada sinyal Alda, Liya. Lagian kalau pun ada, pasti gak di'izinin untuk membuka ponsel selama berada di pulau ini" jelasnya

"Lahh kok gitu? Ini itu zaman teknologi. Dimana mana orang orang itu butuh ponselnya untuk berbagi informasi maupun menerima informasi" sahut Liya menanggapi

"Iya, terus gimana caranya dong gua informasikan ke followers gua kalau gua itu sedang berada di pulau Heidel. Sedangkan sinyal ajah gak ada" keluh Alda

"Jadi gini teman teman, kenapa pulau ini itu gak ada sinyal, agar setiap orang yang datang ke pulau ini itu nantinya dapat fokus dengan setiap hidangan yang disajikan oleh restonya nanti. Ya itu si wajar wajar ajah menurut gua" ujar Ferdy kembali menjelaskan secara detail.

Mendengar perkataan Ferdy itupun seketika membuat Alda harus menerima, meskipun wajahnya terlihat sedikit murung tapi mau tidak mau dia harus menerima hal itu. Setelah perdebatan itu, alarm kapal pun kembali berbunyi. Yang menandakan jika kapal sudah sandar, dan perlahan lahan pintu keluar pun terbuka. Terlihat pada saat itu orang orang satu per satu secara perlahan lahan mulai melangkahkan kaki nya untuk keluar dari pintu kapal tersebut.

Dan tentu saja Jane, Alda dan Liya kembali dibuat takjub oleh pulau tersebut, selain itu terlihat sebuah karpet berwarna merah yang membentang dari depan pintu keluar kapal dan memanjang kedepan, serta terlihat ada sekitar enam orang yang Mengenakan sebuah setelah berwarna putih yang biasanya dipakai oleh para chef di sebuah restoran itu sepertinya sedang bersiap untuk menyambut para tamu layaknya seorang raja yang baru saja datang dengan menempelkan kedua telapak tangan ke arah depan dan mengarahkan jari jari yang menempel itu dibawah dagu sembari berkata:

"Selamat datang"

Jane dan sahabat sahabat nya hanya terdiam tanpa berkata sepatah katapun karena ketakjuban nya dengan apa yang ada di pulau tersebut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!