Ferdy pun terus melanjutkan obrolan nya di telepon bersama Jane, hingga seketika Ferdy pun tiba tiba menawarkan Jane untuk menemani nya liburan.
"Oh iya Jane, hari Minggu lu kosong gak" tanya Ferdy
"Ha? Maksudnya?" Ujar Jane yang bingung
"Maksud gua, waktu lu kosong gak kalau hari Minggu" ujar Ferdy memperjelas
"Iya kosong kok Fer, emang nya kenapa?" Tanya Jane
"Kalau gitu, lu mau gak temani gua liburan?" Ujar Ferdy
"Loh kok tumben, perasaan waktu SMA lu gak pernah deh ajak ajak gua kayak gini" ucap Jane sedikit bercanda
"Iya itukan dulu Jane, sekarang kan bukan zaman SMA lagi" ucap Ferdy
"Cie, jadi ceritanya dulu itu kamu malu malu ajakin gua atau gimana Fer" canda Jane lagi
"Hahaha enggak lah, kan dulu kita masih fokus sama sekolah" ujar Ferdy dengan tawa karena ucapan Jane
"Hahaha gak kok, gua cuman bercanda tadi. Hmm ngomong ngomong lu mau ajak gua kemana Fer?" Tanya Jane yang kemudian dijawab oleh Ferdy:
"Ke pulau Heidel"
"Haa? Elu serius mau ajak gua kesana Fer?" Ujar Jane kaget
"Iya serius, emang kenapa? Elu gak mau ya liburan sama gua kesana" ujar Ferdy kemudian melanjutkan
"Jarang jarang loh Jane gua ajakin kayak gini, pedahalkan gua mau ajakin loh kesana itu untuk mencicipi rasa hidangan yang katanya masakan terenak yang hanya dimiliki oleh restoran Halbour yaitu di pulau Heidel"
"Iya gua tau hidangan restoran nya enak enak, tapikan katanya kalau mau ke pulau Heidel itu gak sembarang orang Fer" ujar Jane ragu ragu dengan tawaran Ferdy
Mendengar ucapan Jane tersebut, Ferdy pun menjelaskan secara rinci mengapa ia sampai mau mengajak Jane ke tempat tersebut, yang diamana tempat tersebut, tidaklah sembarangan orang yang bisa berkunjung atau mendatangai pulau Heidel itu.
"Iya Jane, gua tau emang gak sembarangan orang yang bisa kesana, tapi kali ini gua serius, kalau gua itu mau ajakin elu kesana" ujar Ferdy
"Emang bisa" tanya Jane
"Bisa Jane! Bisa!!" Jawab Ferdy mempertegas.
Jane yang masih ragu ragu itupun terus mempertanyakan kepada Ferdy mengapa dia sampai yakin jika dia bisa pergi ke pulau tersebut. Namun Ferdy pun terus meyakinkan Jane jika perkataan nya itu memang betul.
"Gini aja deh, kasih gua penjelasan yang betul betul bisa membuat gua yakin jika kamu itu betul betul bisa ajak gua ke pulau itu" ucap Jane yang masih ragu dan meminta Ferdy untuk bisa meyakinkan dia, jika Ferdy tidaklah hanya bicara omong kosong belaka saja.
"Jadi gini Jane, kurang lebih 2 hari yang lalu itu gua dapat pesan dari nomor yang gua gak kenal sama sekali, nahh isi pesan itu katanya terpilih dan dapat 2 tiket gratis untuk bepergian ke pulau itu" ujar Ferdy memperjelas, seketika mendengar penjelasan Ferdy itupun membuat Jane seketika terdiam.
"Lahh kok bisa sama gini ya" ucap Jane dalam hati kebingungannya.
"Jane, Jane, kok diam" panggil Ferdy
"Iya iya Fer" reflek Jane menjawab panggilan Ferdy, kemudian melanjutkan :
"Loh serius Fer dapat pesan layak gitu"
"Iya gua serius Jane, gua dapat pesan itu. Baru ajah 2 hari yang lalu, kalau gak percaya gua screenshot ni, gua kirimin buktinya ke elu" jawab Ferdy mempertegas ucapan nya
"Bukan gitu Fer, tapi gua bingung ajah kok bisa sama gitu ya" ujar Jane
"Maksudnya sama gimana Jane" tanya Ferdy yang sedikit bingung
"Iya jadi tu gua juga dapat pesan yang sama kayak loh" jelas Jane
"Ha? Jadi lu juga dapat pesan yang sama" ujar Ferdy
"Iya, gua juga dapat pesan kayak gitu, dan gua dapat tiketnya itu untuk 3 orang bahkan" ujar Jane
"Ya udah kalau gitu hari Minggu kita berangkat ajah Jane" ucap Ferdy.
"Iya gua si mau, tapi" Jane yang sedang berbicara itu kemudian dengan cepat Ferdy kembali menyahut dengan mempertanyakan
"Tapi?, Tapi apa Jane, lu ragu?"
"Iya gua sedikit ragu ajah si, kok bisa tiba tiba gitu dapat tiket gratis ke pulau Heidel, secara pulau itu kan bukan cuman kita ajah yang kepengen banget untuk pergi kesana, bahkan semua orang di dunia gua yakin pengen banget kesana" ujar Jane memperjelas kemudian melanjutkan:
"Ya gua ragu juga wajar wajar ajah Fer, kok bisa gitu gua tiba tiba terpilih, ikut event untuk dapatkan tiketnya ajah gua gak pernah, lantas kok bisa tiba tiba gitu"
Mendengar penjelasan Jane tersebut, sehingga Ferdy pun terus menjelaskan dan berusaha membuang keraguan Jane, dan usaha Ferdy itupun berhasil membuat Jane yakin ketika ia mengatakan:
"Iya gua paham maksud loh Jane, iya awalnya juga gua kayak elu, gua juga ragu Jane. Tapi setelah gua cari tahu, dan beberapa teman gua juga meyakinkan gua kalau pesan itu emang real, nyata, dan gak fake atau hoax Jane" ujar Ferdy yang terus memberi penjelasan dan melanjutkan:
"Kata teman teman gua, ada beberapa dari mereka yang menerima pesan yang sama seperti kita. Awalnya mereka juga ragu, tapi setelah mereka membulatkan telat untuk ke pelabuhan, ternyata kapal nya itu benar benar ada Jane, kapalnya benar menjemput orang orang yang mendapatkan pesan itu"
Jane sejenak terdiam mendengar perkataan Ferdy tersebut, sebetulnya keraguan Jane mengenai pesan tersebut, itupun sudah mulai hilang ketika Ferdy berkata seperti itu, sehingga Jane pun mengatakan kepada Ferdy:
"Hmmm, kalau gitu biar gua pikir pikir dulu ya Fer" ucap Jane dalam telepon.
"Hmmm, ya udah kalau gitu Jane, pikir pikir aja dulu" ujar Ferdy yang berharap Jane mau pergi di hari Minggu nanti.
Jane yang sudah mengakhiri obrolan telepon bersama Ferdy itupun bergegas menghubungi sahabat sahabatnya yaitu, Liya dan Alda. Jane ingin menceritakan apa yang ia bicarakan tadi bersama Ferdy, dan Jane pun berniat untuk memberitahukan kepada Liya dan Alda jika ia ingin pergi ke pulau Heidel bersama Ferdy, dan berencana untuk mengajak Liya dan Alda juga untuk pergi bersama nya ke pulau tersebut. Dan secepat mungkin Jane pun menelpon Alda.
"Tittt, tittt, tittt" suara panggilan telepon Jane, seketika dan dengan cepat Alda pun mengangkat telepon dari Jane
"Halo Jane" ucap Alda dari telepon
"Bentar da! Gua sambungin ke Liya dulu" ucap Jane dengan cepat, lalu menyambungkan telepon tersebut kepada Liya
"Halo" ucap Liya yang sudah terhubung dengan sambungan telepon tersebut.
Perlahan-lahan Jane pun menjelaskan kepada sahabat sahabatnya itu mengenai pulau Heidel dan dia ingin pergi kesana, sontak Alda dan Liya pun kaget mendengar perkataan Jane tersebut.
"Apa!"
"Haa!!" Teriak Liya dan Alda yang kaget melalui telepon setelah mendengar penjelasan Jane.
*Bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
Bunda'a Gilang
masih nyimak ya kak moga ceritanya gk gantung.
2023-03-09
0
Baim Fauzan
thor boleh gak minta visual mereka...awal yg seru lanjuttt
2023-03-06
0