Pria itu bergegas menuju ke pintu keluar untuk meninggalkan restoran itu, namun sayangnya ketika ingin membuka pintu ia tiba tiba dihadang oleh seorang pelayan berbadan besar dan melarangnya untuk meninggalkan restoran atau pulau Heidel.
"Tak ada kapal, dan tak ada penjemputan. Silahkan kembali duduk ke tempat anda karena anda belum bisa meninggalkan pulau dan restoran ini" ujar pria berbadan besar itu.
Pria itu tidak bisa berkata apa apa lagi, dia hanya bisa berdiam diri dan kembali membalikkan badan serta berjalan menuju meja dan tempat duduknya kembali.
"Kita harus bagaimana kawan. Sepertinya kita betul betul terjebak disini" ujar teman pria itu.
"Ahhh Sialan!!" Ucap pria itu dengan kesal.
Pelayan wanita itu pun perlahan berjalan di depan seluruh tamu, dan menepuk tangan sebanyak dua kali untuk mengalihkan pandangan seluruh tamu mengarah kepadanya.
"Pouk, pouk" suara telapak tangan ditepukkan.
"Mohon perhatianmya sebentar" ujarnya sehingga membuat semua orang dengan sekejap berpaling dan memperhatikan nya.
"Berhubung hidangan yang ke empat sudah siap. Maka, ada beberapa hal yang ingin chef kami sampaikan kepada kalian semua" ucapnya lalu mempersilahkan chef Arga menyampaikan hal tersebut.
Chef Arga berjalan kehadapan semua orang dan berkata.
"Kali ini kami akan menyajikan hidangan yang ke empat untuk seluruh tamu yang kami hormati. Dan perlu saya sampaikan jika hidangan yang ke empat ini diciptakan oleh yang sangat berbakat dan merupakan salah satu koki hebat yang kami miliki, dan tentunya koki ini tak lepas dari hasil didikan saya" ucap chef Arga.
"Hmmm dia sangat bangga dengan dirinya" ujar Jane dalam hati.
Chef Arga yang begitu bersemangat pun dengan suara yang lantang memperkenalkan koki yang baru saja ia sebutkan tadi.
"Perkenalkan!! Ini dia, koki... Richard" ucapnya dan melanjutkan:
"Beri tepuk tangan." Orang orang pun dengan cepat mengikuti perkataan nya untuk memberikan tepuk tangan kepada koki tersebut.
Koki tersebut pun berjalan dari arah dapur menuju ke ke chef Arga. Dan chef Arga kemudian memperkenalkan koki itu secara detail kepada seluruh tamu:
"Chef Arga adalah salah satu koki berbakat yang kami miliki. Karena keterampilan nya yang memukau serta masakan masakannya yang spectacular sehingga membuat Lida pada perasa akan merasakan sensasi yang luar biasa. Dia adalah seorang koki Lulusan dari The Internasional Culinary. Dan kali ini akan menyajikan hidangan yang merupakan hasil dari ciptaannya sendiri" ujar chef Arga secara rinci dan membuat orang orang kembali memberi tepuk tangan yang meriah kepada koki tersebut.
Chef Arga yang baru saja memperkenalkan koki handalannya itupun menghadap chef Richard sembari merapikan kerah baju chef Richard dan kembali berkata:
"Richard memang memiliki bakat yang luar biasa. Namun, dia tidak akan pernah melampaui ku. Bukankah begitu Richard: ujar chef Arga.
"Iya chef, kau kehebatanmu tidak akan pernah bisa ku lampaui" sahut chef Richard.
"Dan kau tak akan bisa serta mampu menandingi ku. Bukankah begitu Richard?" Ujar chef Arga lagi.
"Iya chef, apa yang kau katakan itu semuanya benar" jawab chef Richard kembali.
Selepas berkata seperti itu, chef Arga pun kembali menghadap penonton dan mempersilahkan chef Richard untuk memperlihatkan hidangannya ke semua orang.
Chef Richard mengangkat tangan kanan nya lalu membuka tutupan piring yang menutupi hidangan tersebut. Terlihat sebuah ayam yang sudah dimasak yang tanpa kepada dan kaki itu tertancap sebuah pisau tepat di dada sebelah kiri ayam tersebut. Kemudian, Chef Richard pun berkata:
*Seperti yang anda lihat, ini adalah potongan ayam tanpa kaki dan kepala selain itu ia dihiasi dengan sebilah pisau tajam yang menancap tepat di dada sebelah kiri. Sehingga, bumbu bumbu berbagai negara telah disatukan itupun ditaburi dan meresap serta menyebar masuk ke daging ayam melalui celah tusukan pisau" jelasnya secara terperinci.
" ini dia... KEMATIAN!" Ujar nya dengan nada lantang menyebut nama masakan nya itu
Chef Richard kemudian berjalan maju dan meletakkan hidangan itu ke salah satu tamu yang berada di paling depan. Kemudian, iapun kembali ke tempatnya semula dan membentangkan kedua tangannya itu dan berteriak:
"SAKSIKANLAH!!"
Tiba tiba seorang pelayan pria berlari dari depannya dengan membawa sebilah pisau yang terlihat tajam itupun kemudian ditancapkan dengan pas pada dada sebelah kiri chef Richard. Sehingga membuat chef Richard terkapar jatuh seketika tanpa menimbulkan suara lagi.
"Ahhhh" teriak orang orang sembari menutup mata dengan tangannya.
Darah pun mengalir dari dada chef Richard yang sudah tidak berdaya itu, dan itu terlihat nyata dimata orang orang sehingga orang orang pun merasa takut dan kebingungan dengan pertunjukan itu.
"Ini si konyol, dia itu benar benar gak waras" ucap Jane yang semakin merasakan keanehan dengan semua ini.
"Itu semua gak nyata Jane, itu cuman pertunjukan. Dan semua ini sudah mereka konsep kan dengan sebaik mungkin" sahut Alda yang masih mengagumi dengan kejadian kejadian yang terjadi di tempat itu.
"Ta.. ta... Tapi, itu terlihat nyata dah" ucap Liya menanggapi
"Ihhh kamu udah gila ya dah, masa hal seperti itu kamu bilang bagian dari konsep" ucap Jane lagi.
"Astaga Jane, Liya. Percaya deh sama gua, liat ajah entar di akhir kalau kalian gak percaya" sahut Alda lagi.
Chef Richard yang terhampar itupun terlihat seperti tak bernyawa lagi, dan beberapa pelayang datang membawa sebuah kain putih lalu membungkuskan nya ke badan chef Richard dan membawa tubuh itu ke belakang.
"Ok, terima kasih sudah menyaksikan. Sekarang kalian bisa menikmati hidangan ke empat ini" ucap chef Arga. Dan para pelayan pun berdatangan menghantarkan makanan tersebut kepada para tamu.
"Kau lihat itu, ini betul betul konyol dan tidak masuk akal." Ucap pria beristri itu dan sang istri hanya terdiam tanpa menanggapi sama sekali.
"Aku mau pergi dari sini, terserah kau mau ikut aku atau tidak" ucapnya lagi. Dan kembali sang istri hanya berdiam diri tanpa menanggapi sama sekali ucapan sang suami.
Sang suami pun berdiri dan mencoba melakukan hal yang sama seperti pria sebelumnya lakukan untuk keluar dari tempat itu, namun lagi dan lagi. Ketika ia hendak membuka pintu. Pria berbadan besar itupun menghalanginya, dan tiba tiba si pelayan wanita datang menghampirinya dan berkata:
"Apakah kau tidak melihat pria yang tadi pada saat ingin keluar dari tempat ini?"
"Aku tidak perduli, minggir aku ingin keluar. Jangan halangi jalanku" ucapnya.
Wanita itupun kemudian memberi kode kepada pelayan berbadan besar itu.dan dengan reflek nya pelayan berbadan besar itu membanting si pria hingga tersungkur di lantai.
*Bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments