Alda yang merasa jika malam ini ajalnya betul betul datang menjemputnya. Dia pun menangis tak tertahankan dan berkata:
"Jane, Liya. Gua minta maaf ya atas kesalahan yang gua lakuin. Baik yang disengaja maupun tidak" ucapnya yang sudah pasrah.
"Tenangin diri lohh Alda. Lohh gak boleh pasrah kayak gitu, semua pasti ada jalannya kok. Kita pasti selamat" sahut Jane yang mencoba menenangkan sahabatnya itu.
"Jalan keluar gimana Jane. Jelas jelas usaha lohh yg tadi ajah gagal, pedahal itu harapan satu satunya" sahut Alda lagi.
"Makanya lohh tenang ajah dulu. Entar juga lohh bakalan tau kok" sahut Jane kembali.
Alda pun kembali sedikit tenang ketika Jane berkata seperti itu.
"Maksudnya Jane, lohh udah ada rencana untuk keluar dari sini ya" tanya Liya ikut menyahuti.
"Stttsss" sahut Jane menyuruh Liya diam.
"Kalian diam ajah dulu, entar juga kalian bakalan tau kok" lanjut Jane.
Para pelayan pun berdatangan dan berbaris tepat di depan para tamu itu, dan tepat ditengah tengah para pelayan itu berdirilah chef Arga yang sudah siap melakukan semua rencananya untuk mengakhiri hidupnya serta orang orang yang berada disitu.
"Apa kalian sudah siap!?" Teriak chef Arga yang kemudian di sahuti para pelayan nya:
"Siap chef"
Chef Arga pun mengambil sebuah korek api di saku celananya. Bensin yang sudah di taburi itupun sudah siap menyala ketika chef Arga menyalakan korek api tersebut lalu membuangnya ke bensing tersebut.
"Inilah saat saat yang di tunggu, nikmatilah kematian kita pada malam hari ini" ucap chef Arga sambil tertawa:
"Hahahahaaaa"
Chef Arga yang siap melakukan aksinya itupun tiba tiba dikagetkan dengan kehadiran Ferdy yang tiba tiba muncul dan menginstruksikan chef Arga untuk menghentikan aksinya tersebut.
"Berhenti" teriak Arga dari arah pintu dengan memberikan ancaman pistol kepada chef Arga.
"Haaa?" Kaget chef Arga ketika melihat Ferdy.
"Hentika perbuatan jahatmu itu, dan bebaskan semua orang orang ini" ucapnya.
"Kau pikir bisa menghentikan ku" ucap chef Arga mengancam kembali.
Chef Arga yang sudah memegang sebuah korek itupun dengan cepat menyalakannya. Namun, pada saat ia ingin menyalakan korek api itu tiba tiba gagal karena keahlian Ferdy dalam membidik dan melepaskan tembakan sehingga peluru tersebut, melaju dan menghancurkan korek api itu.
"Bledukkk" suara tembakan Ferdy.
"Ahhhh" teriak orang orang kaget sembari menutupi telinga nya ketika mendengar suara tembakan yang dilepaskan Arga tepat mengenai korek api itu.
"Sialan" teriak chef Arga.
"Jangan bergerak, angkat tangan kalian" ujar Ferdy dengan tegas.
Chef Arga pun mengindahkan intruksi dari Ferdy itu, dan para pelayan anak buah chef Arga pun dengan sigap mengikuti bos nya itu untuk mengangkat tangan mereka. Dan tiba tiba, seorang pelayan dari belakang memukul belakang Ferdy dengan sebuah balok sehingga membuat Ferdy terjatuh.
"Bupkkk" suara hantaman balok mengenai belakang Ferdy.
"Hahahahaaa. Kau pikir kau siapa, berani berani nya kau mau menghentikan rencana ku ini" ucap chef Arga pada saat Ferdy tersungkur jatuh akibat hantaman balok tersebut.
"Ahhhhh" teriak Ferdy merintih kesakitan.
Melihat Ferdy yang sudah terkapar dan tak bisa berdiri itupun membuat Jane segera melakukan sesuai yang sudah di rencananya bersama Arga. Jane dengan sigap mengeluarkan pistol yang diberikan oleh Ferdy itu dan mengarahkannya kepada chef Arga.
"Haaa?" Kaget chef Arga ketika melihat Jane memberikan ancaman kepadanya.
"Jangan bergerak" teriak Jane dengan lantang.
"Lepaskan kami semua dari sini!" Lanjut Jane dengan tegas.
"Apa yang kau lakukan Jane, bukankah kau sudah sepakat untuk ikut dalam permainan ini!!" Sahut chef Arga.
"Kau bilang ini permainan? Ini jelas jelas pembunuhan! Dan aku tidak akan terlibat dalam permainan bodoh mu ini!" jawab Jane dengan lantang."
"Kenapa? Aku ini bermaksud baik. Aku ingin membawa kalian semua ke keabadian yang sejati." Ujar chef Arga.
"Aku tidak mau!! Dan aku akan membawa orang orang ini keluar dari tempat terkutuk ini!!" Sahut Jane kembali.
"SIALAN KAU!!" sahut chef Arga dengan kemarahan dan seperti ingin membunuh Jane saat itu juga.
Tapi Jane yang sudah tidak taha lagi itupun dengan reflek menarik pelatuk pistolnya dan menembaki chef Arga tepat pada betisnya sehingga membuat chef Arga merintih kesakitan.
"Bledukkk" tembakan Jane mengenai chef Arga.
"Ahhhhgg" teriak chef Arga ketika terkena tembakan.
"Jangan macam macam. Jika kalian berani menahan kami, aku tidak akan main main lagi dan aku akan membunuh chef kalian dan rencana kalian sudah pasti tidak akan berhasil jika dia kutembaki sampai mati.!!" Ujar Jane dengan tegas dan penuh kemarahan.
Para bawahan chef Arga itu pun tidak bisa berbuat apa apa selain hanya mematuhi perinta Jane itu.
"Liya, bawa Ferdy kemari dan kita keluar dari tempat terkutuk ini" ucapnya lagi.
Dan segera, Liya pun menghampiri Ferdy dan orang orang semua berlarian ke arah Jane untuk berlindung. Secara perlahan Jane pun mundur ke arah pintu keluar begitu juga dengan yang lainnya.
Jane yang terus berjalan ke arah pintu itu, terus saja mengedepankan pistolnya untuk memberi ancaman kepada para pelayan dan chef Arga agar mereka tidak berani untuk menangkapnya dan orang orang itu.
"Ayo cepat ke pelabuhan disana sudah ada kapal yang aku siapkan" ujar Ferdy menegaskan agar orang orang dengan cepat menuju pelabuhan.
"Ayo cepat! Ayo cepat!!" Ucap Jane.
Dan orang orang pun sampai di pelabuhan itu dan segera menaiki kapal tersebut.
"Apakah sudah semua yang naik" ujar Ferdy.
"Sepertinya sudah semua!" Sahut Jane.
"Iya kami sudah naik semua" teriak orang orang.
Tanpa berlama lama lagi, Ferdy pun menyalakan mesin kapal lalu menancapkan gas kapal untuk meninggalkan pulau tersebut.
Mereka yang pun meninggalkan pulau tersebut dan sekitar 150 meter dari kejauhan pulau tersebut, tiba tiba sebuah ledakan pun terjadi dipulau itu. Dan sepertinya, ledakan itu berada tepat di restoran Halbour.
"Darrrr!!! Darrr!!" Suara ledakan itu terdengar keras sekali di telinga orang orang.
"Ahhhh" teriak orang orang mendengar suara ledakan tersebut.
"Apa itu?" Ucap Liya.
"Sepertinya ledakan itu berasal dari restoran Halbour" sahut Ferdy.
"Lihat!!" Ujar Alda sambil menunjuk ke arah restoran.
"Sepertinya restoran itu betul betul meledak!!" Lanjut Jane.
Orang orang pun merasa lega ketika sudah meninggalkan pulau itu. Yang tadinya mereka sudah pasrah akan kematian mereka di akibatkan oleh permainan yang dibuat oleh chef itu. Namun, berkat usaha Jane dan Ferdy itupun membuat mereka selamat dari rencana kotor chef Arga.
*Bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments