Episode 7 "Aroma Sedap Masakan Sang Chef"

Tak heran jika Jane dan sahabat sahabat nya itu begitu merasa kagum setelah menginjakkan kaki di pulau Heidel, karena pemandangan di tempat tersebut yang telah di desain sepanjang jalan serta sorotan lampu yang terus menyinari jalan tersebut ditambah lagi dekorasinya yang begitu unik sehingga memanjakan mata bagi siapa saja yang melihatnya terlebih lagi para pelayan dengan sikap yang begitu ramah ketika menyambut para tamunya yang begitu istimewa sehingga disambut dengan meriah bak seorang raja.

"Ini si gila menurut gua, keren banget guys" ujar Alda dengan kagum kemudian di Liya pun melanjutkan:

"Sumpah ini pulau terkeren yang pernah gua datangi" lanjut Liya yang kali ini setuju dengan perkataan Alda.

Liya yang biasanya selalu bertentangan dengan perkataan Alda, dan selalu beradu mulut bersama Alda. Kini sebaliknya, iapun satu persepsi dengan Alda.

"Gua si gak bisa berkata apa apa lagi guys selain mengangumi dengan diam" sahut Jane

Semua tamu itu berjalan sesuai dengan apa yang di intruksikan oleh para pelayan untuk menuju resto Heidel, perjalanan mereka yang memakan waktu sekitar 15 menit itupun tak terasa karena indahnya pemandangan sepanjang jalan dengan hiasan hiasan bunga yang tertata rata di sepanjang jalan menuju resto tersebut.

Kini tibalah mereka tepat di halaman depan restoran, dan ternyata bukan hanya sepanjang jalan yang terlihat waw, melainkan halaman depan restoran itu juga begitu memanjakan mata para tamu yang melihatnya serta bangunannya yang bergaya klasik dengan khas jendela besar, dan ketika mereka memasuki restoran tersebut. Jane pun dengan sendirinya mengatakan:

"Wowww. Amazing"

Meja dan kursi yang ala klasik tersusun rapi, hingga pajangan pajangan kuno yang menghiasi dinding restoran ini serta perpaduan nuansa ala tempo dulu, tentu saja itu membuat mereka semakin terpesona dengan apa yang ada di pulau Heidel.

"Selamat datang di Restoran Halbour, hari ini kami akan menyajikan hidangan hidangan terenak, terunik, serta termewah. Dan tentu nya semua itu hanya ada di Restoran Halbour, di pulau Heidel" ucap seseorang yang berada didepan para tamu itu.

"Apakah dia chef nya" bisik para tamu

"Kamu tau siapa dia Fer" ujar Jane menanyakan tentang orang yang berbicara itu kepada Ferdy

"Hmmm, aku kurang yakin. Tapi dilihat dari penampilan dan cara bicaranya, seperti dia itu chef nya" ujar Ferdy agak ragu.

"Sebelum itu, izinkan saya memperkenalkan diri. Saya adalah chef restoran ini, nama saya Arga. Atau yang sering disebut dengan chef Arghh. Hahahaha Arrghh!!" Ucap orang itu dengan menyelipkan sedikit lelucon nya dan orang orang pun tertawa tipis:

"Hahahaha"

"Sepertinya dia itu lebih cocok jadi pelawak deh" ucap salah satu tamu yang berbisik kepada teman nya

"Hihihi, wajahnya juga lucu" sahut temannya, kemudian chef itupun melanjutkan perkataannya:

"Jika kalian bertanya, mengapa harus berada disini? Jawaban nya akan kalian dapatkan setelah merasakan hidangan yang akan kami sajikan: ujarnya dan melanjutkan lagi

"Ok silahkan duduk di meja yang sudah kami sediakan, karena dalam waktu 15 menit kedepan hidangan pertama akan kami sajikan kepada para tamu spesial kami hari ini" ucapnya lagi.

Para tamu pun bergegas menuju ke meja tersebut, dan tanpa banyak ini itu mereka dengan sigap duduk untuk menanti hidangan dari chef itu.

"Lihat deh wajah chef itu, kayak gak meyakinkan" bisik Alda kepada Liya dan Jane

"Husstt gak boleh ngomong gitu" ucap Jane mengingatkan

"Hmmm tapi iya juga si mukanya kayak gak cocok jadi chef" sahut Liya yang setuju dengan Alda, dan tanpa tertahankan lagi mereka tertawa pelan

"Hihihi"

"Udah ahhh, kita tunggu hidangan nya, entar kita bukti'in" ujar Jane.

Terlihat chef Arga sedang berada di dapur serta beberapa co chef yang siap membantunya dalam memasak sebuah hidangan istimewa untuk para tamu mereka. Dan menariknya, orang orang yang berada di meja makan itu bisa melihat secara langsung ketika Chef Arga memasak karena dapur dan ruangan itu tidak ditutupi oleh dinding sehingga orang orang pun dengan leluasa menyaksikan chef Arga di meja mereka masing masing.

Karena ruang makan dan dapur yang begitu dekat, sehingga aroma masakan chef Arga pun menyebar ke hidung masing masing para tamu tersebut, dan membuat para tamu tersebut semakin tidak sabar untuk mencicipi hidangan chef Arga.

"Kamu bisa merasakan nya" sahut salah satu tamu yang berada di sebelah kirim meja Jane, Alda dan Liya itu, sepertinya tamu itu bersama dengan pasangan nya.

"Luar biasa, aroma nya begitu nikmat" sahut pasangan orang itu.

Bukan hanya mereka, bahkan semua orang membicarakan tentang aroma masakan chef Arga yang begitu enak. Depan belakang, kiri kanan. Bahkan semuanya membicarakan aroma masakan itu.

"Tuh tuh, cium aromanya guys" ucap Jane memberitahukan Liya dan Alda.

"Ehmmm, enak banget aroma nya" ujar Liya yang juga menikmati aroma masakan tersebut.

"Sepertinya masakannya tidaklah jelek wajahnya" sahut Alda dengan polosnya

"Hussttt apaan si Alda" tegur Liya dengan cepat, dan dengan reflek Alda pun menutup mulutnya karena kaget dengan ucapannya sendiri

"Upsss, maaf guys, aku keceplosan" ujar Alda

"Makanya lain kali hati hati kalau ngeluarin kata kata" sahut Jane memperingatinya

"Iya maaf, maaf guys" ujar Alda kembali meminta maaf karena apa yang barusan ia katakan

"Siapkan makanan Appetizer ini untuk di Platting" teriak chef Arga kepada para Co chef nya.

"Siap laksanakan chef" sahut para Co Chef yang bertugas menemani Chef Arga. Kemudian, salah satu pelayan wanita berjalan ke tengah tengah para tamu dan berteriak dengan nada yang agak keras:

"5 menit lagi makanan Appetizer untuk anda semua akan segera kami antarkan" ucapnya.

Appetizer merupakan istilah yang digunakan para Chef ketika menyajikan sebuah makanan pembuka. Sedangkan Platting adalah sebuah istilah yang menggambarkan proses penataan makanan di sebuah wadah seperti piring dan mangkuk saji.

Chef Arga yang sudah selesai memasak itupun secara perlahan melangkahkan kaki menuju ke arah para peserta dan semua mata kemudian tertuju kepadanya dan kemudian chef tersebut pun kemudian berteriak dengan hitungan:

"Sepuluh, Sembilan, Delapan, Tujuh, Enam, Lima, Empat, Tiga, Dua" dan setelah hitungannya mencapai angka satu, para pelayan pun berdatangan dengan membawa hidangan yang siap disajikan kepada para tamu itu

"Satu" ujar Chef Arga.

*Bersambung*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!