Jane yang telah mencari tahu mengenai pulau tersebut, akhirnya semakin yakin jika ia harus berangkat ke pulau itu, dan sangat berharap jika pesan dari nomor misterius itu bukanlah sekedar pesan hoax.
Sabtu, 22 Oktober 2023. Tepat sehari sebelum keberangkatan nya menuju pulau Heidel seperti yang dikatakan oleh nomor misterius yang mengirim ia pesan tempo hari itupun membuat hati Jane semakin deg deg'an karena hanya tersisa satu hari lagi ia akan pergi menuju pulau itu. Namun apakah pesan tersebut betul betul real, dan apakah Jane betul betul akan pergi ke pulau tersebut? Tentu saja semuanya akan terjawab ketika hari itu tiba. Namun bagaimana jika pesan tersebut hanyalah hoax atau pesan dari seseorang yang hanya sengaja ingin mengerjai Jane? Dan kembali lagi semua akan terjawab ketika hari itu tiba.
"Kring, kring, kring" suara handphone Jane berdering, menandakan ada seseorang yang sedang melakukan panggilan telepon kepadanya.
"Halo" ujar Jane dalam telepon tersebut
"Halo Jane, ehh lohh udah packing gak Jane" ujar orang yang menelpon Jane
"Haa Packing? Packing untuk apa da?" Ujar Jane menjawab. Yang ternyata itu adalah Alda yang menelpon nya.
"Ihh kamu gimana si Jane, kan besok kita mau berangkat ke pulau Heidel" ujar Alda mengingatkan
"Terus? Apa hubungannya dengan packing?" Tanya Jane dengan tegas
"Ya jelas ada hubungannya lah, kita itu mau melakukan perjalanan jauh loh Jane, pulau Heidel itu jauh Jane. Ya tentu ajah kita harus packing untuk kelengkapan kita selama disana" ujar Alda
"Ya elah da, Alda. Ehh kita kesana itu bukan mau jalan jalan keuar kota, kita kesana itupun cuman pergi mencicipi makanan di restoran nya ajah, sudah itu ya kita balik lagi" ujar Jane memperjelas
"Ya meskipun begitu, kita itu harus mempersiapkan barang barang juga Jane, kita itu harus bawa perlengkapan yang dibutuhkan" jelas Alda
"Hmmm, iya iya. Terserah elu ajah deh Aldah, lohh mau bawa se'isi rumah juga gak masalah. Yang penting lohh sanggup ajah bawa barang barang lohh, dan ingat jangan harap gua mau bantuin" ujar Jane dengan tegas
"Hahaha, iya Jane iya, kalau gitu udah dulu ya, sampai ketemu besok. Bye Jane." Ucap Alda dan menutup telepon nya bersama Jane.
"Hmmm Alda, Alda. Ada ada ajah ya kelakuan" ucap Jane bicara sendiri ketika selesai menutup telepon dengan Alda.
Waktu pun semakin berjalan dan tak terasa dengan detik yang berganti menit, menit semakin berjalan dan kini tepat hari Minggu, 22 Oktober 2023 yang dimana hari ini adalah hari pembuktian mengenai pesan dari nomor misterius tersebut. Jane yang terlelap dalam tidur nya itupun seketika dikagetkan dengan suara alarm handphone nya yang berbunyi:
"Kringg, kring, kringg, suara alarm berbunyi menunjukkan pukul 07.00
Jane pun dengan reflek membuka matanya, kemudian mematikan alarm tersebut dan mencoba beranjak dari tempat tidurnya. Ia dengan segera bergegas pergi untuk mempersiapkan diri karena sebentar lagi ia akan ke pelabuhan untuk memastikan apakah kapal itu betul betul ada untuk menjemputnya.
Dan setelah semuanya beres, Jane pun dengan cepat dan bergegas menuju ke pelabuhan. Setibanya disana ia yang baru saja membuka pintu taxi itupun mendengar suara teriakan seseorang memanggil namanya.
"Jane sini!" Teriak orang tersebut sembari melambaikan tangan kepada Jane, yang ternyata itu adalah Alda yang sudah berada di pelabuhan sebelum Jane tiba.
"Elu dah, cepat banget lohh disini" ujar Jane
"Ihh gimana si, kan hari ini kita mau berangkat ya harus awal pagi dong kesini" ucap Alda dengan suara cempreng nya itu. Namun Jane sedikit bingung dibuat oleh sahabatnya itu karena melihat ada sebuah koper besar disamping Alda.
"Alda" ucap Jane kemudian melanjutkan
"Ini barang barang elu ya?" Tanya Jane singkat
"Iya dong, kan kita mau berangkat jauh ke pulau Heidel" ucap Alda secara rinci.
"Hmmm" Jane mendehemm
Jane pun dengan cepat mengambil ponselnya dan kemudian menelpon Ferdy untuk menanyakan keberadaan nya.
"Halo Fer? Ucap Jane dalam telepon
"Iya halo Jane" jawab Ferdy
"Ehh elu udah dimana" tanya Jane singkat
"Ini gua udah di pelabuhan" ucap Ferdy
"Gua juga di pelabuhan ni, elu disebelah mana" tanya Jane Kembali
"Ini gua didepan kapal nya" jawab Ferdy
"Oh kapal nya udah ada ya?" Tanya Jane lagi kemudian melanjutkan:
"Tunggu, gua kesitu"
"Iya kapal nya udah ada ni, ya udah gua tunggu lohh disini ya" ucap Ferdy
Jane pun Mematikan obrolan telepon mereka dan bergegas menuju ke arah Ferdy, tapi ketika ingin Melangkahkan kakinya bersama Alda, tiba tiba teriakan dari seseorang yang tampaknya tidak asing itupun membuat mereka terpaksa harus berhenti untuk melangkahkan kaki.
"Jane, Alda. Tungguin gua" teriak orang itu. Dan ketika Alda dan Jane membalikkan wajah ke arah teriakan itu. Ternyata itu adalah Liya.
Liya pun dengan cepat berlari ke arah mereka, Alda dan Jane yang melihat sahabatnya itupun seketika teriak histeris karena senang akan kedatangan sahabatnya itu.
"Liyaaa!!!" Teriak Jane dan Alda. Mereka pun saling berpelukan sembari menanyakan Liya:
"Lohh ngapain Liya kesini" tanya Jane yang penasaran akan kedatangan sahabatnya itu
"Gua ikut kalian ya" ujar Liya dengan jelas
"Serius lohh mau ikut kita?" Tanya Alda singkat
"Iya serius, gua ikut sama kalian" ujar Liya dengan tegas
"Hmmm, gua si udah piling. Lohh pasti bakalan ikut kita ke pulau Heidel" ujar Alda
"Ihhh sok tau lohh dah" ucap Liya. Mereka sejenak tertawa gembira
"Ya udah ayo kesana, Ferdy udah nungguin. Katanya kapalnya udah ada" ucap Jane
Mereka dengan cepat bergegas menuju ke arah Ferdy, setibanya disana Ferdy pun dengan sigap menyodorkan tangannya untuk bersalaman kepada Jane, Liya dan Alda.
"Hay, kalian apa kabar" ucap Ferdy
"Ehh iya baik kok Fer" jawab Liya yang kemudian Alda pun dengan cepat menyahut:
"Ehh ini beneran elu Fer" tanya Alda
"Iya ini gua" jawab Ferdy
"Kok udah berubah sekarang, dulu elu tu culun banget sumpah. Tapi sekarang udah beda" ujar Alda dengan polosnya berkata seperti itu.
Jane yang mendengar perkataan Alda itupun seketika menginjak kaki Alda untuk memperingatinya agar tidak kelewatan membicarakan mengenai Ferdy di masa lalu.
"Ahhh" teriak Alda ketika kakinya di injak oleh Jane
"Apaan si Jane, sakit tau" ucap Alda kesakitan
"Stttt" tegur Jane menyuruh sahabatnya itu diam dan kemudian menyahuti Ferdy
"Maaf ya Fer, Alda emang suka gitu, mulutnya ceplas ceplos" ucap Jane, takut Ferdy akan tersinggung akan perkataan Alda tadi
"Hahaha, iya iya gak apa apa kok, ya udah ayo kita naik ke atas. Bentar lagi kapalnya berangkat ni" ujar Ferdy mengingatkan jika kapalnya tidak lama lagi akan menuju pulau Heidel.
*Bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments