Episode 14 "Kecurigaan Liya dan Alda"

Jane yang sedang berjalan menuju gudang itupun Berpikir keras untuk menemukan cara agar ia bisa keluar dari pulau Heidel. Namun sepertinya memang tidak mungkin, karena melihat bahwasanya jika tempat itu benar benar sulit untuk dijangkau seseorang selain pulau tersebut sangat jauh dari pusat kota dan sinyal atau jaringan di tempat itu juga tidak ada. Apalagi kapal pengantar itu tak kunjung datang juga untuk menjemput mereka.

Jane pun tiba di gudang itu, gudang yang terlihat besar dengan beberapa alat alat dapur serta barang barang lain nya yang menumpuk di gudang tersebut sehingga membuat Jane sulit menemukan tong sampah yang disuruh ambilkan oleh chef Arga.

"Mati kau!!" Teriak seseorang dibelakang Jane sambil berlari ke arahnya dengan sebuah senjata tajam.

Jane yang mendengar suara teriakan itupun dengan reflek membalikkan badan dan pada saat orang tersebut ingin menusukkan senjata tajam itu kepada Jane, Jane pun dengan reflek nya menghindar dari ancaman itu.

"A... Apa mau mu?" Tanya Jane, dan kaget ketika melihat ternyata orang itu adalah Winda si pelayan wanita itu.

"Hemnn. Aku ingin membunuhmu" ucapnya menjawab.

"Kau sudah gila ya!! Ucap Jane.

"Mati kau!!" Ucap pelayan itu kembali.

Pelayan wanita itu pun beberapa kali mencoba lagi untuk memberikan ancaman, dan kemudian menyerang Jane menggunakan senjata tajam yang ia pegang. Untungnya, Jane yang lincah itupun berhasil menghindari setiap serangan yang diberikan oleh pelayan itu.

Namun Jane yang mencoba berlari tiba tiba Jane pun tersungkur jatuh sehingga memudahkan pelayan jahat itu untuk mencoba menusuki pasau nya kepada Jane. Dan untungnya pada saat itu. Jane, berhasil menahan tangan winita jahat itu ketika mengarahkan pisau tersebut ke arah wajahnya.

"Hentikan!!" Teriak Jane.

"Hahaha, kali ini kau benar benar mati Jane" ucap wanita jahat itu.

"Aku mohon hentikan Winda!!" Ucap Jane lagi. Namun, wanita jahat itu tetap mendorong pisau tersebut, untuk membunuh Jane.

Aksi itu berlalu beberapa menit. Seketika, Jane yang seperti mendapatkan kekuatan tambahan itupun dengan kuatnya membalik pisau tersebut sehingga menusuki tepat di leher wanita jahat itu dan menewaskan nya.

Jane yang sepertinya tak percaya melakukan hal itu tiba tiba terdiam dan menangis sembari menatapi tangannya yang dipenuhi oleh darah wanita jahat itu.

"Apa yang baru saja aku lakukan! Apakah aku membunuhnya" ucap Jane dalam hati disertai tangisan penyesalan karena telah membunuh manusia.

Jane yang terlihat kacau itupun duduk dan menengangkan pikirannya. Jelang beberapa menit setelah itu, iapun kembali bangkit lalu mengambil sebuah tong kosong yang ada di gudang itu untuk dibawa ke pada chef Arga.

Jane yang sedang membawa tong itupun seketika langkahnya harus terhenti karena kembali melihat pintu berwarna silver itu. Dan tanpa berpikir panjang lagi. Jane pun, mendekati pintu tersebut sembari melihat lihat sekeliling nya. Apakah para pelayan itu ada di sekitar tempat tersebut atau tidak.

Namun karena memang pada saat itu para pelayan sedang sibuk membantu chef Arga. Sehingga, Jane yang tidak melihat siapa pun mengambil kesempatan itu untuk membuka pintu berwarna silver tersebut. Dan ketika ia ingin membuka pintu itu...

"Astaga, ini dikunci" ucap Jane karena pintunya terkunci.

Tapi Jane kembali teringat jika sebelum pergi mengambil tong itu, ia sempat diberikan sebuah kunci untuk membuka gedung. Dan yang diberikan kepadanya bukan hanya satu kunci saja melainkan ada beberapa kunci di satu gantungan nya. Jane dengan sigap meraba tas bawahannya dan meraba isi di dalam tas tersebut sehingga iapun mengambil kunci yang tadi diberikan kepadanya.

"Tickkkk" pintu pun terbuka.

Jane pun dengan cepat masuk kedalam nya. Dan di dalam ruangan tersebut, terlihat beberapa foto lama chef itu dengan beberapa prestasi nya tergantung di setiap dinding ruangan tersebut.

Jane yang sedang melihat lihat itupun dengan cepat berlari ketika melihat sebuah alat pengirim sinyal darurat dan kemudian menggunakan nya untuk memberitahukan jika mereka dalam bahaya dan segera membutuhkan pertolongan.

"Jane kok lama banget ya dah?" Tanya Liya.

"Iya ni udah setengah jam semenjak dipanggil sama chef pisikopat itu. Tapi sampai sekarang belum datang juga dia" sahut Alda.

"Ini pasti ada apa apa deh antara Jane dan chef itu" ucap Liya lagi yang mencurigai

"Maksud lohh Liya?" Ujar Alda ketika mendengar Liya berkata seperti itu dan lanjutnya:

"Apa jangan jangan? Alda di apa apakan lagi sama chef pisikopat itu" ujar nya.

"Ihh apaan si dah, bukan itu maksud gua" sahut Liya.

"Terus? Apaan dong" sahut Alda.

"Udah ahh, lama lama enek gua bicara sama lohh" sahut Liya yang jengkel dengan sahabatnya itu.

"Tunggggg" suara tong sampah yang di buang oleh Jane tepat depan chef Arga.

"Hahaha, kau sudah kembali rupanya" ujar sang chef

"Tugasku sudah selesai, apalagi yang harus aku lakukan untukmu" ujar Alda menanyakan.

Alda yang terlihat begitu marah tak belum bisa berbuat apa apa secara langsung kepada chef Arga. Namun, Alda sangat berharap jika sinyal darurat yang ia kirim akan segera menolongnya dan orang orang yang berada di resto itu.

"Untuk saat ini kau hanya perlu duduk di meja mu bersama yang lain" ujar chef Arga.

Jane pun segera meninggalkan chef Arga dan pergi ketempat duduk nya semula bersama Liya dan Alda. Namun, saat Liya datang wajah Liya begitu sinis melihat Jane apalagi pada saat Jane datang terdapat percikan darah yang menodai baju yang ia kenakan. Sehingga, kecurigaan Liya pun semakin bertambah kepada Jane.

"Jane, lebih baik lohh jujur deh sama kita" ucap Liya dengan tatapan sinis.

"Jujur? Maksudnya apa ya?" Tanya Liya yang bingung dengan pertanyaan sahabatnya itu.

"Hehh, lohh masih nanya segala lagi. Gua udah tau semuanya" ujar Liya kembali.

"Tau apa Liya, maksud lohh apa coba, gua benar benar gak ngerti dengan apa yang eluh omongin" sahut Alda penuh tanda tanya.

"Gak usah sok gak ngerti deh. Lohh udah rencanakan semua ini kan. Lohh sengaja bawa kita kesini untuk lohh jadiin tumbal!!" ucap Liya dengan tegas.

"Jadi, lohh emang sengaja bawa gua sama Liya kesini ya Jane untuk mati!" Sahut Alda sambil menangis:

"Gua gak nyangka lohh Setega itu Jane. Pedahal, kita udah bersahabat udah lama, tapi kok lohh Setega itu ke gua" lanjutnya.

"Guyss, kok lohh nuduh gua gitu si. Sumpah gua gak ada keterlibatan nya sama semua ini!" Ujar Jane yang kaget dengan para sahabatnya karena mencurigainya.

"Ehhh Jane. Gak usah ngelak deh" sahut Liya.

"Alda, Liya, sumpah. Gua gak ada keterlibatan nya. Please percaya sama gua" sahut Jane kembali.

"Lohh masih ngelak lagi. Terus itu percikan noda merah di baju lohh apa!! Cat tembok? Haaa." Ujar Liya dengan sinisnya.

"Ini gua bisa jelasin Liya, sumpah ini itu gak sama dengan apa yang kalian pikirkan tentang gua" sahut Alda lagi yang terus membela diri.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!