Episode 10 "Kartu Misterius"

Chef yang sudah mulai memasak untuk hidangan ketiga itupun seperti biasa memberitahukan kepada semua pelanggan mereka jika hidangan akan disajikan dalam 15 menit kedepan. Dan Jane pun yang pada saat itu berkata:

"Guyss, gua ke kamar kecil dulu ya" ujar nya. Liya dan Alda pun menganggukkan kepala mereka.

"Sumpah, gua takut banget tadi pas pecahin gelas itu" ucap Alda lapornya kepada Liya.

"Lu juga si gak hati hati" sahut Liya.

"Ya gua kan gak sengaja" ujar Alda kembali membela diri.

"Hmmm, ya udah. Lagian chef nya juga gak permasalahin kok" ucap Liya dan Alda pun menyahuti dengan singkat:

"Iya semoga ajah deh"

Jane yang sedang berjalan menuju kamar mandi itupun tiba tiba melihat sebuah pintu baja dengan warna silver. Karena penasaran Jane pun mencoba mendekati pintu itu. Namun, ketika ingin mencoba membuka pintu tesebut. Tiba tiba seorang wanita menegurnya:

"Mbak Jane, anda mau kemana?" Tegur wanita itu dari belakang sehingga membuat Jane kaget.

Jane pun membalikkan pandangannya ke arah belakang, dan ternyata yang menegurnya adalah pelayan wanita yang selalu memperhatikan mereka ketika menyantap hidangan.

"Ma... Ma... Mau ke kamar kecil" ucap Jane sedikit gugup

"Maaf mbak toilet nya ada disebelah sini, mari saya antar" ucapnya lalu memandu Jane menuju kamar mandi.

Jane yang sudah berada di kamar kecil itupun perlahan meletakkan Sling beg nya lalu membuka kran air di Westfel yang ada di toilet itu. Tapi tiba tiba Jane kembali di kagetkan oleh sebuah tangan yang menempel kan di bahunya dan dengan reflek ia membalikkan badan yang ternyata orang itu adalah chef Arga.

"A...a...ada a... Apa chef?" Tanya Jane dengan suara gugup.

Namun chef Arga hanya diam dan dan tidak berkata apapun kepada Jane. Melainkan, hanya menatap mata Jane dengan tajam lalu pergi meninggalkan nya dan terlihat begitu marah kepada Jane.

Melihat chef Arga yang begitu aneh membuat Jane begitu ketakutan sehingga membuat detak jantungnya berdetak cepat serta nafas yang tak terkontrol seperti habis dikejar hantu.

"Hidangan ketiga siap diantarkan dalam waktu 5 menit kedepan." Ujar pelayan wanita restoran itu memberitahukan kepada para tamu nya.

"Lihat saja nanti, kegilaan apalagi yang mau dia perlihatkan untuk kita semua" ucap pria yang meminta sepotong roti tadi berbincang dengan teman temannya.

"Hihihi" tawa teman teman pria itu.

Jane yang baru saja kembali dari kamar kecil itupun kembali menduduki kursi nya dan Liya pun seketika menegurnya:

"Kok lohh pucat si Jane?"

"Loh sakit ya Jane?" Ujar Alda reflek menyahut sambil menempelkan tangannya ke jidat Jane ketika mendengar dan melihat wajah Jane yang pucat itu.

"Ahhh, gak kok" sahut Jane menutupi tentang kejadian tadi.

"Serius Jane lohh gak apa,? tapi itu pucat lohh wajahnya" sahut Liya lagi.

"Iya Jane, jujur ajah jangan buat Alda khawatir dong!" Ujar Alda sehingga membuat Jane mendehem dan berkata:

"Hmmm, apaan si. Jangan lebay deh Alda" sahut Jane.

Terdengar pelayan pun berdatangan menghampiri setiap meja makan para tamu dan perlahan meletakkan hidangan ketiga itu ke meja masing masing orang serta sebuah kertas catatan yang berikat kan pita berwarna merah.

Hidangan itupun berhasil membuat orang orang seketika kembali tersenyum pada saat melihatnya, karena bentuknya yang begitu unik serta terdapat sebuah batu sebesar wadah makanan itu yang ditutupi oleh rumput laut dan ganggang. Dan di bagian puncak batu terdapat kerang mentah yang menjadi hiasan.

"Wahhh ini cantik sekali" ucap salah satu tamu yang merupakan sepasang suami istri.

"Hmmm, lumayan" ucap tamu yang lainnya dan beberapa tamu yang lain juga memuji bentuk unik dari makanan itu.

"Guyss kalian percaya gak, sepertinya jauh jauh hari mereka sudah menkonsepkan ini semua untuk kita" ucap Alda.

"Hehh, konsep apaan kayak gini" sahut Jane yang sudah mulai terlihat risih dengan apa yang terjadi di restoran itu.

Satu persatu orang orang pun mulai membuka kertas catatan tersebut. Terlihat ada beberapa orang ternyum senyum ketika membuka kertas itu dan ada juga yang sepertinya tidak terima dan terlihat kesal/marah ketika membukanya.

Namun pada saat orang orang disibukkan untuk membuka kertas tersebut, hanya Jane yang tidak mengambil kertas itu untuk dibuka. Melainkan, dia hanya membiarkannya sehingga membuat mata sang chef kembali tertuju dan menatapnya dengan tajam.

"Wahh coba lihat kertasnya, dia menggambar wajah gua di kertas ini" ucap Alda yang terlihat bahagia ketika membuka kertas itu dan menemukan wajahnya terlukis didalam kertas tersebut.

"Jane, isi kertas lohh isinya apa, kok lohh gak buka si?" Tanya Liya

"Iya Jane, kok gak dibuka, entar chef nya marah loh" sahut Alda menegur Jane.

"Udah biarin ajah, gua gak tertarik" jawab Jane singkat

"Ihhh Jane kok kayak gak mood gitu si?" Ujar Alda kembali.

"Gua bilang gak apa apa ya gak apa apa" sahut Jane sinis.

Liya dan Alda yang melihat Jane seketika terdiam dan kebingungan dengan sikap temannya yang begitu judes.

"Kertas apa ini" ucap sepasang suami istri itu.

"Coba kita buka" sahut suaminya.

"Wahhh lihat sayang, ini wajahku" ucap istrinya sambil tersenyum melihat wajahnya yang juga terlukis di dalam kertas itu dengan mimik wajah bahagia sambil tersenyum.

"Coba lihat punyamu" ucapnya lagi, dan menarik kertas suaminya.

"Siapa ini, kenapa ada wajah perempuan lain yang terlukis di kertasmu" tanya sang isteri.

Terlihat sang suami seperti gugup ketika istrinya menanyakan hal itu. iapun dengan cepat mengatakan:

"Aku juga tidak tahu ini wajah siapa, sepertinya dia salah memberiku kertas" ucapnya.

Dan tiba tiba terdengar suara seorang pria yang kesal dan berteriak memanggil pelayan wanita itu:

"Apa apaan ini, pelayan tolong kesini!!" Tegasnya.

Lagi dan lagi, ternyata pria yang berteriak itu adalah pria yang meminta sepotong roti pada saat hidangan kedua. Ia terlihat kesal dan marah ketika membuka kertas yang terikat pita merah itu. Pelayan wanita yang sudah berada di meja mereka itupun berkata:

"Ada yang bisa dibantu pak?" Pria itupun berdiri lalu berkata:

"Lihat ini! Apa apaan kertas ini" ujar nya dengan nada yang sedikit kasar.

"Iya, apa apaan kau memberi kamu kertas catatan seperti ini? Apa kau sedang bermain main dengan kami?" Ujar salah satu teman pria tersebut.

Wanita itu terlihat tidak merasa takut sedikitpun dan berkata:

"Mohon maaf, apakah ada yang salah? Saya rasa chef saya tidak akan salah dalam menyajikan hidangan hidangan nya untuk anda"

"Bukan hidangannya yang kami permasalahkan, tapi coba lihat kertas ini, dari mana kalian mendapatkan semua ini!!" Tanyanya lagi yang masih dengan nada keras dan kasar.

Pelayan wanita itupun kembali tersenyum, kemudian mendekat wajahnya dengan mereka yang ada di meja itu dan berkata:

"Seperti yang anda lihat, kertas ini mencatat semua keburukan kalian yang telah menggelapkan menipu, penggelapan uang, dan memalsukan dokumen dokumen demi mensejahterakan kehidupan keluarga kalian" ujar pelayan wanita itu lalu pergi meninggalkan mereka tanpa ragu.

"Tempat ini betul betul tidak beres, aku mau pergi" ujar pria itu dan perlahan melangkahkan kakinya untuk keluar dari tempat tersebut.

Namun pada saat ia berjalan, tiba tiba ada seorang pelayan berbadan besar menghadangnya untuk pergi dan berkata:

"Anda tidak bisa meninggalkan tempat ini"

*Bersambung*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!