Episode 15 "Usaha Yang Sia-Sia"

Liya pun terus mendesak Jane untuk mengaku jika Jane memang sengaja membawa mereka kesini untuk dijadikan tumbal sang chef. Namun, Jane yang terus dipaksa untuk mengaku itupun juga terus membela dirinya. Karena, memang bukan dia dalang di balik semua ini.

"Apa, lohh masih mau mengelak. Jelas jelas noda merah itu percikan darah Jane." Ujar Liya.

"Jane gua mohon. Lepasin gua, gua belum mau mati Jane, please" sahut Alda yang semakin takut.

"Guyss. Percaya sama gua guyss please" ucap Jane memohon agar sahabat sahabatnya itu percaya dengannya.

Percakapan antara Jane, Alda dan Liya itupun harus terhenti ketika para pelayan berdatangan membawakan mereka hidangan yang sudah selesai dimasak oleh chef Arga.

"Arghhh. Ini dia hidangan kita yang ke lima, dan hidangan ini adalah hidangan yang akan membuat kalian menyaksikan sesuatu yang menarik nantinya." Ujar chef Arga kemudian lanjutnya:

"Ok. Silahkan dinikmati hidangan nya. Hahahaha"

Orang orang pun merasa takut. Para tamu, sebetulnya tidak ingin memakan masakan chef Arga itu. Namun, mereka juga takut jika makanan itu tidak mereka makan, nanti akan membuat nyawa mereka terancam. Sehingga, para tamu dengan terpaksa harus menyantapi hidangan tersebut.

"Apa yang harus kita lakukan. Apakah kita harus memakan ini?" Ucap pria yang meminta sepotong roti itu dengan temannya. Dan, temannya pun menjawab:

"Lebih baik kita memakannya saja kalau tidak ingin nyawa kita terancam"

"Taa... Tapi. Bagaimana jika ada racun yang diletakkan pada makanan ini!" Sahut si pria sepotong roti itu.

"Ahh aku tidak perduli. Aku akan memakannya untuk keselamatan nyawaku" sahut sahabatnya sembari memasukkan hidangan itu ke dalam mulutnya.

Disaat orang orang yang sedang menikmati hidangan itu walaupun terpaksa. Tiba tiba suara klakson kapal yang begitu keras terdengar dari luar, dan sepertinya itu di area pelabuhan.

Tentu saja, mendengar suara itu membuat chef Arga panik setengah mati lalu mendekati Jane dan berkata:

"Sialan! Apa yang sudah kau lakukan, apa kau membuka pintu silver itu!!" Ucap chef Arga dengan tatapan penuh kemarahan yang diberikan kepada Jane.

Jane hanya membalas dengan senyuman dan tatapan tajam tanpa menanggapi sedikit pun perkataan chef Arga. Dan dengan segera chef Arga pun memerintahkan seluruh pelayan nya untuk mengecek sekeliling dan membersikan noda noda darah maupun sesuatu yang bisa membuat mereka celaka karena kedatangan petugas kepolisian itu.

"Selamat malam" ucap petugas kepolisian itu ketika sudah sampai dihadapan orang orang.

Jane merasa lega ketika melihat petugas itu datang. Dan merasa jika usahanya tadi tidaklah sia sia ketika mengirimkan sinyal darurat, dan petugas itu betul betul datang untuk menyelamatkannya bersama dengan para tamu lainnya.

"Malam pak" ucap chef Arga sembari mendekati petugas itu.

"Maaf chef sudah mengganggu. Tapi, tadi saya menerima sebuah sinyal darurat dari seseorang yang ada di tempat ini." Ujar petugas itu dan melihat satu persatu wajah dari para tamu. Namun, para tamu hanya berdiam diri saja karena takut dengan chef Arga.

Melihat para tamu tidak ada yang berbicara membuat petugas itupun terlihat bingung.

"Ehh maaf chef Apakah ada masalah di tempat ini?" Tanyanya kepada chef Arga.

"Seperti yang anda lihat, tidak ada masalah dengan tempat ini. Para tamu sedang menikmati hidangan yang kami sajikan kepada mereka" jawab chef Arga. Sehingga, membuat petugas itu menggaruk kepalanya karena bingung dengan sinyal darurat yang ia terima.

"Baiklah chef kalau begitu. Maaf sudah menganggu waktunya. Dan maaf sudah mengganggu makan malam kalian" ucap petugas itu meminta maaf kepada chef Arga dan para tamu yang ada di restoran itu.

"Tidak apa apa pak. Apa yang anda lakukan ini wajar wajar saja. Karena, anda sebagai petugas kepolisian harus siap siaga untuk melindungi orang orang" sahut chef Arga.

"Ok chef. Kalau begitu, saya pamit dulu" ucap petugas itu berpamitan kepada chef Arga dan para tamu.

Namun, ketika petugas kepolisian itu sedang melangkahkan kakinya untuk keluar dari restoran itu tiba tiba iapun berhenti ketika melihat seorang pria yang berada di sebelah kanan nya dan berkata:

"Heyy, saya mengenali anda" ucap petugas itu sembari melangkahkan kaki mendekati pria yang ia kenali itu.

"Ehh iya pak, saya memang cukup terkenal" ucap si pria itu.

"Anda ini selebriti. Dan saya sungguh menyukai film film anda" ucap si petugas.

"Terima kasih pak atas sanjungannya" ucap selebriti itu.

"Apakah aku boleh meminta tanda tanganmu." Ujar sang petugas.

"Tentu pak boleh" sahutnya.

"Tunggu, tunggu. Sepertinya aku membawa kertas dan pulpen" ujar sang petugas sembari meraba kantong celananya untuk mengambil kertas dan pulpen

Sang petugas itupun segera memberikan kertas dan pulpen tersebut kepada selebriti itu. Dan pada saat ingin menuliskan tanda tangannya. Si pria selebriti terlihat melihat lihat sekelilingnya seperti sedang berjaga jahat:

"Ini pak" ucap pria selebriti itu sembari memberikan kertas yang sudah sudah ia tanda tangani dengan terlipat.

"Terima kasih, aku sungguh senang kamu begitu baik dan tidak sombong" ucap petugas itu menyanjung. Pria selebriti itupun membalas dengan senyuman dan berkata:

"Sama sama pak"

Sang petugas pun kembali berpamitan kepada semua orang. Dan pada saat melangkahkan kakinya untuk keluar dari restoran itu ia sementara membuka kertas tanda tangan yang di lipat oleh pria selebriti itu. Sehingga, lagi dan lagi ia harus memberhentikan langkahnya ketika mendapatkan sebuah tulisan.

"TOLONG KAMI" dalam isi kertas tersebut yang di tulis oleh si pria selebriti.

Sang petugas polisipun berdiam sebentar lalu dengan cepat membalikkan badannya dengan menggenggam sebuah pistol yang di arahkan tepat kepada chef Arga.

"Semuanya angkat tangan!!" Teriaknya memerintahkan orang orang yang ada di dalam restoran untuk mengangkat tangan.

Orang orang pun reflek mematuhi perintah sang petugas itu dengan mengangkat tangan mereka semua tanpa terkecuali. Begitupun dengan chef Arga dan para pelayan nya. Mereka semua mengangkat tangan mereka seperti yang diperintahkan oleh si petugas kepolisian itu.

"Mampus kau!!" Teriak si pria sepotong roti kepada chef Arga.

"Yeyyy. Kita selamat, kita selamat" ucap orang orang yang terdengar senang karena petugas kepolisian itu menyadari jika mereka dalam bahaya.

"DIAM!!! Jangan ada yang bergerak, dan jangan ada yang ribut!" Teriak petugas itu dengan lantang.

Orang orang pun terdiam ketika mendengar teriakan sang petugas tersebut. Dan pelan pelan petugas itu maju kedepan, sehingga tepat berada di meja Jane, Alda, dan Liya iya memberhentikan langkahnya lalu menatap sebuah lilin yang menyala tepat berada di atas meja Jane, Liya, dan Alda.

*Bersambung*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!