Episode 9 "Hidangan Terus Berlanjut"

"Hidangan kedua siap disajikan dalam 5 menit kedepan"

Ujar pelayan wanita kepada para tamu restoran mereka, chef Arga yang sudah selesai itupun dengan cepat menyuruh para Co-Chef untuk Platting makanan yang sudah siap saji tersebut.

"Kira kira makanan apalagi yang akan mereka sajikan untuk kita?" Ucap salah satu pelanggan yang terlihat sudah tidak sabar untuk mencicipi hidangan kedua dari Chef Arga.

"Makanan siap diantarkan chef" ujar Co-Chef.

Dengan segera mungkin para pelayan pun berdatangan ke masing masing meja para tamu mereka untuk mengantarkan hidangan kedua tersebut, sembari pelayan meletakkan hidangan kedua, Chef Arga pun sembari menjelaskan makanan tersebut.

"Perkenalkan hidangan kedua ini bisa dikatakan sebagai makanan yang kita temui sehari hari yaitu roti isi" ujar chef Arga.

"Udah gila ya chef itu, katanya roti isi. Tapi kok gak ada rotinya?" Bisik Jane kepada temannya dengan protes terhadap makanan tersebut.

"Tapi ini keren loh Jane, liat tu bentuknya imut banget" sahut Alda membantah protes Jane tadi.

"Hmmm" Jane pun mendehem

"bread Without Bread, itu adalah nama makan ini. Yang disajikan dengan minyak gurih dan beberapa tetesan emulsi dan kami hidangkan diatas piring putih" ujar chef Arga.

"Silahkan dinikmati, karena semua ini untuk kalian. Arrggghh" lanjutnya

"Uhhh yummy" ujar Alda sembari menyendoki makanan tersebut.

"Lohh serius mau makan ini dah?" Ucap Jane.

Tanpa menjawab pertanyaan Jane, Alda pun dengan sigap mencicipi hidangan itu dan berkata:

"Ini enak loh dah, kok kamu liatin doang" ujarnya.

"Iya enak kok Jane, coba deh cicipi" sahut Liya yang juga menyukai makanan tersebut.

Jane hanya diam melihat temannya yang sangat lahap memakan hidangan kedua tersebut.

"Apa apaan ini, kita hanya di kasi isian roti" tegur salah satu seorang pria yang melapor kepada teman nya yang berada satu meja dengannya Kemudian lanjutnya:

"Apakah ini pantas disebut roti? Jika hanya isian saja yang mereka kasi untuk kita!!" Kemudian temannya pun menjawab:

"Iya betul" pria yang protes itupun tak terima kemudian dengan sigap memanggil salah satu pelayan wanita yang berdiri dibelakang.

"Pelayan!!" Ujar pria itu

Pelayan wanita itupun mendengar panggilan pria tersebut dan dengan sigap mendatangi pria tersebut dan bertanya:

"Ada apa pak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan itu

"Bisa saya meminta sepotong roti" ujar pria itu

"Tidak bisa pak" jawab pelayan wanita itu sembari tersenyum, dan pria tersebut kembali mengulangi perkataan nya dengan nada sedikit tegas:

"Tolong bawakan aku sepotong roti sekarang juga!!"

"Maaf pak tidak bisa!" Jawab pelayan wanita itu lagi

Terlihat pria itupun gelisah dengan kelakuan pelayan tersebut kepadanya dan berkata:

"Apakah kau tidak mengenali ku!!" Mendengar perkataan pria itu, pelayan tersebut hanya membalas dengan senyuman.

Melihat pelayan wanita yang tidak ingin membawakan nya sepotong roti itupun membuat sang pria semakin marah dan mengancam:

"Heyy aku tanya apakah kau tidak mengenali ku?!"

Pelayan wanita itupun masih terlihat tersenyum lalu mendekati pria tersebut dengan membungkukkan diri dari belakang serta mendekatkan mulutnya tepat dekat telinga pria itu dan berkata:

"Tentu saja aku mengenali anda pak. Dan saya rasa orang orang disini juga mengenali anda" ucapnya

"Ok kalau begitu bawakan saya sepotong roti sekarang juga, dan saya janji tidak akan melaporkan kejadian ini kepada atasan anda" ucap pria itu. Wanita itu hanya tersenyum tipis dan kembali mengatakan:

"Maaf pak, tetapi saya tidak bisa karena itu tidak ada dalam konsep kami hari ini"

Wanita itupun kembali meluruskan poster tubuh nya lalu pergi meninggalkan pria itu tanpa mengikuti perintahnya. Dan terlihat pria itu terlihat geram dan berkata:

"SIALAN! Tunggu saja nanti apa yang akan aku lakukan padanya" ujarnya.

Jane yang hanya memperhatikan teman nya menikmati makanan tersebut hanya berdiam diri tanpa menyentuh makanan itu sama sekali. Dan Alda pun yang sudah menghabisi makanan itu pun berkata:

"Jane, kenapa cuman diliatin ajah?"

"Hmmm gak apa apa, aku udah kenyang" kata Jane yang terlihat tidak berselera memakan makanan yang hanya isian roti saja tanpa roti itu.

"Serius gak mau Jane?" Tanya Alda lagi kemudian melanjutkan:

"Kalau gitu buat aku ya" Alda pun dengan cepat mengambil makanan itu sebelum di izinkan oleh Jane.

Namun pada saat Alda mengangkatnya tiba tiba tanpa sengaja ia menyenggol sebuah gelas yang berisikan air kemudian jatuh dan pecah sehingga memalingkan wajah semua orang untuk terfokus ke arahnya.

"Astaga Jane, kamu teledor banget si" ujar Liya

"Maaf maaf, aku gak sengaja" sahut Alda yang panik.

"Guys, gua benar benar gak sengaja" ujar Alda lagi dan melanjutkan:

"Aduhh gimana dong, gua takut ni nanti chef itu marah"

Gelas pecah yang terdengar dari telinga chef Arga itupun dengan reflek berjalan secara perlahan untuk menghampiri meja Alda, Liya dan Jane.

"Kayaknya chef itu benar benar marah deh dah!" Ucap Liya sehingga membuat Alda pun semakin panik.

"Ya. Gimana dong, sumpah, gua benar benar gak sengaja" ujar Alda.

"Udah jangan panik, nanti jelasin ajah kalau kamu gak sengaja mecahin gelas itu" sahut Jane ketika melihat Liya sepanik itu.

Chef Arga yang sudah berada didepan mereka itupun seketika membuat matanya terfokus kepada piring Jane yang berisikan hidangan yang sudah ia siapkan karena belum tersentuh sama sekali.

"Kenapa hidangan ini masih belum tersentuh sama sekali?" Tanya chef Arga dengan wajah serius.

Jane, Liya dan Alda pun hanya berdiam diri dan tak menjawab pertanyaan chef Arga itu sehingga chef Arga pun mendekat kan mulutnya di telinga Jane dan berbisik:

"Makanannya kenapa hanya dilihat saja, apakah ada yang salah?"

"Tidak apa apa" jawab Alda singkat.

"Aku serius bertanya! Kenapa kau tidak memakan makanan yang sudah aku buat ini" tanya chef Arga kembali.

"Aku sudah kenyang" tegas Jane menjawab

"Tidak mungkin, karena semua makanan yang disajikan kepada kalian itu tidak akan membuat kalian merasa kenyang dan sebaliknya" ujar chef Arga lagi.

Jane hanya berdiam diri serta memalingkan wajahnya seperti tidak menyukai chef itu. Melihat Alda yang tidak menghiraukan dia, chef Arga pun kembali ke tempatnya meninggalkan mereka dengan wajah menahan marah.

Hidangan kedua pun sudah selesai, dan kini saat nya mereka mempersiapkan hidangan ke 3 untuk semua tamu itu. Seperti biasa chef Arga yang ketika ingin mempersiapkan hidangan itupun berteriak:

"Persiapkan hidangan ke 3 untuk tamu kita"

"Siap laksanakan chef" ujar para Co-Chef dan dengan sigap mempersiapkan bahan-bahan untuk makanan yang akan mereka masak.

*Bersambung*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!