"Chef, waktunya sudah habis" ucap pelayan wanita itu memberitahukan kepada chef Arga jika kesempatan untuk semua pria dalam meninggalkan tempat tersebut pun sudah habis, dan chef Arga dengan segera memerintahkan kepada para pelayan pria untuk mengejar semua pria yang mencoba melarikan diri dari tempat tersebut.
"Tangkap mereka semua!!" Teriaknya dengan keras.
Para pelayan pria pun dengan cepat mengikuti perintah dari chef Arga itu untuk mengejar semua pria yang kabur tadi.
Si pria tua terus berlari dengan membawa tangannya yang sakit itu. Tapi apalah daya seorang pria tua yang sudah tidak terlalu kuat dalam berlari dan tidak memiliki kekuatan seperti anak muda pada umumnya itupun dengan mudah ditangkap.
"Lepaskan aku, lepaskan" ucapnya sambil memberontak seperti anak kecil.
"Heyy, kau jangan berlari disamping ku sama pergi" ucap salah satu pria yang sedang berlari tetapi ada juga pria yang ikut berlari bersamanya.
Melihat orang itu tak mau mendengarkan nya dan dia tetap saja ikut berlari disamping, iapun dengan sengaja mendorong pria itu hingga terjatuh.
"Enyah kau dari sini" ucapnya sambil mendorongku.
"Ahhhh" teriak pria yang dorong itu.
Pelayan yang mengejar itupun mendengar suara teriakan pria yang disorong tadi, dan dengan cepat berlari menuju ke sumber suara tersebut. Dan si pria yang melihat di belakang sudah sang pelayan yang siap menangkapnya, iapun berusaha bangkit dan berlari lagi. Tapi sayangnya, ketika baru saja berdiri dan berlari, tiba tiba kaki pria itu tersandung oleh sebuah batu sehingga membuatnya jatuh kembali, dan membuat sang pelayan pun menangkapnya dengan mudah.
Waktupun sekitar kurang lebih 30 menit setelah chef Arga memerintahkan para pelayan untuk mengejar semua pria yang mencoba kabur. Dan tak lama setelah itu para pelayan pun datang dengan membawa semua pria yang coba berlari tadi, tanpa membiarkan satu orang pun yang lolos dari pulau itu.
Semua pria itu dengan penuh kekecewaan dan keputus-asaan itupun kembali duduk ke meja mereka masing masing.
"Bagaimana aksi kejar kejaran, apakah seru?" Tanya chef Arga kepada semua tamu laki laki itu.
Semua laki laki itupun terdiam tanpa menjawab pertanyaan chef Arga itu dengan wajah lesu dan keputus-asaan.
"Hahahahah" tawa chef Arga melihat semua pria laki laki itu kemudian kembali ke dapur untuk mempersiapkan hidangan selanjutnya.
Jane yang terlihat risih itupun menengok kiri dan kanan, tapi tiba tiba ia teringat dengan Ferdy. Dia melihat sekelilingnya namun tidak juga menemukan Ferdy disitu lantas iapun bertanya tanya.
"Ferdy kok gak ada ya" tanya Jane dalam hati.
"Guyss, kalian lihat Ferdy gak?" Tanya Jane kepada Liya dan Alda.
"Haaa?" Suara Alda yang bingung dengan perkataan Jane.
"Iya juga ya" sahut Liya.
"Kan Ferdy emang gak ada dari awal kita masuk ke resto ini" ucap Alda singkat.
"Jadi lohh udah tau dah, kalau Ferdy itu gak ada daritadi?" Tanya Jane dengan sigap.
"Yaa taulah, gua itu perhatiin lohh orang orang yang ada disini, dan emang Ferdy itu emang gak ada dari awal" jawab Alda.
"Ihhh, kok lohh gak bilang si dari awal dah!!" Ucap Jane yang kesal dengan Alda.
"Ya gua mana tau, gua pikir lu semua pada tau kalau Ferdy gak ada" sahut Alda dengan polosnya.
"Ihhh Alda" sahut Jane.
Jane pun kembali bertanya tanya dalam hati dan semakin dibuat bingung dengan apa yang terjadi dengan Ferdy
"Ada apa ini? Sebenarnya apa yang terjadi dengan Ferdy? Kenapa dia tidak ada di tempat ini?" Tanyanya dalam hati.
"Panggilkan aku wanita itu" ucap chef Arga menyuruh salah satu pelayanan untuk memanggil.
"Baik chef" sahut pelayan nya kemudia pelayan itupun menghampiri Jane untuk menjemputnya.
"Nona Jane, anda dipanggil oleh chef Arga" ujar pelayan itu ketika menghampiri Jane yang sedang duduk termenung.
Dengan segera Jane pun berdiri dari tempat duduknya dan pergi untuk menghampiri chef Arga.
"Alda, liat deh si Jane" ucap Liya kemudian melanjutkan:
"Dia itu sering temui chef itu, jangan jangan dia juga terlibat dengan semua kejadian di tempat ini" ucapnya penuh curiga dengan sahabatnya itu.
"Ihhh apaan si Liya, jadi maksudnya kamu curiga sama Jane?" Sahut Alda dan mempertanyakan terkait kecurigaan Liya kepada Jane.
"Hmmm, ya gak gitu. Tapi, aneh aja, ini udah berapa kali loh dia temui chef itu. Coba deh kamu pikir pikir. Tadi kan Jane sebelumnya pernah bilang kalau kita semua bakalan mati, dan itu dia katakan setelah temui chef itu" ujar Liya panjang lebar.
"Hmmmm" Alda mendehem kemudian melanjutkan:
"Iya juga si, tapi masa Jane Setega itu si?" Tanya nya
"Ya mana tau kan, hati manusia mah gak ada yang tau" sahut Liya.
Alda pun terlihat berpikir keras mengenai apa yang sudah dikatakan oleh sahabatnya itu. Yaitu, Liya.
"Ada apa chef?" Tanya Jane yang sudah berada di hadapan chef Arga.
"Aku membutuhkan tempat sampah disini, dan sepertinya Winda lupa mengambil nya. Pedahal, tadi aku sudah kasi kunci gudang kepadanya" ujar chef Arga.
Dan terlihat pelayan wanita itu menunduk seperti telah melakukan kesalahan dan kemudian menyahuti:
"Maaf chef, aku benar benar lupa tadi" ucapnya. Yang ternyata Winda itu adalah si pelayan wanita itu.
"Sudah! Lebih baik kau kasi saja kunci gudang itu kepada Jane. Biar dia saja yang mengambil tong sampah itu" sahut chef Arga.
"Ta.. tapi chef" ucap Winda si pelayan wanita itu kemudian dipotong oleh chef Arga.
"Kau tidak mendengarkan ku Winda? Aku bilang serahkan kepada Jane kunci itu" ucap chef Arga dengan tegas dan membuat winta si pelayan wanita itu menunduk sembari meminta maaf.
"Maaf chef" ujar Winda si pelayan wanita itu kemudian menyerahkan kunci gudang kepada Jane.
"Kerjakan apa yang aku perintahkan, dan jangan sesekali lakukan hal lain selain apa yang telah aku perintahkan kepadamu, mengerti?" Ucap chef Arga kepada Jane.
"Iya chef" sahut Jane sembari menelan liur.
Jane pun dengan cepat dan sigap mengambil kunci itu lalu keluar ke restoran restoran tersebut untuk mengambil mengambil tong sampah seperti apa yang sudah diperintahkan oleh chef Arga.
*Bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments