Pada saat petugas kepolisian itu berada tepat di meja Jane, Liya dan Alda dan melihat sebuah lilin di atas meja mereka itupun membuat si petugas mengarahkan pistolnya ke lilin yang sedang menyala itu lalu menembakinya.
"Surprise" ucap petugas itu lalu tertawa dengan keras sembari berjalan ke arah chef Arga dan melepaskan seragam polisi yang ia kenakan. Seketika, chef Arga pun tertawa dan menepukkan tangannya:
"Pukk pukk pukk" kemudian melanjutkan tawanya dan berkata:
"Hahahahaaa, bagaimana. Apakah kalian suka dengan skenario berusan?" Tanya chef Arga.
Terlihat, orang orang pun merasa putus asa dan sangat sangat kecewa, harapan mereka agar bisa keluar dari pulau tersebut pun berakhir sia sia. Setelah, mengetahui jika petugas itu ternyata adalah anak buah dari chef Arga.
Dan chef Arga yang merasa sangat puas dengan semua itupun perlahan berjalan ke arah meja Jane dan berkata kepada Jane:
"Kau pikir aku aku tidak tahu dengan apa yang sudah kau rencanakan" ucapnya sembari menatap tajam kepada Jane.
Sungguh Jane merasa putus asa saat itu, ia tidak tahu harus berbuat apalagi untuk bisa menyelamatkan dirinya bersama dengan para tamu lainnya agar bisa meninggalkan pulau dan restoran tersebut.
Setelah menyinggung usaha Jane yang tidak berhasil itu. Chef Arga pun kembali ketempat nya semula dan berkata:
"Sebentar lagi kita akan memasuki ******* dari skenario ini, dan perlu saya sampaikan. Jika, malam ini dan di tempat ini semua orang tidak akan ada yang selamat. Kita semua akan mati termasuk saya sendiri dan para pelayan saya" ucap chef Arga memberitahukan kepada seluruh tamu dan melanjutkan dengan tertawa jahatnya itu:
"Hahahahaaaa"
"Jane, gua minta maaf ya Jane karena udah nuduh lohh yang enggak enggak" tutur Liya meminta maaf karena kesalahpahaman nya tentang Jane.
Jand yang betul betul merasa putus asa itu hanya berdiam tanpa menjawab ucapan permintaan maaf dari Liya.
"Iya Jane, gua juga minta maaf, gua pikir lohh yang punya rencana ini" Sabtu Alda melanjutkan.
"Jane, maafin gua Jane please" ucap Liya kembali. Kemudian, Jane pun membalas:
"Udahlah, gua ngerti kok perasaan kalian. Lagian gua juga gak nyalahin kalian karena udah nuduh gua yang enggak enggak" ucap Jane. Kemudian, melanjutkan perkataannya:
"Gak ada yang perlu disesali persoalan tadi, yang terpenting sekarang ini kita sama sama memikirkan cara agar kita bisa keluar dari tempat terkutuk ini"
Liya dan Alda hanya diam ketika mendengar perkataan sahabatnya. Karena mereka juga tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan diri dari tempat tersebut.
"Hidangan terakhir akan siap dalam 10 menit lagi" teriak seorang pelayan memberitahukan kepada semua.
Dan terlihat pada saat pelayan itu menyampaikan hal tersebut, orang orang pun semakin gelisah dan ketakutan. Karena sebentar lagi mereka akan mati di pulau itu.
Jane yang semakin bingung dan tak tahu harus berbuat apalagi itupun tiba tiba berdiri dan berjalan ke belakang.
"Nonta Jane, anda ingin pergi kemana" tanya seorang pelayan kemudian di sahut oleh chef Arga.
"Sudah jangan halangi dia, biarkan saja dia" ucap chef Arga membiarkan Jane karena ia tahu Jane tidak akan pernah bisa keluar dari restoran itu. Apalagi, keluar dari pulau Heidel.
Pelayan itupun melepaskan Jane dan membiarkan Jane pergi. Jane pun kembali berjalan dan menuju ke toilet yang ada di restoran itu.
"Ahhh, apa yang harus aku lakukan!!" Ucap Jane dalam hati sembari membasuh mukanya dengan air.
"Aku benar benar bingung, aku tak tahu harus berbuat apalagi. Satu satunya usaha yang aku lakukan tidak bisa membuatku keluar dari tempat terkutuk ini!!" Lanjutnya dengan penuh keputus-asaan.
Jane pun dengan lemas dan tak tahu harus berbuat apalagi. Iapun menuju kembali ke meja nya dan pasrah jika memang malam ini dia akan mati. Tapi, tiba tiba, Jane yang baru saja ingin meninggalkan kamar mandi. Tangannya tiba tiba ditarik oleh seseorang dan seseorang itu menutup mulut Jane untuk tidak mengeluarkan suaranya:
"Jane, Jane, ini gua" ucap orang itu.
Jane pun benar benar kaget ketika membuka matanya. Ternyata orang itu adalah Ferdy.
"Ferdy!! Apa yang lohh lakuin Fer? Kok lohh ngulang gitu ajah" ucap Jane.
"Stttt. Udah, entar gua jelasin, yang penting sekarang kita selamat kan orang orang dulu" sahut Ferdy sembari menenangkan Jane yang terlihat panik.
"Ta.. tapi, gimana caranya Fer" ucap Jane.
"Lohh dengerin gua baik baik, dan ikuti ajah seperti yang gua katakan ok" sahut Ferdy lagi menyuruh Jane untuk mengikuti perkataannya. Jane pun hanya mengangguk.
"Ini gua punya pistol, Lohh pegang dan sembunyikan baik baik. Jangan sampai chef itu tau ok" ujar Ferdy dan Jane pun hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata sedikit pun.
"Nanti, pada saat hidangan terakhir mereka antarkan. Gua bakalan datang dan ngasi ancaman ke mereka. Dan gua yakin pasti salah satu pelayan nya nakal ngegagalin gua" ucap Ferdy menejlaskan strategi nya itu. Kemudian ia melanjutkan penjelasannya:
"Naahhh. Pada saat itulah lohh beraksi Jane. Keluarin pistol lohh, dan tembaki kaki chef itu dan kasi ancaman ke mereka suruh orang orang pergi dari restoran itu" ucapnya.
"Ta.. tapikan, kita gak punya kapal untuk keluar dari pulau ini Fer" tanya Jane kembali.
"Lohh tenang ajah, kapal udah gua siapkan" tuturnya kepada Jane.
Setelah menejelaskan panjang lebar mengenai strategi itu, Jane pun kembali ke meja nya semula dan duduk bersama Liya dan Alda.
Seketika pelayan pun berdatangan dan menghiasi meja serta lantai di sekitaran meja tersebut menggunakan bahan bahan makanan dan membuat sebuah lukisan, dan sepertinya semua itu sudah dipersiapkan sedemikian rupa oleh chef Arga. Ia menata rapi konsepnya itu untuk memuaskan keinginannya.
"SAKSIKANLAH!!" teriak chef Arga dari depan dan melanjutkan:
"Malam ini adalah malam terlahir sebuah penderitaan yang akan kalian rasakan, dan setelah itu sudah tidak ada lagi penderitaan, kesakitan, kepedihan yang akan kalian rasakan" Tuturnya.
Orang orang pun semakin gelisah dan menangis karena sebentar lagi kematian mereka akan tiba. Sementara chef Arga berbicara panjang lebar seorang pelayan pun datang dengan menggenteng sebuah drijen yang berisikan bensin didalamnya. Lalu, menuang bensin tersebut di sekeliling orang orang.
"Jane, Liya. Apa yang harus kita lakukan. Gua takut banget, kayak nya malam ini kita benar benar bakalan mati!" Ucap Alda ketakutan.
*Bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments