Episode 12 "Perimbangan Jen"

Pria tua itupun terjatuh ketika dibanting oleh si pelayan berbadan besar dan si pria tua hanya bisa teriak kesakitan:

"Ahhhh"

Pelayan wanita pun berkata kepadanya.

"Ternyata kau keras kepala juga ya" ucapnya kemudian melanjutkan:

"Kalau begitu aku akan memberimu hadiah"

Si pria tua itupun seperti ketakutan dan hanya berdiam diri tanpa bisa berbuat apa apa. Para tamu yang lainnya, mereka tak bisa berbuat apa apa selain hanya menyaksikan pria tua itu.

"Hmmm, sepertinya jari manismu menarik. Kalau begitu aku pilih ya ini saja" ucap pelayan wanita itu, kemudia iapun memberi kode kepada pelayan berbadan besar itu untuk mengeksekusi nya.

Tanpa berlama lama lagi, si pelayan berbadan besar tersebut menarik pria tua itu berdiri kemudian memegang tangannya sehingga tidak bisa bergerak sama sekali. Dan sebuah pisau yang begitu tajam dikeluarkan dan memotong jari manis si pria tua

"Ahhhh" teriak pria tua itu menjerit kesakitan.

Setelah pengeksekusian selesai, si pria tua pun tersungkur di atas lantai restoran dan hanya bisa menangis kesakitan. Orang orang yang melihat kejadian itupun semaki ketakutan dan tak tahu harus berbuat apalagi.

Namun, Jane yang sudah tidak tahan dengan semua yang terjadi itupun berdiri lalu berjalan menghampiri chef Arga dan berkata:

"Hentikan semua ini, apa yang kau lakukan, apakah kau sudah gila!!" Ucapnya dengan penuh emosi.

"Hahaha, kenapa! Apakah kau takut?" Sahut chef Arga tertawa jahat sembari menatap Jane dengan sinis.

"Apa yang sebenarnya yang mau inginkan dari kami?" Tanya Jane

"Hahahaha" tawa chef Arga.

"Apakah perlu aku katakan?" Tanya chef Arga.

"Katakan!!" Sahut Jane penuh kemarahan.

Chef Arga pun perlahan mendekati Jane dan berkata:

"Malam ini kalian semua akan mati!!" Ucapnya

Mendengar perkataan chef Arga pun membuat Jane tersandar lemas di dinding dan berkata:

"Kenapa! Kenapa kau menginkan kami mati, apa yang ada di pikiran ku?" Tanya Jane.

"Hahahaha" tawa chef Arga:

"Ini semua bagian dari konsep, semua ini sudah aku rencanakan sejak lama. Dan hari ini adalah harinya"

"Hahahahaaaa" tawanya lagi.

"Aku akan memberikanmu pilihan, kau ingin jadi pemain dalam hal ini. Atau, ingin dimainkan?" Ucap chef Arga menanyakan.

Jane masih terdiam dan berpikir keras, sesungguhnya dia bingung dan tak tahu harus memilih yang mana antara menjadi pemain atau menjadi orang yang dimainkan.

"Apa yang harus gua lakuin, katanya semua orang bakalan mati. Entah itu pemainnya dan yang dimainkan. Semuanya pasti mati!!" Ucapnya Jane dalam hati karena bingung dalam memilih.

"Hahahaaaa, aku tahu kau bingung dalam memilih. Baiklah kalau begitu. Aku akan memberimu waktu, 15 menit untuk memilih" ucap chef Arga.

Jane pun perlahan berjalan untuk kembali ke meja nya dengan keputus-asaan karena tak tahu harus memilih yang mana. Dan tiba tiba, seorang pria berlari kencang dengan membawa sebuah kursi lalu mencoba untuk memecahkan kaca restoran. Namun, sayangnya kaca tersebut tak bereaksi sedikitpun dengan apa yang dilakukan pria itu. Hentakan yang ia lakukan menggunakan kursi itu tidak mempan sama sekali karena kacanya yang begitu kuat sehingga pria tersebut pun dengan penuh kekecewaan harus kembali ketempatnya semua untuk melanjutkan permainan dari chef Afga.

"Chef, apa yang harus kita lakukan ke wanita itu" tanya pelayan wanita itu kepada chef Arga tentang Jane.

"Aku sudah memikirkan nya, kau tak perlu khawatir" ucap chef Arga.

Jane yang terus melihat waktu itupun semakin gelisah karena belum bisa mengambil keputusan mengenai tawaran dari chef Arga.

"Guys, gua pengen bilang kalau malam ini kita semua bakalan mati!!" Ucap Jane berbisik kepada Liya dan Alda.

"Wahhh, Jane lohh jangan bercanda dong" sahut Liya, dan Alda pun menertawakan Jane yang berkata seperti itu karena pikirnya Jane hanya ingin menakuti mereka.

"Gua serius" ucap Jane lagi.

Chef Arga terlihat didepan para tamu, yang sepertinya ingin menyampaikan sesuatu untuk para tamu itu.

"Ok baik, saya ingin bilang jika hidangan yang ke empat adalah hidangan yang spesial, dan hidangan ini dimasak oleh seorang koki cantik yang sangat terampil. Dan tentunya akan memuaskan kalian" ucapnya kemudian melanjutkan:

"Tapi! Hidangan ke empat ini hanya dikhususkan untuk wanita saja"

Orang orang pun terlihat bingung karena perkataan chef Arga itu.

"Karena hidangan ini diperkhususkan untuk wanita saja. Maka dari itu kami memberikan kesempatan kepada semua laki laki untuk pergi meninggalkan pulau ini" ujarnya lagi.

Semua pria pun terlihat seperti bahagia dan senang mendengar perkataan chef Arga tersebut.

"Tetapi Kesempatan itu kamu berikan hanya dalam kurun waktu 10 menit saja. Setelah itu pelayan kami akan mengejar kalian untuk membawa kalian kembali ke restoran" ucap chef Arga kemudian melanjutkan:

"Dalam hitungan ketiga kami persilahkan untuk semua laki laki meninggalkan pulau ini" ucapnya

Dan semua pria pun saling menatap satu sama lain, sepertinya mereka betul betul serius ingin meninggalkan pulau itu walaupun hanya diberi waktu 10 menit.

*Satu... Dua... Ti..ga" ucap chef Arga menghitung.

Tanpa berlama lama lagi si pria yang marah marah karena tidak di kasi sepotong roti itupun berlari dan membuka pintu keluar restoran dan dengan cepat berlari untuk meninggalkan pulau tersebut, yang kemudia disusul dengan 2 orang teman nya lagi yang. Si pria tua dengan jari puntung itupun juga menyusul dengan tangan yang masih meneteskan darah dari jari jarinya yang sudah terpotong.

"Untuk semua wanita, silahkan duduk kembali ya" ucap pelayan wanita itu.

Dan sebuah hidangan pun dikeluarkan untuk para tamu wanita itu serta chef yang memasak masakan tersebut pun datang menemani para tamu wanita itu. Jane yang melihat waktunya sudah habis itupun meminta izin kepada chef wanita itu untuk menemui chef Arga.

"Hahaha. Bagaimana Jane, apakah kau sudah mempertimbangkan tentang apa yang aku katakan tadi?" Ujar chef Arga. Jane pun mengangguk ketika chef Arga mengatakan itu.

"Jadi, apa keputusan mu Jane?" Tanya chef Arga lagi.

"Baiklah, aku ikut dengan kalian, aku akan menjadi pemain disini dan akan mengikuti semua perintah mu" ucap Jane terpaksa.

"Hahahaha" tawa chef Arga kemudian melanjutkan:

"Aku sudah menduganya, kau akan ikut dengan kami" ujarnya.

"Jadi, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Jane.

"Kau duduk saja dulu, nanti aku akan memberitahukan mu," jawab chef Arga.

Jane pun kembali ke meja tadi untuk duduk bersama wanita wanita lainnya.

"Uhh lihat makanan ini, sepertinya lezat" ujar wanita tua itu memuji makanan chef wanita tersebut.

"Wahh ini benar benar enak" ucap salah satu wanita disitu.

"Terima kasih, aku sungguh senang kau memuji masakan mu" ucap chef wanita itu tanya terlihat senang karena masakan nya di puji oleh para wanita yang ada disitu.

*Bersambung*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!