Bab 20: Bertemu Anak Kemarin

“Bisakah kita bicara sambil berjalan?“ tanya Ryzel dengan lembut dan menatap mata Ibu dari ketiga anak-anak ini.

Ibu ketiga anak itu mengangguk, dan mengulurkan tangannya tangan untuk memegang salah satu anaknya.

Ketiga anak ini terdiri dari 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, usianya sepertinya tidak beda jauh karena tinggi badan dari anak-anak ini tidak terlalu berbeda signifikan.

Mereka semua berjalan, mengikuti Ryzel di sebelahnya. Anak-anak ini terlihat riang dan ceria, sedari awal bertemu Ryzel mereka selalu tersenyum.

Ryzel sudah mulai terbiasa, ini pasti karena tempramennya yang ramah, membuat orang mudah dekat dengannya.

Anak-anak ini memberi tahu apa yang Ryzel katakan kemarin dengan baik kepada orang tuanya, mereka benaran menunggu di tempat yang sama ia janjikan dengan memakai baju yang rapi, mereka memakai kaus yang terdapat sablon gambar kartun, kedua anak kecil laki-laki sama-sama memakai celana panjang bahan, sedangkan yang gadis kecil memakai rok panjang yang warnanya seragam dengan rok ibunya.

Meskipun tidak terlihat seperti baju yang mahal, tetapi mereka sudah terlihat rapi dan bersih, dibandingkan kemarin mereka membawa karung dan terlihat kumal.

Setelah beberapa pertanyaan dilontarkan, Ryzel mengetahui nama dari ibu dari ketiga anak ini, namanya adalah Nuraini.

“Apa Ibu Nuraini sendiri saja?“

“Iya, aku bersama anak-anak, ayah mereka sudah pergi.“

“Ibu kerja atau bagaimana?“

“Saya kerja mengambil plastik atau mulung ….“

Mendengar semua jawaban Ibu Nuraini dari pertanyaannya, Ryzel jadi merasa sedih.

Ketiga anak ini ternyata bukan semuanya anak kandung, satu anak laki-laki yang paling besar di antara ketiganya bernama Gilang Langit, itu adalah anaknya, sedangkan anak laki-laki yang satunya bernama Bagus Cahya bukan anaknya, itu anak orang lain, sama seperti anak perempuan yang bernama Rani Dara, keduanya adalah anak orang lain yang diasuh oleh Ibu Nuraini.

Namun, ketiga anak ini sangat ingin membantu ibunya dan akhirnya mereka bertiga ikut mengambil plastik atau sampah yang terbuat dari plastik.

Tidak heran Ryzel melihat mereka membawa karung di punggungnya dan masih bisa tertawa.

Mereka ingin melakukan pekerjaan ini memang karena kemauannya sendiri.

Di jalanan mereka dengan percaya diri membawa karung dan memakai pakaian kumuh, kontras sekali dengan orang-orang yang berjalan di trotoar yang sama, mereka terlihat rapi dan keren dengan pakaian yang mahal, berbanding jauh dengan anak-anak ini.

Mereka pun tinggal hanya di rumah kayu yang rapuh, tidak layak di huni.

Kehidupan anak-anak dan ibunya sangat suram dan menyedihkan.

“Kalian sudah sarapan?“ tanya Ryzel kepada ketiga anak ini sambil berjalan dan sedikit menunduk.

Ketiganya menggelengkan kepala bersamaan. Melihat jawaban anak-anak ini, Ibu Nuraini menundukkan kepalanya.

Ryzel terheran, kemarin ia sudah memberi uang kepada mereka, mengapa itu tidak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan penasaran, Ryzel bertanya, “Uang yang kemarin tidak dipakai untuk sarapan hari ini, Bu?“

“Anu, itu … aku tidak berani memakai uang yang diberikan, takut diminta kembali. Jadi, aku simpan uangnya sampai sekarang.“ Ibu Nuraini terlihat sedikit takut.

Begitu mendengar jawaban Ibu Nuraini, kepala Ryzel bergeleng-geleng dan menghembuskan napas. “Pakai saja, aku tidak akan meminta kembali. Jangan takut kepadaku, aku memberi uang memang murni ingin membantu ketiga anak ini, sama sekali tidak ada niatan untuk yang lain.“

“Baik, aku mengerti.“ Ibu Nuraini mempercayai Ryzel untuk sementara.

Ia masih tidak percaya dengan orang baik yang datang kepadanya, sangat jarang ada orang yang baik tanpa ada tujuan lain, di dunia ini tidak ada yang gratis.

Oleh karena itu, Ibu Nuraini sangat berwaspada dan jaga-jaga terhadap Ryzel.

Setelah mereka berjalan beberapa menit, mereka berhenti dan duduk di kursi makan penjual bubur.

Ketika berjalan, Ryzel menemukan penjual bubur, kebetulan sekali ketiga anak ini belum sarapan, jadi ia memilih untuk pergi makan bubur.

Mereka berempat terlihat senang makan bubur, terlebih anak-anak dengan asyik makan dan mengobrol.

“Ini makan ayam suwirnya, Rani, kamu suka, kan?“

“Terima kasih, ini kerupuk buat Abang Gilang, aku kebanyakan kerupuknya.“

“Kalian mau buburnya lagi? Aku sepertinya mendapatkan bubur lebih banyak dari kalian berdua.“

Alasan Ryzel memberi mereka bantuan seperti ini adalah karena ketiga anak ini berbeda dengan anak yang lain, mereka terlihat tenang dan tidak sedih dengan keadaan, tidak meminta-minta walaupun sedang susah, kelihatan tenang dan tidak peduli dengan mata sinis orang-orang yang melihat mereka.

Bahkan saat makan, mereka saling peduli satu sama lain.

Sifat mereka ternyata tidak jauh dari orang tuanya, Ibu Nuraini tampaknya memiliki sifat yang sama, wanita ini berbeda dengan wanita yang lain yang sama kesulitan dalam ekonomi, terlihat lebih ada prinsip hidup.

“Makan ini! Kalian masih dalam pertumbuhan, harus banyak makan yang berprotein.“ Ryzel menyerahkan tiga tusuk sate telur puyuh ke tiga anak ini.

Omongan Ryzel didengar oleh mereka dan dengan senang hati mereka memakan telur puyuh yang ditusuk.

Setelah makan pagi atau sarapan, Ryzel mengajak Ibu dari anak-anak ini untuk membuat rekening di Mall, untungnya di Mall GI ini bisa membuka rekening.

Dikarenakan sudah jam 8 pagi, beberapa toko sudah buka, termasuk kantor cabang bank.

Ryzel tidak menduga bahwa Ibu Nuraini memiliki KTP dan KK, namun KK yang dimiliki adalah KK saat suaminya masih ada.

Di KK, cuma ada nama anaknya, dua anak yang lain tidak masuk ke dalam KK, bahkan Ibu Nuraini bilang ia tidak memiliki akta kelahiran dari dua anak tersebut.

Mungkin Ibu Nuraini ini dahulu tidak jatuh seperti sekarang ekonominya sehingga masih bisa membuat KK.

Begitu proses membuat rekening hendak selesai, Ryzel langsung menyetor uang awalan 50 juta untuk ibu ini.

Ketika melihat uang itu masuk ke dalam rekening baru Ibu Nuraini, petugas yang membantu membuat rekening terkejut dan ia memandang Ryzel dengan kagum.

“Sehabis jalan-jalan, aku harap Ibu Nuraini bisa pindah ke tempat tinggal baru, pindah ke kosan atau kontrakan, tidak apa-apa untuk sementara waktu tinggal di situ, aku akan mengirimi uang tiap bulannya untuk anak-anak ini bisa sekolah sampai ke jenjang yang tinggi,” Ryzel berkata dengan serius kepada Ibu Nuraini, ia memang memiliki niat untuk ikut membesarkan anak-anak ini meskipun secara tidak langsung.

Tidak tahu mengapa Ryzel ingin membiayai hidup ketiga anak-anak ini, ia seperti yakin bahwa ketiga anak ini tidak biasa, suatu saat mereka bertiga bisa menaikkan derajat keluarga.

“Terima kasih banyak, Tuan Ryzel!“ Tiba-tiba Ibu Nuraini memeluk Ryzel dan berterima kasih sambil menangis.

Kemudian disusul oleh anak-anak dan mereka saling berpelukan, anak-anak tahu uang, jadi ia merasa sangat tertolong oleh Abang satu ini.

Mereka memandang Ryzel menjadi berbeda, seolah-olah Ryzel adalah pahlawan yang menyelamatkan kehidupan mereka.

Malu karena dilihat oleh orang-orang di Mall, Ryzel dengan cepat menenangkan mereka semua.

Usai membuat rekening dan memeriksa saldo sesuai dengan uang yang ditransfer oleh Ryzel, mereka semua pergi menuju Monumen Nasional.

Saat keluar masuk ke dalam Mall, Ryzel baru sadar, bahwa di dunia ini tampaknya memiliki sejarah yang berbeda, lamanya masa pandemi tidak selama di Bumi, di sini hanya beberapa bulan saja di tahun 2021 dan di 2022 ini kembali normal, tidak perlu menunjukkan tanda vaksin dan yang lainnya.

Masuk ke Mall bahkan ke tempat umum tidak perlu menunjukkan itu lagi.

“Jadi, kita mau ke Monas, Bang?“ Gilang bertanya kepada Ryzel yang berjalan di sebelahnya.

“Iya, kalian nanti di sekolah pasti akan ada pelajaran tentang sejarah terbentuknya negara kita, yaitu Negara Indonesia. Di Monas ada cerita sejarahnya, kalian bisa mengetahuinya di sana.“

“Benaran, Bang?“ Bagus dengan mata yang antusias bertanya, ia terlihat tertarik dengan Monas.

Ryzel mengangguk. “Di sekolah nanti, biasanya ada pariwisata atau studi tour, umumnya pergi ke Monas. Namun, kalian sekarang tidak harus menunggu sampai waktu itu terjadi karena saat ini kita akan ke sana.“

“Wow! Hore!“

Kedua anak laki-laki ini berseru kegirangan di jalan trotoar, mereka sudah tahu Monas, tetapi tidak tahu bagaimana pemandangan di dalam Monas.

Selanjutnya, Ryzel memesan Gokar untuk mereka bisa ke tempat Monumen Nasional lebih cepat, waktu makin siang, takut anak-anak ini kepanasan dan menjadi malas melihat dalam Tugu Monas.

Perjalanan ke Monumen Nasional ini sambil menunggu semua toko-toko di Mall dibuka dan sekaligus Ryzel siaran langsung.

Kemarin Monumen Nasional tutup, jadi hari ini harus ke dalamnya dan menunjukkan pemandangan dalam Monas kepada para penonton siaran langsung.

Terpopuler

Comments

Don T

Don T

kenapa gak beli rumah trus kerja dirumah aja MC? dari pada nginap di hotel.... sekalian bisa ngontrol trus ngerawat mereka

2023-08-02

6

Buana Lukman

Buana Lukman

bagus up

2023-06-17

2

Lari Ada Wibu

Lari Ada Wibu

mantap thor.

2023-04-04

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Jati Diri Pacar
2 Bab 2: Keluar Pekerjaan
3 Bab 3: Berinteraksi dengan Penonton
4 Bab 4: Alun-alun Kota Bogor
5 Bab 5: Makan dengan Pelan
6 Bab 6: Berkeliling Kebun Raya
7 Bab 7: Bertemu Penonton
8 Bab 8: Curhatan Wanita
9 Bab 9: Kebun Raya Malam Hari
10 Bab 10: Pergi Bersama Gina
11 Bab 11: Makan Kue Mangkuk
12 Bab 12: Siaran Langsung di Sempur
13 Bab 13: Perpisahan Kota Bogor
14 Bab 14: Hari Sibuk
15 Bab 15: Membantu Wanita Pemalu
16 Bab 16: Jaga Diri
17 Bab 17: Dea Berterima Kasih
18 Bab 18: Pasangan Familiar
19 Bab 19: Stepen Tumbuh Besar
20 Bab 20: Bertemu Anak Kemarin
21 Bab 21: Mulai Menjelajah Monas
22 Bab 22: Belajar Sejarah
23 Bab 23: Pemandangan Jakarta Terakhir Kali
24 Bab 24: Perpisahan dengan Gadis Kecil
25 Bab 25: Wanita yang Baik
26 Bab 26: Musem Konferensi di Bandung
27 Bab 27: Makan Bersama Wanita Kembar
28 Bab 28: Malam yang Mengejutkan
29 Bab 29: Dua Wanita Perhatian
30 Bab 30: Pergi di Phuket
31 Bab 31: Mencari Makanan di Luar
32 Bab 32: Makan Jajanan Malam Thailand
33 Bab 33: Tugas Masuk Pantai
34 Bab 34: Wanita Sungguhan?
35 Bab 35: Bersiap Berenang
36 Bab 36: Skeptis Terhadap Yochi
37 Bab 37: Sistem Baik
38 Bab 38: Lokasi Tugas Kebetulan
39 Bab 39: Sistem Sedikit Berubah
40 Bab 40: Mengajar Berselancar
41 Bab 41: Makan Malam Terakhir
42 Bab 42: Menunggu Tugas Masuk
43 Bab 43: Hadiah Masuk Keren
44 Bab 44: Memberi Hadiah
45 Bab 45: Wanita Laos
46 Bab 46: Menolak Undangan
47 Bab 47: Air Terjun Bertingkat
48 Bab 48: Melihat Beruang Lucu
49 Bab 49: Beruang Ajaib
50 Bab 50: Haimi Berubah
51 Bab 51: Nasib Salsa Buruk
52 Bab 52: Tidak Mau Ryzel Pergi
53 Bab 53: Mau Dibawa ke Mana?
54 Bab 54: Hubungan Kita?
55 Bab 55: Aura Berbeda
56 Bab 56: Mimpi Basah
57 Bab 57: Bermain Piano
58 Bab 58: Selebritas Kecil
59 Bab 59: Tetap Waspada
60 Bab 60: Pengkhianatan?
61 Bab 61: Berita Palsu
62 Bab 62: Hadiah Saham
63 Bab 63: Bertemu Orang Kaya
64 Bab 64: Pasar Malam Kamboja
65 Bab 65: Hadiah Aneh
66 Bab 66: Bermain Trampolin
67 Bab 67: Nama yang Sama
68 Bab 68: Pria Berprinsip
69 Bab 69: Teman Maly
70 Bab 70: Rencana Mereka Bertiga
71 Bab 71: Dikeroyok Wanita
72 Bab 72: Wisata di Koh Tui
73 Bab 73: Maly yang Makin Aneh
74 Bab 74: Termakan
75 Bab 75: Pergi ke Samloem
76 Bab 76: Tragedi Satu Lawan Tiga
77 Bab 77: Ryzel Sangat Hebat
78 Bab 78: Kabar Tak Terduga
79 Bab 79: Perpisahan Harem Trial
80 Bab 80: Bertemu Gadis yang Merepotkan
81 Bab 81: Hotel yang Sama
82 Bab 82: Ketertarikan Linh
83 Bab 83: Sarapan dengan Anak Kecil
84 Bab 84: Pergi ke Sungai Saigon
85 Bab 85: Pemandangan Sungai yang Indah
86 Bab 86: Membeli Ponsel untuk Gadis Kecil
87 Bab 87: Balon Linh?
88 Bab 88: Linh Brutal
89 Bab 89: Pergi ke Museum Perang
90 Bab 90: Menikmati Waktu di Pasar Malam
91 Bab 91: Ragu Pergi
92 Bab 92: Bertemu Ketiga Anak Kecil
93 Bab 93: Liburan dan Belajar
94 Bab 94: Wanita Aneh
95 Bab 95: Disukai Banyak Burung
96 Bab 96: Burung Penghibur
97 Bab 97: Kabar dari Yochi
98 Bab 98: Salah Kira
99 Bab 99: Tujuan Berubah
100 Bab 100: Mengobrol dengan Orang Sukses
101 Bab 101: Gadis Kecil yang Lucu
102 Bab 102: Wanita Risih
103 Bab 103: Provokasi Konyol
104 Bab 104: Anak Kecil Bercerita
105 Bab 105: Burung Berkunjung Kembali
106 Bab 106: Rencana ke Pantai Bersama
107 Bab 107: Pergi ke Pantai dengan Wanita
108 Bab 108: Permintaan Laurel
109 Bab 109: Ulang Tahun Laurel
110 Bab 110: Serangan Brutal Bertubi-tubi
111 Bab 111: Burung Aneh
112 Bab 112: Berkah Tak Terduga
113 Bab 113: Ombak Tidak Bersahabat
114 Bab 114: Ke Rumah Laurel
115 Bab 115: Apakah Aku Penjahat?
116 Bab 116: Pergi ke Bandung Kembali
117 Bab 117: Bertemu dengan si Kembar
118 Bab 118: Jajanan Bandung
119 Bab 119: Tahun Baru
120 Bab 120: Budaya Negara Lain
121 Bab 121: Dia Muncul?
122 Bab 122: Tugas Masuk Sampingan?
123 Bab 123: Kehebohan Kampus
124 Bab 124: Pergi ke Kampus Selesai
125 Bab 125: Kebetulan yang Kebetulan
126 Bab 126: Pergi ke Yogyakarta
127 Bab 127: Pemaksaan Risa
128 Bab 128: Risa yang Bimbang
129 Bab 129: Bertemu Keluarga dengan Canggung
130 Bab 130: Mengajak Ryzel Masak
131 Bab 131: Pertandingan Memasak
132 Bab 132: Hadiah Nenek Risa
133 Bab 133: Kejahilan Kecil
134 Bab 134: Gelang yang Misterius
135 Bab 135: Pamit Pulang
136 Bab 136: Mengajak Wanita Kembar
137 Bab 137: Insiden Tidak Sengaja
138 Bab 138: Sesuatu yang Buruk Datang
139 Bab 139: Masalah Berkembang
140 Bab 140: Mencari Cara
141 Bab 141: Melakukan Persiapan Besar
142 Bab 142: Kejutan dari Sistem
143 Bab 143: Persiapan Bertemu Abiella
144 Bab 144: Pergi Melihat Sunset
145 Bab 145: Berenang di Kolam Renang Ryzel
146 Bab 146: Membuka Segel Lagi
147 Bab 147: Persetujuan Pertemuan
148 Bab 148: Ryzel Disambut Wanita Kembar
149 Bab 149: Tidak Terduga
150 Bab 150: Menunggu Kedatangan Mereka
151 Bab 151: Perdamaian Kekeluargaan
152 Bab 152: Mengurus Hukum Pidana
153 Bab 153: Menghibur Diri Sendiri
154 Bab 154: Wanita yang Bodoh
155 Bab 155: Kedatangan Tamu Tak Diundang
156 Bab 156: Pulau Tiga Pantai
157 Bab 157: Tamu Langka
158 Bab 158: Pergi ke Pulau Komodo
159 Bab 159: Hadiah Tak Disangka
160 Bab 160: Kaum Meresahkan
161 Bab 161: Memikirkan Keanehan Diri
162 Bab 162: Sistem Memberi Kejutan
163 Bab 164: Mempertemukan Ketiga Wanitanya
164 Bab 165: Pergi berbelanja di Tokyo
165 Bab 167: Bertemu Keluarga Minamoto
166 Bab 168: Berduel
167 Bab 169: Masalah Keiko Selesai
168 Bab 170: Pertemuan Harem Tiga Negara
169 Bab 171: Teknik di Luar Nalar
170 Bab 172: Mendung Mendadak
171 Bab 173: Sangat Puas
172 Bab 174: Pergi Jauh Naik Pesawat
173 Bab 175: Dua Wanita Italia
174 Bab 176: Alun-alun yang Indah
175 Bab 177: Anggota Bertambah Lagi
176 Bab 178: Kuil Dewa
177 Bab 179: Bersenang-senang di Italia
178 Bab 180: Pergi ke Negeri Tiada Malam
179 Bab 181: Kejadian Istimewa Mendadak
180 Bab 182: Negara Air Terjun Tertinggi
181 Bab 183: Pertemuan Presiden
182 Bab 184: Wanita yang Hebat
183 Bab 185: Kesulitan Wanita Sulung
184 Bab 186: Pergi ke Rumah Nenek
185 Bab 188: Tugas Masuk Cukup Jauh
186 Bab 189: Air Terjun Angel
187 Bab 190: Makhluk Misterius
188 Bab 191: Naga Punya Gender
189 Bab 192: Mencari Asisten
190 Bab 193: Tugas Asisten Pribadi
191 Bab 194: Room Tour
192 Bab 195: Merekrut Dua Wanita
193 Bab 196: Anggota Spesial
194 Bab 197: Pergi ke Menara Eiffel
195 Bab 198: Bertemu Artis
196 Bab 199: Lukisan yang Menghilang
197 Bab 200: Identitas Gadis Pencopet
198 Bab 201: Hubungan Agak Rumit
199 Bab 207: Kedatangan Tamu Tak Diundang
200 Bab 208: Kerja Sama Besar
201 Bab 209: Penemuan Rahasia
202 Bab 210: Wanita Aneh Dirantai
203 Bab 211: Zimey Sebenarnya
204 Bab 212: Ukuran Ryzel
205 Bab 213: Melihat-lihat Kota Moskow
206 Bab 214: Hadiah Berbahaya
207 Bab 215: Pelampiasan
208 Bab 216: Berusaha Lagi
209 Bab 217: Berusaha Keras
210 Bab 218: Masih Berjuang
211 Bab 219: Menyambut Wanita Menyimpang
212 Bab 220: Hadiah Ajaib
213 Bab 221: Kejutan Tasha dan Naran
214 Bab 222: Peningkatan Pengikut
215 Bab 223: Kejutan Selebritas Kecil
216 Bab 224: Rahasia Muncul
217 Bab 225: Pertemuan Besar
218 Bab 226: Kebahagian Hakiki
219 Bab 227: Tugas Terakhir (Tamat)
Episodes

Updated 219 Episodes

1
Bab 1: Jati Diri Pacar
2
Bab 2: Keluar Pekerjaan
3
Bab 3: Berinteraksi dengan Penonton
4
Bab 4: Alun-alun Kota Bogor
5
Bab 5: Makan dengan Pelan
6
Bab 6: Berkeliling Kebun Raya
7
Bab 7: Bertemu Penonton
8
Bab 8: Curhatan Wanita
9
Bab 9: Kebun Raya Malam Hari
10
Bab 10: Pergi Bersama Gina
11
Bab 11: Makan Kue Mangkuk
12
Bab 12: Siaran Langsung di Sempur
13
Bab 13: Perpisahan Kota Bogor
14
Bab 14: Hari Sibuk
15
Bab 15: Membantu Wanita Pemalu
16
Bab 16: Jaga Diri
17
Bab 17: Dea Berterima Kasih
18
Bab 18: Pasangan Familiar
19
Bab 19: Stepen Tumbuh Besar
20
Bab 20: Bertemu Anak Kemarin
21
Bab 21: Mulai Menjelajah Monas
22
Bab 22: Belajar Sejarah
23
Bab 23: Pemandangan Jakarta Terakhir Kali
24
Bab 24: Perpisahan dengan Gadis Kecil
25
Bab 25: Wanita yang Baik
26
Bab 26: Musem Konferensi di Bandung
27
Bab 27: Makan Bersama Wanita Kembar
28
Bab 28: Malam yang Mengejutkan
29
Bab 29: Dua Wanita Perhatian
30
Bab 30: Pergi di Phuket
31
Bab 31: Mencari Makanan di Luar
32
Bab 32: Makan Jajanan Malam Thailand
33
Bab 33: Tugas Masuk Pantai
34
Bab 34: Wanita Sungguhan?
35
Bab 35: Bersiap Berenang
36
Bab 36: Skeptis Terhadap Yochi
37
Bab 37: Sistem Baik
38
Bab 38: Lokasi Tugas Kebetulan
39
Bab 39: Sistem Sedikit Berubah
40
Bab 40: Mengajar Berselancar
41
Bab 41: Makan Malam Terakhir
42
Bab 42: Menunggu Tugas Masuk
43
Bab 43: Hadiah Masuk Keren
44
Bab 44: Memberi Hadiah
45
Bab 45: Wanita Laos
46
Bab 46: Menolak Undangan
47
Bab 47: Air Terjun Bertingkat
48
Bab 48: Melihat Beruang Lucu
49
Bab 49: Beruang Ajaib
50
Bab 50: Haimi Berubah
51
Bab 51: Nasib Salsa Buruk
52
Bab 52: Tidak Mau Ryzel Pergi
53
Bab 53: Mau Dibawa ke Mana?
54
Bab 54: Hubungan Kita?
55
Bab 55: Aura Berbeda
56
Bab 56: Mimpi Basah
57
Bab 57: Bermain Piano
58
Bab 58: Selebritas Kecil
59
Bab 59: Tetap Waspada
60
Bab 60: Pengkhianatan?
61
Bab 61: Berita Palsu
62
Bab 62: Hadiah Saham
63
Bab 63: Bertemu Orang Kaya
64
Bab 64: Pasar Malam Kamboja
65
Bab 65: Hadiah Aneh
66
Bab 66: Bermain Trampolin
67
Bab 67: Nama yang Sama
68
Bab 68: Pria Berprinsip
69
Bab 69: Teman Maly
70
Bab 70: Rencana Mereka Bertiga
71
Bab 71: Dikeroyok Wanita
72
Bab 72: Wisata di Koh Tui
73
Bab 73: Maly yang Makin Aneh
74
Bab 74: Termakan
75
Bab 75: Pergi ke Samloem
76
Bab 76: Tragedi Satu Lawan Tiga
77
Bab 77: Ryzel Sangat Hebat
78
Bab 78: Kabar Tak Terduga
79
Bab 79: Perpisahan Harem Trial
80
Bab 80: Bertemu Gadis yang Merepotkan
81
Bab 81: Hotel yang Sama
82
Bab 82: Ketertarikan Linh
83
Bab 83: Sarapan dengan Anak Kecil
84
Bab 84: Pergi ke Sungai Saigon
85
Bab 85: Pemandangan Sungai yang Indah
86
Bab 86: Membeli Ponsel untuk Gadis Kecil
87
Bab 87: Balon Linh?
88
Bab 88: Linh Brutal
89
Bab 89: Pergi ke Museum Perang
90
Bab 90: Menikmati Waktu di Pasar Malam
91
Bab 91: Ragu Pergi
92
Bab 92: Bertemu Ketiga Anak Kecil
93
Bab 93: Liburan dan Belajar
94
Bab 94: Wanita Aneh
95
Bab 95: Disukai Banyak Burung
96
Bab 96: Burung Penghibur
97
Bab 97: Kabar dari Yochi
98
Bab 98: Salah Kira
99
Bab 99: Tujuan Berubah
100
Bab 100: Mengobrol dengan Orang Sukses
101
Bab 101: Gadis Kecil yang Lucu
102
Bab 102: Wanita Risih
103
Bab 103: Provokasi Konyol
104
Bab 104: Anak Kecil Bercerita
105
Bab 105: Burung Berkunjung Kembali
106
Bab 106: Rencana ke Pantai Bersama
107
Bab 107: Pergi ke Pantai dengan Wanita
108
Bab 108: Permintaan Laurel
109
Bab 109: Ulang Tahun Laurel
110
Bab 110: Serangan Brutal Bertubi-tubi
111
Bab 111: Burung Aneh
112
Bab 112: Berkah Tak Terduga
113
Bab 113: Ombak Tidak Bersahabat
114
Bab 114: Ke Rumah Laurel
115
Bab 115: Apakah Aku Penjahat?
116
Bab 116: Pergi ke Bandung Kembali
117
Bab 117: Bertemu dengan si Kembar
118
Bab 118: Jajanan Bandung
119
Bab 119: Tahun Baru
120
Bab 120: Budaya Negara Lain
121
Bab 121: Dia Muncul?
122
Bab 122: Tugas Masuk Sampingan?
123
Bab 123: Kehebohan Kampus
124
Bab 124: Pergi ke Kampus Selesai
125
Bab 125: Kebetulan yang Kebetulan
126
Bab 126: Pergi ke Yogyakarta
127
Bab 127: Pemaksaan Risa
128
Bab 128: Risa yang Bimbang
129
Bab 129: Bertemu Keluarga dengan Canggung
130
Bab 130: Mengajak Ryzel Masak
131
Bab 131: Pertandingan Memasak
132
Bab 132: Hadiah Nenek Risa
133
Bab 133: Kejahilan Kecil
134
Bab 134: Gelang yang Misterius
135
Bab 135: Pamit Pulang
136
Bab 136: Mengajak Wanita Kembar
137
Bab 137: Insiden Tidak Sengaja
138
Bab 138: Sesuatu yang Buruk Datang
139
Bab 139: Masalah Berkembang
140
Bab 140: Mencari Cara
141
Bab 141: Melakukan Persiapan Besar
142
Bab 142: Kejutan dari Sistem
143
Bab 143: Persiapan Bertemu Abiella
144
Bab 144: Pergi Melihat Sunset
145
Bab 145: Berenang di Kolam Renang Ryzel
146
Bab 146: Membuka Segel Lagi
147
Bab 147: Persetujuan Pertemuan
148
Bab 148: Ryzel Disambut Wanita Kembar
149
Bab 149: Tidak Terduga
150
Bab 150: Menunggu Kedatangan Mereka
151
Bab 151: Perdamaian Kekeluargaan
152
Bab 152: Mengurus Hukum Pidana
153
Bab 153: Menghibur Diri Sendiri
154
Bab 154: Wanita yang Bodoh
155
Bab 155: Kedatangan Tamu Tak Diundang
156
Bab 156: Pulau Tiga Pantai
157
Bab 157: Tamu Langka
158
Bab 158: Pergi ke Pulau Komodo
159
Bab 159: Hadiah Tak Disangka
160
Bab 160: Kaum Meresahkan
161
Bab 161: Memikirkan Keanehan Diri
162
Bab 162: Sistem Memberi Kejutan
163
Bab 164: Mempertemukan Ketiga Wanitanya
164
Bab 165: Pergi berbelanja di Tokyo
165
Bab 167: Bertemu Keluarga Minamoto
166
Bab 168: Berduel
167
Bab 169: Masalah Keiko Selesai
168
Bab 170: Pertemuan Harem Tiga Negara
169
Bab 171: Teknik di Luar Nalar
170
Bab 172: Mendung Mendadak
171
Bab 173: Sangat Puas
172
Bab 174: Pergi Jauh Naik Pesawat
173
Bab 175: Dua Wanita Italia
174
Bab 176: Alun-alun yang Indah
175
Bab 177: Anggota Bertambah Lagi
176
Bab 178: Kuil Dewa
177
Bab 179: Bersenang-senang di Italia
178
Bab 180: Pergi ke Negeri Tiada Malam
179
Bab 181: Kejadian Istimewa Mendadak
180
Bab 182: Negara Air Terjun Tertinggi
181
Bab 183: Pertemuan Presiden
182
Bab 184: Wanita yang Hebat
183
Bab 185: Kesulitan Wanita Sulung
184
Bab 186: Pergi ke Rumah Nenek
185
Bab 188: Tugas Masuk Cukup Jauh
186
Bab 189: Air Terjun Angel
187
Bab 190: Makhluk Misterius
188
Bab 191: Naga Punya Gender
189
Bab 192: Mencari Asisten
190
Bab 193: Tugas Asisten Pribadi
191
Bab 194: Room Tour
192
Bab 195: Merekrut Dua Wanita
193
Bab 196: Anggota Spesial
194
Bab 197: Pergi ke Menara Eiffel
195
Bab 198: Bertemu Artis
196
Bab 199: Lukisan yang Menghilang
197
Bab 200: Identitas Gadis Pencopet
198
Bab 201: Hubungan Agak Rumit
199
Bab 207: Kedatangan Tamu Tak Diundang
200
Bab 208: Kerja Sama Besar
201
Bab 209: Penemuan Rahasia
202
Bab 210: Wanita Aneh Dirantai
203
Bab 211: Zimey Sebenarnya
204
Bab 212: Ukuran Ryzel
205
Bab 213: Melihat-lihat Kota Moskow
206
Bab 214: Hadiah Berbahaya
207
Bab 215: Pelampiasan
208
Bab 216: Berusaha Lagi
209
Bab 217: Berusaha Keras
210
Bab 218: Masih Berjuang
211
Bab 219: Menyambut Wanita Menyimpang
212
Bab 220: Hadiah Ajaib
213
Bab 221: Kejutan Tasha dan Naran
214
Bab 222: Peningkatan Pengikut
215
Bab 223: Kejutan Selebritas Kecil
216
Bab 224: Rahasia Muncul
217
Bab 225: Pertemuan Besar
218
Bab 226: Kebahagian Hakiki
219
Bab 227: Tugas Terakhir (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!