Bab 4: Alun-alun Kota Bogor

“Bolehkah?“ Anak kecil laki-laki itu menatap Ryzel dengan mata yang berbinar.

Ryzel mengangguk kecil dan matanya menyipit, terlihat ramah dan tidak menakutkan. “Boleh. Abang punya film Upil Ipil, kamu mau lihat?“

“Mau, aku mau lihat!“ Anak kecil itu menjawab dengan semangat.

Melihat anaknya yang mengobrol dengan seseorang dengan antusias, ibunya membiarkannya dan tetap mengawasi. Ibu dari anak kecil ini cukup berumur, mungkin berusia 40 tahun ke atas.

Mata ibu ini menatap Ryzel dengan tatapan yang memiliki arti, yaitu meminta maaf karena anaknya yang tiba-tiba mengganggu dan tolong biakan anak itu senang, Ryzel memahami arti dari sorot mata ibu tersebut dan ia mengangguk.

“Pakai ini,” Ryzel berkata sambil menyerahkan salah satu earphone-nya ke anak kecil tersebut.

Anak kecil itu langsung memakai earphone milik Ryzel di telinganya. Senyuman polos dan cerah terus ditampilkan, ia sangat bersemangat.

“Kita tidak boleh mengganggu orang-orang di dalam kereta dengan menonton video, kita harus memakai ini agar suara videonya hanya terdengar oleh telinga kita sendiri, dan itu tidak mengganggu orang lain. Mereka pasti memiliki kesibukan masing-masing, kasihan jika kita ganggu mereka.“

Ryzel memberikan nasihat dengan suara yang lembut dan sedikit bisik, ekspresi matanya memiliki aura yang nyaman, anak kecil pun merasa nyaman dengannya.

“Aku mengerti, Abang.“ Anak kecil itu mengangguk menampilkan bahwa dirinya paham.

Anggukan kepala kecil anak laki-laki begitu lucu dan menggemaskan dan Ryzel tanpa sadar mengusap kepala anak kecil tersebut.

Tatapan polos dan suci anak kecil ini memang yang terbaik, seolah-olah dunia akan baik-baik saja jika masih ada senyuman dan tatapan polos anak kecil.

Keduanya menonton bersama sebuah film anak kecil yang sudah dari dahulu terkenal bahkan saat Ryzel sendiri masih kecil.

Film Upil dan Ipil ini memang sudah diperbarui dari banyak segi, grafiknya yang ditingkatkan dan jalan cerita yang dibuat baru dari sebelumnya, tetapi sayangnya pesan yang terkandung dalam Upil dan Ipil versi sekarang begitu sedikit, lebih bagus Upil dan Ipil versi lama yang di mana banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik.

Oleh karena itu, Ryzel menyuguhkan film Upil dan Ipil episode yang telah diterbitkan sejak lama, Ryzel sendiri suka dengan cerita Upil dan Ipil yang berjualan es di pasar dan uangnya ditabung, tidak jadi dibelikan mainan keinginannya, kini episode itu tengah ditonton oleh anak kecil ini.

Ternyata ibunya pun ikut menonton dan mereka menonton bersama.

Tanpa Ryzel ketahui, momen dirinya sedang berinteraksi dengan anak kecil tadi direkam oleh salah satu wanita yang duduk di kursi seberang, kemudian itu diunggah ke aplikasi Tiktod dengan kalimat keterangan yang bertuliskan “Tidak sengaja bertemu dengan pria husband material yang suka dengan anak kecil di kereta!“ dan terdapat emotikon love dan senyum memerah.

Meskipun itu baru diunggah selama beberapa menit, video itu telah menerima lebih dari 10.000 tampilan dan lebih dari 2.000 suka, serta ratusan komentar.

Semua komentar membahas tentang Ryzel yang ada di dalam video, menanyakan apakah pria ini punya akun Tiktod atau tidak.

Beberapa orang dari ratusan komentar ini adalah penonton siaran langsung Ryzel tadi, mereka segera memberitahukan nama akun Ryzel.

Secara tidak sengaja itu membuat akun Ryzel makin bertambah pengikutnya.

Pada saat ini, Ryzel melambaikan tangannya ke arah anak kecil yang turun di Stasiun Depok bersama ibunya. Sebelum pergi, anak kecil itu memberinya sebuah permen karet, permen karet itu adalah wujud terima kasihnya karena Ryzel sudah mengajaknya menonton film, anak ini sangat manis, orang tuanya tidak gagal dalam mendidik anak.

Setelah mendapatkan permen karet ini, Ryzel selalu tersenyum, ia merasakan manis di hatinya, memang anak kecil itu menggemaskan.

Satu jam berlalu sejak anak kecil itu pergi, akhirnya kereta sudah berhenti di stasiun akhir, yaitu Stasiun Bogor.

Begitu Ryzel turun dari kereta, ia baru sadar bahwa di gerbong kereta yang ia duduki banyak sekali penumpang wanita, terlebih di deretan kursi seberang dan kursi di sebelahnya.

Ryzel merasakan banyak tatapan wanita yang mengarah ke dirinya, tetapi ia abaikan dan terus berjalan.

Sebelum keluar dari stasiun, Ryzel menyempatkan diri untuk membuang air kecil, tidak baik jika ditahan.

Selanjutnya ia bersiap untuk siaran langsung, ponsel serta gimbal sudah sedia digunakan, ketika keluar dari Stasiun Bogor Ryzel langsung mengaktifkan siaran langsung.

“Halo, Semuanya! Kembali lagi bersama aku, Ryzel! Bagaimana satu jam kita tidak bertemu, apa kalian merindukan aku?“ Ryzel berkata dengan percaya diri tanpa memedulikan pandangan aneh dari orang lain yang ada di jalan.

Pada saat ini, Ryzel sedang berjalan menuju Alun-alun Kota Bogor, letaknya tidak jauh dari Stasiun Bogor, hanya perlu berjalan selama 5 menit saja.

Namun, Ryzel tetap harus berhati-hati, sebab jalanan di sekitar stasiun cukup padat, takut akan ada kejahatan yang datang kepadanya.

Mendengar dan melihat sikap percaya diri Ryzel, penontonnya yang sudah ada lebih dari 500 orang itu pun mengirimkan komentarnya masing-masing, ruang siaran langsung menjadi ramai seketika.

“Rindu? Aku rindu sekali padamu, Ryzel!“

“Kok, kamu bisa tahu aku sedang rindu? Jangan-jangan kita itu berjodoh?“

“Mengapa memakai masker? Aku ingin melihat wajahmu yang tampan itu!“

“Narsis sekali pembawa siaran langsung satu ini, untung tampan, jika tidak aku sudah mengejeknya!“

“Apakah kamu sudah sampai di Bogor? Sekarang sedang ke mana?“

Melihat sekilas barisan komentar yang bergulir, Ryzel tersenyum dan berkata, “Tidak perlu rindu lagi, satu sampai dua jam ke depan aku akan terus menemani kalian. Jadi, jangan ke mana-mana.“

Ryzel terus berjalan ketika berinteraksi dengan pengikutnya yang menonton. Ia rasa dirinya perlu istirahat terlebih dahulu sebelum ke Kebun Raya Bogor.

“Benar, aku sudah sampai di Bogor, saat ini aku sedang berjalan ke Alun-alun Kota Bogor. Katanya Alun-alun ini baru dibuka lagi, aku jadi penasaran ingin melihat penampilan barunya.“

Berita tentang bukanya Alun-alun Kota Bogor ini sempat Ryzel dengar beberapa waktu yang lalu, ingin sekali ia kunjungi, tetapi ia tidak bisa, pekerjaan selalu mengikatnya.

Sekarang ini ia sudah tidak terikat apa-apa, ia bebas ingin pergi ke mana dan kapan saja.

Mumpung masih ada kesempatan, ia harus melakukan apa yang ingin dilakukan.

“Alun-alun Kota Bogor beberapa bulan yang lalu aku ke sana, sekarang sudah bagus!“

“Di malam hari bahkan lebih bagus, aku pernah ke sana bersama orang tuaku!“

“Pembawa Siaran, bisakah kamu menyoroti wanita cantik di sana?“

“Untuk bersantai dan olahraga cukup enak di alun-alun itu, aku merekomendasikannya!“

“Cocok juga untuk ingin berfoto atau mencari tempat untuk berfoto, tempat ini sangat Instagremable!“

Ternyata para penontonnya banyak yang pernah ke sini. Ulasan mereka juga sangat bagus, Ryzel makin penasaran dan ia mempercepat langkahnya.

Tak lama kemudian, Ryzel akhirnya sampai di depan tulisan “Alun-alun Kota Bogor” besar yang berdiri tegak dan berderet ke samping.

Ponselnya Ryzel arahkan ke dirinya sendiri dengan latar belakang tulisan yang besar tersebut.

“Lihat! Aku sudah sampai di Alun-alun Kota Bogor! Bagaimana, apakah bagus?“ Ryzel berkata sambil membuka masker dan memutarkan tubuhnya agar kamera bisa menangkap pemandangan di sekitar alun-alun.

Tempat ini memang sangat bagus, bahkan di aini tersedia banyak fasilitas, seperti alat fitness, wahana bermain anak-anak, jalur joging, dan masih banyak lagi.

Bukannya penonton fokus dengan pemandangan yang ada di balik tubuh Ryzel, mereka lebih memperhatikan wajah Ryzel yang tampan.

Untuk sesaat, siaran langsung Ryzel dipenuhi oleh pujian dari para penonton wanita, mereka semua melontarkan komentar dengan mengeluarkan air liur di sudut mulutnya.

“Tampan sekali! Aku sudah tidak kuat, aku membutuhkan guling untuk menggesek!“

“Wajah apa ini? Kenapa berkilauan seperti wajah Dewa Yunani?“

“Aku masih terpesona melihat wajah ini, padahal aku sudah melihatnya lebih dari seribu kali!“

“Postur wajah yang sempurna, aku belum pernah menemukan wajah yang tidak terindentifikasi dari mana asal negara orang ini!“

Penggemarnya yang menonton siaran langsung telah mencapai lebih dari 3.000 orang, mereka semua masih belum terbiasa dengan wajah Ryzel yang memiliki bentuk wajah yang seperti campuran dari berbagai negara.

Karena itu, ada sebagian dari mereka yang masih skeptis tentang asal negara Ryzel. Ketampanan Ryzel masuk ke semua kriteria pria tampan di seluruh dunia.

Ryzel menggaruk kepalanya tidak mengerti, orang-orang di siaran langsungnya lebih banyak membicarakan wajahnya ketimbang tempat ini, padahal alun-alun ini sangat bagus.

“Ekhem! Mari kita fokus ke tempat yang kita kunjungi.“ Ryzel berpura-pura terbatuk dan mengembalikan topik pembicaraan di kolom komentar.

“Apa kalian tahu, bahwa tempat ini awalnya adalah Taman Topi? Aku waktu kecil sempat datang ke sini bersama orang tuaku.“

Tanpa sadar ketika Ryzel berbicara, matanya terlintas rasa kesedihan dan kerinduan. Beberapa dari penontonnya menyadari hal ini.

“Aku tahu, aku masih duduk di sekolah dasar pernah ke sana juga!“

“Di sana juga ada penjual batagor yang enak, tetapi aku tidak tahu apakah bapak penjual batagor itu masih berdagang atau tidak.“

“Apa hanya aku yang melihat manik mata Ryzel begitu menyedihkan?“

“Aku sudah tahu dari dahulu, aku sebenarnya orang Bogor!“

“Taman Topi di sebelah Stasiun Bogor ada sebuah pasar, aku masih ingat jelas ketika aku membeli mainan di sana.“

“Orang tuamu sekarang tidak ikut jalan-jalan, Penyiar?“

Komentar terakhir yang Ryzel lihat membuat dirinya tersenyum palsu, dan ia menjawab, “Tidak, mereka tidak ikut, mereka ada kesibukan.“

Ryzel menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran tentang masa lalunya.

Perlahan Ryzel berjalan menuju ke luar dari alun-alun, ia berniat untuk membeli batagor yang disebutkan oleh beberapa orang penonton.

Duduk di meja makan yang disiapkan oleh tukang batagor, Ryzel menaruh ponselnya di atas meja dengan kamera dan layar menghadap ke arahnya.

“Sebelum kita lanjut pergi ke Kebun Raya, ada baiknya kita isi perut dahulu. Untuk kalian yang belum makan, mari kita makan sama-sama!“

Mendengar ajakan Ryzel, sebagian penonton langsung menyiapkan camilannya untuk ikut makan bersama, kemudian mereka memakan makanannya sambil menonton siaran langsung Ryzel yang tengah makan batagor.

Terpopuler

Comments

Elok Fauziah

Elok Fauziah

plesetannya lucu/Scream//Applaud//Applaud/

2025-02-14

0

anhar005

anhar005

knp sih malah pamer masa lalu ajg bet lu jelek dimasa lalu ajg sadar diri klo ada orang gali masalalu lu gimn? ajg tolol bet jadi author

2023-10-08

2

ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴

ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴

kenapa ga sekalian ajakin kopdar, buat yg berada di sekitar bogor.. daripada makan online 🤦‍♂️

2023-08-29

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Jati Diri Pacar
2 Bab 2: Keluar Pekerjaan
3 Bab 3: Berinteraksi dengan Penonton
4 Bab 4: Alun-alun Kota Bogor
5 Bab 5: Makan dengan Pelan
6 Bab 6: Berkeliling Kebun Raya
7 Bab 7: Bertemu Penonton
8 Bab 8: Curhatan Wanita
9 Bab 9: Kebun Raya Malam Hari
10 Bab 10: Pergi Bersama Gina
11 Bab 11: Makan Kue Mangkuk
12 Bab 12: Siaran Langsung di Sempur
13 Bab 13: Perpisahan Kota Bogor
14 Bab 14: Hari Sibuk
15 Bab 15: Membantu Wanita Pemalu
16 Bab 16: Jaga Diri
17 Bab 17: Dea Berterima Kasih
18 Bab 18: Pasangan Familiar
19 Bab 19: Stepen Tumbuh Besar
20 Bab 20: Bertemu Anak Kemarin
21 Bab 21: Mulai Menjelajah Monas
22 Bab 22: Belajar Sejarah
23 Bab 23: Pemandangan Jakarta Terakhir Kali
24 Bab 24: Perpisahan dengan Gadis Kecil
25 Bab 25: Wanita yang Baik
26 Bab 26: Musem Konferensi di Bandung
27 Bab 27: Makan Bersama Wanita Kembar
28 Bab 28: Malam yang Mengejutkan
29 Bab 29: Dua Wanita Perhatian
30 Bab 30: Pergi di Phuket
31 Bab 31: Mencari Makanan di Luar
32 Bab 32: Makan Jajanan Malam Thailand
33 Bab 33: Tugas Masuk Pantai
34 Bab 34: Wanita Sungguhan?
35 Bab 35: Bersiap Berenang
36 Bab 36: Skeptis Terhadap Yochi
37 Bab 37: Sistem Baik
38 Bab 38: Lokasi Tugas Kebetulan
39 Bab 39: Sistem Sedikit Berubah
40 Bab 40: Mengajar Berselancar
41 Bab 41: Makan Malam Terakhir
42 Bab 42: Menunggu Tugas Masuk
43 Bab 43: Hadiah Masuk Keren
44 Bab 44: Memberi Hadiah
45 Bab 45: Wanita Laos
46 Bab 46: Menolak Undangan
47 Bab 47: Air Terjun Bertingkat
48 Bab 48: Melihat Beruang Lucu
49 Bab 49: Beruang Ajaib
50 Bab 50: Haimi Berubah
51 Bab 51: Nasib Salsa Buruk
52 Bab 52: Tidak Mau Ryzel Pergi
53 Bab 53: Mau Dibawa ke Mana?
54 Bab 54: Hubungan Kita?
55 Bab 55: Aura Berbeda
56 Bab 56: Mimpi Basah
57 Bab 57: Bermain Piano
58 Bab 58: Selebritas Kecil
59 Bab 59: Tetap Waspada
60 Bab 60: Pengkhianatan?
61 Bab 61: Berita Palsu
62 Bab 62: Hadiah Saham
63 Bab 63: Bertemu Orang Kaya
64 Bab 64: Pasar Malam Kamboja
65 Bab 65: Hadiah Aneh
66 Bab 66: Bermain Trampolin
67 Bab 67: Nama yang Sama
68 Bab 68: Pria Berprinsip
69 Bab 69: Teman Maly
70 Bab 70: Rencana Mereka Bertiga
71 Bab 71: Dikeroyok Wanita
72 Bab 72: Wisata di Koh Tui
73 Bab 73: Maly yang Makin Aneh
74 Bab 74: Termakan
75 Bab 75: Pergi ke Samloem
76 Bab 76: Tragedi Satu Lawan Tiga
77 Bab 77: Ryzel Sangat Hebat
78 Bab 78: Kabar Tak Terduga
79 Bab 79: Perpisahan Harem Trial
80 Bab 80: Bertemu Gadis yang Merepotkan
81 Bab 81: Hotel yang Sama
82 Bab 82: Ketertarikan Linh
83 Bab 83: Sarapan dengan Anak Kecil
84 Bab 84: Pergi ke Sungai Saigon
85 Bab 85: Pemandangan Sungai yang Indah
86 Bab 86: Membeli Ponsel untuk Gadis Kecil
87 Bab 87: Balon Linh?
88 Bab 88: Linh Brutal
89 Bab 89: Pergi ke Museum Perang
90 Bab 90: Menikmati Waktu di Pasar Malam
91 Bab 91: Ragu Pergi
92 Bab 92: Bertemu Ketiga Anak Kecil
93 Bab 93: Liburan dan Belajar
94 Bab 94: Wanita Aneh
95 Bab 95: Disukai Banyak Burung
96 Bab 96: Burung Penghibur
97 Bab 97: Kabar dari Yochi
98 Bab 98: Salah Kira
99 Bab 99: Tujuan Berubah
100 Bab 100: Mengobrol dengan Orang Sukses
101 Bab 101: Gadis Kecil yang Lucu
102 Bab 102: Wanita Risih
103 Bab 103: Provokasi Konyol
104 Bab 104: Anak Kecil Bercerita
105 Bab 105: Burung Berkunjung Kembali
106 Bab 106: Rencana ke Pantai Bersama
107 Bab 107: Pergi ke Pantai dengan Wanita
108 Bab 108: Permintaan Laurel
109 Bab 109: Ulang Tahun Laurel
110 Bab 110: Serangan Brutal Bertubi-tubi
111 Bab 111: Burung Aneh
112 Bab 112: Berkah Tak Terduga
113 Bab 113: Ombak Tidak Bersahabat
114 Bab 114: Ke Rumah Laurel
115 Bab 115: Apakah Aku Penjahat?
116 Bab 116: Pergi ke Bandung Kembali
117 Bab 117: Bertemu dengan si Kembar
118 Bab 118: Jajanan Bandung
119 Bab 119: Tahun Baru
120 Bab 120: Budaya Negara Lain
121 Bab 121: Dia Muncul?
122 Bab 122: Tugas Masuk Sampingan?
123 Bab 123: Kehebohan Kampus
124 Bab 124: Pergi ke Kampus Selesai
125 Bab 125: Kebetulan yang Kebetulan
126 Bab 126: Pergi ke Yogyakarta
127 Bab 127: Pemaksaan Risa
128 Bab 128: Risa yang Bimbang
129 Bab 129: Bertemu Keluarga dengan Canggung
130 Bab 130: Mengajak Ryzel Masak
131 Bab 131: Pertandingan Memasak
132 Bab 132: Hadiah Nenek Risa
133 Bab 133: Kejahilan Kecil
134 Bab 134: Gelang yang Misterius
135 Bab 135: Pamit Pulang
136 Bab 136: Mengajak Wanita Kembar
137 Bab 137: Insiden Tidak Sengaja
138 Bab 138: Sesuatu yang Buruk Datang
139 Bab 139: Masalah Berkembang
140 Bab 140: Mencari Cara
141 Bab 141: Melakukan Persiapan Besar
142 Bab 142: Kejutan dari Sistem
143 Bab 143: Persiapan Bertemu Abiella
144 Bab 144: Pergi Melihat Sunset
145 Bab 145: Berenang di Kolam Renang Ryzel
146 Bab 146: Membuka Segel Lagi
147 Bab 147: Persetujuan Pertemuan
148 Bab 148: Ryzel Disambut Wanita Kembar
149 Bab 149: Tidak Terduga
150 Bab 150: Menunggu Kedatangan Mereka
151 Bab 151: Perdamaian Kekeluargaan
152 Bab 152: Mengurus Hukum Pidana
153 Bab 153: Menghibur Diri Sendiri
154 Bab 154: Wanita yang Bodoh
155 Bab 155: Kedatangan Tamu Tak Diundang
156 Bab 156: Pulau Tiga Pantai
157 Bab 157: Tamu Langka
158 Bab 158: Pergi ke Pulau Komodo
159 Bab 159: Hadiah Tak Disangka
160 Bab 160: Kaum Meresahkan
161 Bab 161: Memikirkan Keanehan Diri
162 Bab 162: Sistem Memberi Kejutan
163 Bab 164: Mempertemukan Ketiga Wanitanya
164 Bab 165: Pergi berbelanja di Tokyo
165 Bab 167: Bertemu Keluarga Minamoto
166 Bab 168: Berduel
167 Bab 169: Masalah Keiko Selesai
168 Bab 170: Pertemuan Harem Tiga Negara
169 Bab 171: Teknik di Luar Nalar
170 Bab 172: Mendung Mendadak
171 Bab 173: Sangat Puas
172 Bab 174: Pergi Jauh Naik Pesawat
173 Bab 175: Dua Wanita Italia
174 Bab 176: Alun-alun yang Indah
175 Bab 177: Anggota Bertambah Lagi
176 Bab 178: Kuil Dewa
177 Bab 179: Bersenang-senang di Italia
178 Bab 180: Pergi ke Negeri Tiada Malam
179 Bab 181: Kejadian Istimewa Mendadak
180 Bab 182: Negara Air Terjun Tertinggi
181 Bab 183: Pertemuan Presiden
182 Bab 184: Wanita yang Hebat
183 Bab 185: Kesulitan Wanita Sulung
184 Bab 186: Pergi ke Rumah Nenek
185 Bab 188: Tugas Masuk Cukup Jauh
186 Bab 189: Air Terjun Angel
187 Bab 190: Makhluk Misterius
188 Bab 191: Naga Punya Gender
189 Bab 192: Mencari Asisten
190 Bab 193: Tugas Asisten Pribadi
191 Bab 194: Room Tour
192 Bab 195: Merekrut Dua Wanita
193 Bab 196: Anggota Spesial
194 Bab 197: Pergi ke Menara Eiffel
195 Bab 198: Bertemu Artis
196 Bab 199: Lukisan yang Menghilang
197 Bab 200: Identitas Gadis Pencopet
198 Bab 201: Hubungan Agak Rumit
199 Bab 207: Kedatangan Tamu Tak Diundang
200 Bab 208: Kerja Sama Besar
201 Bab 209: Penemuan Rahasia
202 Bab 210: Wanita Aneh Dirantai
203 Bab 211: Zimey Sebenarnya
204 Bab 212: Ukuran Ryzel
205 Bab 213: Melihat-lihat Kota Moskow
206 Bab 214: Hadiah Berbahaya
207 Bab 215: Pelampiasan
208 Bab 216: Berusaha Lagi
209 Bab 217: Berusaha Keras
210 Bab 218: Masih Berjuang
211 Bab 219: Menyambut Wanita Menyimpang
212 Bab 220: Hadiah Ajaib
213 Bab 221: Kejutan Tasha dan Naran
214 Bab 222: Peningkatan Pengikut
215 Bab 223: Kejutan Selebritas Kecil
216 Bab 224: Rahasia Muncul
217 Bab 225: Pertemuan Besar
218 Bab 226: Kebahagian Hakiki
219 Bab 227: Tugas Terakhir (Tamat)
Episodes

Updated 219 Episodes

1
Bab 1: Jati Diri Pacar
2
Bab 2: Keluar Pekerjaan
3
Bab 3: Berinteraksi dengan Penonton
4
Bab 4: Alun-alun Kota Bogor
5
Bab 5: Makan dengan Pelan
6
Bab 6: Berkeliling Kebun Raya
7
Bab 7: Bertemu Penonton
8
Bab 8: Curhatan Wanita
9
Bab 9: Kebun Raya Malam Hari
10
Bab 10: Pergi Bersama Gina
11
Bab 11: Makan Kue Mangkuk
12
Bab 12: Siaran Langsung di Sempur
13
Bab 13: Perpisahan Kota Bogor
14
Bab 14: Hari Sibuk
15
Bab 15: Membantu Wanita Pemalu
16
Bab 16: Jaga Diri
17
Bab 17: Dea Berterima Kasih
18
Bab 18: Pasangan Familiar
19
Bab 19: Stepen Tumbuh Besar
20
Bab 20: Bertemu Anak Kemarin
21
Bab 21: Mulai Menjelajah Monas
22
Bab 22: Belajar Sejarah
23
Bab 23: Pemandangan Jakarta Terakhir Kali
24
Bab 24: Perpisahan dengan Gadis Kecil
25
Bab 25: Wanita yang Baik
26
Bab 26: Musem Konferensi di Bandung
27
Bab 27: Makan Bersama Wanita Kembar
28
Bab 28: Malam yang Mengejutkan
29
Bab 29: Dua Wanita Perhatian
30
Bab 30: Pergi di Phuket
31
Bab 31: Mencari Makanan di Luar
32
Bab 32: Makan Jajanan Malam Thailand
33
Bab 33: Tugas Masuk Pantai
34
Bab 34: Wanita Sungguhan?
35
Bab 35: Bersiap Berenang
36
Bab 36: Skeptis Terhadap Yochi
37
Bab 37: Sistem Baik
38
Bab 38: Lokasi Tugas Kebetulan
39
Bab 39: Sistem Sedikit Berubah
40
Bab 40: Mengajar Berselancar
41
Bab 41: Makan Malam Terakhir
42
Bab 42: Menunggu Tugas Masuk
43
Bab 43: Hadiah Masuk Keren
44
Bab 44: Memberi Hadiah
45
Bab 45: Wanita Laos
46
Bab 46: Menolak Undangan
47
Bab 47: Air Terjun Bertingkat
48
Bab 48: Melihat Beruang Lucu
49
Bab 49: Beruang Ajaib
50
Bab 50: Haimi Berubah
51
Bab 51: Nasib Salsa Buruk
52
Bab 52: Tidak Mau Ryzel Pergi
53
Bab 53: Mau Dibawa ke Mana?
54
Bab 54: Hubungan Kita?
55
Bab 55: Aura Berbeda
56
Bab 56: Mimpi Basah
57
Bab 57: Bermain Piano
58
Bab 58: Selebritas Kecil
59
Bab 59: Tetap Waspada
60
Bab 60: Pengkhianatan?
61
Bab 61: Berita Palsu
62
Bab 62: Hadiah Saham
63
Bab 63: Bertemu Orang Kaya
64
Bab 64: Pasar Malam Kamboja
65
Bab 65: Hadiah Aneh
66
Bab 66: Bermain Trampolin
67
Bab 67: Nama yang Sama
68
Bab 68: Pria Berprinsip
69
Bab 69: Teman Maly
70
Bab 70: Rencana Mereka Bertiga
71
Bab 71: Dikeroyok Wanita
72
Bab 72: Wisata di Koh Tui
73
Bab 73: Maly yang Makin Aneh
74
Bab 74: Termakan
75
Bab 75: Pergi ke Samloem
76
Bab 76: Tragedi Satu Lawan Tiga
77
Bab 77: Ryzel Sangat Hebat
78
Bab 78: Kabar Tak Terduga
79
Bab 79: Perpisahan Harem Trial
80
Bab 80: Bertemu Gadis yang Merepotkan
81
Bab 81: Hotel yang Sama
82
Bab 82: Ketertarikan Linh
83
Bab 83: Sarapan dengan Anak Kecil
84
Bab 84: Pergi ke Sungai Saigon
85
Bab 85: Pemandangan Sungai yang Indah
86
Bab 86: Membeli Ponsel untuk Gadis Kecil
87
Bab 87: Balon Linh?
88
Bab 88: Linh Brutal
89
Bab 89: Pergi ke Museum Perang
90
Bab 90: Menikmati Waktu di Pasar Malam
91
Bab 91: Ragu Pergi
92
Bab 92: Bertemu Ketiga Anak Kecil
93
Bab 93: Liburan dan Belajar
94
Bab 94: Wanita Aneh
95
Bab 95: Disukai Banyak Burung
96
Bab 96: Burung Penghibur
97
Bab 97: Kabar dari Yochi
98
Bab 98: Salah Kira
99
Bab 99: Tujuan Berubah
100
Bab 100: Mengobrol dengan Orang Sukses
101
Bab 101: Gadis Kecil yang Lucu
102
Bab 102: Wanita Risih
103
Bab 103: Provokasi Konyol
104
Bab 104: Anak Kecil Bercerita
105
Bab 105: Burung Berkunjung Kembali
106
Bab 106: Rencana ke Pantai Bersama
107
Bab 107: Pergi ke Pantai dengan Wanita
108
Bab 108: Permintaan Laurel
109
Bab 109: Ulang Tahun Laurel
110
Bab 110: Serangan Brutal Bertubi-tubi
111
Bab 111: Burung Aneh
112
Bab 112: Berkah Tak Terduga
113
Bab 113: Ombak Tidak Bersahabat
114
Bab 114: Ke Rumah Laurel
115
Bab 115: Apakah Aku Penjahat?
116
Bab 116: Pergi ke Bandung Kembali
117
Bab 117: Bertemu dengan si Kembar
118
Bab 118: Jajanan Bandung
119
Bab 119: Tahun Baru
120
Bab 120: Budaya Negara Lain
121
Bab 121: Dia Muncul?
122
Bab 122: Tugas Masuk Sampingan?
123
Bab 123: Kehebohan Kampus
124
Bab 124: Pergi ke Kampus Selesai
125
Bab 125: Kebetulan yang Kebetulan
126
Bab 126: Pergi ke Yogyakarta
127
Bab 127: Pemaksaan Risa
128
Bab 128: Risa yang Bimbang
129
Bab 129: Bertemu Keluarga dengan Canggung
130
Bab 130: Mengajak Ryzel Masak
131
Bab 131: Pertandingan Memasak
132
Bab 132: Hadiah Nenek Risa
133
Bab 133: Kejahilan Kecil
134
Bab 134: Gelang yang Misterius
135
Bab 135: Pamit Pulang
136
Bab 136: Mengajak Wanita Kembar
137
Bab 137: Insiden Tidak Sengaja
138
Bab 138: Sesuatu yang Buruk Datang
139
Bab 139: Masalah Berkembang
140
Bab 140: Mencari Cara
141
Bab 141: Melakukan Persiapan Besar
142
Bab 142: Kejutan dari Sistem
143
Bab 143: Persiapan Bertemu Abiella
144
Bab 144: Pergi Melihat Sunset
145
Bab 145: Berenang di Kolam Renang Ryzel
146
Bab 146: Membuka Segel Lagi
147
Bab 147: Persetujuan Pertemuan
148
Bab 148: Ryzel Disambut Wanita Kembar
149
Bab 149: Tidak Terduga
150
Bab 150: Menunggu Kedatangan Mereka
151
Bab 151: Perdamaian Kekeluargaan
152
Bab 152: Mengurus Hukum Pidana
153
Bab 153: Menghibur Diri Sendiri
154
Bab 154: Wanita yang Bodoh
155
Bab 155: Kedatangan Tamu Tak Diundang
156
Bab 156: Pulau Tiga Pantai
157
Bab 157: Tamu Langka
158
Bab 158: Pergi ke Pulau Komodo
159
Bab 159: Hadiah Tak Disangka
160
Bab 160: Kaum Meresahkan
161
Bab 161: Memikirkan Keanehan Diri
162
Bab 162: Sistem Memberi Kejutan
163
Bab 164: Mempertemukan Ketiga Wanitanya
164
Bab 165: Pergi berbelanja di Tokyo
165
Bab 167: Bertemu Keluarga Minamoto
166
Bab 168: Berduel
167
Bab 169: Masalah Keiko Selesai
168
Bab 170: Pertemuan Harem Tiga Negara
169
Bab 171: Teknik di Luar Nalar
170
Bab 172: Mendung Mendadak
171
Bab 173: Sangat Puas
172
Bab 174: Pergi Jauh Naik Pesawat
173
Bab 175: Dua Wanita Italia
174
Bab 176: Alun-alun yang Indah
175
Bab 177: Anggota Bertambah Lagi
176
Bab 178: Kuil Dewa
177
Bab 179: Bersenang-senang di Italia
178
Bab 180: Pergi ke Negeri Tiada Malam
179
Bab 181: Kejadian Istimewa Mendadak
180
Bab 182: Negara Air Terjun Tertinggi
181
Bab 183: Pertemuan Presiden
182
Bab 184: Wanita yang Hebat
183
Bab 185: Kesulitan Wanita Sulung
184
Bab 186: Pergi ke Rumah Nenek
185
Bab 188: Tugas Masuk Cukup Jauh
186
Bab 189: Air Terjun Angel
187
Bab 190: Makhluk Misterius
188
Bab 191: Naga Punya Gender
189
Bab 192: Mencari Asisten
190
Bab 193: Tugas Asisten Pribadi
191
Bab 194: Room Tour
192
Bab 195: Merekrut Dua Wanita
193
Bab 196: Anggota Spesial
194
Bab 197: Pergi ke Menara Eiffel
195
Bab 198: Bertemu Artis
196
Bab 199: Lukisan yang Menghilang
197
Bab 200: Identitas Gadis Pencopet
198
Bab 201: Hubungan Agak Rumit
199
Bab 207: Kedatangan Tamu Tak Diundang
200
Bab 208: Kerja Sama Besar
201
Bab 209: Penemuan Rahasia
202
Bab 210: Wanita Aneh Dirantai
203
Bab 211: Zimey Sebenarnya
204
Bab 212: Ukuran Ryzel
205
Bab 213: Melihat-lihat Kota Moskow
206
Bab 214: Hadiah Berbahaya
207
Bab 215: Pelampiasan
208
Bab 216: Berusaha Lagi
209
Bab 217: Berusaha Keras
210
Bab 218: Masih Berjuang
211
Bab 219: Menyambut Wanita Menyimpang
212
Bab 220: Hadiah Ajaib
213
Bab 221: Kejutan Tasha dan Naran
214
Bab 222: Peningkatan Pengikut
215
Bab 223: Kejutan Selebritas Kecil
216
Bab 224: Rahasia Muncul
217
Bab 225: Pertemuan Besar
218
Bab 226: Kebahagian Hakiki
219
Bab 227: Tugas Terakhir (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!