“Bolehkah?“ Anak kecil laki-laki itu menatap Ryzel dengan mata yang berbinar.
Ryzel mengangguk kecil dan matanya menyipit, terlihat ramah dan tidak menakutkan. “Boleh. Abang punya film Upil Ipil, kamu mau lihat?“
“Mau, aku mau lihat!“ Anak kecil itu menjawab dengan semangat.
Melihat anaknya yang mengobrol dengan seseorang dengan antusias, ibunya membiarkannya dan tetap mengawasi. Ibu dari anak kecil ini cukup berumur, mungkin berusia 40 tahun ke atas.
Mata ibu ini menatap Ryzel dengan tatapan yang memiliki arti, yaitu meminta maaf karena anaknya yang tiba-tiba mengganggu dan tolong biakan anak itu senang, Ryzel memahami arti dari sorot mata ibu tersebut dan ia mengangguk.
“Pakai ini,” Ryzel berkata sambil menyerahkan salah satu earphone-nya ke anak kecil tersebut.
Anak kecil itu langsung memakai earphone milik Ryzel di telinganya. Senyuman polos dan cerah terus ditampilkan, ia sangat bersemangat.
“Kita tidak boleh mengganggu orang-orang di dalam kereta dengan menonton video, kita harus memakai ini agar suara videonya hanya terdengar oleh telinga kita sendiri, dan itu tidak mengganggu orang lain. Mereka pasti memiliki kesibukan masing-masing, kasihan jika kita ganggu mereka.“
Ryzel memberikan nasihat dengan suara yang lembut dan sedikit bisik, ekspresi matanya memiliki aura yang nyaman, anak kecil pun merasa nyaman dengannya.
“Aku mengerti, Abang.“ Anak kecil itu mengangguk menampilkan bahwa dirinya paham.
Anggukan kepala kecil anak laki-laki begitu lucu dan menggemaskan dan Ryzel tanpa sadar mengusap kepala anak kecil tersebut.
Tatapan polos dan suci anak kecil ini memang yang terbaik, seolah-olah dunia akan baik-baik saja jika masih ada senyuman dan tatapan polos anak kecil.
Keduanya menonton bersama sebuah film anak kecil yang sudah dari dahulu terkenal bahkan saat Ryzel sendiri masih kecil.
Film Upil dan Ipil ini memang sudah diperbarui dari banyak segi, grafiknya yang ditingkatkan dan jalan cerita yang dibuat baru dari sebelumnya, tetapi sayangnya pesan yang terkandung dalam Upil dan Ipil versi sekarang begitu sedikit, lebih bagus Upil dan Ipil versi lama yang di mana banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik.
Oleh karena itu, Ryzel menyuguhkan film Upil dan Ipil episode yang telah diterbitkan sejak lama, Ryzel sendiri suka dengan cerita Upil dan Ipil yang berjualan es di pasar dan uangnya ditabung, tidak jadi dibelikan mainan keinginannya, kini episode itu tengah ditonton oleh anak kecil ini.
Ternyata ibunya pun ikut menonton dan mereka menonton bersama.
Tanpa Ryzel ketahui, momen dirinya sedang berinteraksi dengan anak kecil tadi direkam oleh salah satu wanita yang duduk di kursi seberang, kemudian itu diunggah ke aplikasi Tiktod dengan kalimat keterangan yang bertuliskan “Tidak sengaja bertemu dengan pria husband material yang suka dengan anak kecil di kereta!“ dan terdapat emotikon love dan senyum memerah.
Meskipun itu baru diunggah selama beberapa menit, video itu telah menerima lebih dari 10.000 tampilan dan lebih dari 2.000 suka, serta ratusan komentar.
Semua komentar membahas tentang Ryzel yang ada di dalam video, menanyakan apakah pria ini punya akun Tiktod atau tidak.
Beberapa orang dari ratusan komentar ini adalah penonton siaran langsung Ryzel tadi, mereka segera memberitahukan nama akun Ryzel.
Secara tidak sengaja itu membuat akun Ryzel makin bertambah pengikutnya.
Pada saat ini, Ryzel melambaikan tangannya ke arah anak kecil yang turun di Stasiun Depok bersama ibunya. Sebelum pergi, anak kecil itu memberinya sebuah permen karet, permen karet itu adalah wujud terima kasihnya karena Ryzel sudah mengajaknya menonton film, anak ini sangat manis, orang tuanya tidak gagal dalam mendidik anak.
Setelah mendapatkan permen karet ini, Ryzel selalu tersenyum, ia merasakan manis di hatinya, memang anak kecil itu menggemaskan.
Satu jam berlalu sejak anak kecil itu pergi, akhirnya kereta sudah berhenti di stasiun akhir, yaitu Stasiun Bogor.
Begitu Ryzel turun dari kereta, ia baru sadar bahwa di gerbong kereta yang ia duduki banyak sekali penumpang wanita, terlebih di deretan kursi seberang dan kursi di sebelahnya.
Ryzel merasakan banyak tatapan wanita yang mengarah ke dirinya, tetapi ia abaikan dan terus berjalan.
Sebelum keluar dari stasiun, Ryzel menyempatkan diri untuk membuang air kecil, tidak baik jika ditahan.
Selanjutnya ia bersiap untuk siaran langsung, ponsel serta gimbal sudah sedia digunakan, ketika keluar dari Stasiun Bogor Ryzel langsung mengaktifkan siaran langsung.
“Halo, Semuanya! Kembali lagi bersama aku, Ryzel! Bagaimana satu jam kita tidak bertemu, apa kalian merindukan aku?“ Ryzel berkata dengan percaya diri tanpa memedulikan pandangan aneh dari orang lain yang ada di jalan.
Pada saat ini, Ryzel sedang berjalan menuju Alun-alun Kota Bogor, letaknya tidak jauh dari Stasiun Bogor, hanya perlu berjalan selama 5 menit saja.
Namun, Ryzel tetap harus berhati-hati, sebab jalanan di sekitar stasiun cukup padat, takut akan ada kejahatan yang datang kepadanya.
Mendengar dan melihat sikap percaya diri Ryzel, penontonnya yang sudah ada lebih dari 500 orang itu pun mengirimkan komentarnya masing-masing, ruang siaran langsung menjadi ramai seketika.
“Rindu? Aku rindu sekali padamu, Ryzel!“
“Kok, kamu bisa tahu aku sedang rindu? Jangan-jangan kita itu berjodoh?“
“Mengapa memakai masker? Aku ingin melihat wajahmu yang tampan itu!“
“Narsis sekali pembawa siaran langsung satu ini, untung tampan, jika tidak aku sudah mengejeknya!“
“Apakah kamu sudah sampai di Bogor? Sekarang sedang ke mana?“
Melihat sekilas barisan komentar yang bergulir, Ryzel tersenyum dan berkata, “Tidak perlu rindu lagi, satu sampai dua jam ke depan aku akan terus menemani kalian. Jadi, jangan ke mana-mana.“
Ryzel terus berjalan ketika berinteraksi dengan pengikutnya yang menonton. Ia rasa dirinya perlu istirahat terlebih dahulu sebelum ke Kebun Raya Bogor.
“Benar, aku sudah sampai di Bogor, saat ini aku sedang berjalan ke Alun-alun Kota Bogor. Katanya Alun-alun ini baru dibuka lagi, aku jadi penasaran ingin melihat penampilan barunya.“
Berita tentang bukanya Alun-alun Kota Bogor ini sempat Ryzel dengar beberapa waktu yang lalu, ingin sekali ia kunjungi, tetapi ia tidak bisa, pekerjaan selalu mengikatnya.
Sekarang ini ia sudah tidak terikat apa-apa, ia bebas ingin pergi ke mana dan kapan saja.
Mumpung masih ada kesempatan, ia harus melakukan apa yang ingin dilakukan.
“Alun-alun Kota Bogor beberapa bulan yang lalu aku ke sana, sekarang sudah bagus!“
“Di malam hari bahkan lebih bagus, aku pernah ke sana bersama orang tuaku!“
“Pembawa Siaran, bisakah kamu menyoroti wanita cantik di sana?“
“Untuk bersantai dan olahraga cukup enak di alun-alun itu, aku merekomendasikannya!“
“Cocok juga untuk ingin berfoto atau mencari tempat untuk berfoto, tempat ini sangat Instagremable!“
Ternyata para penontonnya banyak yang pernah ke sini. Ulasan mereka juga sangat bagus, Ryzel makin penasaran dan ia mempercepat langkahnya.
Tak lama kemudian, Ryzel akhirnya sampai di depan tulisan “Alun-alun Kota Bogor” besar yang berdiri tegak dan berderet ke samping.
Ponselnya Ryzel arahkan ke dirinya sendiri dengan latar belakang tulisan yang besar tersebut.
“Lihat! Aku sudah sampai di Alun-alun Kota Bogor! Bagaimana, apakah bagus?“ Ryzel berkata sambil membuka masker dan memutarkan tubuhnya agar kamera bisa menangkap pemandangan di sekitar alun-alun.
Tempat ini memang sangat bagus, bahkan di aini tersedia banyak fasilitas, seperti alat fitness, wahana bermain anak-anak, jalur joging, dan masih banyak lagi.
Bukannya penonton fokus dengan pemandangan yang ada di balik tubuh Ryzel, mereka lebih memperhatikan wajah Ryzel yang tampan.
Untuk sesaat, siaran langsung Ryzel dipenuhi oleh pujian dari para penonton wanita, mereka semua melontarkan komentar dengan mengeluarkan air liur di sudut mulutnya.
“Tampan sekali! Aku sudah tidak kuat, aku membutuhkan guling untuk menggesek!“
“Wajah apa ini? Kenapa berkilauan seperti wajah Dewa Yunani?“
“Aku masih terpesona melihat wajah ini, padahal aku sudah melihatnya lebih dari seribu kali!“
“Postur wajah yang sempurna, aku belum pernah menemukan wajah yang tidak terindentifikasi dari mana asal negara orang ini!“
Penggemarnya yang menonton siaran langsung telah mencapai lebih dari 3.000 orang, mereka semua masih belum terbiasa dengan wajah Ryzel yang memiliki bentuk wajah yang seperti campuran dari berbagai negara.
Karena itu, ada sebagian dari mereka yang masih skeptis tentang asal negara Ryzel. Ketampanan Ryzel masuk ke semua kriteria pria tampan di seluruh dunia.
Ryzel menggaruk kepalanya tidak mengerti, orang-orang di siaran langsungnya lebih banyak membicarakan wajahnya ketimbang tempat ini, padahal alun-alun ini sangat bagus.
“Ekhem! Mari kita fokus ke tempat yang kita kunjungi.“ Ryzel berpura-pura terbatuk dan mengembalikan topik pembicaraan di kolom komentar.
“Apa kalian tahu, bahwa tempat ini awalnya adalah Taman Topi? Aku waktu kecil sempat datang ke sini bersama orang tuaku.“
Tanpa sadar ketika Ryzel berbicara, matanya terlintas rasa kesedihan dan kerinduan. Beberapa dari penontonnya menyadari hal ini.
“Aku tahu, aku masih duduk di sekolah dasar pernah ke sana juga!“
“Di sana juga ada penjual batagor yang enak, tetapi aku tidak tahu apakah bapak penjual batagor itu masih berdagang atau tidak.“
“Apa hanya aku yang melihat manik mata Ryzel begitu menyedihkan?“
“Aku sudah tahu dari dahulu, aku sebenarnya orang Bogor!“
“Taman Topi di sebelah Stasiun Bogor ada sebuah pasar, aku masih ingat jelas ketika aku membeli mainan di sana.“
“Orang tuamu sekarang tidak ikut jalan-jalan, Penyiar?“
Komentar terakhir yang Ryzel lihat membuat dirinya tersenyum palsu, dan ia menjawab, “Tidak, mereka tidak ikut, mereka ada kesibukan.“
Ryzel menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran tentang masa lalunya.
Perlahan Ryzel berjalan menuju ke luar dari alun-alun, ia berniat untuk membeli batagor yang disebutkan oleh beberapa orang penonton.
Duduk di meja makan yang disiapkan oleh tukang batagor, Ryzel menaruh ponselnya di atas meja dengan kamera dan layar menghadap ke arahnya.
“Sebelum kita lanjut pergi ke Kebun Raya, ada baiknya kita isi perut dahulu. Untuk kalian yang belum makan, mari kita makan sama-sama!“
Mendengar ajakan Ryzel, sebagian penonton langsung menyiapkan camilannya untuk ikut makan bersama, kemudian mereka memakan makanannya sambil menonton siaran langsung Ryzel yang tengah makan batagor.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments
Elok Fauziah
plesetannya lucu/Scream//Applaud//Applaud/
2025-02-14
0
anhar005
knp sih malah pamer masa lalu ajg bet lu jelek dimasa lalu ajg sadar diri klo ada orang gali masalalu lu gimn? ajg tolol bet jadi author
2023-10-08
2
ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴
kenapa ga sekalian ajakin kopdar, buat yg berada di sekitar bogor.. daripada makan online 🤦♂️
2023-08-29
2