Begitu keluar dari gedung hotel yang tinggi, Ryzel langsung melihat bahwa jalanan di sekitar gedung sangat ramai, terlebih di waktu sekarang ini yang sudah mulai gelap hendak malam.
Lampu sudah banyak yang dinyalakan, gedung-gedung sudah dihiasi oleh lampu dengan berbagai warna, lampu kendaraan yang lewat pun menambah keramaian.
Trotoar jalan di sekitar gedung hotel ramai oleh pejalan kaki dan beberapa tukang ojek online atau daring yang menunggu pesanan.
Hiruk-pikuk perkotaan dapat dirasakan oleh Ryzel sekarang, ini melebihi keramaian yang ada di Kota Bogor.
Tak lama ia berjalan, Ryzel melihat banyak orang yang berjalan ke daerah antara gedung Plaza dan GI, di sana terdapat orang yang berjualan segala macam jajanan, mulai dari jajanan ala Korea sampai khas daerah di Indonesia.
Di kejauhan saja sudah terlihat sesak saking banyaknya orang yang berdempetan untuk bisa ke dalam area jajanan.
Daripada hanya diam seperti ini dan memandang padatnya orang yang ingin jajan, Ryzel memutuskan untuk mengaktifkan siaran langsung.
Akun Tiktodnya pada saat ini sudah diikuti oleh 23.000 orang, itu merangkak naik setiap menitnya.
Kejadian tidak terpuji yang dialami oleh Dea memberi dampak baik ke akunnya secara tidak langsung, banyak yang membagikan tampilan Ryzel yang tengah menolong korban dan mengintrogasi pelaku.
Oleh karena itu, sebagian besar orang- orang yang sempat menonton cuplikan atau video penampakan penasaran terhadap dirinya, akhirnya beberapa orang memberi tahu tentang Akun Ryzel, itu menimbulkan akunnya makin banyak diikuti oleh orang.
Baru beberapa detik Ryzel menerbangkan ruang siaran langsung di aplikasi Tiktod, itu sudah dikunjungi oleh lebih dari 2.000 orang, itu terus bertambah setiap detiknya.
“Halo, Semuanya! Kembali lagi bersamaku, Ryzel! Apa kalian sudah mandi sore tadi?“
Ryzel membuka siaran langsung di trotoar jalan tidak jauh dari tempat banyak penjual yang berdagang, tampak ceria dan bersemangat sehingga para penonton antusias menonton Ryzel dan ingin tahu apa yang ingin ditunjukkan oleh Ryzel pada awal malam hari ini.
“Sudah, aku sudah mandi! Tadi pacarku yang memandikan aku!“
“Sial! Komentar di atas sangat mencurigakan!“
“Aku baru saja mandi, tetapi aku merinding saat mencuci tubuh tadi!“
“Melihat Ryzel membuatku ingin kembali ke kamar mandi lagi!“
“Tolong wajahnya diperlihatkan! Aku tidak bisa melihat karena remang-remang!“
Rentetan di ruang siaran langsung memiliki segalanya untuk dikatakan, mereka menanggapi pertanyaan Ryzel yang adalah basa-basi berkedok lelucon.
Namun, Ryzel memperhatikan komentar terakhir yang sempat ia baca, sepertinya malam hari membuat kameranya tidak menangkap sosoknya dengan jelas.
Dengan lekas, Ryzel mengaktifkan mode malam dan mencari tempat yang memiliki penerangan yang baik.
Di layar ponsel, banyak komentar yang menberi tahu bahwa tangkapan kamera sudah oke, tidak remang-remang dan samar-samar seperti sebelumnya.
“Malam ini aku akan mengajak kalian untuk jalan-jalan malam di ibu kota, beginilah penampakannya, bisa kalian lihat sendiri.“
Kamera ponsel Ryzel diarahkan ke jalanan yang ada di antara gedung hotel Kempynsky dan Plaza, sangat ramai dilewati banyak kendaraan bahkan hampir macet, di trotoar jalan pun orang-orang banyak yang melintas, kelihatannya sudah pulang kerja, atau mungiin beberapa baru masuk kerja.
Jakarta memang kota yang sibuk, orang-orang fokus bekerja di sini.
Setelahnya, Ryzel berjalan dan berinteraksi dengan orang-orang di ruang siaran langsung yang sudah mencapai 17.000 orang yang menonton.
“Penjual makanan steak ayam di sini sangat ramai, tetapi karena kalian sudah merekomendasikan, aku akan memesannya.“ Ryzel memandang orang yang antre di salah satu toko di pinggir jalan, barisan antre cukup panjang dan tidak tertata rapi.
Dikarenakan ini makanan yang direkomendasikan oleh para penontonnya, ia akan berusaha untuk mendapatkan makanannya.
Hampir setengah jam lebih Ryzel berdiri di belakang antrean banyak orang, akhirnya pesanannya sedang dimasak, ia tinggal menunggu sampai selesai.
Beruntungnya ia bersiaran langsung di Tiktod, jadi tidak terlalu membosankan dan bisa mengobrol dengan penggemarnya.
Setiap Ryzel keluar, pasti ia memakai masker, termasuk kesempatan kali ini, ia tetap memakai masker.
Walaupun demikian, ia tetap dilirik oleh orang, terlebih para wanita.
Mungkin mereka aneh melihat orang yang berbicara sendiri dengan kamera, juga mungkin jarang ada orang yang aktif di media sosial, kegiatan Ryzel di mata orang-orang masih belum biasa dan aneh, tetapi kebanyakan dari pandangan mereka itu terlihat tertarik pada wajah Ryzel dibandingkan apa yang dilakukan Ryzel.
Usai membeli steak ayam, Ryzel melanjutkan lagi untuk membeli makanan ala Korea, yaitu kue ikan atau Eomuk, dan Tteokbokki.
Makanan ini juga banyak digandrungi oleh orang, jadi ia mengantre lagi walau tidak selama meengantre steak, kemudian ia terus melanjutkan ke makanan selanjutnya, cumi bakar.
“Mah, kita mau beli makanan apa?“
Suara pria yang sedang bertanya terdengar jelas di belakang Ryzel, kelihatannya di belakangnya terdapat seorang pasangan suami-istri.
Ryzel tidak ingin mengganggu mereka dan berdiri menunggu cumi bakarnya selesai dibuat sembari berinteraksi dengan penonton di ruang siaran langsungnya.
Akan tetapi, wajah Ryzel berubah begitu mendengar suara wanita di belakangnya.
“Cumi bakar, kata anak kita itu makanan enak, bagaimana kalau beli itu saja?“
Suara ini terdengar familiar di telinganya, seperti pernah mendengar di beberapa waktu yang lampau, mungkin saat dirinya masih kecil.
Ryzel sangat penasaran, tetapi ia tidak berani untuk menoleh ke belakang dan melihat sepasang suami-istri satu ini.
Dengan canggungnya Ryzel berinteraksi dengan penonton hingga akhirnya pesanan cumi bakar Ryzel selesai disajikan dan dibungkus.
Begitu ia keluar dari barisan dan berniat pulang, Ryzel memberanikan diri untuk melihat sosok yang ada di belakangnya.
Di detik berikutnya, mata Ryzel ketika melihat sosok ini langsung melebar dan ia membeku sejenak.
Ia mengenali sosok pasangan suami-istri yang ternyata cukup tua ini, tetapi ia tidak bisa memanggil nama mereka karena takut salah lihat.
“Tidak, mungkin aku salah lihat.“ Ryzel menggelengkan kepalanya begitu melihat sosok pasangan ini selama beberapa detik sebelum wajah mereka membelakangi Ryzel.
Di malam hari, pemandangan akan tidak jelas, siapa tahu itu bukan orang yang ia kenal, akan malu jika tiba-tiba memanggil.
Setelah itu, Ryzel berkata kepada penontonnya bahwa tidak ada apa-apa, ia berhenti tiba-tiba seperti itu karena ada kucing yang lewat di depannya.
Ryzel berjalan keluar dari area tempat jajanan berada, dan itu sangat susah, mau tidak mau Ryzel menghentikan siaran langsungnya dan fokus untuk keluar dari area yang sangat ramai oleh orang ini.
Penontonnya sudah ada 20.000 orang lebih, itu terbilang banyak apabila dibandingkan dengan jumlah penonton awal-awal ia siaran langsung.
Ponsel dan gimbal ponselnya Ryzel simpan di kantung jaketnya, kemudian ia berusaha untuk bisa keluar dari kerumunan orang.
Baru saja ia keluar dari tempat jajanan, Ryzel bertemu dengan 3 orang anak kecil yang sedang membawa karung di punggungnya.
Entah mengapa tangan Ryzel dengan sendirinya bergerak, ia membuka dompet dan mengeluarkan belasan lembar uang kertas berwarna merah kepada anak kecil ini dengan sembunyi-sembunyi walaupun orang penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Ryzel.
Ketiga anak itu terkejut, kemudian mereka berterima kasih dan menangis di depan Ryzel.
Usai memberi uang kepada mereka, Ryzel memberi pesan untuk bertemu besok pagi di tempat yang sama saat ini mereka berdiri, di trotoar dekat hotel Kempynsky, menggunakan baju yang bagus menurut mereka dan tanpa membawa karung lagi, kalau bisa bawa orang tua.
Anak ini menurut dan mengerti. Selanjutnya, mereka pergi pulang ke rumah atas permintaan Ryzel sendiri.
Waktu sudah malam, tidak baik untuk anak kecil berkeliaran.
Kembali ke hotel, Ryzel seketika mendapatkan panggilan telepon dari Gina, ia menunda makan malamnya dan menerima panggilan.
“Halo, Gina?“
“Ryzel, kamu tidak apa-apa, kan? Kamu baik-baik saja sekarang?“
Di balik telepon, suara Gina terdengar sangat khawatir, ia langsung menanyakan keadaan Ryzel saat ini.
Lengkungan terbentuk di wajah Ryzel, ia tersenyum hangat ketika mendengar Gina sangat mengkhawatirkan dirinya. “Aku baik-baik saja, Gina.“
“Syukurlah, kalau kamu tidak apa-apa. Aku sempat melihat video kamu yang menolong seorang wanita. Aku sangat khawatir jika kamu terluka karena pelaku itu.“
“Oh, itu. Aku bisa menjaga diri, bisa kamu lihat orang itu tidak bisa melawan.“
“…”
Mereka berdua berbincang di dalam panggilan suara selama beberapa menit, Gina meminta Ryzel untuk berganti ke panggilan video karena ingin melihat wajahnya.
Ryzel tidak keberatan, kemudian ia meletakkan ponselnya di tripod dan menerima panggilan video dari Gina.
Tepat ketika Ryzel sedang menaruh makanan yang dibeli di atas meja sambil melihat layar ponsel, ia melihat wajah Gina di dalam layar yang tengah rebahan di kasur, belahan itu tersorot kamera dengan jelas.
Memandang keindahan dunia ini, Ryzel menelan ludahnya dan tertegun sejenak. “Gluk ….“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments
ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴
Mandi apa mandi 🙄
2023-08-30
3
Lari Ada Wibu
mantap thor
2023-04-04
3
Tika Budiarti
yg bnyk up y thor
2023-03-11
3