“Aku sudah menyiapkan siomay di tanganku!“
“Bang Ryzel, sebelum menonton siaran langsung milikmu, aku sudah makan tadi. Aku sudah kenyang.“
“Asyik! Makan siang hari ini ditemani suami, hihihi!“
“Selalu sedia sosis di rumah, aku baru saja memasak sosis! Ayo kita makan bersama!“
Penonton sudah menyiapkan makanannya masing-masing, di tangan mereka sudah ada makanan yang siap disantap, tinggal menunggu Ryzel memulai makannya.
Ryzel tersenyum ke arah kamera lalu mengambil sendok. “Semuanya yang sudah memegang makanannya masing-masing, ayo kita makan!“
Setelah mengatakan itu, Ryzel memakan batagornya dengan hati-hati.
Satu suapan pertama yang diambil langsung membuat Ryzel jatuh cinta terhadap makanan ini. Kulit batagor yang garing masih jelas terasa ketika digigit oleh giginya.
Namun, Ryzel lebih suka bumbu kacangnya yang membalut dengan baik, rasa bumbunya sangat cocok di lidahnya.
Batagor di Alun-alun Kota Bogor menjadi makanan yang pasti ia beli saat berada di Bogor.
Mata Ryzel membesar dan ia menatap “Enak sekali!“
Segera Ryzel menghabiskan batagornya sampai tidak ada bumbu kacang yang tersisa.
Lebih dari 1.000 penonton di siaran langsung Ryzel terkejut saat menyaksikan Ryzel yang tiba-tiba makan seperti orang yang belum makan selama satu bulan.
Penontonnya sangat terkejut hingga mereka lupa untuk mengirimkan komentar di siaran langsung.
Mereka tertegun sampai Ryzel memesan satu porsi batagor lagi.
“Ini terlalu cepat bukan? Tidak sampai setengah menit, ia sudah menghabiskan makanannya.“
“Sangat lahap! Apakah Ryzel belum makan dari kemarin? Sepertinya ia lapar sekali.“
“Jika ada perlombaan makan batagor, kurasa Penyiar satu ini akan menang!“
“Nafsu makannya sangat besar, apakah nafsu 'itu' si Penyiar juga besar?“
“Orang di atas terlihat mencurigakan!“
Melihat komentar yang bergulir di layar ponselnya, Ryzel terlihat malu, pipinya memerah.
“Uhuk! Sebaiknya, saat makan, janganlah terburu-buru, makanlah dengan pelan dan penuh penghayatan, nikmati sampai habis.“ Ryzel berpura-pura batuk dan menegakkan tubuhnya terlihat sangat serius, ia menatap kamera tampak menyakinkan.
Perubahan sikap Ryzel yang mendadak ini dilihat oleh orang-orang yang menonton siaran langsungnya, mereka mengirim komentar serangan yang terlihat lucu.
“Sikapnya berubah sangat cepat dan halus! Bahkan telapak tanganku kalah halus dengan perubahan sikapnya!“
“Hahaha! Aku suka dengan penyiar lucu seperti ini!“
“Mengapa tadi kamu makan dengan kecepatan yang hampir mendekati kecepatan suara?“
“Sebaiknya, makan makananmu dengan cepat sampai temanmu tidak sempat meminta makanan kepadamu!“
“Ucapannya satu ini berbanding terbalik dengan tindakan yang sebelumnya, mungkin Penyiar ini lupa.“
Ryzel tersenyum kaku, ia tidak membalas apa-apa dan mulai memakan batagornya yang porsi kedua.
Kali ini ia memakannya dengan perlahan, terlihat ia sangat menikmati kelezatan batagor ini.
Untuk sesaat, ada kesunyian di ruang siaran langsung, penontonnya terinfeksi oleh Ryzel dan saat ini mereka ingin makan karena merasa lapar.
Setiap Ryzel mengunyah dan memasukan batagor ke dalam mulutnya, pasti ada orang di siaran langsung yang menelan ludah.
“Mengapa orang ini sangat enak untuk dilihat saat sedang makan? Nafsu makanku jadi terpancing.“
“Sial! Aku tidak sadar air liurku menetes dan jatuh ke baju.“
“Terlihat enak! Aku ingin memakannya sekarang! Tolong beri tahu aku mengenai lokasi tukang batagor terdekat!“
“Definisi sebenarnya dari kalimat 'makan dengan tampan', hahaha!“
Ketika makan batagor, Ryzel sama sekali tidak melihat rentetan di layar ponselnya, ia fokus untuk makan sampai makanannya habis.
Usai menghabiskan dua piring batagor, Ryzel membayar makanannya dengan total harga makanannya 30.000 rupiah yang artinya 1 porsi 15.000 rupiah, ini termasuk makanan yang murah untuk di zaman sekarang, terlebih makanannya enak dann berkualitas, tidak rugi sedikit pun.
Dari dompetnya, Ryzel mengeluarkan selembar uang kertas berwarna biru, kemudian ia menyerahkannya kepada bapak-bapak penjual batagor. “Kembaliannya buat Bapak saja. Terima kasih makanannya, Pak.“
“Sama-sama, terima kasih juga, Jang!“ Bapak penjual batagor ini berterima kasih sembari sedikit membungkukkan tubuhnya.
Namun, Ryzel juga ikut membungkuk untuk menghormati yang lebih tua.
“Omong-omong, Bapak sudah berjualan sejak kapan?“ Sebelum pergi ke Kebun Raya Bogor, Ryzel ingin tahu tentang cerita Bapak yang menjual Batagor.
Bapak mengelap tangannya yang sedikit kotor dan menjawab, “Dari tahun dua ribu satu, Nak!“
“Wow! Sudah lama sekali, bahkan aku belum lahir saat Bapak mulai berjualan.“ Ryzel terkejut mendengar jawaban Bapak penjual batagor ini. “Berarti sudah dua puluh satu tahun, ya, Pak?“
Bapak ini mengangguk dan tersenyum sebagai tanggapannya. “Kurang lebih selama itu.“
“Bukanya jam berapa dan hari apa saja, Pak?“
“Buka setiap hari, tetapi hari Jumat libur, buka dari jam delapan pagi sampai jam lima sore.“
“Oh, begitu.“ Ryzel mengangguk sambil mengarahkan kameranya ke arah wajahnya yang sedang mengobrol dengan Bapak penjual batagor.
“Dengar itu? Kalian kalau mai ke sini jangan malam-malam dan di hari Jumat. Bapak ini pasti tidak berjualan di sini karena libur. Batagor ini sangat enak, aku sangat merekomendasikan,“ Ryzel berkata kepada 2000 penontonnya yang aktif menonton dan membantu mempromosikan produk Bapak penjual batagor ini.
“Aku pergi dahulu, Pak. Semoga dagangannya ramai hari ini.“ Ryzel melambaikan tangannya ke arah Bapak penjual batagor.
“Semoga saja, terima kasih, Nak!“ Bapak penjual itu membalas dengan lambaian tangan juga dan menatap punggung Ryzel yang makin jauh.
Ryzel berjalan sambil menyiarkan siaran langsung di Tiktod. Sedari tadi banyak orang yang memperhatikannya, entah itu orang yang lewat dan berpapasan dengannya, mungkin mereka baru pertama kali melihat orang yang berbicara sendiri dengan ponsel secara langsung.
Tidak lama ia berjalan, Ryzel sampai di Tugu Kujang. Ryzel baru sadar bahwa hari ini adalah hari Sabtu, keempat pintu masuk Kebun Raya Bogor tidak selalu terbuka semuanya, pintu masuk ketiga yang buka setiap hari dan itu jauh dari Tugu Kujang, ia harus naik angkutan umum untuk bisa sampai ke sana.
Tugu kujang ini biasanya ada banyak angkutan umum yang mencari penumpang, memudahkan Ryzel untuk bisa sampai ke Kebun Raya Bogor.
“Siaran langsungnya istirahat sampai di sini dahulu, jika aku sudah sampai di dalam Kebun Raya Bogor, aku akan kembali menyiarkan lagi. Sampai jumpa semuanya!“
Ryzel berpamitan dengan 3.000 penontonnya yang ada di siaran langsung lalu mematikan siaran di detik berikutnya.
Setelah itu, Ryzel mengantungi ponsel dan peralatan siaran langsungnya ke dalam tas sebelum naik ke dalam mobil angkutan umum.
Tas yang dibawa Ryzel sangat besar, jadi ia harus memasukkan tasnya terlebih dahulu ke dalam mobil, untungnya angkutan umum ini tidak ramai, jadi tidak begitu merepotkan.
“Aa, boleh berangkat sekarang? Uang penumpangnya biar aku yang bayar,” Ryzel berkata dengan ramah sambil melirik supir yang masih santai merokok menunggu penumpang.
Ryzel sudah tidak sabar, mobil ini masih diam dan belum ingin berangkat untuk pergi sesuai jurusan selama hampir 1 jam, lebih lagi di sini sangat panas.
“Oke, sekarang kita berangkat!“ Supir itu langsung setuju, kemudian menancapkan pedal gas dan melajukan mobilnya.
Selang kurang dari 20 menit, mobil angkutan yang Ryzel naiki sampai di pertigaan atau tempat pertemuan dua jalan, antara Jalan Padjajaran dan Jalan Jalak Harupat. Ryzel meminta untuk berhenti di sana lalu memberikan uang seratus ribu untuk supir.
“Terima kasih, Aa!“ seru Supir angkutan umum berterima kasih kepada Ryzel.
“Ya!“ Ryzel menjawab dan mengangguk.
Sehabis itu, ia langsung menyebrang jalan dengan hati-hati menuju pintu masuk nomor 3 Kebun Raya Bogor.
Agar bisa masuk ke dalam, Ryzel harus membayar tiket masuk terlebih dahulu, seharga 26 ribu rupiah, cukup murah.
Tepat ketika ia menginjakkan kakinya di dalam Kebun Raya Bogor, suara mekanis Sistem tiba-tiba muncul di telinganya.
[Ding! Terdeteksi Anda telah masuk di Kebun Raya! Selamat kepada Anda karena telah mendapatkan Kemampuan Tinju Lv.2, Cairan Peninggi Tubuh, dan Tempramen Ramah!]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments
Rifaldi Antuli
udah mulai makin seru nih
2024-02-09
0
ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴
akhirnya Loginn masuk juga
2023-08-29
2
ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴
yg komen ini, berarti sering jadi korban makanannya di maling temen🤣
2023-08-29
3