“Benar, sangat mustahil bagi Salsa untuk pisah denganku, haha.“
“Mustahil sekali ….“
“Kurasa itu tak mungkin terjadi ….“
Ryzel terus bergumam sambil menunduk dan menatap lantai.
Ekspresinya selalu berubah-ubah saat berbicara, mulai dari sedih lalu marah, kemudian tersenyum dan tertawa. Jika ada orang yang melihatnya mungkin sudah dianggap orang yang aneh.
Namun, saat berikutnya, matanya memerah dengan hingga pupil matanya bergetar dan memunculkan air mata, Ryzel menangis.
“Kuharap seperti itu …”
“Kuharap ….“
Suara Ryzel gemetar dan pelan, terdengar begitu menyedihkan.
Ketika Ryzel merintih sedih, matanya tertutup dan satu tetes air mata jatuh ke bawah.
Tepat ketika air mata mendarat di atas betis kakinya, suara mekanis yang mirip dengan robot tiba-tiba muncul dan terdengar di telinganya.
Segera, mata Ryzel terbelalak tidak percaya.
[Ding! Tugas Masuk Utama Telah Dikeluarkan!]
Tugas : Masuk ke Kebun Raya Bogor.
Waktu : 24 Jam.
Syarat : 100 Orang Pengikut Tiktod di Siaran Langsung.
Hadiah : Tidak Diketahui.
Hukuman Gagal : Adik Kecil Tidak Bisa Bangun Lagi
[Tugas Otomatis Diterima!]
[Waktu : 23 jam 59 menit 59 detik.]
[Waktu : 23 jam 59 menit 58 detik.]
[…]
Ryzel berkedip cepat dan ia menyadari sesuatu hal yang penting.
“Bukankah ini sistem?“
Sejujurnya, Ryzel di kehidupan sebelumnya juga termasuk ke dalam orang yang suka membaca novel, pasti ia tahu apa itu sistem atau jari emas.
Tentu saja, Ryzel sangat bahagia, ini adalah sesuatu yang diidam-idamkan oleh para pencinta novel.
Saat pertama kali melihat tugas misi, Ryzel langsung terfokus pada hukuman tugas yang diberikan.
Apabila tugas gagal diselesaikan, ia akan dihukum.
Melihat ini, Ryzel tercengang sambil menatap layar virtual transparan di depannya.
“Apa aku akan menjadi orang yang impoten jika tidak berhasil?“ pikir Ryzel dengan suara yang ketakutan, tanpa sadar ia meraba sesuatu yang ada di antara kakinya.
Sesuatu benda terpegang oleh tangannya dan Ryzel menghembuskan napas lega.
Namun, ketika ia melihat kedua tangannya menjadi ramping dan sangat putih, ia terkejut tak tertahankan, matanya melotot hampir keluar.
“Tangan siapa ini?!“
Ryzel merasa bahwa tubuhnya begitu berbeda, seperti tubuhnya sekarang tidak sama dengan tubuhnya yang sebelum terbangun karena panggilan ****** itu.
Memikirkan tentang sistem, Ryzel bergegas berdiri dan berjalan ke depan cermin kecil yang tergantung di dinding.
Saat dia berdiri di depan cermin, Ryzel tidak percaya dengan wajahnya yang ditampilkan di dalam cermin.
Perlahan, dengan hati yang ragu dan tak percaya, Ryzel mengulurkan tangannya untuk menyentuh anggota bagian wajahnya.
Sentuhan lembut dan sedikit sejuk dapat dirasakan oleh telapak jari-jari tangannya, ini membuat Ryzel tak mempercayai apa yang dilihat matanya.
“Apa ini benar-benar aku?!“ Ryzel berseru dan bertanya kepada dirinya sendiri.
Setelah mengatakan itu, tak terduga Sistem muncul dan membantu menghilangkan keraguan di hatinya..
[Ding! Apa yang Anda lihat di cermin merupakan penampilan asli Anda saat ini!]
[Diharap untuk melihat hadiah yang telah dibuka dari Paket Hadiah Besar!]
Segera, di depan wajahnya muncul sebuah layar transparan yang terlihat sangat futuristik dan imajinatif, untuk sesaat layar ini menutupi pandangannya ke arah cermin.
Pada layar yang mengambang ini terdapat sederet tulisan yang menginformasikan kepadanya tentang hadiah yang sudah ia dapatkan.
Salah satu hadiahnya adalah peningkatan penampilannya ini.
Tampilan wajah Ryzel yang awalnya kurang dari 50 poin, sekarang ada di angka 90 poin. Ini sangat tinggi, mengingat atas ketampanan manusia hanya sampai 100 poin, rata-rata ketampanan manusia ialah 50 poin.
Ryzel baru ingat, bahwa ia sebelum terbangun oleh panggilan telepon, Ryzel merasakan sakit yang teramat luar biasa sehingga tubuhnya tak bisa menahan rasa sakit yang diterima dan akhirnya ia pingsan.
Ternyata, rasa sakit itu muncul tiba-tiba karena diakibatkan oleh hadiah yang menambah 1 poin fisik, fisik rata-rata manusia dewasa ialah 1 poin, Ryzel sekarang memiliki 2 poin fisik.
Dengan lekas, Ryzel mengangkat bajunya untuk melihat keseluruhan tubuhnya di cermin.
Begitu baju hitam yang dikenakannya terangkat, sebuah perut penuh otot yang membentuk delapan kotak muncul dalam pandangannya. Di cerminnya pun Ryzel baru memperhatikan sosoknya dengan jelas, tubuhnya penuh dengan otot kering sehingga tidak seperti binaragawan yang memiliki massa otot yang berlebihan.
Tubuh Ryzel sudah sangat indah dipandang, tidak kurus dan gemuk, tipikal kurus saat memakai jaket, tetapi saat dibuka itu penuh oleh otot yang padat dan kuat.
Puas memandangi tampilan keseluruhan daru sosoknya sekarang, Ryzel berbalik badan untuk melihat ke arah kasur, seingatnya ketika masih tersadar, ia melihat banyak kotoran aneh di sekelilingnya.
Benar saja, ketika Ryzel melirik ke kasur lantainya, ribuan kulit kering yang terkelupas kecil-kecil berhamburan di atas dan di sekitar kasurnya. Terlihat sangat menjijikkan dan kotor.
Tidak tahan melihat kekacauan di depannya, Ryzel dengan sigap membereskan kamarnya sampai menjadi bersih kembali.
Butuh waktu kurang lebih 10 menit untuk menghilangkan kulit mati yang berserakan, kemudian ia duduk di atas kasur dan mempelajari sistem dengan tenang.
Usai membaca tentang informasi dan manfaat dari Sistem, sebuah kesimpulan dibuat olehnya.
Secara kasar, Sistem ini adalah sistem yang membantunya untuk hidup di dunia paralel dengan cara yang unik, yaitu ia diharuskan berjalan-jalan untuk melakukan tugas.
Tugasnya sangat sederhana, ia hanya perlu pergi ke lokasi yang dicantumkan di dalam misi, dalam waktu yang sudah ditentukan, apabila Ryzel sampai di tempat yang diminta Sistem di dalam misi saat waktu habis, otomatis hukuman jatuh kepadanya di detik itu juga. Jika misi berhasil diselesaikan sebelum waktu habis, Ryzel akan mendapatkan hadiah dari Sistem.
Hadiahnya dirahasiakan, Ryzel pun tidak diberi tahu petunjuknya, tetapi ia berspekulasi bahwa hadiah ini tidak mungkin hadiah supernatural, seperti kekuatan super.
Namun, di samping itu semua, ada sebuah syarat wajib yang harus dilakukan ketika pergi menuju lokasi yang diminta dalan misi, syarat tersebut ialah menyiarkan siaran langsung di sebuah aplikasi bernama Tiktod.
Misi yang Ryzel dapatkan kali ini memiliki syarat mendapatkan pengikut 100 orang, waktu misi diberikan satu hari.
Seharusnya, besok masih ada waktu untuk berangkat ke lokasi yang misi minta.
Abaikan hukuman yang tercantum, Ryzel pastikan hukuman dari misi takkan pernah menimpanya. Tidak ingin sama sekali ia menjadi pria yang lemah, adik kecilnya harus bisa bangun. Pasalnya, itu adalah tanda kejantanan dari seorang pria.
Ryzel melihat ke arah tertentu di atas kasur dan mengulurkan tangannya untuk mengambil sesuatu dari atas kasur.
Tangannya mengambil sebuah kartu ATM lokal yang jenisnya bisa dipakai ke luar negeri.
Wajah Ryzel melihat kartu ATM ini sangat terlihat bahagia, rasa senang melonjak liar di hatinya, rasa senangnya seperti orang yang lapar dan haus di padang pasir bertemu dengan oasis.
Kartu ini adalah kartu yang berisikan saldo 1 juta dolar, apabila dirupiahkan menjadi 15 miliar rupiah untuk kurs sekarang.
“Hehe ….“ Seringai aneh muncul di mulut Ryzel.
Memikirkan Salsa yang putus dengannya, ia menjadi bersyukur karena wanita yang sangat materi menjauh darinya. Beruntung sekali Salsa menunjukkan jati dirinya sebenarnya begitu ia mendapatkan sebuah sistem.
Tak terbayang jika ia masih bersama dengan Salsa, apa dirinya bersedia menjadi anjing Salsa atau melawan.
Saat ini, Ryzel tersadar, ia tidak boleh sedih karena wanita murahan itu. Namun, ia masih teringat ******* Salsa yang ada di panggilan tadi.
“Sial!“
Ryzel mengutuk, ia menyesal tidak menyempatkan diri untuk menikmati tubuh Salsa kalau tahu bahwa wanita itu adalah seorang pelacur yang haus akan uang, sungguh teramat sayang.
Uang yang sudah diberikan olehnya kepada Salsa tidak akan dimintai, sebab itu pun kesalahan dia karena menerima permintaan wanita ****** itu, ini murni kelalaiannya.
“Jalang itu kehilangan kesempatan untuk menjadi orang kaya, hahaha.“ Menggelengkan kepalanya sambil tertawa, entah kenapa hatinya merasa puas dan lega.
Kini, uang 15 miliar ada di genggaman tangannya, ia tidak perlu lagi memikirkan tentang uang. Dengan adanya sistem, dirinya bukan lagi orang biasa.
“Sebaiknya, aku memblokir juga semua media sosial dia, aku benar-benar tidak ingin melihat wajah wanita lacur itu walau sekali saja.“
Ryzel sungguh kecewa atas perbuatan dan perilaku Salsa kepadanya, selama ini wanita itu menganggapnya sebagai ATM berjalan.
Dengan relanya Ryzel banting tulang dan bekerja untuk bisa memenuhi keinginan Salsa jajan dan membeli barang, ia sangat-sangat bodoh jika terus dipikirkan.
Sesudah memblokir semua media sosial dan kontak milik Salsa, Ryzel menghembuskan napas panjang dan ia berbaring lembut di atas kasur, pandangan matanya mengarah ke atas langit-langit kamar kos yang berdebu dan tua, banyak perasaan yang terkandung di dalam matanya, malam ini adalah malam yang sangat rumit.
Pikirannya sangat runyam, Ryzel merasa dia butuh hiburan untuk menghilangkan beban pikiran yang bersemayam di kepalanya.
“Masih banyak waktu, aku harus mengalihkan pikiranku ke hal yang lain.“
Meskipun Ryzel senang karena mendapatkan sistem, tetapi di hatinya masih terasa sakit akibat Salsa, wanita ****** murahan.
Ryzel mengambil ponselnya yang lumayan tua, usianya sudah menginjak 4 tahun, merek dari ponselnya ialah Xiaomay dengan jenis yang dirilis 2018 tahun lalu.
Walaupun demikian, ponselnya masih bisa menjalankan permainan, tidak terlalu lancar, cukup untuk dimainkan dengan waktu yang sebentar.
“Sial! Dapat tim yang jelek, apalagi Assassin tim bermainnya sangat buruk! Gim bajingan!“
Baru saja 1 jam ia bermain sebuah gim yang sudah terkenal beberapa tahun yang lampau, yakni Mobel Lejen gim yang alur permainannya berjenis 5 pemain lawan 5 pemain, permainan laga yang kompetitif dan saling terhubung dalam jaringan.
Dalam satu jam itu Ryzel selalu kalah dalam pertandingan, bukan karena dia yang jelek bermainnya, melainkan timnya yang tidak tahu cara bermain.
Gim ini membuat emosinya melonjak, dan ingin membanting ponselnya ke tanah, tetapi ia tahan karena di dalam ponsel ini banyak kenangan.
“Sabar, jangan emosi, Ryzel. Tahan ….“ Ryzel menenangkan amarahnya agar tidak terus-menerus mengendalikan tubuhnya.
Ryzel menggesek layar dan kembali ke tampilan utama ponsel, tercantum dengan jelas jam yang menunjukkan pukul 03.47 pagi.
“Sebaiknya, aku menyiapkan barang bawaan untuk pergi ke Bogor besok.“
Setelah mengatakan kalimat itu, Ryzel segera berdiri dari kasur dan berjalan ke depan lemari.
Ia mengambil sebuah tas gunung yang cukup besar dari atas lemari, tas ini memang dikhususkan untuk sewaktu-waktu dirinya pindah kamar kos.
Perlahan Ryzel memasukkan beberapa barang ke dalam tas gunung tersebut.
Barang yang dibawa Ryzel tidak banyak, ia hanya membawa barang sehari-hari, seperti pakaian bersih dua set, peralatan mandi dan makan, dokumen penting, dan foto keluarga yang dibingkai dan masih tersimpan dengan baik.
Selain tas gunung itu, Ryzel juga membawa ransel gendong, ukurannya tidak kecil dan tidak begitu besar, isinya adalah peralatan siaran langsung yang diberikan oleh Sistem.
Dalam peralatan tersebut ternyata ada sebuah ponsel untuk gim yang mereknya sangat terkenal, juga ada alat menstabilkan ponsel saat digenggam atau biasa disebut stabilizer, dan tripod tiga kaki diberikan Sistem, drone aneh, Jenbook Fold, serta wifi portabel yang tidak bermerek.
WiFi ini sangat unik karena Sistem bilang ini adalah WiFi yang dikeluarkan langsung olehnya, tidak diproduksi oleh manusia yang ada di dunia ini. Sudah dilengkapi oleh sinyal langsung dari satelit, kecepatan internet yang sangat ngebut hingga 1 GB per detik, ukurannya kecil hanya sebesar genggaman tangan, dan kuota tak terbatas.
Barang ini sangat keren, dari segi desain juga sangat futuristik, bentuknya kotak seperti kaset radio, tetapi tidak ada gulungan rekaman, hanya ada material yang menutupi tubuh dari WiFi portabel ini, bahannya dari karbon berwarna hitam.
Ponsel khusus gim ini memiliki spesifikasi paling tinggi untuk di tahun ini, tidak ada bagian yang harus dikeluhkan lagi, sudah pasti lancar saat membuka aplikasi bahkan gim berat sekalipun.
Selain ponsel, Sistem memberinya Jenbook Fold atau laptop layar lipat yang keyboardnya tidak lagi menyatu, bisa dilepaskan dan dipasang.
Seharusnya, laptop ini datang ke Indonesia beberapa hari kemudian, tetapi Ryzel sudah mendapatkannya dari Sistem.
Drone aneh ini sama kasusnya dengan WiFi portabel, sama-sama dikeluarkan oleh Sistem khusus untuk dirinya. Fiturnya pun aneh, drone ini bisa menghilang atau tembus pandang, bisa mengendalikan sendiri dan kamera akan terus mengarah ke dirinya ketika terbang, bahkan bisa mencari sudut kamera yang cocok di segala kondisi dan medan.
Ryzel berdiri di depan dua tas ini, dan ia berpikir perjalanan dengan membawa tas ini pasti akan merepotkan.
Namun, tidak ada yang bisa dilakukan Ryzel selain membawa dua tas dalam setiap perjalanan, ia sudah berniat untuk pindah dari kamar kos ini, jadi barang pentingnya cukup banyak, apalagi barang peninggalan dari kedua orang tua.
Nantinya, tas gunung akan digendong di punggungnya, adapun ransel digendong di depan dadanya.
“Sudah beres, sekarang aku tinggal resign dari tempat kerjaku.“
Ryzel yang kini memakai ponsel barus khusus gim dengan cepat memberi pesan yang tulisannya adalah pertanyaan dirinya keluar dari tempat kerja.
Tempat kerja Ryzel bukan suatu perusahaan yang besar, ia masuknya pun secara asal-asalan, tetapi sopan. Tempat kerjanya adalah sebuah warung makan yang baru ada dua cabang saja, gajinya kecil, dan hanya libur sehari saja, durasi kerja lebih dari 12 jam.
Sejujurnya, Ryzel juga lelah bekerja di sana, tetapi ia sangat mengandalkan pekerjaannya ini, sebab ia tak punya keahlian selain berkomunikasi.
Sekarang Ryzel sudah bebas dari rantai pekerjaan.
Tririring!
Begitu mengirim pesan ke pemilik warung makan, ia tiba-tiba ditelepon oleh pemilik warung makan tersebut, sebelum menghubunginya, pemilik warung tersebut menolak dirinya keluar dari pekerjaan.
Ryzel sudah bilang alasannya bahwa ia sudah tidak kuat, sayangnya pemilik warung tidak ingin tahu, dia dipaksa harus bekerja di sana, sampai-sampai penolakan pemilik warung makan ini disertai kata-kata kasar.
Hingga akhirnya ia kini dipanggil melalui telepon.
Emosi Ryzel naik dan memutuskan untuk mengangkat panggilannya.
Tanpa banyak omong dan menyapa, Ryzel berkata dengan nada yang keras, “Aku tidak akan bekerja lagi di warung makan, bahkan jika aku mati!“
“Siala—”
Panggilan Ryzel akhiri setelah mengatakan kalimatnya, dengan sengaja ia memotong umpatan yang dikeluarkan pemilik warung.
Hati Ryzel merasa lega setelah mengeluarkan kalimat itu.
Di pekerjaannya memang banyak sekali masalah, karyawan dan pemilik pekerjaan tidak ada bedanya, mereka sama-sama menindasnya.
Benar, di pekerjaannya Ryzel merasa menjadi budak, bahkan libur pun ia tidak beristirahat, dituntut untuk datang dan membantu di sana.
Tidak ada bonus atau uang tambahan, lembur pun ia tidak diberi uang lebih, apalagi di sana ia selalu disalahkan jika ada kehilangan uang dan masalah kecil sekalipun.
Sudah cukup ia merasakan tidak kenyamanan ini, sudah saatnya keluar dan bebas.
Ryzel sudah tidak peduli dengan rekan kerja di sana, sebab di tempat kerja tidak ada yang peduli dengannya.
Saat jam menampilkan waktu pukul 5 pagi lewat beberapa menit, Ryzel keluar dari kamar kosnya dengan pakaian rapi dan dua tas di tubuhnya.
Ia berjalan menuju rumah pemilik kamar kos.
Kamar kosnya ini berada di pinggir jalan pada suatu daerah kecil kawasan Jakarta Pusat, rumah pemilik tidak terlalu jauh dari kos-kosan, hanya dipisahkan dengan jarak lebih dari 100 meter.
“Iya, Bu. Terima kasih sudah mengizinkan aku tinggal di kamar kos, maaf jika aku ada salah kata.“
“Hati-hati di jalan, ya. Semoga kamu betah di tempat lain.“
“Siap, Bu. Aku pergi dahulu, selamat tinggal!“
Ryzel berpamitan dengan ibu pemilik kos dan berjalan menuju stasiun terdekat.
Sebenarnya kemarin ia sudah membayar uang sewa kos untuk bulan ini, tetapi ia tidak meminta untuk dibalikkan kembali uangnya, Ryzel membiarkannya, hitung-hitung sebagai imbalan atas kebaikan ibu kos kepadanya selama tinggal di sana, ibu kos baik kepadanya, terkadang suka memberi makanan jika dia ada rezeki.
Mulanya ibu kos tersebut tidak mengenali Ryzel, sebab penampilan Ryzel yang berubah, tetapi saat berikutnya ibu kos seperti mewajarkan penampilannya yang berubah drastis begitu dirinya memberi alasan bahwa ia mulai perawatan.
Ryzel menduga ini ada hubungannya dengan Sistem.
Di jalan, Ryzel memegang ponsel yang sudah dipasangkan pegangan menstabilkan ponsel, kemudian ia menyalakan fitur siaran langsung di aplikasi Tiktod.
Kebetulan sekali ia memiliki akun yang sudah memiliki 1000 orang pengikut, akun ini ialah hasil saling mengikuti dengan orang lain.
Saat siaran langsung berhasil diaktifkan, beberapa orang masuk ke dalam ruang siaran langsungnya seketika.
Tampaknya orang-orang ini hanya penasaran dengan akun yang sudah lama mereka ikuti, sebab akun Ryzel sama sekali tidak mengunggah foto, bahkan foto profil akun tidak terpasang.
Jumlah orang yang menonton cuma 4 orang, itu pun mereka tidak memberi komentar apa-apa, pasalnya apa yang mereka lihat hanya jalan sepi di pagi hari, kamera ponsel Ryzel menyorot ke depan dan bukan ke wajahnya.
Saat kamera dipindahkan dan kamera depan dinyalakan, sebuah wajah tampan muncul dengan jelas di layar ponsel keempat orang yang menonton.
Segera, beberapa komentar terbang di siaran langsungnya. Siaran langsung Ryzel dalam sekejap menjadi ramai dan dipenuhi rentetan komentar.
“Brengsek! Apakah ini sosok penyiar langsung amatir?!“
“Matanya, hidungnya, bibirnya, dan semua bagian wajahnya sangat tampan!“
“Bagaimana situasinya? Mengapa di ponselku tiba-tiba datang wajah seorang pangeran? Bukankah tadi hanya ada gambar jalanan?“
“Penyiar siaran langsung sudah menunjukkan wajahnya! Tampan sekali!“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments
Elok Fauziah
Game thor
2025-02-14
0
Ellen
poinnya terlalu sederhana ..., kenapa cuma angka 1? lalu, berapa nilai kekuatan fisik anak-anak atau bayi? 0,1?
mending disederhanakan jadi 7-10 poin untuk orang dewasa rata-rata, 4-6 untuk remaja dan dibawah 2 untuk bayi
2024-09-29
0
orang_gabut16
alay jir!
2024-07-09
0