Bab 2: Keluar Pekerjaan

“Benar, sangat mustahil bagi Salsa untuk pisah denganku, haha.“

“Mustahil sekali ….“

“Kurasa itu tak mungkin terjadi ….“

Ryzel terus bergumam sambil menunduk dan menatap lantai.

Ekspresinya selalu berubah-ubah saat berbicara, mulai dari sedih lalu marah, kemudian tersenyum dan tertawa. Jika ada orang yang melihatnya mungkin sudah dianggap orang yang aneh.

Namun, saat berikutnya, matanya memerah dengan hingga pupil matanya bergetar dan memunculkan air mata, Ryzel menangis.

“Kuharap seperti itu …”

“Kuharap ….“

Suara Ryzel gemetar dan pelan, terdengar begitu menyedihkan.

Ketika Ryzel merintih sedih, matanya tertutup dan satu tetes air mata jatuh ke bawah.

Tepat ketika air mata mendarat di atas betis kakinya, suara mekanis yang mirip dengan robot tiba-tiba muncul dan terdengar di telinganya.

Segera, mata Ryzel terbelalak tidak percaya.

[Ding! Tugas Masuk Utama Telah Dikeluarkan!]

Tugas : Masuk ke Kebun Raya Bogor.

Waktu : 24 Jam.

Syarat : 100 Orang Pengikut Tiktod di Siaran Langsung.

Hadiah : Tidak Diketahui.

Hukuman Gagal : Adik Kecil Tidak Bisa Bangun Lagi

[Tugas Otomatis Diterima!]

[Waktu : 23 jam 59 menit 59 detik.]

[Waktu : 23 jam 59 menit 58 detik.]

[…]

Ryzel berkedip cepat dan ia menyadari sesuatu hal yang penting.

“Bukankah ini sistem?“

Sejujurnya, Ryzel di kehidupan sebelumnya juga termasuk ke dalam orang yang suka membaca novel, pasti ia tahu apa itu sistem atau jari emas.

Tentu saja, Ryzel sangat bahagia, ini adalah sesuatu yang diidam-idamkan oleh para pencinta novel.

Saat pertama kali melihat tugas misi, Ryzel langsung terfokus pada hukuman tugas yang diberikan.

Apabila tugas gagal diselesaikan, ia akan dihukum.

Melihat ini, Ryzel tercengang sambil menatap layar virtual transparan di depannya.

“Apa aku akan menjadi orang yang impoten jika tidak berhasil?“ pikir Ryzel dengan suara yang ketakutan, tanpa sadar ia meraba sesuatu yang ada di antara kakinya.

Sesuatu benda terpegang oleh tangannya dan Ryzel menghembuskan napas lega.

Namun, ketika ia melihat kedua tangannya menjadi ramping dan sangat putih, ia terkejut tak tertahankan, matanya melotot hampir keluar.

“Tangan siapa ini?!“

Ryzel merasa bahwa tubuhnya begitu berbeda, seperti tubuhnya sekarang tidak sama dengan tubuhnya yang sebelum terbangun karena panggilan ****** itu.

Memikirkan tentang sistem, Ryzel bergegas berdiri dan berjalan ke depan cermin kecil yang tergantung di dinding.

Saat dia berdiri di depan cermin, Ryzel tidak percaya dengan wajahnya yang ditampilkan di dalam cermin.

Perlahan, dengan hati yang ragu dan tak percaya, Ryzel mengulurkan tangannya untuk menyentuh anggota bagian wajahnya.

Sentuhan lembut dan sedikit sejuk dapat dirasakan oleh telapak jari-jari tangannya, ini membuat Ryzel tak mempercayai apa yang dilihat matanya.

“Apa ini benar-benar aku?!“ Ryzel berseru dan bertanya kepada dirinya sendiri.

Setelah mengatakan itu, tak terduga Sistem muncul dan membantu menghilangkan keraguan di hatinya..

[Ding! Apa yang Anda lihat di cermin merupakan penampilan asli Anda saat ini!]

[Diharap untuk melihat hadiah yang telah dibuka dari Paket Hadiah Besar!]

Segera, di depan wajahnya muncul sebuah layar transparan yang terlihat sangat futuristik dan imajinatif, untuk sesaat layar ini menutupi pandangannya ke arah cermin.

Pada layar yang mengambang ini terdapat sederet tulisan yang menginformasikan kepadanya tentang hadiah yang sudah ia dapatkan.

Salah satu hadiahnya adalah peningkatan penampilannya ini.

Tampilan wajah Ryzel yang awalnya kurang dari 50 poin, sekarang ada di angka 90 poin. Ini sangat tinggi, mengingat atas ketampanan manusia hanya sampai 100 poin, rata-rata ketampanan manusia ialah 50 poin.

Ryzel baru ingat, bahwa ia sebelum terbangun oleh panggilan telepon, Ryzel merasakan sakit yang teramat luar biasa sehingga tubuhnya tak bisa menahan rasa sakit yang diterima dan akhirnya ia pingsan.

Ternyata, rasa sakit itu muncul tiba-tiba karena diakibatkan oleh hadiah yang menambah 1 poin fisik, fisik rata-rata manusia dewasa ialah 1 poin, Ryzel sekarang memiliki 2 poin fisik.

Dengan lekas, Ryzel mengangkat bajunya untuk melihat keseluruhan tubuhnya di cermin.

Begitu baju hitam yang dikenakannya terangkat, sebuah perut penuh otot yang membentuk delapan kotak muncul dalam pandangannya. Di cerminnya pun Ryzel baru memperhatikan sosoknya dengan jelas, tubuhnya penuh dengan otot kering sehingga tidak seperti binaragawan yang memiliki massa otot yang berlebihan.

Tubuh Ryzel sudah sangat indah dipandang, tidak kurus dan gemuk, tipikal kurus saat memakai jaket, tetapi saat dibuka itu penuh oleh otot yang padat dan kuat.

Puas memandangi tampilan keseluruhan daru sosoknya sekarang, Ryzel berbalik badan untuk melihat ke arah kasur, seingatnya ketika masih tersadar, ia melihat banyak kotoran aneh di sekelilingnya.

Benar saja, ketika Ryzel melirik ke kasur lantainya, ribuan kulit kering yang terkelupas kecil-kecil berhamburan di atas dan di sekitar kasurnya. Terlihat sangat menjijikkan dan kotor.

Tidak tahan melihat kekacauan di depannya, Ryzel dengan sigap membereskan kamarnya sampai menjadi bersih kembali.

Butuh waktu kurang lebih 10 menit untuk menghilangkan kulit mati yang berserakan, kemudian ia duduk di atas kasur dan mempelajari sistem dengan tenang.

Usai membaca tentang informasi dan manfaat dari Sistem, sebuah kesimpulan dibuat olehnya.

Secara kasar, Sistem ini adalah sistem yang membantunya untuk hidup di dunia paralel dengan cara yang unik, yaitu ia diharuskan berjalan-jalan untuk melakukan tugas.

Tugasnya sangat sederhana, ia hanya perlu pergi ke lokasi yang dicantumkan di dalam misi, dalam waktu yang sudah ditentukan, apabila Ryzel sampai di tempat yang diminta Sistem di dalam misi saat waktu habis, otomatis hukuman jatuh kepadanya di detik itu juga. Jika misi berhasil diselesaikan sebelum waktu habis, Ryzel akan mendapatkan hadiah dari Sistem.

Hadiahnya dirahasiakan, Ryzel pun tidak diberi tahu petunjuknya, tetapi ia berspekulasi bahwa hadiah ini tidak mungkin hadiah supernatural, seperti kekuatan super.

Namun, di samping itu semua, ada sebuah syarat wajib yang harus dilakukan ketika pergi menuju lokasi yang diminta dalan misi, syarat tersebut ialah menyiarkan siaran langsung di sebuah aplikasi bernama Tiktod.

Misi yang Ryzel dapatkan kali ini memiliki syarat mendapatkan pengikut 100 orang, waktu misi diberikan satu hari.

Seharusnya, besok masih ada waktu untuk berangkat ke lokasi yang misi minta.

Abaikan hukuman yang tercantum, Ryzel pastikan hukuman dari misi takkan pernah menimpanya. Tidak ingin sama sekali ia menjadi pria yang lemah, adik kecilnya harus bisa bangun. Pasalnya, itu adalah tanda kejantanan dari seorang pria.

Ryzel melihat ke arah tertentu di atas kasur dan mengulurkan tangannya untuk mengambil sesuatu dari atas kasur.

Tangannya mengambil sebuah kartu ATM lokal yang jenisnya bisa dipakai ke luar negeri.

Wajah Ryzel melihat kartu ATM ini sangat terlihat bahagia, rasa senang melonjak liar di hatinya, rasa senangnya seperti orang yang lapar dan haus di padang pasir bertemu dengan oasis.

Kartu ini adalah kartu yang berisikan saldo 1 juta dolar, apabila dirupiahkan menjadi 15 miliar rupiah untuk kurs sekarang.

“Hehe ….“ Seringai aneh muncul di mulut Ryzel.

Memikirkan Salsa yang putus dengannya, ia menjadi bersyukur karena wanita yang sangat materi menjauh darinya. Beruntung sekali Salsa menunjukkan jati dirinya sebenarnya begitu ia mendapatkan sebuah sistem.

Tak terbayang jika ia masih bersama dengan Salsa, apa dirinya bersedia menjadi anjing Salsa atau melawan.

Saat ini, Ryzel tersadar, ia tidak boleh sedih karena wanita murahan itu. Namun, ia masih teringat ******* Salsa yang ada di panggilan tadi.

“Sial!“

Ryzel mengutuk, ia menyesal tidak menyempatkan diri untuk menikmati tubuh Salsa kalau tahu bahwa wanita itu adalah seorang pelacur yang haus akan uang, sungguh teramat sayang.

Uang yang sudah diberikan olehnya kepada Salsa tidak akan dimintai, sebab itu pun kesalahan dia karena menerima permintaan wanita ****** itu, ini murni kelalaiannya.

“Jalang itu kehilangan kesempatan untuk menjadi orang kaya, hahaha.“ Menggelengkan kepalanya sambil tertawa, entah kenapa hatinya merasa puas dan lega.

Kini, uang 15 miliar ada di genggaman tangannya, ia tidak perlu lagi memikirkan tentang uang. Dengan adanya sistem, dirinya bukan lagi orang biasa.

“Sebaiknya, aku memblokir juga semua media sosial dia, aku benar-benar tidak ingin melihat wajah wanita lacur itu walau sekali saja.“

Ryzel sungguh kecewa atas perbuatan dan perilaku Salsa kepadanya, selama ini wanita itu menganggapnya sebagai ATM berjalan.

Dengan relanya Ryzel banting tulang dan bekerja untuk bisa memenuhi keinginan Salsa jajan dan membeli barang, ia sangat-sangat bodoh jika terus dipikirkan.

Sesudah memblokir semua media sosial dan kontak milik Salsa, Ryzel menghembuskan napas panjang dan ia berbaring lembut di atas kasur, pandangan matanya mengarah ke atas langit-langit kamar kos yang berdebu dan tua, banyak perasaan yang terkandung di dalam matanya, malam ini adalah malam yang sangat rumit.

Pikirannya sangat runyam, Ryzel merasa dia butuh hiburan untuk menghilangkan beban pikiran yang bersemayam di kepalanya.

“Masih banyak waktu, aku harus mengalihkan pikiranku ke hal yang lain.“

Meskipun Ryzel senang karena mendapatkan sistem, tetapi di hatinya masih terasa sakit akibat Salsa, wanita ****** murahan.

Ryzel mengambil ponselnya yang lumayan tua, usianya sudah menginjak 4 tahun, merek dari ponselnya ialah Xiaomay dengan jenis yang dirilis 2018 tahun lalu.

Walaupun demikian, ponselnya masih bisa menjalankan permainan, tidak terlalu lancar, cukup untuk dimainkan dengan waktu yang sebentar.

“Sial! Dapat tim yang jelek, apalagi Assassin tim bermainnya sangat buruk! Gim bajingan!“

Baru saja 1 jam ia bermain sebuah gim yang sudah terkenal beberapa tahun yang lampau, yakni Mobel Lejen gim yang alur permainannya berjenis 5 pemain lawan 5 pemain, permainan laga yang kompetitif dan saling terhubung dalam jaringan.

Dalam satu jam itu Ryzel selalu kalah dalam pertandingan, bukan karena dia yang jelek bermainnya, melainkan timnya yang tidak tahu cara bermain.

Gim ini membuat emosinya melonjak, dan ingin membanting ponselnya ke tanah, tetapi ia tahan karena di dalam ponsel ini banyak kenangan.

“Sabar, jangan emosi, Ryzel. Tahan ….“ Ryzel menenangkan amarahnya agar tidak terus-menerus mengendalikan tubuhnya.

Ryzel menggesek layar dan kembali ke tampilan utama ponsel, tercantum dengan jelas jam yang menunjukkan pukul 03.47 pagi.

“Sebaiknya, aku menyiapkan barang bawaan untuk pergi ke Bogor besok.“

Setelah mengatakan kalimat itu, Ryzel segera berdiri dari kasur dan berjalan ke depan lemari.

Ia mengambil sebuah tas gunung yang cukup besar dari atas lemari, tas ini memang dikhususkan untuk sewaktu-waktu dirinya pindah kamar kos.

Perlahan Ryzel memasukkan beberapa barang ke dalam tas gunung tersebut.

Barang yang dibawa Ryzel tidak banyak, ia hanya membawa barang sehari-hari, seperti pakaian bersih dua set, peralatan mandi dan makan, dokumen penting, dan foto keluarga yang dibingkai dan masih tersimpan dengan baik.

Selain tas gunung itu, Ryzel juga membawa ransel gendong, ukurannya tidak kecil dan tidak begitu besar, isinya adalah peralatan siaran langsung yang diberikan oleh Sistem.

Dalam peralatan tersebut ternyata ada sebuah ponsel untuk gim yang mereknya sangat terkenal, juga ada alat menstabilkan ponsel saat digenggam atau biasa disebut stabilizer, dan tripod tiga kaki diberikan Sistem, drone aneh, Jenbook Fold, serta wifi portabel yang tidak bermerek.

WiFi ini sangat unik karena Sistem bilang ini adalah WiFi yang dikeluarkan langsung olehnya, tidak diproduksi oleh manusia yang ada di dunia ini. Sudah dilengkapi oleh sinyal langsung dari satelit, kecepatan internet yang sangat ngebut hingga 1 GB per detik, ukurannya kecil hanya sebesar genggaman tangan, dan kuota tak terbatas.

Barang ini sangat keren, dari segi desain juga sangat futuristik, bentuknya kotak seperti kaset radio, tetapi tidak ada gulungan rekaman, hanya ada material yang menutupi tubuh dari WiFi portabel ini, bahannya dari karbon berwarna hitam.

Ponsel khusus gim ini memiliki spesifikasi paling tinggi untuk di tahun ini, tidak ada bagian yang harus dikeluhkan lagi, sudah pasti lancar saat membuka aplikasi bahkan gim berat sekalipun.

Selain ponsel, Sistem memberinya Jenbook Fold atau laptop layar lipat yang keyboardnya tidak lagi menyatu, bisa dilepaskan dan dipasang.

Seharusnya, laptop ini datang ke Indonesia beberapa hari kemudian, tetapi Ryzel sudah mendapatkannya dari Sistem.

Drone aneh ini sama kasusnya dengan WiFi portabel, sama-sama dikeluarkan oleh Sistem khusus untuk dirinya. Fiturnya pun aneh, drone ini bisa menghilang atau tembus pandang, bisa mengendalikan sendiri dan kamera akan terus mengarah ke dirinya ketika terbang, bahkan bisa mencari sudut kamera yang cocok di segala kondisi dan medan.

Ryzel berdiri di depan dua tas ini, dan ia berpikir perjalanan dengan membawa tas ini pasti akan merepotkan.

Namun, tidak ada yang bisa dilakukan Ryzel selain membawa dua tas dalam setiap perjalanan, ia sudah berniat untuk pindah dari kamar kos ini, jadi barang pentingnya cukup banyak, apalagi barang peninggalan dari kedua orang tua.

Nantinya, tas gunung akan digendong di punggungnya, adapun ransel digendong di depan dadanya.

“Sudah beres, sekarang aku tinggal resign dari tempat kerjaku.“

Ryzel yang kini memakai ponsel barus khusus gim dengan cepat memberi pesan yang tulisannya adalah pertanyaan dirinya keluar dari tempat kerja.

Tempat kerja Ryzel bukan suatu perusahaan yang besar, ia masuknya pun secara asal-asalan, tetapi sopan. Tempat kerjanya adalah sebuah warung makan yang baru ada dua cabang saja, gajinya kecil, dan hanya libur sehari saja, durasi kerja lebih dari 12 jam.

Sejujurnya, Ryzel juga lelah bekerja di sana, tetapi ia sangat mengandalkan pekerjaannya ini, sebab ia tak punya keahlian selain berkomunikasi.

Sekarang Ryzel sudah bebas dari rantai pekerjaan.

Tririring!

Begitu mengirim pesan ke pemilik warung makan, ia tiba-tiba ditelepon oleh pemilik warung makan tersebut, sebelum menghubunginya, pemilik warung tersebut menolak dirinya keluar dari pekerjaan.

Ryzel sudah bilang alasannya bahwa ia sudah tidak kuat, sayangnya pemilik warung tidak ingin tahu, dia dipaksa harus bekerja di sana, sampai-sampai penolakan pemilik warung makan ini disertai kata-kata kasar.

Hingga akhirnya ia kini dipanggil melalui telepon.

Emosi Ryzel naik dan memutuskan untuk mengangkat panggilannya.

Tanpa banyak omong dan menyapa, Ryzel berkata dengan nada yang keras, “Aku tidak akan bekerja lagi di warung makan, bahkan jika aku mati!“

“Siala—”

Panggilan Ryzel akhiri setelah mengatakan kalimatnya, dengan sengaja ia memotong umpatan yang dikeluarkan pemilik warung.

Hati Ryzel merasa lega setelah mengeluarkan kalimat itu.

Di pekerjaannya memang banyak sekali masalah, karyawan dan pemilik pekerjaan tidak ada bedanya, mereka sama-sama menindasnya.

Benar, di pekerjaannya Ryzel merasa menjadi budak, bahkan libur pun ia tidak beristirahat, dituntut untuk datang dan membantu di sana.

Tidak ada bonus atau uang tambahan, lembur pun ia tidak diberi uang lebih, apalagi di sana ia selalu disalahkan jika ada kehilangan uang dan masalah kecil sekalipun.

Sudah cukup ia merasakan tidak kenyamanan ini, sudah saatnya keluar dan bebas.

Ryzel sudah tidak peduli dengan rekan kerja di sana, sebab di tempat kerja tidak ada yang peduli dengannya.

Saat jam menampilkan waktu pukul 5 pagi lewat beberapa menit, Ryzel keluar dari kamar kosnya dengan pakaian rapi dan dua tas di tubuhnya.

Ia berjalan menuju rumah pemilik kamar kos.

Kamar kosnya ini berada di pinggir jalan pada suatu daerah kecil kawasan Jakarta Pusat, rumah pemilik tidak terlalu jauh dari kos-kosan, hanya dipisahkan dengan jarak lebih dari 100 meter.

“Iya, Bu. Terima kasih sudah mengizinkan aku tinggal di kamar kos, maaf jika aku ada salah kata.“

“Hati-hati di jalan, ya. Semoga kamu betah di tempat lain.“

“Siap, Bu. Aku pergi dahulu, selamat tinggal!“

Ryzel berpamitan dengan ibu pemilik kos dan berjalan menuju stasiun terdekat.

Sebenarnya kemarin ia sudah membayar uang sewa kos untuk bulan ini, tetapi ia tidak meminta untuk dibalikkan kembali uangnya, Ryzel membiarkannya, hitung-hitung sebagai imbalan atas kebaikan ibu kos kepadanya selama tinggal di sana, ibu kos baik kepadanya, terkadang suka memberi makanan jika dia ada rezeki.

Mulanya ibu kos tersebut tidak mengenali Ryzel, sebab penampilan Ryzel yang berubah, tetapi saat berikutnya ibu kos seperti mewajarkan penampilannya yang berubah drastis begitu dirinya memberi alasan bahwa ia mulai perawatan.

Ryzel menduga ini ada hubungannya dengan Sistem.

Di jalan, Ryzel memegang ponsel yang sudah dipasangkan pegangan menstabilkan ponsel, kemudian ia menyalakan fitur siaran langsung di aplikasi Tiktod.

Kebetulan sekali ia memiliki akun yang sudah memiliki 1000 orang pengikut, akun ini ialah hasil saling mengikuti dengan orang lain.

Saat siaran langsung berhasil diaktifkan, beberapa orang masuk ke dalam ruang siaran langsungnya seketika.

Tampaknya orang-orang ini hanya penasaran dengan akun yang sudah lama mereka ikuti, sebab akun Ryzel sama sekali tidak mengunggah foto, bahkan foto profil akun tidak terpasang.

Jumlah orang yang menonton cuma 4 orang, itu pun mereka tidak memberi komentar apa-apa, pasalnya apa yang mereka lihat hanya jalan sepi di pagi hari, kamera ponsel Ryzel menyorot ke depan dan bukan ke wajahnya.

Saat kamera dipindahkan dan kamera depan dinyalakan, sebuah wajah tampan muncul dengan jelas di layar ponsel keempat orang yang menonton.

Segera, beberapa komentar terbang di siaran langsungnya. Siaran langsung Ryzel dalam sekejap menjadi ramai dan dipenuhi rentetan komentar.

“Brengsek! Apakah ini sosok penyiar langsung amatir?!“

“Matanya, hidungnya, bibirnya, dan semua bagian wajahnya sangat tampan!“

“Bagaimana situasinya? Mengapa di ponselku tiba-tiba datang wajah seorang pangeran? Bukankah tadi hanya ada gambar jalanan?“

“Penyiar siaran langsung sudah menunjukkan wajahnya! Tampan sekali!“

Terpopuler

Comments

Elok Fauziah

Elok Fauziah

Game thor

2025-02-14

0

Ellen

Ellen

poinnya terlalu sederhana ..., kenapa cuma angka 1? lalu, berapa nilai kekuatan fisik anak-anak atau bayi? 0,1?

mending disederhanakan jadi 7-10 poin untuk orang dewasa rata-rata, 4-6 untuk remaja dan dibawah 2 untuk bayi

2024-09-29

0

orang_gabut16

orang_gabut16

alay jir!

2024-07-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Jati Diri Pacar
2 Bab 2: Keluar Pekerjaan
3 Bab 3: Berinteraksi dengan Penonton
4 Bab 4: Alun-alun Kota Bogor
5 Bab 5: Makan dengan Pelan
6 Bab 6: Berkeliling Kebun Raya
7 Bab 7: Bertemu Penonton
8 Bab 8: Curhatan Wanita
9 Bab 9: Kebun Raya Malam Hari
10 Bab 10: Pergi Bersama Gina
11 Bab 11: Makan Kue Mangkuk
12 Bab 12: Siaran Langsung di Sempur
13 Bab 13: Perpisahan Kota Bogor
14 Bab 14: Hari Sibuk
15 Bab 15: Membantu Wanita Pemalu
16 Bab 16: Jaga Diri
17 Bab 17: Dea Berterima Kasih
18 Bab 18: Pasangan Familiar
19 Bab 19: Stepen Tumbuh Besar
20 Bab 20: Bertemu Anak Kemarin
21 Bab 21: Mulai Menjelajah Monas
22 Bab 22: Belajar Sejarah
23 Bab 23: Pemandangan Jakarta Terakhir Kali
24 Bab 24: Perpisahan dengan Gadis Kecil
25 Bab 25: Wanita yang Baik
26 Bab 26: Musem Konferensi di Bandung
27 Bab 27: Makan Bersama Wanita Kembar
28 Bab 28: Malam yang Mengejutkan
29 Bab 29: Dua Wanita Perhatian
30 Bab 30: Pergi di Phuket
31 Bab 31: Mencari Makanan di Luar
32 Bab 32: Makan Jajanan Malam Thailand
33 Bab 33: Tugas Masuk Pantai
34 Bab 34: Wanita Sungguhan?
35 Bab 35: Bersiap Berenang
36 Bab 36: Skeptis Terhadap Yochi
37 Bab 37: Sistem Baik
38 Bab 38: Lokasi Tugas Kebetulan
39 Bab 39: Sistem Sedikit Berubah
40 Bab 40: Mengajar Berselancar
41 Bab 41: Makan Malam Terakhir
42 Bab 42: Menunggu Tugas Masuk
43 Bab 43: Hadiah Masuk Keren
44 Bab 44: Memberi Hadiah
45 Bab 45: Wanita Laos
46 Bab 46: Menolak Undangan
47 Bab 47: Air Terjun Bertingkat
48 Bab 48: Melihat Beruang Lucu
49 Bab 49: Beruang Ajaib
50 Bab 50: Haimi Berubah
51 Bab 51: Nasib Salsa Buruk
52 Bab 52: Tidak Mau Ryzel Pergi
53 Bab 53: Mau Dibawa ke Mana?
54 Bab 54: Hubungan Kita?
55 Bab 55: Aura Berbeda
56 Bab 56: Mimpi Basah
57 Bab 57: Bermain Piano
58 Bab 58: Selebritas Kecil
59 Bab 59: Tetap Waspada
60 Bab 60: Pengkhianatan?
61 Bab 61: Berita Palsu
62 Bab 62: Hadiah Saham
63 Bab 63: Bertemu Orang Kaya
64 Bab 64: Pasar Malam Kamboja
65 Bab 65: Hadiah Aneh
66 Bab 66: Bermain Trampolin
67 Bab 67: Nama yang Sama
68 Bab 68: Pria Berprinsip
69 Bab 69: Teman Maly
70 Bab 70: Rencana Mereka Bertiga
71 Bab 71: Dikeroyok Wanita
72 Bab 72: Wisata di Koh Tui
73 Bab 73: Maly yang Makin Aneh
74 Bab 74: Termakan
75 Bab 75: Pergi ke Samloem
76 Bab 76: Tragedi Satu Lawan Tiga
77 Bab 77: Ryzel Sangat Hebat
78 Bab 78: Kabar Tak Terduga
79 Bab 79: Perpisahan Harem Trial
80 Bab 80: Bertemu Gadis yang Merepotkan
81 Bab 81: Hotel yang Sama
82 Bab 82: Ketertarikan Linh
83 Bab 83: Sarapan dengan Anak Kecil
84 Bab 84: Pergi ke Sungai Saigon
85 Bab 85: Pemandangan Sungai yang Indah
86 Bab 86: Membeli Ponsel untuk Gadis Kecil
87 Bab 87: Balon Linh?
88 Bab 88: Linh Brutal
89 Bab 89: Pergi ke Museum Perang
90 Bab 90: Menikmati Waktu di Pasar Malam
91 Bab 91: Ragu Pergi
92 Bab 92: Bertemu Ketiga Anak Kecil
93 Bab 93: Liburan dan Belajar
94 Bab 94: Wanita Aneh
95 Bab 95: Disukai Banyak Burung
96 Bab 96: Burung Penghibur
97 Bab 97: Kabar dari Yochi
98 Bab 98: Salah Kira
99 Bab 99: Tujuan Berubah
100 Bab 100: Mengobrol dengan Orang Sukses
101 Bab 101: Gadis Kecil yang Lucu
102 Bab 102: Wanita Risih
103 Bab 103: Provokasi Konyol
104 Bab 104: Anak Kecil Bercerita
105 Bab 105: Burung Berkunjung Kembali
106 Bab 106: Rencana ke Pantai Bersama
107 Bab 107: Pergi ke Pantai dengan Wanita
108 Bab 108: Permintaan Laurel
109 Bab 109: Ulang Tahun Laurel
110 Bab 110: Serangan Brutal Bertubi-tubi
111 Bab 111: Burung Aneh
112 Bab 112: Berkah Tak Terduga
113 Bab 113: Ombak Tidak Bersahabat
114 Bab 114: Ke Rumah Laurel
115 Bab 115: Apakah Aku Penjahat?
116 Bab 116: Pergi ke Bandung Kembali
117 Bab 117: Bertemu dengan si Kembar
118 Bab 118: Jajanan Bandung
119 Bab 119: Tahun Baru
120 Bab 120: Budaya Negara Lain
121 Bab 121: Dia Muncul?
122 Bab 122: Tugas Masuk Sampingan?
123 Bab 123: Kehebohan Kampus
124 Bab 124: Pergi ke Kampus Selesai
125 Bab 125: Kebetulan yang Kebetulan
126 Bab 126: Pergi ke Yogyakarta
127 Bab 127: Pemaksaan Risa
128 Bab 128: Risa yang Bimbang
129 Bab 129: Bertemu Keluarga dengan Canggung
130 Bab 130: Mengajak Ryzel Masak
131 Bab 131: Pertandingan Memasak
132 Bab 132: Hadiah Nenek Risa
133 Bab 133: Kejahilan Kecil
134 Bab 134: Gelang yang Misterius
135 Bab 135: Pamit Pulang
136 Bab 136: Mengajak Wanita Kembar
137 Bab 137: Insiden Tidak Sengaja
138 Bab 138: Sesuatu yang Buruk Datang
139 Bab 139: Masalah Berkembang
140 Bab 140: Mencari Cara
141 Bab 141: Melakukan Persiapan Besar
142 Bab 142: Kejutan dari Sistem
143 Bab 143: Persiapan Bertemu Abiella
144 Bab 144: Pergi Melihat Sunset
145 Bab 145: Berenang di Kolam Renang Ryzel
146 Bab 146: Membuka Segel Lagi
147 Bab 147: Persetujuan Pertemuan
148 Bab 148: Ryzel Disambut Wanita Kembar
149 Bab 149: Tidak Terduga
150 Bab 150: Menunggu Kedatangan Mereka
151 Bab 151: Perdamaian Kekeluargaan
152 Bab 152: Mengurus Hukum Pidana
153 Bab 153: Menghibur Diri Sendiri
154 Bab 154: Wanita yang Bodoh
155 Bab 155: Kedatangan Tamu Tak Diundang
156 Bab 156: Pulau Tiga Pantai
157 Bab 157: Tamu Langka
158 Bab 158: Pergi ke Pulau Komodo
159 Bab 159: Hadiah Tak Disangka
160 Bab 160: Kaum Meresahkan
161 Bab 161: Memikirkan Keanehan Diri
162 Bab 162: Sistem Memberi Kejutan
163 Bab 164: Mempertemukan Ketiga Wanitanya
164 Bab 165: Pergi berbelanja di Tokyo
165 Bab 167: Bertemu Keluarga Minamoto
166 Bab 168: Berduel
167 Bab 169: Masalah Keiko Selesai
168 Bab 170: Pertemuan Harem Tiga Negara
169 Bab 171: Teknik di Luar Nalar
170 Bab 172: Mendung Mendadak
171 Bab 173: Sangat Puas
172 Bab 174: Pergi Jauh Naik Pesawat
173 Bab 175: Dua Wanita Italia
174 Bab 176: Alun-alun yang Indah
175 Bab 177: Anggota Bertambah Lagi
176 Bab 178: Kuil Dewa
177 Bab 179: Bersenang-senang di Italia
178 Bab 180: Pergi ke Negeri Tiada Malam
179 Bab 181: Kejadian Istimewa Mendadak
180 Bab 182: Negara Air Terjun Tertinggi
181 Bab 183: Pertemuan Presiden
182 Bab 184: Wanita yang Hebat
183 Bab 185: Kesulitan Wanita Sulung
184 Bab 186: Pergi ke Rumah Nenek
185 Bab 188: Tugas Masuk Cukup Jauh
186 Bab 189: Air Terjun Angel
187 Bab 190: Makhluk Misterius
188 Bab 191: Naga Punya Gender
189 Bab 192: Mencari Asisten
190 Bab 193: Tugas Asisten Pribadi
191 Bab 194: Room Tour
192 Bab 195: Merekrut Dua Wanita
193 Bab 196: Anggota Spesial
194 Bab 197: Pergi ke Menara Eiffel
195 Bab 198: Bertemu Artis
196 Bab 199: Lukisan yang Menghilang
197 Bab 200: Identitas Gadis Pencopet
198 Bab 201: Hubungan Agak Rumit
199 Bab 207: Kedatangan Tamu Tak Diundang
200 Bab 208: Kerja Sama Besar
201 Bab 209: Penemuan Rahasia
202 Bab 210: Wanita Aneh Dirantai
203 Bab 211: Zimey Sebenarnya
204 Bab 212: Ukuran Ryzel
205 Bab 213: Melihat-lihat Kota Moskow
206 Bab 214: Hadiah Berbahaya
207 Bab 215: Pelampiasan
208 Bab 216: Berusaha Lagi
209 Bab 217: Berusaha Keras
210 Bab 218: Masih Berjuang
211 Bab 219: Menyambut Wanita Menyimpang
212 Bab 220: Hadiah Ajaib
213 Bab 221: Kejutan Tasha dan Naran
214 Bab 222: Peningkatan Pengikut
215 Bab 223: Kejutan Selebritas Kecil
216 Bab 224: Rahasia Muncul
217 Bab 225: Pertemuan Besar
218 Bab 226: Kebahagian Hakiki
219 Bab 227: Tugas Terakhir (Tamat)
Episodes

Updated 219 Episodes

1
Bab 1: Jati Diri Pacar
2
Bab 2: Keluar Pekerjaan
3
Bab 3: Berinteraksi dengan Penonton
4
Bab 4: Alun-alun Kota Bogor
5
Bab 5: Makan dengan Pelan
6
Bab 6: Berkeliling Kebun Raya
7
Bab 7: Bertemu Penonton
8
Bab 8: Curhatan Wanita
9
Bab 9: Kebun Raya Malam Hari
10
Bab 10: Pergi Bersama Gina
11
Bab 11: Makan Kue Mangkuk
12
Bab 12: Siaran Langsung di Sempur
13
Bab 13: Perpisahan Kota Bogor
14
Bab 14: Hari Sibuk
15
Bab 15: Membantu Wanita Pemalu
16
Bab 16: Jaga Diri
17
Bab 17: Dea Berterima Kasih
18
Bab 18: Pasangan Familiar
19
Bab 19: Stepen Tumbuh Besar
20
Bab 20: Bertemu Anak Kemarin
21
Bab 21: Mulai Menjelajah Monas
22
Bab 22: Belajar Sejarah
23
Bab 23: Pemandangan Jakarta Terakhir Kali
24
Bab 24: Perpisahan dengan Gadis Kecil
25
Bab 25: Wanita yang Baik
26
Bab 26: Musem Konferensi di Bandung
27
Bab 27: Makan Bersama Wanita Kembar
28
Bab 28: Malam yang Mengejutkan
29
Bab 29: Dua Wanita Perhatian
30
Bab 30: Pergi di Phuket
31
Bab 31: Mencari Makanan di Luar
32
Bab 32: Makan Jajanan Malam Thailand
33
Bab 33: Tugas Masuk Pantai
34
Bab 34: Wanita Sungguhan?
35
Bab 35: Bersiap Berenang
36
Bab 36: Skeptis Terhadap Yochi
37
Bab 37: Sistem Baik
38
Bab 38: Lokasi Tugas Kebetulan
39
Bab 39: Sistem Sedikit Berubah
40
Bab 40: Mengajar Berselancar
41
Bab 41: Makan Malam Terakhir
42
Bab 42: Menunggu Tugas Masuk
43
Bab 43: Hadiah Masuk Keren
44
Bab 44: Memberi Hadiah
45
Bab 45: Wanita Laos
46
Bab 46: Menolak Undangan
47
Bab 47: Air Terjun Bertingkat
48
Bab 48: Melihat Beruang Lucu
49
Bab 49: Beruang Ajaib
50
Bab 50: Haimi Berubah
51
Bab 51: Nasib Salsa Buruk
52
Bab 52: Tidak Mau Ryzel Pergi
53
Bab 53: Mau Dibawa ke Mana?
54
Bab 54: Hubungan Kita?
55
Bab 55: Aura Berbeda
56
Bab 56: Mimpi Basah
57
Bab 57: Bermain Piano
58
Bab 58: Selebritas Kecil
59
Bab 59: Tetap Waspada
60
Bab 60: Pengkhianatan?
61
Bab 61: Berita Palsu
62
Bab 62: Hadiah Saham
63
Bab 63: Bertemu Orang Kaya
64
Bab 64: Pasar Malam Kamboja
65
Bab 65: Hadiah Aneh
66
Bab 66: Bermain Trampolin
67
Bab 67: Nama yang Sama
68
Bab 68: Pria Berprinsip
69
Bab 69: Teman Maly
70
Bab 70: Rencana Mereka Bertiga
71
Bab 71: Dikeroyok Wanita
72
Bab 72: Wisata di Koh Tui
73
Bab 73: Maly yang Makin Aneh
74
Bab 74: Termakan
75
Bab 75: Pergi ke Samloem
76
Bab 76: Tragedi Satu Lawan Tiga
77
Bab 77: Ryzel Sangat Hebat
78
Bab 78: Kabar Tak Terduga
79
Bab 79: Perpisahan Harem Trial
80
Bab 80: Bertemu Gadis yang Merepotkan
81
Bab 81: Hotel yang Sama
82
Bab 82: Ketertarikan Linh
83
Bab 83: Sarapan dengan Anak Kecil
84
Bab 84: Pergi ke Sungai Saigon
85
Bab 85: Pemandangan Sungai yang Indah
86
Bab 86: Membeli Ponsel untuk Gadis Kecil
87
Bab 87: Balon Linh?
88
Bab 88: Linh Brutal
89
Bab 89: Pergi ke Museum Perang
90
Bab 90: Menikmati Waktu di Pasar Malam
91
Bab 91: Ragu Pergi
92
Bab 92: Bertemu Ketiga Anak Kecil
93
Bab 93: Liburan dan Belajar
94
Bab 94: Wanita Aneh
95
Bab 95: Disukai Banyak Burung
96
Bab 96: Burung Penghibur
97
Bab 97: Kabar dari Yochi
98
Bab 98: Salah Kira
99
Bab 99: Tujuan Berubah
100
Bab 100: Mengobrol dengan Orang Sukses
101
Bab 101: Gadis Kecil yang Lucu
102
Bab 102: Wanita Risih
103
Bab 103: Provokasi Konyol
104
Bab 104: Anak Kecil Bercerita
105
Bab 105: Burung Berkunjung Kembali
106
Bab 106: Rencana ke Pantai Bersama
107
Bab 107: Pergi ke Pantai dengan Wanita
108
Bab 108: Permintaan Laurel
109
Bab 109: Ulang Tahun Laurel
110
Bab 110: Serangan Brutal Bertubi-tubi
111
Bab 111: Burung Aneh
112
Bab 112: Berkah Tak Terduga
113
Bab 113: Ombak Tidak Bersahabat
114
Bab 114: Ke Rumah Laurel
115
Bab 115: Apakah Aku Penjahat?
116
Bab 116: Pergi ke Bandung Kembali
117
Bab 117: Bertemu dengan si Kembar
118
Bab 118: Jajanan Bandung
119
Bab 119: Tahun Baru
120
Bab 120: Budaya Negara Lain
121
Bab 121: Dia Muncul?
122
Bab 122: Tugas Masuk Sampingan?
123
Bab 123: Kehebohan Kampus
124
Bab 124: Pergi ke Kampus Selesai
125
Bab 125: Kebetulan yang Kebetulan
126
Bab 126: Pergi ke Yogyakarta
127
Bab 127: Pemaksaan Risa
128
Bab 128: Risa yang Bimbang
129
Bab 129: Bertemu Keluarga dengan Canggung
130
Bab 130: Mengajak Ryzel Masak
131
Bab 131: Pertandingan Memasak
132
Bab 132: Hadiah Nenek Risa
133
Bab 133: Kejahilan Kecil
134
Bab 134: Gelang yang Misterius
135
Bab 135: Pamit Pulang
136
Bab 136: Mengajak Wanita Kembar
137
Bab 137: Insiden Tidak Sengaja
138
Bab 138: Sesuatu yang Buruk Datang
139
Bab 139: Masalah Berkembang
140
Bab 140: Mencari Cara
141
Bab 141: Melakukan Persiapan Besar
142
Bab 142: Kejutan dari Sistem
143
Bab 143: Persiapan Bertemu Abiella
144
Bab 144: Pergi Melihat Sunset
145
Bab 145: Berenang di Kolam Renang Ryzel
146
Bab 146: Membuka Segel Lagi
147
Bab 147: Persetujuan Pertemuan
148
Bab 148: Ryzel Disambut Wanita Kembar
149
Bab 149: Tidak Terduga
150
Bab 150: Menunggu Kedatangan Mereka
151
Bab 151: Perdamaian Kekeluargaan
152
Bab 152: Mengurus Hukum Pidana
153
Bab 153: Menghibur Diri Sendiri
154
Bab 154: Wanita yang Bodoh
155
Bab 155: Kedatangan Tamu Tak Diundang
156
Bab 156: Pulau Tiga Pantai
157
Bab 157: Tamu Langka
158
Bab 158: Pergi ke Pulau Komodo
159
Bab 159: Hadiah Tak Disangka
160
Bab 160: Kaum Meresahkan
161
Bab 161: Memikirkan Keanehan Diri
162
Bab 162: Sistem Memberi Kejutan
163
Bab 164: Mempertemukan Ketiga Wanitanya
164
Bab 165: Pergi berbelanja di Tokyo
165
Bab 167: Bertemu Keluarga Minamoto
166
Bab 168: Berduel
167
Bab 169: Masalah Keiko Selesai
168
Bab 170: Pertemuan Harem Tiga Negara
169
Bab 171: Teknik di Luar Nalar
170
Bab 172: Mendung Mendadak
171
Bab 173: Sangat Puas
172
Bab 174: Pergi Jauh Naik Pesawat
173
Bab 175: Dua Wanita Italia
174
Bab 176: Alun-alun yang Indah
175
Bab 177: Anggota Bertambah Lagi
176
Bab 178: Kuil Dewa
177
Bab 179: Bersenang-senang di Italia
178
Bab 180: Pergi ke Negeri Tiada Malam
179
Bab 181: Kejadian Istimewa Mendadak
180
Bab 182: Negara Air Terjun Tertinggi
181
Bab 183: Pertemuan Presiden
182
Bab 184: Wanita yang Hebat
183
Bab 185: Kesulitan Wanita Sulung
184
Bab 186: Pergi ke Rumah Nenek
185
Bab 188: Tugas Masuk Cukup Jauh
186
Bab 189: Air Terjun Angel
187
Bab 190: Makhluk Misterius
188
Bab 191: Naga Punya Gender
189
Bab 192: Mencari Asisten
190
Bab 193: Tugas Asisten Pribadi
191
Bab 194: Room Tour
192
Bab 195: Merekrut Dua Wanita
193
Bab 196: Anggota Spesial
194
Bab 197: Pergi ke Menara Eiffel
195
Bab 198: Bertemu Artis
196
Bab 199: Lukisan yang Menghilang
197
Bab 200: Identitas Gadis Pencopet
198
Bab 201: Hubungan Agak Rumit
199
Bab 207: Kedatangan Tamu Tak Diundang
200
Bab 208: Kerja Sama Besar
201
Bab 209: Penemuan Rahasia
202
Bab 210: Wanita Aneh Dirantai
203
Bab 211: Zimey Sebenarnya
204
Bab 212: Ukuran Ryzel
205
Bab 213: Melihat-lihat Kota Moskow
206
Bab 214: Hadiah Berbahaya
207
Bab 215: Pelampiasan
208
Bab 216: Berusaha Lagi
209
Bab 217: Berusaha Keras
210
Bab 218: Masih Berjuang
211
Bab 219: Menyambut Wanita Menyimpang
212
Bab 220: Hadiah Ajaib
213
Bab 221: Kejutan Tasha dan Naran
214
Bab 222: Peningkatan Pengikut
215
Bab 223: Kejutan Selebritas Kecil
216
Bab 224: Rahasia Muncul
217
Bab 225: Pertemuan Besar
218
Bab 226: Kebahagian Hakiki
219
Bab 227: Tugas Terakhir (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!