Mata Ryzel sempat terfokuskan ke belahan putih mulus tanpa ada remahan daki, itu hanya beberapa detik dan ia langsung mengalihkan pandangannya ke wajah Gina.
“Ryzel, kamu lihat apa tadi?“ Gina tersenyum aneh dan bertanya kepada Ryzel.
“Tidak, aku terkejut ada nyamuk yang hinggap di bagian bawah layar ponselku,” Ryzel menjawab sambil mengetuk sekali layar ponselnya, pura-pura ada nyamuk yang menempel di layar ponsel.
“Benarkah?“ Melihat Ryzel yang mengedipkan matanya berkali-kali dan menggelengkan kepalanya itu membuat Gina curiga.
Ia tidak mempermasalahkan tindakan nakal Ryzel tadi, bahkan Gina bisa saja memperlihatkan buahnya.
Ryzel dengan cepat mengangguk. “Ya, benar. Kamu bisa lihat jari tanganku, terdapat darah.“
Dengan cepat Ryzel meletakkan sedikit saus dari makanan yang ia beli ke salah satu jari tangan kanannya, dan menunjukkan kepada Gina sekilas.
Melihat noda merah di jari tangan Ryzel, rasa curiga Gina menghilang dan ia percaya.
“Kamu sudah makan, Ryzel?“ Gina bangun dari kasur dan berjalan ke meja kecil yang ada di dalam kamar asrama.
“Ini aku mau makan, aku habis siaran langsung sambil membeli makanan malam di luar.“
“Eh? Kamu tadi siaran langsung?“ Gina duduk di lantai dan meletakkan ponsel bersandar di tembok di depannya.
Ryzel mengangguk sambil melanjutkan meletakkan makanan yang ia beli. “Ya, kamu tidak menonton?“
“Tidak, aku ada di luar habis membeli makanan juga.“ Gina mengangkat piring yang berisi ayam goreng, nasi, dan beberapa lauk. “Nih, makanannya.“
“Kebetulan aku juga mau makan, ingin makan bersama?“
“Ayo! Kita mabar virtual.“
“Ayo!“
Saat berikutnya, mereka makan bersama sambil mengobrol dan berbincang beberapa patah kata.
Lebih dari 1 jam mereka makan bersama-sama via ponsel, kemudian mereka melanjutkan mengobrol santai sebelum Gina ingin bersiap-siap tidur.
Wanita ini sangat berani, Ryzel sedikit takut dengan Gina, sebab sebelum panggilan diakhiri Gina menawarkan untuk melihat dirinya ke kamar mandi.
Sebagai seorang perjaka veteran dua kehidupan, Ryzel memilih untuk menolah tawaran Gina dan lebih baik mengakhiri panggilan video.
Ryzel takut panggilan video ini berganti tema ke pelajaran biologi seputar alat reproduksi, atau VCS (Video Call Science).
“Wanita ini tidak berubah, makin bertambah berani.“ Ryzel menggelengkan kepalanya, kemudian bangkit dari kursi sambil membawa sampah bekas makannya.
Dari dalam tas, Ryzel sudah keluarkan kantung yang berisikan baju kotor yang ia pakai kemarin, sebelum tidur ia harus memberikan pakaian kotornya ke staf layanan concierge untuk mencuci pakaiannya.
Setelah turun dari lobi untuk memberikan ke staf layanan concierge, Ryzel bersiap-siap untuk pergi tidur.
Menggosok gigi, cuci muka dengan air biasa, mencuci kaki dan tangan, semuanya sudah ia lakukan, tetapi ada 1 hal yang belum Ryzel lakukan, yaitu meminum Cairan Pembesar Alat Vital.
Stepen milik Ryzel saat ini bisa dikategorikan ke dalam ukuran yang besar karena memiliki panjang lebih dari 17 cm saat tenang dan tumbuh besar sampai 19 cm di kondisi tegang.
Awalnya tidak sebesar itu, ukurannya berubah karena efek dari penguatan tubuh dan peninggi tubuh.
Namun, Ryzel belum merasa puas dan ingin Stepen tumbuh lebih besar.
Membuka tutup botol kaca yang berisi cairan ungu di tangannya. Menurut Sistem, cara konsumsi cairan ini masih sama dengan cairan peninggi badan dan waktunya pun tidak berbeda.
Dalam satu napas, Ryzel menenggak minuman ini sampai habis dan tak menyisakan satu tetes air pun.
“Rasa anggur, sangat lezat!“
Rasa cairan ini berbeda dengan cairan peninggi tubuh, jika disuruh memilih mana yang lebih enak, Ryzel akan memilih rasa ini, sebab terasa lebih segar.
Sama seperti cairan peninggi, itu tidak memberikan efek secara langsung sehabis meminum cairannya, Ryzel tak merasa apa pun.
Ia harus tidur lebih dahulu dan cairannya akan bekerja selama Ryzel tidur.
Kebetulan besok ia ada urusan penting, dan harus lekas tidur.
Ketika Ryzel tidur nyenyak, sekitar 3 jam setelah masuk ke dalam fase mimpi atau fase terakhir tidur, di tubuhnya, tepatnya di tempat Stepen berada, terdapat gerakan yang aneh.
Stepen perlahan tumbuh menjadi lebih besar dari sebelumnya, itu bertambah besar lebih dari 10 sentimeter, dan Stepen belum terbangun, ukurannya yang berkisar 27 sentimeter adalah ukuran di mana Stepen di kondisi tertidur.
Pada jam ketujuh Ryzel tertidur, Stepen berhenti bertumbuh, ukuran Stepen sudah mencapai 34 sentimeter dalam kondisi tidur dan bangun akan bertambah 5-7 sentimeter sesuai berapa kuat rangsangan.
Tepat saat Ryzel bangun dari tidurnya, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di antara kakinya, kemudian tangannya memeriksa secara langsung sesuatu itu.
“Eh, eh, eh?!“ Mata Ryzel membelalak, mimiknya tercengang sambil melihat ke bagian bawah dari tubuhnya.
Kedua tangannya memegang benda panjang dan besar, benda ini menyatu dengan tubuhnya.
“Stepen? Kamu sungguhan tumbuh lebih besar?!“ Ryzel langsung bangun dari kasur dan berlari tunggang-langgang lantaran panik menuju kamar mandi.
Setibanya di kamar mandi, Ryzel melihat Stepen menjadi sangat besar dan bisa menggantung di udara.
Ketika ia bergerak ke kanan dan ke kiri, Stepen terombang-ambing ke kanan ke kiri juga saking besar dan panjangnya Stepen.
“Hehe, wanita akan puas karena Stepen sekarang, bahkan sebelum mode marah diaktifkan.“ Ryzel menyeringai aneh sambil memandang Stepen yang terjuntai ke bawah.
Mengingat dirinya berada di dalam kamar mandi, Ryzel merasa tanggung, dan bergegas untuk mandi sebelum sarapan.
Setelah mandi dan sarapan kecil, Ryzel mengambil tas peralatan siaran langsung dan beberapa barang penting, contohnya ponsel, WiFi portabel, dompet, dan yang lainnya, kemudian dengan gegas turun gedung hotel dan keluar dari lobi.
Begitu ia keluar dari gedung, Ryzel langsung berjalan ke trotoar jalan dan menyapa sekuriti yang menjaga gedung. Ryzel menoleh ke kanan dan ke kiri trotoar, ia tidak melihat anak kecil yang kemarin, tampaknya mereka menunggu di bagian trotoar yang sudah dijanjikan.
Ryzel sambil menggendong tas di punggungnya berjalan menuju trotoar dekat kolong Mall GI.
Selama menulusuri jalan trotoar, Ryzel masih bisa merasakan hawa segar di pagi hari meskipun dibarengi beberapa polusi kendaraan yang bertebaran.
Sangat sejuk dan tenang, orang-orang tidak begitu ramai dan para pekerja masih belum datang, kemungkinan besar masih nongkrong di warung dan sarapan pagi.
Begitu Ryzel sudah dekat dengan trotoar tempat Ryzel bertemu dengan anak-anak itu, Ryzel melihat 4 sosok orang yang berdiri diam seperti kebingungan dan mencari sesuatu, dalam sekejap Ryzel tahu mereka, keempat sosok itu di antaranya 3 orang anak kecil yang kemarin ia temui, dan 1 wanita yang Ryzel duga adalah ibunya.
“Halo, Anak-anak!“ Ryzel tersenyum ramah dan menyapa mereka berempat.
Saat anak-anak kecil melihat orang yang datang adalah Ryzel, mereka tersenyum tanpa sadar dan membalas sapaan Ryzel, “Halo, Abang!“
Wanita yang agak tua ini pun tersenyum melihat anak-anak senang dan nyaman dengan Ryzel, tiba-tiba wanita ini menarik tangan Ryzel terlihat ingin mencium tangan Ryzel.
Namun, Ryzel bereaksi cepat dan menahan wanita ini untuk mencium tangannya.
Wanita ini terkejut sesaat, kemudian ia berlutut. “Terima kasih sudah memberi kami uang, terima kasih banyak, Pak!“
“Sama-sama. Tolong jangan seperti ini, tidak boleh berlutut kepada orang lain.“
“I–iya, Pak.“
Anak-anak kecil ini membantu wanita tersebut berdiri dengan ekspresi masing-masing dari mereka terlihat khawatir, Ryzel pun membantu wanita ini sampai berdiri.
“Ibu dari anak-anak ini?“ Ryzel bingung cara menyebut wanita ini, jadi ia langsung bertanya pada intinya.
Wanita ini mengangguk cepat. “Benar, Pak. Aku adalah ibu dari ketiga anak ini.“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments
Naww_
apa ga rusak tu anying lambung cewe nya 😭😭
2025-03-09
0
Adha_00
udah gak masuk akal lagi ini
2024-01-19
0
Mas Ungkas
terombang-ambing gak tu🤣🤣
2023-09-05
2