Ryzel melakukan pembukaan di ruang siaran langsungnya dan menjelaskan tempat di mana ia sekarang berada.
Namun, sosok Dea belum Ryzel tunjukkan langsung ke penonton, belum waktunya dan tunggu momen yang tepat.
“Kalian bisa lihat di belakangku terdapat bangunan tinggi yang bersejarah, yakni Monumen Nasional, sangat megah dan indah.
“Sayangnya, sebelum ke sini, aku melihat sebuah pemandangan yang jauh dari kata indah dan elok. Kalian tahu? Di ruang publik sangat rawan terjadi pelecehan, terlebih bagi wanita yang menjadi target sasaran, pemandangan itulah yang aku lihat secara langsung di kereta menuju ke Jakarta.“
Sembari berjalan mundur dan menampilkan visual Monumen Nasional di belakangnya, Ryzel menceritakan kejadian buruk ketika naik kereta menuju Jakarta.
Ternyata begitu Ryzel menceritakan ini, banyak para penontonnya yang sudah tahu lebih dahulu dan mereka langsung mengirimkan rentetan komentar.
Lebih dari 10.000 orang yang menonton siaran langsung Ryzel mengirimkan komentar pribadi perihal kejadian tidak terpuji tersebut.
“Aku sudah menonton videonya di beranda akun Tiktod, pria itu sangat gila, dia bahkan berani melakukan tindakan yang tak senonoh itu di ruang publik!“
“Melihat video yang sedang panas itu membuatku kesal, jika ada orang yang mesum seperti itu di depanku, aku pasti akan memukulnya sampai orang itu mengeluarkan bunyi 'Deg!' dari dadanya!“
“Kasihan sekali wanita itu, terlihat begitu jelas tubuhnya yang gemetar ketakutan. Namun, aku melihat ada seseorang yang mirip Penyiar yang sedang menolongnya, apa itu hanya perasaanku saja?“
“Bukan mirip lagi, orang yang menolong perempuan ini memang Ryzel! Lihatlah dua tas yang digendong dan maskernya, bukankah itu sama?“
“Segera jawab pertanyaannya, Penyiar. Apakah orang yang ada di dalam video adalah kamu?“
Melihat banyak komentar yang bertanya tentang orang yang menolong korban pelecehan kepadanya, Ryzel tersenyum dan mengangguk. “Benar, dugaan kalian semua benar, kebetulan aku berada di gerbong yang sama dan bahkan peristiwa itu terjadi tepat di sebelahku, aku menyaksikannya secara langsung.“
Setelah mengatakan itu, Ryzel menoleh ke samping untuk melihat Dea yang menonton dirinya berbicara ke arah kamera, tatapan Ryzel memiliki arti dan Dea memahaminya, kemudian ia mengangguk pada Ryzel.
“Sekarang aku juga bersama dengan korbannya, tetapi sekarang dia sudah tidak apa-apa, pelaku sudah ditahan di kantor polisi dan diurus oleh kepolisian, semuanya aman.“
Para penggemar terkejut ketika tahu bahwa korban yang ada di dalam video tengah bersama Ryzel di Monumen Nasional.
“Semangat, ya! Kamu pasti akan aman bersama Ryzel.“
“Kakak, kamu kuat, jangan terlalu dipikirkan! Nanti itu membuatmu makin tertekan!“
“Semuanya akan baik-baik saja, semangat, ya!'
“08xxxxx kirim pesan saja ke nomor itu, aku siap jadi tempat curhatmu.“
“…”
Penonton siaran langsung Ryzel sangat baik, mereka semua mnegirimkan kata-kata untuk menyemangati Dea.
Begitu Ryzel menunjukkan rentetan komentar itu kepada Dea, wanita ini tersenyum di balik masker dan kemudian berterima kasih tanpa diperlihatkan wajahnya, cuma ada suara.
“Terima kasih untuk semuanya atas semangatnya, aku sekarang sudah tidak apa-apa.“
Ryzel tersenyum dan mengangguk ke kamera, dan menambahkan, “Semuanya sudah aman, tetapi bukan berarti peristiwa itu tidak akan terjadi lagi. Untuk kalian semua, terutama wanita-wanita, jaga diri kalian saat berada di tempat umum. Apabila peristiwa yang serupa terjadi dan tidak dapat dicegah, kalian laporkan peristiwa itu ke pihak berwajib segera mungkin, aku tahu banyak dari kalian yang cuma diam tanpa mau bertindak.
“Aku tahu kalian pasti takut, tetapi kalau kalian seperti itu terus dan tidak mau bergerak hal itu akan mengakibatkan mental kalian makin tertekan, mintalah bantuan kepada teman atau orang yang dipercaya, tidak semuanya harus dilakukan sendiri, cari bukti yang kuat apabila itu bisa dilakukan, jika tidak bisa, kalian harus menjaga diri sehingga hal tersebut tidak terjadi lagi.“
Setelah mendengarkan pengingat Ryzel, para penonton memahami maksud dari nasihat Ryzel dan mereka mulai mengirimkan komentar.
“Aku setuju dengan Ryzel, kalian semua yang berjenis wanita, jangan takut dan diam saja setelah mengalami kejadian buruk seperti itu, beri tahu teman atau orang tua, mereka pasti akan membantu.“
“Aku juga pernah mengalami kejadian yang sama dengan wanita itu, tetapi aku belum memberi tahu tentang itu kepada orang tua, dan memendamnya sendiri, mungkin ini sudah saatnya untuk memberi tahu mereka, aku sudah tidak kuat menahan ini semua!“
“Para wanita, kalian pasti bisa dan kuat! Menjadi lebih baiklah tanpa memikirkan hal itu lagi! Kalian yang terbaik!“
“Aku mengerti, Penyiar. Aku akan mencoba saranmu, semoga saja mereka mendengarkann aku.“
“Jangan sampai kalian menjadi pelaku begitu menjadi korban, aku telah melihat banyak berita tentang pelaku pelecehan, ternyata pelaku dahulunya korban pelecehan, jangan seperti itu!“
“…”
Laman komentar di siaran langsung menjadi tempat saling menguatkan satu sama lain, penonton Ryzel sangat positif dan baik, mereka saling bersimpati, Ryzel menjadi senang melihat siaran langsungnya dipenuhi oleh orang-orang yang baik.
Ryzel tersenyum dan berkata, “Jadi, klian semua harus menjaga diri dan berani bertindak, zaman sekarang tidak hanya wanita yang menjadi korban, pria pun ada yang menjadi korban pelecehan.
“Sudah, jangan bahas hal itu. Semoga kalian semua baik-baik saja dan selalu dijauhkan dari orang-orang jahat.“
Rentetan di ruang siaran langsung seketika penuh dengan kata “semoga”, mereka serempak berharap untuk dijauhkan dari peristiwa buruk seperti itu.
“Kalau begitu, kita lanjutkan lagi. Lihat! Kami berdua makin dekat dengan Monumen Nasional.“
Ryzel dan Dea berjalan menuju Tugu Monas yang tidak jauh dari mereka berdua. Ryzel mengarahkan kameranya ke depan, pemandangan yang ia lihat dapat disaksikan juga oleh penonton di ruang siaran langsung.
Namun sayang, begitu mereka ingin ke pintu masuk, keduanya ditahan oleh seorang petugas, orang inj berkata bahwa Monas sedang ditutup karena ada perawatan rutin tiap minggu di hari Senin.
Dalam sekejap, para penonton kecewa padahal mereka sudah tidak sabar ingin melihat pemandangan Kota Jakarta dari atas Tugu Monas.
Dengan demikian, Ryzel dan Dea berjalan di sekitar Tugu Monas dan melihatnya dari kejauhan.
“Kalau malam hari di sini sangat bagus, ada lampu yang menghias bangunan Tugu Monas,” ujar Dea sambil melihat ke ponsel Ryzel.
Wanita ini sudah berani di depan kamera dan tidak malu lagi walaupun tetap memakai masker agar orang-orang di ruang siaran langsung tidak mengenali keseluruhan wajahnya.
Ryzel menoleh dan bertanya, “Kamu pernah melihatnya?“
“Ya, aku pernah melihatnya.“ Dea mengangguk.
“Apakah pemandangannya cantik?“
“Benar, cantik dan indah.“
“Oh, begitu. Sama seperti kamu, ya,” Ryzel berkata dengan santai sembari melihat komentar di layar ponsel yang bergulir cepat.
Dea tertegun dan menatap Ryzel dengan mata yang bingung, kemudian ia menundukkan wajahnya karena malu.
Ryzel tidak memperhatikan ini dan ia terus membaca komentar di ruanb siaran langsung.
Setelah mengobrol dengan penonton dan puas melihat Tugu Monas, Ryzel mematikan siaran langsung, dan mereka berdua pergi ke tempat jajanan berada, letaknya ada di dalam kawasan Monas, cukup tersembunyi.
“Sistem, apakah bisa masuk di sini?“ Sambil menunggu makanan datang, Ryzel bertanya kepada Sistem di dalam hatinya.
[Apakah Anda ingin masuk di Monumen Nasional?]
“Tentu!“
[Ding! Terdeteksi Anda telah masuk di Monumen Nasional! Selamat kepada Anda karena telah mendapatkan ….]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments
Elok Fauziah
/Sly/ teman curhat atau apa ini, mencurigakan /Sweat//Sweat/
2025-02-14
1
ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴
Si buaya 🐊 beraksi
2023-08-30
3
Buana Lukman
bagus
2023-06-16
4