“Sial! Tinggi sekali!“
Di depannya terdapat cermin yang tertempel di dinding kamar mandi, di dalam cermin tersebut terlihat sosoknya yang terefleksikan, tetapi dengan wajahnya hanya terlihat setengah, bagian bawah wajahnya saja yang tampak, bagian hidung ke atas tidak terlihat karena ukuran cermin yang terbatas.
Saking tingginya wajahnya hanya terlihat setengah, terpotong oleh batas atas bingkai cermin.
Ketika terbangun dari tidur, Ryzel merasa benda-benda di sekitar terlihat menjadi pendek, bahkan celana panjang bahan yang ia kenakan kelihatan tergantung, berada jauh di atas mata kaki.
Tingginya sekarang tepat di angka 190 sentimeter, sebelumnya tingginya hanya 175 sentimeter.
Namun, kemarin saja Ryzel sudah merasa tinggi, sebab orang Indonesia tidak begitu banyak orang tinggi, terlebih 190 sentimeter.
Meskipun ada, kebanyakan orang tinggi itu terlihat kurus. Jika bersampingan dengan Ryzel yang memiliki tinggi yang sama, sangat jelas sekali bahwa tubuh Ryzel sangat proporsional dan sangat enak dipandang.
Ryzel kini sudah bisa dianggap sebagai orang tampan, tinggi, kuat, dan kaya, idaman para wanita dari berbagai negara.
“Barang dari Sistem memang tidak ada yang palsu, bahkan uang pun benar-benar dikirim.“ Ryzel memandang dirinya dengan puas di cermin.
Tubuhnya yang tinggi dan berotot setengah kering dan basah, tampak sangat indah dan panas, ditambah dengan wajahnya yang tampan, sungguh visual yang dapat meruntuhkan negara, negara yang berisi wanita saja.
Puas memandangi keindahan penampilannya, Ryzel bergegas untuk mencuci tubuhnya di pagi hari ini.
Ia harus cepat-cepat keluar dari hotel, hari Minggu ini ia memiliki acara untuk berjalan bersama Gina di jam setengah 7 pagi.
Masih ada waktu setengah jam lagi, ia harus pergi ke Alun-alun Kota Bogor untuk menunggu Gina.
Usai mencuci diri, Ryzel langsung mengenakan pakaian olahraganya yang terdiri dari celana olahraga pendek, baju yang ditutupi jaket hitam yang dipakainya ketika bepergian, dan sepatu basket yang ia bawa di dalam tas, tidak lupa juga masker untuk menutupi wajahnya.
Semua pakaiannya tersebut harganya murah, ia belum sempat berbelanja baju yang lebih bagus dan nyaman. Mungkin nanti di perjalanan selanjutnya ketika ada kesempatan.
Sebelum keluar dari hotel, Ryzel membeli tiga roti di pinggir jalan untuk mengganjal perutnya, ia terlalu terburu-buru sampai belum sempat sarapan.
Selain itu, Ryzel juga membawa gimbal ponsel dan WiFi portabel di dalam saku jaketnya, rencana ia akan mengaktifkan siaran langsung saat berolahraga ke sempur.
Berdiri di pinggir jalan kawasan alun-alun, mata Ryzel terus bergerak dan melihat kendaraan dan orang yang lewat di depannya, ia juga sedang mencari-cari sosok Gina.
Katanya wanita itu sebentar lagi akan sampai di alun-alun, mobil angkutan umumnya sudah dekat dengan Stasiun Bogor.
“Sudah jam setengah tujuh, mengapa dia belum datang juga?“ Ryzel melihat jam di ponselnya yang telah menunjuk pukul jam 06.29 pagi.
Tepat ketika Ryzel melihat ke arah depan, ia menemukan sosok wanita yang turun dari mobil angkutan umum yang berhenti tidak jauh di depannya.
Wanita ini terlihat cantik, memakai jaket olahraga abu-abu yang terlihat sangat pas dengan tubuh seksinya dan celana kulot hitam, rambutnya dikuncir kuda, juga memakai masker seperti dirinya.
“Gina?“ panggil Ryzel dengan pelan. Ia takut salah orang.
Mendengar panggilan Ryzel, wanita tersebut membalikkan tubuh dan melihat Ryzel.
“Iya, Ryzel. Ini aku.“ Mata wanita itu menyipit karena tersenyum.
Jawaban Gina seakan mengerti dan mengetahui perasaan Ryzel.
“Benar, ternyata itu kamu.“ Ryzel mengusap dada bidangnya dan menghembuskan napas ringan.
Gina berjalan ke sebelah Ryzel dan bertanya dengan senyum di balik maskernya, “Sudah menunggu lama?“
“Emm … baru beberapa menit yang lalu.“
“Kukira kamu sudah menungguku sangat lama,” Gina berkata sambil mengeluarkan angin dari mulutnya sehingga maskernya sedikit mengembung. “Ayo kita langsung saja pergi ke Sempur!“
“Oke.“
Mereka berdua berjalan mengikuti trotoar yang mengarah ke Tugu Kujang, di jalan mereka mengobrol santai tentang hari kemarin setelah pulang dari Kebun Raya Bogor.
Diperhatikan oleh Ryzel, wajah Gina lebih ceria ketimbang sebelumnya, terlebih nada bicaranya sangat antusias, meskipun sesekali mereka berjalan sempat menyenggol kaki satu sama lain. Gina terlalu dekat dengan Ryzel.
Jujur saja, wewangian tercium oleh hidung Ryzel selama ia berjalan bersama Gina, Ryzel tidak tahu apakah itu wangi alami Gina atau wangi yang berasal dari parfum. Terpenting ia menyukai wangi yang lembut seperti ini.
“Omong-omong, semalam kamu pergi ke Kebun Raya lagi?“ Gina menoleh ke arah Ryzel dan masih terus berjalan beriringan dengan Ryzel.
Ryzel mengangguk. “Iya, lampu warna-warni di dalam Kebun Raya membuatku tertarik, aku memutuskan untuk datang dan melihatnya langsung.“
“Terus, bagaimana di sana? Apa kamu menyukai pemandangan malam Kebun Raya?“
“Pemandangannya aku menyukainya, tetapi aku kesal semalam,” Ryzel berkata dengan nada yang kurang senang.
Alis Gina terangkat tanpa sadar dan segera bertanya, “Mengapa kamu kesal?“
“Semalam … aku bertemu pasangan suami istri yang sedang bulan madu, mereka membahas tentang hal 'itu' di dekatku, sangat mesra dan juga ambigu ucapan mereka.“ Ryzel menggaruk pelipisnya, ia sedikit ragu menceritakan kejadian yang dialami semalam.
“Pfft!“ Gina menutup maskernya untuk menahan tawa. “Jadi, kamu iri dengan mereka? Haha ….“
“Bukan seperti itu, maksudku—”
“Apa meraka berpegangan tangan?“ Gina memotong ucapan Ryzel.
“Ya, sepertinya mereka juga berpegangan tangan saat mengobrol.“ Ryzel masih ingat ketika pasangan itu berbincang hal yang memalukan di dekatnya.
“Oke.“
Tanpa persetujuan Ryzel, Gina memegang tangan kiri Ryzel dan memeluknya sambil berjalan.
Merasakan gerakan yang tiba-tiba ini, Ryzel terkejut lalu dengan cepat menoleh ke arah Gina yang ada di sebelahnya.
Ketika menoleh, ia melihat Gina yang nyaman memeluk tangan kirinya, Ryzel bingung harus membiarkannya atau melarang Gina.
Pipi Ryzel memerah, ia merasakan sesuatu yang lembut yang ikut memeluk tangannya, Ryzel tahu apa benda itu.
“In–ini?“
“Mengapa? Apa ada yang salah?“ Gina mendongak melihat Ryzel dengan wajah seolah-olah tidak sedang melakukan apa-apa.
“Ti–tidak,” jawab Ryzel dengan mimik yang bingung.
“Hehe, kamu lucu sekali saat malu.“ Gina tertawa dan melepaskan pelukan pada tangan Ryzel, tetapi tangan kanannya masih memegang erat tangan kiri Ryzel.
“Aku terkejut kamu tiba-tiba memeluk seperti itu.“ Ryzel terus memandang ke depan, ia masih malu.
“Tetapi … kamu menikmatinya, kan?“ Gina bertanya sambil menyeringai di balik maskernya, kini ia kembali memeluk tangan kiri Ryzel, bahkan lebih parah.
Dua bola itu menjepit tangan Ryzel dengan terang-terangan. Wajah Ryzel makin memerah, ia benar-benar tersipu jika diperlakukan seperti ini oleh wanita.
“An–anu.“ Ryzel menjadi gugup, otaknya membeku dan tidak tahu ingin menjawab apa.
“Sumpah! Kamu lucu sekali, Ryzel!“ Gina tidak tahan lagi ketika melihat reaksi Ryzel yang sangat lucu di matanya, kemudian ia mencubit pinggang Ryzel untuk melampiaskan rasa gemasnya.
“Aduh!“ pekik Ryzel yang merasakan perih saat dicubit oleh Gina.
“Eh, kamu tidak apa-apa, kan?“ Wajah Gina langsung berubah, ia khawatir dengan tubuh Ryzel.
Dengan cepat ia mengusap-usap pinggang Ryzel berniat untuk meringankan rasa sakit yang diterima oleh Ryzel atas cubitannya tadi.
“Tidak apa-apa, hanya sedikit sakit.“
Tubuh Ryzel sangat kaku, ia baru pertama kali diperlakukan seperti ini oleh wanita.
Wanita ini terlalu berbahaya.
“Maaf, aku tidak berniat menyakitimu, Ryzel,” Gina berkata dengan sedih sambil menundukkan kepalanya.
Melihat keceriaan Gina menghilang, Ryzel segera berkata, “Tidak masalah, aku tidak apa-apa. Kamu boleh mencubit lagi kalau kamu mau.“
“Benarkah?“ Seketika Gina mengangkat kepalanya dan menatap mata Ryzel.
“It–itu … boleh, tetapi jangan terlalu keras.“ Ryzel sebenarnya tidak ingin dicubit, cubitan Gina lumayan perih di kulit.
“Tidak, aku akan menciummu dengan lembut, hehe.“
"Eh??"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments
Adha_00
gak kaget dia dgn tinnggi badan mc???
15cm lo brtambah,, masa gak nampak perubahan besar spt itu???
2024-01-19
0
AitchAre
aku aja 170 kurang 1
2023-09-29
3
ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴
Ryzel masih polos, jangan dipermainkan 🤦♂️
2023-08-30
3