Setelah suara Sistem muncul, Ryzel merasakan sebuah reaksi aneh pada tubuhnya, kemudian ia berjalan dengan cepat menuju ke bawah pohon besar di pinggir jalan yang Ryzel sempat lalui.
Ia segera melepaskan kedua tas dari tubuhnya lalu duduk di atas rumput dengan nyaman sambil memejamkan matanya.
Reaksi aneh ditubuhnya masih berlangsung, Ryzel merasakan tubuhnya seperti sedang kesemutan kecil di sekujur tubuhnya, bersamaan dengan itu juga, sebuah pengetahuan tinju dasar masuk ke dalam pikirannya.
Proses kemampuan tinju terjadi selama dua menit hingga akhirnya efek samping integrasi menghilang.
“Aku merasa tubuhku bertambah kuat.“ Ryzel mengepalkan tangannya dengan erat, ia merasakan setiap inci dari tubuhnya makin padat dan keras, tetapi itu tidak menghilangkan segi fleksibilitas tubuh, melainkan bertambah lentur.
Teknik tinju dasar sudah dikuasi Ryzel, tidak begitu lihai, cukup untuk menumbangkan dua orang sekaligus dengan mudah.
Selain kemampuan tinju, temperamennya yang terpancar dari tubuhnya dan setiap gerakannya berubah, itu menjadi ramah, seakan-akan tidak akan menimbulkan ketersinggungan seseorang.
Di mata orang lain, Ryzel adalah orang yang tidak berbahaya. Sebaliknya, Ryzel di dalam pandangan orang lain seperti seorang yang baik.
Ketika Ryzel membuka matanya, sebuah botol kecil yang di dalamnya terdapat cairan berwarna biru tiba-tiba tergeletak di atas rumput di depannya.
Menatap botol dengan aneh, Ryzel mengulurkan tangannya untuk mengambil botol yang berisi cairan biru langit, dan ia berkata, “Botol apa ini?“
[Cairan Peninggi Tubuh: Cairan yang dapat membuat tubuh pengonsumsi bertambah tinggi 10-20 cm dalam waktu yang singkat. Catatan : Konsumsi dengan cara diminum, memiliki efek samping yang sama dengan proses integrasi Kemampuan tinju.]
[Disarankan untuk digunakan sebelum tidur agar hasilnya lebih maksimal!]
“Wow!“ Ryzel terkejut, matanya membelalak melihat botol yang dipegang di tangan kanannya. “Barang yang bagus, aku akan menyimpannya!“
Botolnya Ryzel masukkan ke dalam kantong jaket, ia mengikuti saran dari Sistem dan akan meminum cairannya malam nanti.
Setelah semuanya selesai, Ryzel menggendong dua tasnya lagi dan ia berjalan untuk melihat pemandangan yang ada di Kebun Raya Bogor ini.
Di hari pekan terbilang cukup ramai, selama Ryzel berjalan ia dapat menemukan banyak orang yang berkunjung ke dalam Kebun Raya Bogor, terutama anak kecil dan orang tua.
Kelihatannya mereka yang datang ke sini semuanya memang ingin menikmati suasana di dalam Kebun Raya Bogor.
Tidak jauh dari tempat loket pembayaran tiket masuk, terdapat tempat penyewaan skuter listrik dan sepeda elektrik, di sebelah tempat penyewaan terdapat tempat yang dapat membuat anak-anak tidak bosan berlama di sini.
Ryzel tidak berniat untuk mengelilingi tempat ini menggunakan sepeda atau mobil golf, ia ingin berkeliling kawasan Kebun Raya Bogor dengan kakinya sendiri.
“Sial! Aku lupa!“ Ryzel menepuk dahinya, ia melupakan sesuatu.
Siaran langsung, ia lupa untuk siaran, padahal sudah berjanji kepada penontonnya untuk menyiarkan siaran langsung begitu sampai di Kebun Raya Bogor.
Tangan Ryzel dengan cekatan membuka tas yang berada di depan tubuhnya, ia mengeluarkan gimbal atau penstabil ponsel. Setelah itu, ia memasang ponsel di gimbal yang ada di tangannya dan langsung menyalakan fitur siaran langsung.
“Halo, Semuanya! Kembali lagi denganku, Ryzel! Seperti apa yang kalian lihat, aku sudah ada di dalam Kebun Raya Bogor, sebentar, aku akan menunjukkan pemandangan sekitar jalan yang aku lalui kepada kalian.“ Setelah pembukaan singkat, Ryzel mengarahkan kamera ke sekelilingnya yang terdapat banyak pohon tinggi yang bernuansa asri.
Di layar ponsel Ryzel menampilkan pemandangan pepohonan yang sangat tenang dan damai, atmosfer yang ada di sini bisa ditampilkan kesannya pada siaran langsungnya.
Melihat pemandangan yang indah ini, para penontonnya yang telah berdatangan mengirimkan komentar.
“Pemandangan di sana sangat bagus, aku rasa suasananya cocok untuk berolahraga!“
“Aku jadi ingin ke sana jika libur kerja, aku butuh pemandangan yang dapat menenangkan pikiran.“
“Pohon-pohonnya sangat rindang, sangat tenang untuk dilihat.“
“Pacarku akan senang jika dibawa ke sini, kebetulan dia suka semak-semak.“
Ryzel mengembalikan sudut pandang kamera ke wajahnya, ia tersenyum ke arah kamera dan berkata, “Di sini memang sejuk dan nyaman. Pas untuk kalian semuanya yang ingin hiling piling gud, aku merekomendasikan Kebun Raya Bogor untuk dikunjungi. Harga tiketnya ….“
Beberapa kalimat keluar dari mulut Ryzel, ia menjelaskan sekaligus merekomendasikan kepada para penontonnya untuk datang ke sini untuk liburan.
Sambil menerangkan, Ryzel berjalan mengikuti jalan beraspal yang sejak awal sudah ia ikuti.
Selang beberapa menit ketika Ryzel berjalan sambil siaran langsung, ia melihat sebuah jembatan yang tidak begitu jauh di depannya.
Ryzel tahu apa nama jembatan ini, ia sempat melihat peta denah kawasan Kebun Raya Bogor di internet.
“Sebentar lagi aku akan berada di Jembatan Sawit,“ Ryzel berkata kepada penontonnya dan terus berjalan menyusuri jalan.
Kameranya mulai berganti pandangan lagi, Ryzel mengarahkan kamera ke arah depan dan menangkap gambar semua yang ada di depannya, termasuk orang-orang yang sedang berjalan.
Orang yang berjalan untuk berkeliling seperti Ryzel sangat sedikit, mereka lebih memilih untuk mengelilingi Kebun Raya Bogor menggunakan mobil golf, sepeda, atau skuter.
Padahal jika dipikir-pikir, lebih sehat berjalan ketimbang naik kendaraan, tetapi sekarang memang sudah memasuki waktu siang hari, beberapa bagian di Kebun Raya Bogor terasa panas, terlebih yang tidak ditumbuhi pepohonan.
“Kalian bisa lihat di sisi jalan kanan dan kiriku, pepohonan sudah mulai berubah jenis, pohon-pohon yang ditanam di sini ialah pohon sawit.
“Hal itu juga mengapa jembatan ini dinamakan Jembatan Sawit. Tidak jauh dari jembatan juga terdapat Tugu Sawit yang berwarna emas, sangat bagus.“
Ryzel berjalan maju tanpa lelah sampai dirinya berhenti tepat di atas jembatan berwarna putih yang kokoh.
Jembatan ini adalah Jembatan Sawit yang disorot dari kejauhan oleh Ryzel, di sekeliling jembatan terdapat banyak pohon sawit dan di sebelahnya terdapat Tugu Sawit berwarna emas.
Selain itu, terdapat petunjuk jalan, jika ia lurus terus dirinya akan sampai di air mancur dan teratai raksasa, ia juga akan melewati pohon kapas sebelum tiba di air mancur, di sana katanya ada sebuah restoran terkenal kelezatannya dan pemandangannya.
“Aku akan berjalan lurus saja, aku penasaran dengan air mancur dan teratai raksasa,” ucap Ryzel sambil melihat tiang petunjuk jalan.
Berikutnya, setelah diam berdiri melihat petunjuk kalan, Ryzel melanjutkan perjalanannya mengelilingi Kebun Raya.
Tidak lebih dari 20 langkah Ryzel tiba di pohon kapas besar yang ada di sisi kanan jalan, di sini banyak orang yang juga berhenti untuk melihat wujud pohon kapas.
Ryzel hanya melihat sejenak lalu berjalan lurus ke depan sambil menunjukkan ke penonton apa yang ia lihat sekarang ini.
Kemampuan komunikasi bawaannya sangat berguna, ia berinteraksi dengan 3.000 penonton dengan pembawa yang asyik dan seru.
Orang-orang yang menonton juga tidak bosan melihat siaran langsung Ryzel.
Kebanyakan penontonnya adalah pekerja yang ada di kota, tidak heran rentetan komentar banyak yang merindukan alam yang memanjakan mata, mereka pasti jenuh melihat kendaraan dan orang yang sibuk dengan pekerjaan.
“Benar apa yang ditunjuk oleh petunjuk jalan, di sini terdapat air mancur dan di bawahnya mengapung teratai yang lebar."
Setelah mengatakan itu, Ryzel mengarahkan kamera ke air mancur yang menyemburkan air dengan tinggi.
Ryzel tidak lama berdiam diri di setiap spot pemandangan, hanya beberapa menit, ia akan kembali berjalan menuju ke tempat yang lain.
Tepat ketika Ryzel tengah mengobrol dengan penonton di ruang siaran langsung, seorang wanita tiba-tiba menepuk pundaknya dari belakang.
“Anu, apakah kamu Ryzel?“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments
Ren Yuu
bjiirr😂
2025-01-27
0
orang_gabut16
?????
2024-07-09
0
🇮🇩 Satria SUNAN 🇮🇩(✿ ♥‿♥
kebiasaan main semak2😅😅😅
2024-01-29
1