[Proses integrasi segera dimulai!]
Selanjutnya, Ryzel merasakan sebuah energi asing yang masuk dan menjalar ke seluruh tubuhnya, setiap inci jaringan otot dan sel tubuhnya terasa seperti sedang ditempa untuk ditingkatkan menjadi lebih kuat, tetapi tetap fleksibel.
Efek samping berupa rasa nyeri dan perih dirasakan oleh Ryzel, itu tidak terlalu sakit seperti pertama kali integrasi, tubuhnya sudah beradaptasi dengan proses pemasukan kemampuan yang diberikan Sistem.
Selama lebih dari 3 menit, Ryzel meringkuk dan menangkupkan kepalanya dengan tangannya untuk meringankan rasa sakit yang diterima, sedikit demi sedikit keringat membasahi baju.
Beruntungnya semilir angin menerpa tubuhnya dan meminimalisir keringat yang bercucuran.
Dea sama sekali tidak memperhatikan ini, ia menganggap Ryzel sedang kelelahan dan butuh waktu untuk istirahat sejenak tanpa mengobrol.
Oleh karena itu, ia diam sambil membuk beberapa aplikasi di ponselnya.
“Aku merasa tubuhku menjadi lebih kuat,” Ryzel berkata setelah proses integrasi selesai, ia mengepalkan tangannya dan merasakan sejumlah energi kuat yang tersimpan di dalam tubuhnya. Ryzel merasa bisa membolongi tembok dalam beberapa kali pukulan.
Selain tubuhnya menjadi kuat, ia mengingat sejumlah teknik bertarung asal Thailand, yaitu Muay Thai, dan teknik berlari dan melompat dari kemampuan Parkour.
Benar, ia mendapatkan 2 kemampuan sekaligus dan keduanya berada di level 3 yang cukup baik.
Kemampuan Parkour level 3 dan kemampuan Muay Thai level 3, serta 2 hadiah yang lain yang berwujud, Cairan Pembesar Alat Vital dan uang 1 juta yuan yang setara dengan 2 miliar rupiah lebih.
Untuk cairan satu ini, Ryzel langsung tahu khasiatnya dan kegunaannya.
Cairan itu langsung dimasukkan oleh Sistem ke dalam tas, sedangkan uang sudah masuk ke rekeningnya yang bisa dipakai di mana saja, tentunya bukan Black Card, Ryzel belum dapat hadiah itu.
Hadiah kali ini sangat bagus, kemampuan Muay Thai tidak terlalu tinggi, tetapi bisa untuk mengalahkan 3-4 orang sekaligus dengan tubuh Ryzel saat ini, tubuh Ryzel 2 kali lipat dari rata-rata orang dewasa, ditambah dengan kemampuan tinju, ia rasa bisa menumbangkah 5-7 orang dalam beberapa menit.
Masalah keamanan bisa terjamin, ia tidak perlu takut dengan orang jahat, kecuali orang itu membawa senjata api atau tajam.
“Ini makanannya, selamat menikmati.“
Seorang wanita meletakkan makanan yang Ryzel dan Dea pesan, itu adalah makanan bakso dan mie ayam, juga ada kerak telur yang masih dibuat oleh bapak penjual, tidak lupa minumannya berupa es jeruk.
Ryzel mengangkat kepalanya dan melihat mie ayam yang ia pesan sudah ada di depannya.
Ketika menoleh ke sebelahnya, ia melihat semangkuk bakso di depan Dea serta 2 minuman es jeruk, salah satunya milik Ryzel.
“Ayo kita makan!“ ajak Ryzel pada Dea yang sedari tadi melihat baksonya.
“Baik,” Dea menjawab mengangguk, kemudian mulai memakan baksonya.
Keduanya sama-sama suka pedas, tetapi Dea hanya menambah beberapa sendok sambal, ia takut tubuhnya akan sakit apabila makan makanan yang sangat pedas, sementara Ryzel menambahkan banyak saos dan sambal ke dalam mie ayamnya.
Akan lebih lezat apabila mie ayam, bakso, dan makanan yang sejenisnya diracik sendiri sesuai dengan taraf kepedasan yang disanggupi.
Masalah tubuh, Ryzel tidak begitu khawatir, sebab Sistem memberi tahu kepadanya bahwa organ tubuhnya mengikuti ketahanan dan kekuatan fisik, ikut diperkuat, lambungnya bisa menahan lebih banyak makanan pedas dibandingkan rata-rata orang dewasa, bahkan porsi makannya pun Ryzel lebih banyak dari orang normal.
“Ryzel,” panggil Dea sambil menyentuh tangan kanan Ryzel dengan pelan.
“Ya, ada apa, Dea?“ Ryzel menunda suapannya dan menoleh melihat Dea.
Dea mendorong mangkuk yang masih berisi dua bakso kecil dana setengah bakso urat yang besar ke Ryzel. “Aku sudah kenyang, kamu bisa menghabiskan punyaku?“
“Yakin kamu sudah kenyang?“ Ryzel memastikan Dea benar-benar kenyang.
“Iya, aku sudah kenyang, itu karena aku makan banyak di restoran di dalam mall tadi.“
“Baiklah, aku akan menghabiskan makanannya.“
Ryzel segera menghabiskan mie ayamnya, ia tidak ingin memasukkan bakso yang tersisa ke dalam mie ayamnya karena ingin merasakan kuah bakso dan baksonya secara langsung.
Berikutnya, Ryzel memakan bakso milik Dea dengan nikmat, tetapi tingkat kepedasannya kurang cocok di lidahnya, jadi ia menambah kan beberapa sendok makan sambal merah.
Namun, Ryzel tidak menyadari bahwa sendok yang ia gunakan untuk makan bekas Dea adalah sendok yang dipakai Dea saat makan.
Dea sudah memerah sejak Ryzel mulai menghabiskan bakso yang dipesan, ia dari awal menyadari sendok yang dipegang Ryzel, itu adalah sendok bekas mulutnya.
Dengan wajah yang memerah, Dea berpikir di dalam hati, 'Apa aku dan dia itu melakukan ciuman secara tidak langsung melalui sendok itu? Bukan ide buruk jika berciuman dengan pria tampan satu ini, apalagi dia orang yang baik, aku tidak masalah berpa— eh! Mengapa aku memiliki pikiran seperti itu?! Ingat, Dea! Pria ini yang menolongmu, kamu tidak boleh memanfaatkan kebaikannya!“
Dea menggelengkan kepalanya dan menghilangkan pikiran aneh di benaknya, kemudian ia menyaksikan Ryzel memakan bakso sampai habis.
Bakso di sini lumayan enak, Ryzel sampai fokus dalam menyantap bakso dan mie ayam sehingga tidak tahu Dea sedang menatapnya dengan tatapan yang terpesona.
“Kamu mau pulang? Mau aku antarkan?“ tanya Ryzel pada Dea.
Langit di atas Tugu Monas sudah berubah menjadi gelap dan agak oranye, tanda sore hari telah tiba.
Mereka berdua sudah selesai makannya, beberapa jajanan telah mereka coba dan habiskan, termasuk kerak telur yang dipesan dari awal datang.
“Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri.“ Dea tidak ingin membuat Ryzel kerepotan olehnya.
“Kalau begitu, biar aku pesankan Gokar, ya? Alamatnya di mana?“
Dea setuju, kemudian ia memberi tahu alamat kosannya pada Ryzel.
Dengan cepat, Ryzel memesan Gokar dan membayar ongkosnya terlebih dahulu.
“Terima kasih sudah menolongku dan mengajakku berjalan-jalan, aku sangat senang hari ini.“ Sebelum masuk ke dalam mobil, Dea menyempatkan untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Ryzel.
“Aku ikut senang kalau kamu merasa senang. Tingkatkan kewaspadaan, jaga diri baik-baik, jika ada apa-apa hubungi aku saja, sebisa mungkin akan aku bantu.“ Ryzel tersenyum ramah dan mengingatkan beberapa pesan untuk Dea.
“Iya, aku mengerti.“ Dea mengangguk paham. “Sebelum aku pulang, bolehkah kamu melihat ke samping.“
Mendengar permintaan Dea, Ryzel menurutinya dan langsung menoleh ke arah kanan. “Memangnya ada ap—”
Sebelum Ryzel menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Dea mencium pipi kirinya lalu masuk ke dalam mobil sebelum Ryzel bereaksi.
Broom!
Mobil sedan yang Dea naiki pergi meninggalkan Ryzel di trotoar luar kawasan Monas.
Tangan Ryzel perlahan menyentuh pipi kirinya, itu terasa lembut di bagian tertentu dari pipinya dan agak basah, ciuman Dea berbekas di pipi Ryzel.
“Mengapa wanita zaman sekarang berani sekali? Sudah dua wanita yang berani mencium pipiku. Akan ada berapa wanita yang mencium pipiku di masa depan? Apa itu seratus atau ribuan wanita?“
Begitu memikirkan ini, Ryzel menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju halte busway di dekat gedung Bank terkenal, tidak jauh dari daerah Monas.
Setelah naik bus, ia turun di Bundaran HI dan masuk hotel mewah yang cukup terkenal, yaitu hotel Kempynsky.
Hotel yang Ryzel inap ternyata memiliki kriteria hotel bintang 5 yang itu terbilang sangat mewah, tidak heran jika Ryzel membayar lebih dari 6 juta rupiah untuk 2 malam.
“Di bawah gedung ini setahuku ada tempat jajanan yang enak, aku harus mencobanya!“
Setelah merapikan pakaiannya dan menaruh barang-barangnya di kamar hotel, Ryzel bergegas pergi ke bawah gedung untuk mengunjungi tempat jajanan yang pernah viral di internet.
“Sial! Ramai sekali di sini!“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments
ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴
Mungkin nanti bakalan bertambah.. cobalah untuk terbiasa dengan itu🤭
2023-08-30
2
ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴
Secara tidak langsung, mereka ciuman.. walau hanya lewat sendok😅
2023-08-30
3
ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴
Akhirnya, cairan yg ditunggu.. Semoga habis ini gak malu lagi ya🤣🤣
2023-08-30
3