Penampilan Ryzel berada di tingkat atas, hal ini langsung membuat 4 orang yang menonton siaran langsungnya terpesona.
Tak lama berselang, para penontonnya bertambah banyak menjadi 17 orang, perlahan popularitas siaran langsung Ryzel melonjak naik.
“Benar kata temanku, orang ini sangat tampan!“
“Apakah ini filter Tiktod atau nyata?“
“Aaaa! Aku mati dalam pesona pria ini!“
“Apa yang ingin dilakukan pria tampan ini? Aku sangat penasaran.“
Melihat komentar yang mulai ramai dan bergulir cepat, Ryzel merasa senang, setidaknya ia tidak begitu kesepian dalam perjalanan.
Ryzel tersenyum dan memperkenalkan diri dengan nada bicara yang ramah, “Halo, Semuanya! Perkenalkan namaku Ryzel, seorang penyiar amatir dan junior. Seperti yang sudah dicantumkan dalam judul, aku akan pergi menuju ke suatu tempat yang ada di Bogor, kalian pasti tahu tempat itu.“
Saat memperkenalkan dirinya, Ryzel terus berjalan menuju stasiun kereta api terdekat, yaitu Stasiun Bogor. Kameranya mengarahkan dirinya yang sedang berjalan dengan memakai hoodie hitam dan dua tas yang melekat di tubuhnya, terlihat sangat kerepotan dan sesak.
Namun, Ryzel tidak merasa demikian, fisiknya sudah dua kali lipat dari rata-rata orang dewasa, membawa beban puluhan kilogram di tubuhnya bukanlah masalah baginya.
Di ruang siaran langsung yang makin ramai dan banyak orang, saat kamera terus menangkap wajah Ryzel dari dekat, mereka semua mengirim komentar.
“Apakah kamu punya pacar, Ryzel?“
“Ryzel, apa kamu sudah memiliki wanita atau belum?“
“Bolehkah aku mendaftar menjadi istrimu?“
“Sial! Wanita di sini sudah menjadi liar!“
Melihat komentar-komentar yang ada di ruang siaran langsungnya, Ryzel tersenyum dan berkata seakan-akan tidak ada apa-apa, “Aku baru saja putus semalam, bukan aku yang membuat keputusan, tetapi dia, hehe.“
Penonton yang melihat ini langsung tahu bahwa senyum Ryzel adalah senyum yang dipaksakan.
Kesedihan yang terselubung ternyata bisa dirasakan oleh para penontonnya, lebih dari 80 orang mengirimkan komentar untuk menyemangati Ryzel dan menghiburnya agar tidak bersedih lagi.
“Sabar, Bang. Aku juga baru putus kemarin, dia memutuskan hubungan tanpa alasan dan pergi begitu saja, kita laki-laki harus kuat!“
“Wanita yang bodoh! Kenapa wanita itu meninggalkan pria setampan ini? Apakah ada pria yang lebih tampan?“
“Orang di atas, mungkin pacar barunya itu Tehyung, jadi ia meninggalkan Ryzel yang tampan ini.“
“Tidak mungkin Tehyung ingin bersama wanita dari negara kita, para artis Indonesia pun tidak mungkin menikah dengan para Idol itu.“
“Apa mungkin … wanita itu lelah?“
Ruang siaran langsungnya tambah banyak dikunjungi orang, kini sudah lebih dari 100 orang hanya dalam beberapa detik saja. Kemungkinan para penonton ini menyebarkan siaran langsung ini ke teman-temannya, ramai karena metode dari mulut ke mulut.
“Lupakan masalah itu, lebih baik kita bahas yang lain.“ Saat ini Ryzel tidak sedang berada di dalam perasaan hati yang baik, ia sangat malas membahas mantan pacarnya.
Wanita tersebut tidak perlu diingat lagi, biarkan saja menghilang dari hidupnya, juga takkan ia biarkan untuk wanita itu muncul kembali ke dalam hatinya.
Hatinya sudah memasukkan nama Salsa ke dalam daftar hitam di dalam hidupnya.
“Benar, lupakan mantan, mari kita fokus ke masa depan!“
“Tidak ada kata mantan di dalam kamusku, adanya hanya sampah yang pernah aku simpan, kelas!“
“Entah kenapa mantan selalu menyakiti, kebanyakan, tetapi tidak semuanya, ada juga yang selalu membuat enak.“
“Orang yang berkomentar di atas, tampak mencurigakan.“
“Berapa umurnya sekarang, Ryzel?“
Membaca komentar-komentar yang dilontarkan oleh para penontonnya yang sudah mencapai 500 orang, Ryzel terhibur, mereka sangat lucu saat berkomentar, ada saja kalimat yang dilemparkan untuk ia baca.
Komentar terakhir yang Ryzel baca sepertinya harus dijawab. Memandang lensa kamera ponsel di depannya dan Ryzel menjawab, “Umurku? Umurku baru 19 tahun.“
Mendengar jawaban Ryzel, para pengikut akunnya yang wanita langsung mengirimkan komentar.
“Jiwa shota-ku memberontak!“
“Masih sangat muda, sepertinya aku sudah berganti selera, aku jadi lebih suka pria yang umurnya lebih muda dariku!“
“Sini, Sayang. Aku rela jadi pacarmu, bahkan aku rela dijadikan selingkuhanmu!“
“Mengapa pria yang lebih muda dariku semuanya sangat tampan! Aku ingin satu generasi dengan mereka, sialan!“
“Ada apa ini? Mengapa wanita di sini sangat buas?“
Para penonton wanita yang ada di ruangan siaran langsungnya muncul ke permukaan dengan segala komentar yang membuat ngeri para pria yang masuk ke dalam siaran langsung ini.
Ryzel tidak tahu harus berbicara apa, jadi ia berusaha untuk mencari topik dengan melihat ke sekitarnya, kebetulan tidak jauh darinya terlihat supermarket Indomarch yang sudah buka.
“Aku lupa tidak membeli minuman dan makanan ringan sebelum keluar dari rumah, di depan ada Indomarch, aku harus membeli makanan dan minuman di sana,” Ryzel berkata ke arah kamera dan mengganti topik dengan halus.
Tanpa melihat komentar yang terus bergulir di layar ponselnya, Ryzel mendorong pintu Indomarch yang tercetak tulisan dorong.
Saat masuk, Ryzel mengganti kamera dengan kamera belakang sehingga penonton bisa melihat apa yang dia lihat.
Tangan Ryzel mengambil makanan yang terkenal untuk para pasangan di Indonesia, yaitu Tocky.
Memegang satu kotak makanan ringan ini, dan ia berkata kepada para pengikutnya di siaran langsung, “Apakah di sini ada yang pernah diberi makanan ini oleh pasangannya?“
Segera, orang-orang yang merasa pernah dikirim makanan yang dipegang Ryzel menerbangkan rentetan komentar di siaran langsung.
“Aku! Aku pernah dikirimi Tocky warna pink dari mantan, itu dibentuk pola love, sangat manis, tetapi sekarang dia jahat!“
“Sama sekali belum pernah … apa daya aku yang seorang jomlo ini, hiks!“
“Aku pernah dibelikan oleh dia, saat kita putus dia memintaku mengembalikan uang yang dipakai untuk membeli Tocky itu! Perhitungan sekali!“
“Tocky pink aku pernah dikasih olehnya, sayangnya tidak banyak, tetapi aku tetap bersyukur.“
“Suamiku dahulu membelikan aku boneka jelangkung!“
Ternyata di siaran langsung banyak sekali yang pernah membeli makanan camilan ini. Kebetulan, Ryzel menyukai makanan ringan satu ini, ia mengemasnya dengan minuman Frutti Blackcurrant kesukaannya.
“Terima kasih sudah berbelanja di sini!“ Kasir Indomarch yang berjaga saat ini bukan seorang wanita, sayang sekali.
“Ya, sama-sama.“
Setelah membayar makanan dan minumannya, Ryzel langsung keluar dari supermarket dan lanjut berjalan ke Stasiun Sudirman.
Selama ia berjalan, Ryzel berinteraksi dengan para penontonnya sambil memakan satu lidi Tocky strawberry.
Tidak lama kemudian, Ryzel berhenti di depan loket pembayaran kartu kereta atau karcis kereta.
“Sampai di sini dahulu siaran langsungnya, ketika aku sudah sampai di Bogor, aku akan kembali. Mungkin dua jam setelah ini, tunggu saja. Sampai jumpa!“
Setelah berpamitan dengan 1.000 penonton, Ryzel langsung mematikan siaran langsung, di layar ponsel mereka semua seketika menjadi gelap.
Setelah itu, Ryzel memasukkan gimbal ponsel dan memasukkan ponsel yang sedang ia isi baterainya dengan menggunakan bank daya atau power bank. Isi baterainya sudah berkurang 15%, tak lupa memakai masker hitam untuk menjaga kesehatan.
Kartu khusus kereta sudah Ryzel miliki, tinggal diisi ulang, tidak perlu mengantri lama.
Usai diisi ulang lebih dari 500.000 rupiah, Ryzel masuk ke dalam stasiun kereta dan menunggu kereta di peron stasiun.
Kereta jurusan ke Bogor belum sampai di Stasiun ini, masih ada di perjalanan. Jadi, Ryzel menunggu kereta datang sambil memainkan ponselnya.
Teng-nong-neng!
Sebuah pemberitahuan kereta datang berbunyi, Ryzel dengan lekas memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas ransel yang menghadap ke depan, dan siap-siap untuk masuk.
Begitu melihat kereta datang, bisa dilihat jelas kereta ini tidak terlalu ramai, dikarenakan hari ini bagi sebagian orang adalah hari kerja. Pada hari Sabtu ini yang bisa disebut hari libur untungnya tidak ramai, Ryzel masuk ke dalam kereta dengan mudah dan mendapatkan kursi untuk duduk.
Setelah meletakkan tas gunungnya di bagasi atas tempat duduk, Ryzel duduk di kursi kosong tanpa memperhatikan orang yang duduk di sampingnya.
Di dalam kereta, Ryzel membuka ponsel untuk mengurangi kebosanan, tetapi ia sadar bahwa anak kecil yang duduk di sebelahnya mengamati layar ponselnya.
Sebuah senyuman muncul di balik masker, dan Ryzel menoleh ke arah anak kecil laki-laki ini, kemudian berkata ramah, “Apa kamu ingin melihatnya juga?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments
Elok Fauziah
Uhuk uhuk.. keselek aku baca ini /Sweat//Sweat/
2025-02-14
0
Elok Fauziah
Ehhh agak laen/Sweat//Sweat/
2025-02-14
0
Elok Fauziah
hahaha/Facepalm//Facepalm/
2025-02-14
0