Bab 8: Curhatan Wanita

Wanita itu menoleh ke samping sedikit menengadah ke atas untuk melihat Ryzel. “Eh, mengapa kamu di sini?“

“Aku lelah setelah menyiarkan siaran langsung selama empat jam, jadi aku istirahat sekaligus makan siang di sini.“ Ryzel menatap wanita ini dengan tatapan yang santai tanpa grogi. “Bukannya restoran ini terkenal? Aku ke sini karena penasaran juga. Omong-omong, adakah makanan yang kamu rekomendasikan di sini?“

Mendengar jawaban Ryzel, wanita ini tersenyum. “Duduklah, aku akan merekomendasikan beberapa makanan kesukaanku yang ada di restoran ini.“

Mengikuti saran wanita tersebut, Ryzel duduk di seberang kursi wanita ini, mereka saling berhadap-hadapan.

Dikarenakan tempat mereka duduh adalah di area luar, pemandangan yang diberikan juga cukup indah, hamparan rumput, air mancur, dan pepohonan bisa dilihat dari sini, restoran ini ada di dataran yang lebih tinggi.

“Nasi goreng kampung di sini sangat enak, gurame saus kecombrang, tahu isinya juga jangan lupa, dan karedok. Empat makanan ini aku rekomendasikan kepadamu,” Wanita itu berkata sambil melihat buku menu. “Kamu bisa mencicipi dahulu jika ragu dengan makanan yang aku rekomendasikan, kebetulan juga, aku memesan nasi goreng kampung dan karedok.“

Di atas meja makan mereka memang sudah ada makanan yang dipesan oleh Wanita ini, itu telah dimakan walaupun baru sedikit.

“Tidak perlu, kamu makan saja, aku percaya dengan makanan yang kamu sebutkan tadi.“ Ryzel tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Baiklah.” Wanita itu tersenyum ke arah Ryzel dengan pipinya yang terlihat memerah.

Ryzel segera memesan keempat makanan yang direkomendasikan oleh Wanita satu ini, juga pisang goreng sebagai makanan penutup, minumannya hanya perlu jus buah.

Sambil menunggu makanan datang, Ryzel berkenalan dengan wanita ini. Nama dari wanita ini adalah Gina Putri, ia berasal dari daerah Cibinong, tidak terlalu jauh dari Kebun Raya Bogor.

Ia sedang kuliah di daerah Bogor ini jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas terkenal di Bogor, Gina ini tinggal di asrama sana, kebetulan hari sabtu ia tidak ada jadwal untuk kuliah.

“Apakah kamu sudah punya pacar atau pasangan?“

Topik sudah mulai tak terkendali dan canggung, jadi Ryzel melontarkan pertanyaan secara spontan.

“Aku?“ tanya Gina sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.

“Iya, kamu.“ Ryzel mengangguk tegas.

“Umm ….“ Ekspresi Gina tampak salah, wajahnya berubah-ubah sangat rumit. “Satu minggu yang lalu aku baru saja putus dengan dia.“

“Putus?“

“Iya, padahal hubungan kita sudah berjalan hampir tiga tahun lamanya,” imbuh Gina dengan wajah yang terlihat sedih dan kecewa.

“Dia yang memutuskan hubungan atau kamu?“ Ryzel menjadi ingin tahu dengan cerita percintaan Gina.

“Aku, itu karena dia ketahuan selingkuh, terlebih dia selingkuh dengan teman dekatku sendiri.

Tubuh Ryzel tersentak kaget ketika mendengar perkataan Gina.

Belum sempat Ryzel merespons, Gina menceritakan kejadian cintanya yang telah pupus oleh orang ketiga.

“Mulanya aku tidak mencurigai dia ….“

Ryzel duduk sambil menyimak cerita yang Gina terangkan, ia mengamati Gina yang makin lama makin menunduk dan intonasi suaranya menjadi gamang dan sedikit bergetar.

“Pada saat aku meminjam ponsel dia, aku melihat ada sebuah pesan yang janggal, ternyata itu adalah pesan dari temanku, terdapat kata panggilan 'Sayang' di setiap kalimat pesan yang mereka berdua kirim. Jujur saja, di situ aku membeku tidak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali selama lebih dari satu menit, aku sangat kecewa padanya, dengan keduanya.“

Setelah mengatakan itu, Gina mengeluarkan napas panjang, ia sedang mengeluarkan emosinya yang tertimbun di dalam tubuhnya.

“Benar apa kata orang, jika pacar hilang itu tidak akan jauh dari lingkungan kita, pelakunya pasti ada di sekitar kita, entah itu diambil teman kita atau bahkan saudara kita sendiri,” ujar Gina sambil memainkan sendok ke nasi goreng yang mulai mendingin.

Melihat mata Gina yang muram dan sedu, Ryzel segera berkata untuk menghibur Gina, “Sudah jangan bersedih, tidak pantas air matamu dikeluarkan untuk pria seperti itu. Kamu tahu? Pria masih banyak, bahkan banyak yang lebih baik dari dia.“

Perlahan mata Gina yang melirik ke bawah itu terangkat untuk melihat wajah tampan Ryzel. “Namun, tidak ada pria yang mirip dengannya.“

“Pria di dunia ini sangat banyak, masih ada kemungkinan untuk bertemu dengan pria yang persis sama dengan dia, tetapi dengan sifat yang jauh lebih baik.“

“Umm ….“ Gina menjadi berpikir setelah mendengar makna dari ucapan Ryzel. Itu ada benarnya.

“Lagi pula, dia sudah jahat kepadamu, untuk apa kamu tangisi? Dia bukan pria baik seperti dahulu yang kamu kenal.“

“Apa yang kamu katakan ada benarnya, Ryzel.“ Gina tersenyum sembari melihat Ryzel, kemudian memiringkan kepalanya. “Terima kasih sudah mendengarkan curhatan aku dan memberi masukan padaku.“

“Sama-sama, aku harap kamu kuat dengan cobaan ini, jangan karena satu pria kamu menjadi lemah seperti ini. Kamu masih punya banyak waktu untuk mencari pasangan yang sesuai dengan tipemu, setidaknya cocok denganmu.“

“Ya, aku mengerti, Ryzel.“ Gina menganggukkan kepalanya lagi tanda dirinya paham maksud Ryzel.

“Jika dipikir-pikir lagi, bukankah kamu harusnya berterima kasih kepada temanmu? Dikarenakan dia, kamu bisa mengetahui sifat asli dari pria itu.“

“Eh, benar juga, ya.“ Mata Gina menyala dan baru sadar hal ini. “Apakah itu sifat aslinya dia? Tukang selingkuh?“

Ryzel memegang dagunya tampak sedang berpikir. “Kemungkinan besar, dia memang tukang selingkuh. Selingkuh itu bisa dikatakan penyakit, sulit disembuhkan, kecuali dia sudah terkena hukuman alam.“

Mendengar pernyataan Ryzel, Gina jadi teringat beberapa momen dirinya bersama dengan pria itu, selama menjalani hubungan, ia merasakan sesuatu yang aneh dengan gelagat pria tersebut, tetapi ia selalu berpikir dan berprasangka baik.

“Permisi, ini makanannya.“ Tiba-tiba pelayan restoran datang dengan membawa nampan yang di atasnya terdapat makanan-makanan yang dipesan Ryzel.

Kemudian, pelayan itu meletakkan semua makana ke atas meja mereka, dan pamit, “Selamat menikmati.“

Ryzel tersenyum dan mengangguk kepada pelayan sebagai balasannya terhadap pelayanan yang baik. Poin lebih untuk restoran ini, pelayanan yang ramah.

“Makananku sudah datang, lebih baik kita makan semua makanan ini, sebelum makanan makin sejuk,” Ryzel menyarankan agar cepat-cepat menghabiskan makanan yang ada.

Tangan Gina mengambil sendok, ia bersiap untuk melanjutkan makannya lagi. “Oke.“

Saat berikutnya, mereka berdua memakan makanannya masing-masing yang sudah dipesan.

Porsi makan Ryzel sangat banyak setelah ia mendapatkan tambahan kekuatan fisik menjadi 2 kali lipat orang dewasa, kekuatan yang besar butuh pasokan energi yang besar pula.

Tidak disadari oleh Ryzel, tempramen ramahnya membuat Gina nyaman berada di dekatnya, tidak sedikit pun merasa asing, bahkan Gina bisa curhat kepada Ryzel, padahal meraka baru saja bertemu, itu semua karena efek dari tempramen ramah yang keluar dari tubuh Ryzel.

Emosi Gina sedikit demi sedikit menjadi normal, kesedihannya sirna ketika memakan makanan dari restoran ini, makanan enak memang obat alami hati.

Sehabis mereka memakan semua hidangan yang ada di atas meja, mereka berdua hendak membayar makanannya.

Namun, ketika Gina ingin membayar makanan yang ia pesan, itu ditahan oleh Ryzel. Sebagai seorang pria yang baik dan berbudi, Ryzel membayar juga makanan yang dipesan oleh Gina.

Total biaya yang mereka berdua makan itu lebih dari 400 ribu rupiah, Ryzel membayar dengan kartu debitnya yang berisikan saldo belasan miliar rupiah, saldonya langsung dipotong.

“Anu, terima kasih sudah traktir aku makan.“ Gina melirik mata Ryzel dan memandangnya dengan rasa terima kasih yang tulus.

“Sama-sama.“ Ryzel mengangguk satu kali. “Hari sudah sore, aku harus pergi sekarang.“

Langit sudah mulai meredup dan matahari ingin terbenam, menandakan sudah masuk waktu sore hari. Ryzel harus pergi dari Kebun Raya ini dan mencari tempat penginapan.

“Aku juga, aku harus kembali ke asrama kampus.“

Ryzel mengangguk seraya menggendong kedua tasnya, dan berkata, “Kita keluar bersama saja.“

Mendengar ucapan Ryzel, Gina tertegun untuk sesaat dan pipinya memerah, “Keluar bersama?“

“Iya, keluar bersama-sama.“ Ryzel menoleh ke Gina dan mengangguk tegas.

“Ucapanmu terdengar ambigu, Ryzel.“ Gina bangkit dari kursi restoran dan mengambil ponselnya, ia memalingkan wajahnya yang tersipu dari pandangan Ryzel.

“Ambigu apa? Apakah ada yang salah dengan ucapanku tadi?“ Ryzel menjadi bingung, ia tidak mengerti mengapa Gina tiba-tiba bertingkah aneh.

“Tidak-tidak, lupakan itu. Ayo kita pergi!“

Tiba-tiba Gina menarik tangan Ryzel dan membawanya keluar dari restoran.

Mereka berdua berjalan bersama sampai ke luar pintu masuk Kebun Raya Bogor.

Selanjutnya, Ryzel menunggu mobil angkutan umum untuk Gina pulang.

“Itu nomor ponselku, hubungi aku apabila kamu tidak sibuk.“ Gina menyerahkan nomor teleponnya dan langsung menyimpannya di ponsel Ryzel.

Wanita ini agak agresif dan aktif, sangat mudah bersosialisasi, mungkin ini karena dia sudah memiliki ilmu komunikasi dari jurusannya.

“Oke, aku akan mengirim pesan nanti.“

“Dadah, Ryzel. Aku senang bisa bertemu denganmu.“ Gina melambaikan tangannya sebelum naik ke dalam mobil angkutan umum.

Mobil angkutan umum ini tidak memberi kesempatan kepada Ryzel untuk menjawab, dengan gegasnya mobil itu melaju meninggalkan Ryzel.

“Aku juga,” ucap Ryzel pelan dengan matanya mengikuti belakang mobil yang sudah jauh.

Ryzel mengeluarkan napas dan menggelengkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya menuju ke salah satu hotel yang dekat dari kawasan Kebun Raya Bogor, hotel yang memiliki ulasan paling baik dan bagus.

Terpopuler

Comments

Jeme Merinem

Jeme Merinem

MC nya ganteng tapi belum ngentit jdi percuma aja gw baca

2024-12-04

0

NAROSTIM BOY

NAROSTIM BOY

baca namanya rizel atau raizel bjir

2023-09-03

4

ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴

ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴

Di dalam atau Di luar🤔

2023-08-29

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Jati Diri Pacar
2 Bab 2: Keluar Pekerjaan
3 Bab 3: Berinteraksi dengan Penonton
4 Bab 4: Alun-alun Kota Bogor
5 Bab 5: Makan dengan Pelan
6 Bab 6: Berkeliling Kebun Raya
7 Bab 7: Bertemu Penonton
8 Bab 8: Curhatan Wanita
9 Bab 9: Kebun Raya Malam Hari
10 Bab 10: Pergi Bersama Gina
11 Bab 11: Makan Kue Mangkuk
12 Bab 12: Siaran Langsung di Sempur
13 Bab 13: Perpisahan Kota Bogor
14 Bab 14: Hari Sibuk
15 Bab 15: Membantu Wanita Pemalu
16 Bab 16: Jaga Diri
17 Bab 17: Dea Berterima Kasih
18 Bab 18: Pasangan Familiar
19 Bab 19: Stepen Tumbuh Besar
20 Bab 20: Bertemu Anak Kemarin
21 Bab 21: Mulai Menjelajah Monas
22 Bab 22: Belajar Sejarah
23 Bab 23: Pemandangan Jakarta Terakhir Kali
24 Bab 24: Perpisahan dengan Gadis Kecil
25 Bab 25: Wanita yang Baik
26 Bab 26: Musem Konferensi di Bandung
27 Bab 27: Makan Bersama Wanita Kembar
28 Bab 28: Malam yang Mengejutkan
29 Bab 29: Dua Wanita Perhatian
30 Bab 30: Pergi di Phuket
31 Bab 31: Mencari Makanan di Luar
32 Bab 32: Makan Jajanan Malam Thailand
33 Bab 33: Tugas Masuk Pantai
34 Bab 34: Wanita Sungguhan?
35 Bab 35: Bersiap Berenang
36 Bab 36: Skeptis Terhadap Yochi
37 Bab 37: Sistem Baik
38 Bab 38: Lokasi Tugas Kebetulan
39 Bab 39: Sistem Sedikit Berubah
40 Bab 40: Mengajar Berselancar
41 Bab 41: Makan Malam Terakhir
42 Bab 42: Menunggu Tugas Masuk
43 Bab 43: Hadiah Masuk Keren
44 Bab 44: Memberi Hadiah
45 Bab 45: Wanita Laos
46 Bab 46: Menolak Undangan
47 Bab 47: Air Terjun Bertingkat
48 Bab 48: Melihat Beruang Lucu
49 Bab 49: Beruang Ajaib
50 Bab 50: Haimi Berubah
51 Bab 51: Nasib Salsa Buruk
52 Bab 52: Tidak Mau Ryzel Pergi
53 Bab 53: Mau Dibawa ke Mana?
54 Bab 54: Hubungan Kita?
55 Bab 55: Aura Berbeda
56 Bab 56: Mimpi Basah
57 Bab 57: Bermain Piano
58 Bab 58: Selebritas Kecil
59 Bab 59: Tetap Waspada
60 Bab 60: Pengkhianatan?
61 Bab 61: Berita Palsu
62 Bab 62: Hadiah Saham
63 Bab 63: Bertemu Orang Kaya
64 Bab 64: Pasar Malam Kamboja
65 Bab 65: Hadiah Aneh
66 Bab 66: Bermain Trampolin
67 Bab 67: Nama yang Sama
68 Bab 68: Pria Berprinsip
69 Bab 69: Teman Maly
70 Bab 70: Rencana Mereka Bertiga
71 Bab 71: Dikeroyok Wanita
72 Bab 72: Wisata di Koh Tui
73 Bab 73: Maly yang Makin Aneh
74 Bab 74: Termakan
75 Bab 75: Pergi ke Samloem
76 Bab 76: Tragedi Satu Lawan Tiga
77 Bab 77: Ryzel Sangat Hebat
78 Bab 78: Kabar Tak Terduga
79 Bab 79: Perpisahan Harem Trial
80 Bab 80: Bertemu Gadis yang Merepotkan
81 Bab 81: Hotel yang Sama
82 Bab 82: Ketertarikan Linh
83 Bab 83: Sarapan dengan Anak Kecil
84 Bab 84: Pergi ke Sungai Saigon
85 Bab 85: Pemandangan Sungai yang Indah
86 Bab 86: Membeli Ponsel untuk Gadis Kecil
87 Bab 87: Balon Linh?
88 Bab 88: Linh Brutal
89 Bab 89: Pergi ke Museum Perang
90 Bab 90: Menikmati Waktu di Pasar Malam
91 Bab 91: Ragu Pergi
92 Bab 92: Bertemu Ketiga Anak Kecil
93 Bab 93: Liburan dan Belajar
94 Bab 94: Wanita Aneh
95 Bab 95: Disukai Banyak Burung
96 Bab 96: Burung Penghibur
97 Bab 97: Kabar dari Yochi
98 Bab 98: Salah Kira
99 Bab 99: Tujuan Berubah
100 Bab 100: Mengobrol dengan Orang Sukses
101 Bab 101: Gadis Kecil yang Lucu
102 Bab 102: Wanita Risih
103 Bab 103: Provokasi Konyol
104 Bab 104: Anak Kecil Bercerita
105 Bab 105: Burung Berkunjung Kembali
106 Bab 106: Rencana ke Pantai Bersama
107 Bab 107: Pergi ke Pantai dengan Wanita
108 Bab 108: Permintaan Laurel
109 Bab 109: Ulang Tahun Laurel
110 Bab 110: Serangan Brutal Bertubi-tubi
111 Bab 111: Burung Aneh
112 Bab 112: Berkah Tak Terduga
113 Bab 113: Ombak Tidak Bersahabat
114 Bab 114: Ke Rumah Laurel
115 Bab 115: Apakah Aku Penjahat?
116 Bab 116: Pergi ke Bandung Kembali
117 Bab 117: Bertemu dengan si Kembar
118 Bab 118: Jajanan Bandung
119 Bab 119: Tahun Baru
120 Bab 120: Budaya Negara Lain
121 Bab 121: Dia Muncul?
122 Bab 122: Tugas Masuk Sampingan?
123 Bab 123: Kehebohan Kampus
124 Bab 124: Pergi ke Kampus Selesai
125 Bab 125: Kebetulan yang Kebetulan
126 Bab 126: Pergi ke Yogyakarta
127 Bab 127: Pemaksaan Risa
128 Bab 128: Risa yang Bimbang
129 Bab 129: Bertemu Keluarga dengan Canggung
130 Bab 130: Mengajak Ryzel Masak
131 Bab 131: Pertandingan Memasak
132 Bab 132: Hadiah Nenek Risa
133 Bab 133: Kejahilan Kecil
134 Bab 134: Gelang yang Misterius
135 Bab 135: Pamit Pulang
136 Bab 136: Mengajak Wanita Kembar
137 Bab 137: Insiden Tidak Sengaja
138 Bab 138: Sesuatu yang Buruk Datang
139 Bab 139: Masalah Berkembang
140 Bab 140: Mencari Cara
141 Bab 141: Melakukan Persiapan Besar
142 Bab 142: Kejutan dari Sistem
143 Bab 143: Persiapan Bertemu Abiella
144 Bab 144: Pergi Melihat Sunset
145 Bab 145: Berenang di Kolam Renang Ryzel
146 Bab 146: Membuka Segel Lagi
147 Bab 147: Persetujuan Pertemuan
148 Bab 148: Ryzel Disambut Wanita Kembar
149 Bab 149: Tidak Terduga
150 Bab 150: Menunggu Kedatangan Mereka
151 Bab 151: Perdamaian Kekeluargaan
152 Bab 152: Mengurus Hukum Pidana
153 Bab 153: Menghibur Diri Sendiri
154 Bab 154: Wanita yang Bodoh
155 Bab 155: Kedatangan Tamu Tak Diundang
156 Bab 156: Pulau Tiga Pantai
157 Bab 157: Tamu Langka
158 Bab 158: Pergi ke Pulau Komodo
159 Bab 159: Hadiah Tak Disangka
160 Bab 160: Kaum Meresahkan
161 Bab 161: Memikirkan Keanehan Diri
162 Bab 162: Sistem Memberi Kejutan
163 Bab 164: Mempertemukan Ketiga Wanitanya
164 Bab 165: Pergi berbelanja di Tokyo
165 Bab 167: Bertemu Keluarga Minamoto
166 Bab 168: Berduel
167 Bab 169: Masalah Keiko Selesai
168 Bab 170: Pertemuan Harem Tiga Negara
169 Bab 171: Teknik di Luar Nalar
170 Bab 172: Mendung Mendadak
171 Bab 173: Sangat Puas
172 Bab 174: Pergi Jauh Naik Pesawat
173 Bab 175: Dua Wanita Italia
174 Bab 176: Alun-alun yang Indah
175 Bab 177: Anggota Bertambah Lagi
176 Bab 178: Kuil Dewa
177 Bab 179: Bersenang-senang di Italia
178 Bab 180: Pergi ke Negeri Tiada Malam
179 Bab 181: Kejadian Istimewa Mendadak
180 Bab 182: Negara Air Terjun Tertinggi
181 Bab 183: Pertemuan Presiden
182 Bab 184: Wanita yang Hebat
183 Bab 185: Kesulitan Wanita Sulung
184 Bab 186: Pergi ke Rumah Nenek
185 Bab 188: Tugas Masuk Cukup Jauh
186 Bab 189: Air Terjun Angel
187 Bab 190: Makhluk Misterius
188 Bab 191: Naga Punya Gender
189 Bab 192: Mencari Asisten
190 Bab 193: Tugas Asisten Pribadi
191 Bab 194: Room Tour
192 Bab 195: Merekrut Dua Wanita
193 Bab 196: Anggota Spesial
194 Bab 197: Pergi ke Menara Eiffel
195 Bab 198: Bertemu Artis
196 Bab 199: Lukisan yang Menghilang
197 Bab 200: Identitas Gadis Pencopet
198 Bab 201: Hubungan Agak Rumit
199 Bab 207: Kedatangan Tamu Tak Diundang
200 Bab 208: Kerja Sama Besar
201 Bab 209: Penemuan Rahasia
202 Bab 210: Wanita Aneh Dirantai
203 Bab 211: Zimey Sebenarnya
204 Bab 212: Ukuran Ryzel
205 Bab 213: Melihat-lihat Kota Moskow
206 Bab 214: Hadiah Berbahaya
207 Bab 215: Pelampiasan
208 Bab 216: Berusaha Lagi
209 Bab 217: Berusaha Keras
210 Bab 218: Masih Berjuang
211 Bab 219: Menyambut Wanita Menyimpang
212 Bab 220: Hadiah Ajaib
213 Bab 221: Kejutan Tasha dan Naran
214 Bab 222: Peningkatan Pengikut
215 Bab 223: Kejutan Selebritas Kecil
216 Bab 224: Rahasia Muncul
217 Bab 225: Pertemuan Besar
218 Bab 226: Kebahagian Hakiki
219 Bab 227: Tugas Terakhir (Tamat)
Episodes

Updated 219 Episodes

1
Bab 1: Jati Diri Pacar
2
Bab 2: Keluar Pekerjaan
3
Bab 3: Berinteraksi dengan Penonton
4
Bab 4: Alun-alun Kota Bogor
5
Bab 5: Makan dengan Pelan
6
Bab 6: Berkeliling Kebun Raya
7
Bab 7: Bertemu Penonton
8
Bab 8: Curhatan Wanita
9
Bab 9: Kebun Raya Malam Hari
10
Bab 10: Pergi Bersama Gina
11
Bab 11: Makan Kue Mangkuk
12
Bab 12: Siaran Langsung di Sempur
13
Bab 13: Perpisahan Kota Bogor
14
Bab 14: Hari Sibuk
15
Bab 15: Membantu Wanita Pemalu
16
Bab 16: Jaga Diri
17
Bab 17: Dea Berterima Kasih
18
Bab 18: Pasangan Familiar
19
Bab 19: Stepen Tumbuh Besar
20
Bab 20: Bertemu Anak Kemarin
21
Bab 21: Mulai Menjelajah Monas
22
Bab 22: Belajar Sejarah
23
Bab 23: Pemandangan Jakarta Terakhir Kali
24
Bab 24: Perpisahan dengan Gadis Kecil
25
Bab 25: Wanita yang Baik
26
Bab 26: Musem Konferensi di Bandung
27
Bab 27: Makan Bersama Wanita Kembar
28
Bab 28: Malam yang Mengejutkan
29
Bab 29: Dua Wanita Perhatian
30
Bab 30: Pergi di Phuket
31
Bab 31: Mencari Makanan di Luar
32
Bab 32: Makan Jajanan Malam Thailand
33
Bab 33: Tugas Masuk Pantai
34
Bab 34: Wanita Sungguhan?
35
Bab 35: Bersiap Berenang
36
Bab 36: Skeptis Terhadap Yochi
37
Bab 37: Sistem Baik
38
Bab 38: Lokasi Tugas Kebetulan
39
Bab 39: Sistem Sedikit Berubah
40
Bab 40: Mengajar Berselancar
41
Bab 41: Makan Malam Terakhir
42
Bab 42: Menunggu Tugas Masuk
43
Bab 43: Hadiah Masuk Keren
44
Bab 44: Memberi Hadiah
45
Bab 45: Wanita Laos
46
Bab 46: Menolak Undangan
47
Bab 47: Air Terjun Bertingkat
48
Bab 48: Melihat Beruang Lucu
49
Bab 49: Beruang Ajaib
50
Bab 50: Haimi Berubah
51
Bab 51: Nasib Salsa Buruk
52
Bab 52: Tidak Mau Ryzel Pergi
53
Bab 53: Mau Dibawa ke Mana?
54
Bab 54: Hubungan Kita?
55
Bab 55: Aura Berbeda
56
Bab 56: Mimpi Basah
57
Bab 57: Bermain Piano
58
Bab 58: Selebritas Kecil
59
Bab 59: Tetap Waspada
60
Bab 60: Pengkhianatan?
61
Bab 61: Berita Palsu
62
Bab 62: Hadiah Saham
63
Bab 63: Bertemu Orang Kaya
64
Bab 64: Pasar Malam Kamboja
65
Bab 65: Hadiah Aneh
66
Bab 66: Bermain Trampolin
67
Bab 67: Nama yang Sama
68
Bab 68: Pria Berprinsip
69
Bab 69: Teman Maly
70
Bab 70: Rencana Mereka Bertiga
71
Bab 71: Dikeroyok Wanita
72
Bab 72: Wisata di Koh Tui
73
Bab 73: Maly yang Makin Aneh
74
Bab 74: Termakan
75
Bab 75: Pergi ke Samloem
76
Bab 76: Tragedi Satu Lawan Tiga
77
Bab 77: Ryzel Sangat Hebat
78
Bab 78: Kabar Tak Terduga
79
Bab 79: Perpisahan Harem Trial
80
Bab 80: Bertemu Gadis yang Merepotkan
81
Bab 81: Hotel yang Sama
82
Bab 82: Ketertarikan Linh
83
Bab 83: Sarapan dengan Anak Kecil
84
Bab 84: Pergi ke Sungai Saigon
85
Bab 85: Pemandangan Sungai yang Indah
86
Bab 86: Membeli Ponsel untuk Gadis Kecil
87
Bab 87: Balon Linh?
88
Bab 88: Linh Brutal
89
Bab 89: Pergi ke Museum Perang
90
Bab 90: Menikmati Waktu di Pasar Malam
91
Bab 91: Ragu Pergi
92
Bab 92: Bertemu Ketiga Anak Kecil
93
Bab 93: Liburan dan Belajar
94
Bab 94: Wanita Aneh
95
Bab 95: Disukai Banyak Burung
96
Bab 96: Burung Penghibur
97
Bab 97: Kabar dari Yochi
98
Bab 98: Salah Kira
99
Bab 99: Tujuan Berubah
100
Bab 100: Mengobrol dengan Orang Sukses
101
Bab 101: Gadis Kecil yang Lucu
102
Bab 102: Wanita Risih
103
Bab 103: Provokasi Konyol
104
Bab 104: Anak Kecil Bercerita
105
Bab 105: Burung Berkunjung Kembali
106
Bab 106: Rencana ke Pantai Bersama
107
Bab 107: Pergi ke Pantai dengan Wanita
108
Bab 108: Permintaan Laurel
109
Bab 109: Ulang Tahun Laurel
110
Bab 110: Serangan Brutal Bertubi-tubi
111
Bab 111: Burung Aneh
112
Bab 112: Berkah Tak Terduga
113
Bab 113: Ombak Tidak Bersahabat
114
Bab 114: Ke Rumah Laurel
115
Bab 115: Apakah Aku Penjahat?
116
Bab 116: Pergi ke Bandung Kembali
117
Bab 117: Bertemu dengan si Kembar
118
Bab 118: Jajanan Bandung
119
Bab 119: Tahun Baru
120
Bab 120: Budaya Negara Lain
121
Bab 121: Dia Muncul?
122
Bab 122: Tugas Masuk Sampingan?
123
Bab 123: Kehebohan Kampus
124
Bab 124: Pergi ke Kampus Selesai
125
Bab 125: Kebetulan yang Kebetulan
126
Bab 126: Pergi ke Yogyakarta
127
Bab 127: Pemaksaan Risa
128
Bab 128: Risa yang Bimbang
129
Bab 129: Bertemu Keluarga dengan Canggung
130
Bab 130: Mengajak Ryzel Masak
131
Bab 131: Pertandingan Memasak
132
Bab 132: Hadiah Nenek Risa
133
Bab 133: Kejahilan Kecil
134
Bab 134: Gelang yang Misterius
135
Bab 135: Pamit Pulang
136
Bab 136: Mengajak Wanita Kembar
137
Bab 137: Insiden Tidak Sengaja
138
Bab 138: Sesuatu yang Buruk Datang
139
Bab 139: Masalah Berkembang
140
Bab 140: Mencari Cara
141
Bab 141: Melakukan Persiapan Besar
142
Bab 142: Kejutan dari Sistem
143
Bab 143: Persiapan Bertemu Abiella
144
Bab 144: Pergi Melihat Sunset
145
Bab 145: Berenang di Kolam Renang Ryzel
146
Bab 146: Membuka Segel Lagi
147
Bab 147: Persetujuan Pertemuan
148
Bab 148: Ryzel Disambut Wanita Kembar
149
Bab 149: Tidak Terduga
150
Bab 150: Menunggu Kedatangan Mereka
151
Bab 151: Perdamaian Kekeluargaan
152
Bab 152: Mengurus Hukum Pidana
153
Bab 153: Menghibur Diri Sendiri
154
Bab 154: Wanita yang Bodoh
155
Bab 155: Kedatangan Tamu Tak Diundang
156
Bab 156: Pulau Tiga Pantai
157
Bab 157: Tamu Langka
158
Bab 158: Pergi ke Pulau Komodo
159
Bab 159: Hadiah Tak Disangka
160
Bab 160: Kaum Meresahkan
161
Bab 161: Memikirkan Keanehan Diri
162
Bab 162: Sistem Memberi Kejutan
163
Bab 164: Mempertemukan Ketiga Wanitanya
164
Bab 165: Pergi berbelanja di Tokyo
165
Bab 167: Bertemu Keluarga Minamoto
166
Bab 168: Berduel
167
Bab 169: Masalah Keiko Selesai
168
Bab 170: Pertemuan Harem Tiga Negara
169
Bab 171: Teknik di Luar Nalar
170
Bab 172: Mendung Mendadak
171
Bab 173: Sangat Puas
172
Bab 174: Pergi Jauh Naik Pesawat
173
Bab 175: Dua Wanita Italia
174
Bab 176: Alun-alun yang Indah
175
Bab 177: Anggota Bertambah Lagi
176
Bab 178: Kuil Dewa
177
Bab 179: Bersenang-senang di Italia
178
Bab 180: Pergi ke Negeri Tiada Malam
179
Bab 181: Kejadian Istimewa Mendadak
180
Bab 182: Negara Air Terjun Tertinggi
181
Bab 183: Pertemuan Presiden
182
Bab 184: Wanita yang Hebat
183
Bab 185: Kesulitan Wanita Sulung
184
Bab 186: Pergi ke Rumah Nenek
185
Bab 188: Tugas Masuk Cukup Jauh
186
Bab 189: Air Terjun Angel
187
Bab 190: Makhluk Misterius
188
Bab 191: Naga Punya Gender
189
Bab 192: Mencari Asisten
190
Bab 193: Tugas Asisten Pribadi
191
Bab 194: Room Tour
192
Bab 195: Merekrut Dua Wanita
193
Bab 196: Anggota Spesial
194
Bab 197: Pergi ke Menara Eiffel
195
Bab 198: Bertemu Artis
196
Bab 199: Lukisan yang Menghilang
197
Bab 200: Identitas Gadis Pencopet
198
Bab 201: Hubungan Agak Rumit
199
Bab 207: Kedatangan Tamu Tak Diundang
200
Bab 208: Kerja Sama Besar
201
Bab 209: Penemuan Rahasia
202
Bab 210: Wanita Aneh Dirantai
203
Bab 211: Zimey Sebenarnya
204
Bab 212: Ukuran Ryzel
205
Bab 213: Melihat-lihat Kota Moskow
206
Bab 214: Hadiah Berbahaya
207
Bab 215: Pelampiasan
208
Bab 216: Berusaha Lagi
209
Bab 217: Berusaha Keras
210
Bab 218: Masih Berjuang
211
Bab 219: Menyambut Wanita Menyimpang
212
Bab 220: Hadiah Ajaib
213
Bab 221: Kejutan Tasha dan Naran
214
Bab 222: Peningkatan Pengikut
215
Bab 223: Kejutan Selebritas Kecil
216
Bab 224: Rahasia Muncul
217
Bab 225: Pertemuan Besar
218
Bab 226: Kebahagian Hakiki
219
Bab 227: Tugas Terakhir (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!