Quirinus gagal membujuk Annora supaya tetap tinggal semalam lagi di rumahnya. Wanita itu teguh dengan pendirian yang ingin lekas angkat kaki bersama seluruh barang-barang dalam koper, malam itu juga. Tepat pukul dua belas lebih lima belas menit, Annora keluar dari pintu dan memacu kendaraan roda empat untuk keluar dari hunian di dalam area banyaknya pepohonan.
Annora meninggalkan Quirinus dengan gundah karena belum rela sepenuhnya. Jujur, hati mengatakan ingin tinggal di sana lebih lama, tapi dalam hidup tidak boleh selalu mengutamakan perasaan dan mengesampingkan logika berpikir. Jadilah kini ia di dalam mobil sembari sesegukan akibat sedih.
Sedikit berlebihan memang, tapi entah kenapa Annora merasa sedih sekali. Dia bagaikan meninggalkan seseorang yang tidak memiliki arah tujuan hidup di dalam labirin peliknya dunia.
Jalanan yang dilewati Annora begitu sepi dan gelap karena masih berada di wilayah penuh pohon tinggi yang daunnya sudah mulai rontok. Seharusnya nyala lampu yang menerangi di sana berasal dari mobilnya saja. Tapi, ia menangkap ada cahaya silau menyorot dari belakang. Tentulah hal itu langsung mencuri perhatiannya. Sebab, memantul dari kaca spion mobil dan takut saja kalau diikuti oleh seseorang yang tidak dikenal karena jalanan masih lenggang namun tak juga menyalip.
Annora otomatis penasaran. Perhatian matanya sekarang teralihkan pada sebuah kaca spion yang menggantung di bagian depan. Terlalu kecil, membuatnya kesulitan mengetahui siapa manusia yang masih mengikutinya sejauh itu.
Karena masih mau tahu, jemari Annora pun menekan layar berukuran enam belas inch. Dia mengaktifkan mode kamera belakang mobil. Jadilah kini bisa melihat secara lebih jelas dan dekat siapa yang sejak tadi mengikuti di belakang.
Kening Annora mengernyit heran. “Quirinus?” gumamnya. Tidak perlu menengok ke belakang untuk memastikan sekali lagi, layar di depan mata pun sudah sangat menunjukkan motor hitam dengan plat nomor yang selalu ia ingat, helm, dan seluruh pakaian serba g…
Hug His Darkness
Part 46
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments
himmy pratama
biarkan qui untuk berpikir anora
2024-04-22
0
Fenty Dhani
mungkin lebih baik seperti ini dulu...agar qui bisa menata hati dn dirinya🥺
2024-01-24
1
Afika Simaremare
ada sifat laki2 seperti itu sedikit bicara banyak berbuat
2023-08-22
1