Part 16

Quirinus merasa tidak memiliki kewajiban untuk menjelaskan segala ketentuan hidup yang ia jalani. Jadi, dia menjawab dengan kedikan bahu.

Annora yang hendak membantah dan tidak terima dengan jawaban tak jelas pun perlu diurungkan karena layar ponsel menyala dan memperlihatkan nama daddynya beserta foto yang begitu tampan diusia tak muda. “Wait, aku angkat ini sebentar.”

Quirinus diam, membiarkan Annora meraih ponsel dan menekan tombol hijau. Dia mencoba untuk tak mendengar, tapi telinganya tidak tuli. Jadilah percakapan wanita itu lolos begitu saja ke dalam gendang telinganya.

“Ya, Dad?” sapa Annora.

Dari situ pun Quirinus bisa menyimpulkan bahwa yang menghubungi adalah orang tua Annora, terutama Daddy. Tak terasa bibirnya tersenyum miring yang nampak pilu. Sungguh beruntung wanita itu memiliki keluarga yang peduli, sampai ditelepon terlebih dahulu. Sangat berbeda dengannya.

Dari situ pun sudah terlihat betapa beda dunia kedua manusia itu. Annora dengan segala keberuntungan yang dimiliki, dan Quirinus yang hidup penuh gelapnya dunia dan segala kesialannya. Dilahirkan di dunia adalah salah satu hal yang sangat pria itu sesali.

“Di mana? Kenapa semalam tak pulang?”

Dari nada bicara yang Annora dengar, bisa ditangkap jelas kalau daddynya sedang khawatir. Ini adalah kali pertama ia tidak pamit kalau bermalam di luar. Namanya juga anak perempuan satu-satunya. “Em ... maaf, ponselku baterainya habis. Jadi, belum memberikan kabar. Semalam aku menginap di ....” Dia menggantungkan penjelasan, tak jadi melanjutkan untuk memberi tahu keberadaannya.

Annora melirik Quirinus yang masih fokus menatapnya. “Aku akan segera pulang, Dad.” Akhirnya ia memilih untuk menyudahi telepon karena orang tuanya pasti akan membuat onar di sana—tempat tinggal yang harus ia rahasiakan itu.

Meletakkan ke atas meja. Annora akhirnya mengambil pilihan. “Aku menyetujui yang pertama. Akan ku rahasiakan tempat ini dari siapa pun.” Tapi tidak janji kalau tak kembali lagi ke sini, karena sudah pasti besok atau hari-hari berikutnya aku akan menginjakkan kaki di tempat ini lagi. Rencana itu hanya digumamkan dalam benaknya.

“Good.” Quirinus mengangguk tanpa ekspresi.

“Kertasnya, mana?” tanya Annora dengan alis saling bertaut.

“Untuk?”

“Tanda tangan. Bukankah perjanjian supaya lebih kuat harus ada bukti fisiknya? Jadi ... persiapkan.”

Quirinus tersenyum sinis. “Janji paling kuat adalah pada diri sendiri, bukan di atas kertas atau dokumen.” Dia tidak menerapkan hal-hal kuno seperti yang Annora bayangkan. Terlalu membuang waktu. Memang sedatar itu hidupnya.

“Benar juga.” Annora hanya menggumam. Tadi dia sudah berjanji dalam hati kalau akan pergi, merahasiakan, dan pasti kembali lagi.

“Sekarang kau boleh pergi, lanjutkan kehidupanmu layaknya sebelum mengenalku,” tutur Quirinus. Dia turun dari stool untuk membukakan pintu Annora karena harus memasukkan pin supaya bisa dibuka.

Annora mengekori tubuh gagah berotot itu sampai ke pintu. Ia mengintip juga ketika Quirinus menekan angka sebanyak enam.

Si pemilik rumah hanya menggerakkan kepala memberikan pertanda supaya Annora lekas keluar. “Aku pegang janjimu, jangan sampai kau ingkari.”

Kepala Annora mengangguk. Namun, sebelum meninggalkan Quirinus sendirian, ia menyempatkan untuk berhenti sejenak di hadapan pria itu, menjinjit dan mendaratkan sebuah kecupan di pipi. Tidak lupa ada senyum cantik dilayangkan. “Bye ... sampai jumpa lagi.” Dia melambaikan tangan seraya berjalan mundur menuju mobil.

Quirinus hanya bergeleng kepala menghadapi Annora. Tapi, saat mobil wanita itu pergi, dia baru bisa bernapas lega. Akhirnya kesunyian akan kembali seperti semula.

...........

Sementara itu, di mansion milik orang tua Annora. Daddy Danesh tadi sempat menjeda obrolan bersama keponakannya, untuk menelepon putrinya yang tak ada kabar sejak semalam.

“Tadi kalian mau memberi tahu aku tentang apa?” Danesh kembali memfokuskan obrolan pada si kembar Faydor dan Galtero yang tumben sekali datang tanpa diminta.

Terpopuler

Comments

himmy pratama

himmy pratama

sebuah perpisahan yg akan membuat mu kangen ma anora Hugo qui..liat aja

2024-04-20

0

Fenty Dhani

Fenty Dhani

bakalan kangen nih

2024-01-24

0

Afika Simaremare

Afika Simaremare

huh awal dari percintaan annora dan kupastikan kau quinirus akan terbayang bayang trus

2023-08-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!