Quirinus berusaha melepaskan pelukan Annora. Dia tidak suka ada wanita yang melingkarkan tangan ke tubuhnya tanpa mendapatkan izin. Walaupun ia penjamah, tapi bukan berarti semua orang bisa seenaknya memegang dirinya.
Pria itu memang bisa merasakan debaran di dada Annora yang begitu kuat. Tapi tidak dengannya yang tak merasakan apa pun. Quirinus gagal melepaskan diri karena wanita itu erat sekali merengkuhnya.
“Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu,” ungkap Annora seraya mendongakkan kepala untuk menyaksikan mimik wajah Quirinus. Mungkin pria itu terkejut, tapi nyatanya tidak.
Quirinus justru tertawa terbahak-bahak seolah mengejek. Barulah Annora mengendurkan tangan dan menatap aneh manusia dingin satu itu. “Kenapa? Memangnya ada yang lucu?”
Quirinus tersenyum miring, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana jeans. “Kau yang lucu, masih percaya cinta di jaman seperti sekarang ini.” Kepalanya bergeleng sebagai wujud meremehkan Annora.
Kening Annora mengernyit heran. “Apa salahnya? Setiap orang pasti pernah merasakan cinta. Entah pada lawan jenis dan pasangan sebagai wujud ketertarikan, atau keluarga menandakan kasih sayang,” jelasnya.
Quirinus hanya tersenyum sinis seolah tidak sepakat dengan statement Annora. Dia sedikit membungkuk hingga wajah berada di depan wanita itu persis. Tatapan matanya tidak pernah ada yang berubah, tetap datar dan memancarkan kegelapan yang di mata Annora seperti lambaian supaya masuk lebih dalam untuk mengenal sosok tertutup itu.
“Dalam kamus hidupku, tidak ada yang namanya cinta. Itu hanyalah sebuah kata omong kosong yang tak ada artinya.” Quirinus menoyor kening Annora hingga wanita itu terhuyung ke belakang.
Annora menghela napas, meski dia seperti ditolak terus dan dipukul untuk mundur oleh perlakuan yang tidak mengenakkan, tapi tekadnya tetap bulat. Masih penasaran dengan sosok Quirinus. Sebelumnya tak pernah sampai senekat itu mencari keberadaan pria. Namun, dengan Quirinus berbeda. Ada magnet yang seolah terus menariknya tanpa manusia itu melakukan apa pun.
Mata Annora sejak tadi mengamati bagian tubuh Quirinus. Matanya lalu memicing saat berhenti pada bagian leher. Bibir menyeringai seolah mendapatkan alasan untuk membalas memojokkan. “Oh, omong kosong, ya?” Dia kembali mengikis jarak. “Lalu, yang ada di lehermu ini, apa?” Telunjuknya menekan bagian merah-merah. Tahu betul bekas apa.
“Sisa bercumbu,” jelas Quirinus sangat santai dan tak ada beban.
Sementara Annora nampak sebal dan sedikit tidak terima. “Kau memiliki kekasih?”
Quirinus mengedikkan bahu. “Bukan urusanmu.” Dia mengayunkan kaki melewati Annora begitu saja, semakin diladeni ternyata wanita itu tidak mau diam. Membuatnya lelah karena terlalu lama berinteraksi dengan orang.
“Jadi, dalam kamus hidupmu, apa yang dipercaya kalau tidak ada cinta?” Annora masih saja tak gentar, padahal yang dihadapi sejak tadi tidak menunjukkan ketertarikan.
Quirinus menghela napas, dia pulang karena butuh waktu sendiri. Ternyata harus dihadapkan dengan seseorang yang banyak bicara. Kepalanya menengok ke samping di mana Annora sudah berdiri di sana.
Pria itu menyeret kasar Annora dan dibawa ke kamar yang ada di lantai satu. Didoronglah tubuh yang terasa ringan itu hingga terjatuh ke ranjang. Dia bisa melihat badan wanita itu bergetar. Bukan salahnya kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Annora yang datang ke sana sendiri.
Quirinus naik ke atas ranjang, mengungkung tubuh Annora dan menatap setajam pisau. “Bagiku, hidup itu sebuah kesepakatan. Hanya ada saling menguntungkan supaya bisa bertahan.” Dia berucap seraya mencengkeram rahang wanita yang sangat tak diharapkan kehadirannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
himmy pratama
hati 2 anira..Hugo pria Casanova..jgn terjebak dgn permainan nya walau kao tertarik dgn nya
2024-04-20
0
Fenty Dhani
waaaooww...keren...jangan gentar Annora...mungkin sebenarnya dia hanya butuh perhatian dn kasih sayang...karna terlalu menanggung beban hidup...sehingga menjadikan Hugo seperti itu☺️💪
2024-01-24
2
mamae zaedan
mau ngapain bang qui
2023-11-16
0