Quirinus meraih dagu Annora hingga keduanya saling bertukar pandang. Dia mencari sorot takut dari wajah wanita itu, tapi belum ditemukan. Membuatnya kesal dan ingin sekali memberikan pelajaran sampai membuat Annora menyesal sudah menginjakkan kaki di tempatnya.
Perlahan Quirinus mengikis jarak wajah dengan pasti. Dia hendak mencium, tapi tiba-tiba tangan Annora menutup bibir sendiri diiringi kepala menggeleng sebagai penolakan.
Quirinus menyeringai. Akhirnya dia melihat Annora takut juga. Sejak tadi wanita itu terus memperlihatkan sifat tak gentar mengusiknya. Kini, gantian dia yang membuat tidak nyaman, supaya tahu kalau diganggu itu tak menyenangkan.
Tangan Quirinus meraih pergelangan Annora yang menutup mulut, dia cekal dan tarik ke atas kepala. Tapi, wanita itu kembali menutupi menggunakan yang satu. Maka, sama halnya seperti tadi. Jadilah kini kedua tangan Annora terangkat semua.
“Jangan,” pinta Annora. Suaranya tidak bergetar seperti orang takut pada umumnya. Dia hanya tak ingin dicium karena belum pernah, kecuali kecupan bersama daddynya.
Namun, Quirinus tetap mendekatkan bibir sampai ujung hidung mereka bersentuhan. Sudah pasti hembusan napas keduanya bisa saling dirasakan satu sama lain. “Kenapa? Tidak suka?” Dia tersenyum miring. “Tak enak, kan, diusik hidupnya? Karena kau sudah berani datang ke sini, maka terimalah akibatnya.”
Quirinus langsung membungkam bibir Annora dengan ciuman. Dia sesap wanita itu, tapi tidak mendapatkan balasan, bahkan memberikan ruang untuk lidahnya masuk pun tidak. Justru yang didapatkan adalah tubuh Annora menegang dengan dua mata membola.
Quirinus menggigit bibir Annora supaya wanita itu menganga. Dia membelitkan lidah ke dalam rongga, menarik lidah yang ternyata cukup manis juga rasanya.
Annora ingin memberontak dan mendorong dada Quirinus. Tapi, tangannya dicekal kuat, sementara tenaganya tak seberapa dibanding pria bertubuh besar yang mengungkungnya.
Akhirnya Annora menggigit lidah Quirinus supaya berhenti menciumnya. Sialan, itu adalah ciuman pertama, benar-benar berciuman bukan sekedar kecupan seperti bersama daddynya.
“Shitt!” umpat Quirinus. Dia melepaskan cekalan tangan dan turun dari ranjang untuk melihat kondisi lidahnya.
“Aku datang ke sini tak bermaksud jahat padamu. Aku hanya ingin memastikan apakah memang tetap sama perasaan ini saat bertemu untuk kedua kali.” Annora lekas duduk dan menatap sebal ke arah Quirinus. Ternyata pria itu kurang ajar juga, tapi ia tak bisa menyalahkan karena dirinya yang datang ke sana. Mungkin tadi adalah balasan dari kemarahan si pemilik rumah.
Quirinus menaikkan sebelah alis. “Lantas, apa yang akan kau lakukan selanjutnya setelah mengetahui bahwa pria yang katanya membuatmu jatuh cinta pada pandangan pertama adalah sosok yang brengsek?” Dia tersenyum sinis. Tidak menutupi kalau kelakuannya memang buruk, toh untuk apa juga berpura-pura baik di depan orang yang bahkan ia sendiri tidak inginkan.
“Kau tidak brengsek, hanya berusaha membuatku takut saja supaya aku tak menyukaimu, kan?” tebak Annora. Astaga ... memang benar-benar darah keturunan Dominique terlalu kental mengalir di dalam tubuhnya sampai membuatnya tidak memiliki rasa takut.
Quirinus bergeleng, baru kali ini ada orang yang menilainya tidak buruk. “Kau salah, aku adalah manusia paling keji yang tidak pantas untuk dicintai.” Dia lalu berbalik badan, tidak berencana untuk melanjutkan menghukum Annora karena wanita itu sepertinya terlalu polos dan belum disentuh sedikit pun. Sementara ia anti menjamah orang-orang yang belum pernah melakukan hal-hal seksual sebelumnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
himmy pratama
bagus lah Hugo klokao menyadari nya..jgn sampai merusak seorang gadis yg polos seperti anora ..
2024-04-20
1
Fenty Dhani
main nyosor aja...awas candu Lo...g bisa tidur nanti...karna kebayang wajah Annora😁
2024-01-24
0
🌾lvye🌾
Qui qui gak suka yg polos,, takut dipolosin 😅
2023-06-14
1