Setelah menimbang semalaman, Faydor dan Galtero sudah memutuskan untuk memberi tahu tentang Quirinus Hugo pada paman mereka. Sebab, merasa itu sangat perlu dan penting karena tidak mau disalahkan kemudian hari seandainya Uncle Danesh tidak terima putrinya mendekati seseorang dengan pekerjaan yang tidak disukai oleh keluarga besar. Kalau mereka sebenarnya tidak masalah dan tak peduli urusan percintaan sepupu, tapi menjaga hubungan baik dengan keluarga besar adalah satu ajaran yang selalu ditanamkan oleh orang tuanya.
“Beberapa hari lalu Annora meminta kami untuk mencari tahu tentang seseorang,” ucap Faydor.
“Oh ... iya, katanya dia sedang tertarik dengan pria yang tak sengaja ditemui saat menghindari Virza,” timpal Danesh. Masih terkesan tak terkejut oleh informasi itu.
“Kami mencari tahu semuanya, dengan memanfaatkan nomor kendaraan yang diberikan oleh Annora,” imbuh Galtero. Dua anak kembar itu saling bergantian memberi informasi.
Danesh menganggukkan kepala. “Terima kasih sudah membantu dia. Annora itu kalau sudah mau satu pasti harus didapat. Mungkin semalam dia langsung menemui pria itu, jadi tak pulang.”
Faydor dan Galtero terlibat saling pandang. Keduanya sama-sama menimbang, haruskah melanjutkan lagi tentang pekerjaan? Sebab, reaksi paman mereka sangat santai dan seolah sudah tahu tabiat anak sendiri. Tapi, tak ada jalan mundur, mereka tetap harus jujur.
“Apa kau tidak keberatan seandainya pria itu bekerja sebagai—” Ucapan Faydor harus berhenti saat suara melengking Annora menggema di dalam sana.
“Daddy ....” Wanita berusia dua puluh delapan tahun itu berlari riang ke arah orang tuanya. Dia langsung duduk di samping Danesh, memeluk daddynya dan mencium pipi.
Meski sudah berusia tergolong dewasa, tapi kalau dengan daddynya pasti akan kembali seperti anak kecil yang manja dan senang begelayutan di tubuh kekar walau usia tak muda lagi. Begitulah Annora.
Danesh mengusap lengan putrinya yang melingkar di leher. “Kau terlihat gembira sekali, ada kabar baik?”
Annora mengangguk. “Aku sudah memastikan dan yakin kalau jatuh cinta dengan pria itu, Dad. Bukan lagi sebuah keraguan. Dia sangat menawan dan membuatku sangat penasaran.”
“Jadi, semalam kau menginap di tempatnya?” tanya Danesh memastikan.
Annora mengedikkan bahu. Sudah berjanji mau merahasiakan tempat tinggal Quirinus. “Aku ke kamar dulu, Dad. Nanti sore ada pemotretan.” Dia mengecup pipi daddynya.
Terlalu senang hingga membuatnya baru menyadari kalau ada Faydor dan Galtero di sana. “Eh ... hi, sepupuku yang sangat berjasa. Terima kasih bantuannya.” Dia mengacak-acak rambut dua pria itu dan berlalu pergi menaiki anak tangga.
Faydor dan Galtero sampai bergeleng kepala. Sepupunya kenapa bisa melabuhkan hati secepat itu tanpa mengetahui segalanya terlebih dahulu.
“Oke, sorry, obrolan kita jadi terjeda. Annora memang seperti itu kalau sedang bahagia.” Danesh kembali menatap dua keponakannya. “Sampai di mana kita tadi?”
Faydor dan Galtero saling menyenggol lengan satu sama lain. Meminta salah satu yang berbicara.
Danesh menaikkan sebelah alis karena tak kunjung mendengar suara apa pun. “Jadi?”
“Quirinus Hugo, pria yang disukai oleh Annora adalah seorang pemuas napsu wanita.” Akhirnya Faydor dan Galtero berucap bersamaan.
Alis Danesh keduanya naik hingga membuat kening mengerut. “Maksudmu, gigolo?”
“Ya, kami hanya ingin memberi tahu tentang itu supaya Uncle tidak menyalahkan aku dan Faydor kalau Annora mungkin akan patah hati di kemudian hari, atau sekedar dipermainkan oleh pria itu sebagai pemuas.”
“Juga siapa tahu Uncle tak setuju kalau memiliki menantu yang berprofesi sebagai pemuas gairah wanita di luar sana.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
💐Lusi81
tu kannn
2024-02-11
0
fitriani
nah loh blm apa2 jalan cinta annora udh repot
2024-01-22
0
mamae zaedan
tantangan untuk cintanya anora😙🤗
2023-11-16
0