Quirinus Hugo, pria yang mampu menggetarkan hati Annora pada pandangan pertama padahal dia tidak melakukan apa-apa. Merasa terganggu dengan kehadiran seorang wanita yang sampai detik ini masih berada di boncengan motornya, juga tangan melingkar di tubuhnya tanpa permisi. Apa lagi ia merasakan ada sesuatu yang menempel di punggung, bagian tubuh yang terasa kenyal. Membuatnya menegang saat berkendara.
Sialan! Quirinus mengumpat dalam hati. Dia tidak pernah bertegangan sependek itu, apa lagi ketika berkendara. Bisa-bisa kehilangan fokus kalau begitu caranya.
Kendaraan roda dua itu mendadak berhenti di tepi jalan. Quirinus sudah mengendarai sejauh sepuluh kilometer. Cukup sampai situ saja membantu, dia tidak mau lebih jauh lagi. Ada hal yang perlu diselesaikan sesegera mungkin, juga seseorang yang menantinya di sebuah hotel. Maka, daripada tidak fokus akibat ditempeli oleh dada wanita yang entah siapa, dia berniat menurunkan manusia itu.
“Turun!” titah Quirinus. Membuka kaca hingga matanya bisa dilihat oleh Annora saat ia menengok ke belakang. Tidak lupa melepaskan tangan yang melingkar di perutnya, padahal sudah berhenti.
“Ini belum sampai di rumahku, atau setidaknya ke tempat tinggalmu,” protes Annora. Dia tetap duduk di atas motor dan semakin menikmati tatapan mata yang begitu gelap, suram, dan dingin. Entah apa yang membuat pria itu tidak memiliki binar bahagia setitik saja. Tapi, disitulah yang membuatnya semakin penasaran.
“I don’t care.” Setiap kata terucap penuh tekanan. Di balik helm fullface itu, Quirinus tersenyum miring. “Turun sendiri atau aku paksa?” ancamnya kemudian.
Annora bukannya memilih, dia justru melipatkan tangan di dada dan menggeleng sebagai tanda kalau ia tidak mau turun. “Aku ikut denganmu.”
Quirinus diam, percuma memberikan perintah menggunakan suara, hanya membuang waktu dan tenaga. Pria itu turun dari motor, lalu melingkarkan tangan ditubuh wanita yang ia sendiri tidak tertarik untuk diajak berkenalan. Dia menurunkan secara paksa, dan lekas naik ke kendarannya sebelum diboncengi lagi. Melajukan begitu saja, meninggalkan Annora sendirian.
“Hei ... kita belum berkenalan! Namaku Annora.” Dia berteriak sekuat mungkin saat motor melaju.
Annora mencebikkan bibir. Gagal mengetahui nama. “Sadis sekali pria itu, teganya meninggalkan wanita di pinggir jalan.” Meski tidak mendapatkan respon baik, tetap saja dia masih penasaran.
Sebelum semakin jauh dan tidak terlihat, Annora lekas menghapal nomor kendaraan. Oke, nanti akan dicari sendiri dengan bantuan saudara-saudaranya yang ahli melacak. “Yang dingin, acuh, bermata tajam dengan pandangan gelap, berhasil membuatku berdebar. Akan kucari kau sampai dapat.” Dia tersenyum seraya mengeluarkan ponsel untuk menghubungi daddynya supaya menjemput.
Sementara itu, Quirinus tidak menengok sedikit pun ke belakang. Bahkan ia tak peduli lagi bagaimana nasib wanita tadi. Namun, telinganya sempat mendengar saat suara melengking memperkenalkan diri. Annora. Tanpa sadar ia menggumamkan itu.
Quirinus Hugo, dia tidak percaya cinta. Tidak pernah menjalin hubungan serius dengan wanita manapun. Tapi, bukan berarti anti terhadap lawan jenis. Dia adalah pemain yang sesungguhnya. Hubungan intim merupakan kesehariannya, sudah melekat sejak belia. Bahkan dalam satu hari bisa bergonta ganti. Sekitar satu sampai tiga orang berbeda. Mau tua atau muda, dia pernah merasakan semua sensasinya. Kecuali anak-anak, ia bukan pedofil.
Quirinus memberhentikan motor di basement sebuah hotel. Dia lekas turun dan menuju kamar yang sudah diberi tahu oleh seseorang melalui chat. Sudah pasti yang akan ditemu adalah seorang wanita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Nurwana
owww... ternyata cowok WC umum.....
2024-07-12
0
santi
iihh ternyata penjahat kelamin kou😕
2024-06-17
0
Disya♡💕
situkang celap cukup rupanya ya kamu,,,,
2024-05-26
0