Part 4

Sudah tiga hari Annora jadi senyum-senyum sendiri membayangkan wajah pria yang dijumpai secara tidak sengaja. Masih jelas bagaimana rahang yang tegas, sorot mata galap, suara maskulin, dan sifat dingin. Padahal orang itu tak melakukan apa pun padanya, bahkan terkesan cuek dan sedikit sadis karena meninggalkannya sendiri di pinggir jalan.

Tapi, jantung Annora justru berdebar karena semua perlakuan itu. Memang penampilan terlihat badboy, semua serba hitam yang dipakai. Namun, saat getaran muncul, ia bisa apa? Jarang sekali merasakan hal itu pada lawan jenis.

Daddy Danesh yang melihat putrinya sejak tadi melamun sembari menarik dua sudut bibir pun menjadi penasaran. “Kau kenapa? Membayangkan dilamar Virza lagi?” tanyanya seraya mengusap rambut Annora yang tengah tidur berbantal pahanya.

Bibir Annora langsung mencebik saat nama seseorang yang sangat tak disukai dibawa-bawa. “Ish ... mana sudi aku membayangkan dia. Pria tukang pamer, yang membanggakan diri karena beli cincin untuk melamarku dengan harga supuluh juta euro. Dia kira aku tak mampu beli?” Wajahnya seketika menjadi masam kalau mengingat kejadian beberapa hari lalu.

Danesh terkekeh mendengar gerutuan putrinya. Anaknya yang masih suka tiduran dengan berbantal pahanya walau sudah usia dua puluh delapan tahun. Annora yang selalu menganggap Daddy adalah cinta pertama yang sudah mencuri first kiss ketika bayi. “Lalu, kalau bukan karena itu, apa penyebabmu senyum-senyum sendiri?”

Annora merubah posisi dari tiduran menjadi duduk. Dia menyilangkan kedua kaki di sofa dan menatap daddynya dengan mata berbinar khas orang kasmaran. “Sepertinya aku jatuh cinta pada seorang pria, Dad. Sejak bertemu dengan orang itu, aku tak pernah bisa melupakan wajahnya, selalu terbayang. Padahal tidak ada komunikasi yang terjalin. Tapi, aku tidak bisa melupakan begitu saja.”

Daddy Danesh menaikkan sebelah alis. Tumben sekali putrinya bercertia dengan semangat menggebu tentang pria. Biasanya paling malas kalau membahas deretan penggagum yang sering menyatakan cinta dan kadang sampai mengirimkan bingkisan ke mansion juga.

“Siapa lelaki beruntung yang berhasil meluluhkan hatimu?” tanya Daddy Danesh dengan suara lembut. Ia sembari menyingkirkan rambut putrinya untuk disampirkan ke balik telinga. Ada tatapan penuh kasih sayang dari orang tua yang selalu mencintai Annora bagaikan anak kesayangan.

Annora meringis hingga gigi putihnya terlihat. “Aku tidak tahu namanya, belum kenalan.”

Wajah Daddy Danesh seketika langung berubah bingung. Apa lagi kening mengerut mendengar jawaban tadi. “Bagaimana bisa? Tak kenal tapi kau sudah jatuh cinta?”

“Ya, bisa. Maka dari itu, aku sedang menunggu para sepupu andalan untuk mencari informasi tentang dia.” Annora kembali merubah posisi. Sekarang dia ikut menyender di sofa dan mendaratkan kepala di pundak daddynya yang selalu nyaman sejak dahulu.

Annora memang terlihat seperti anak manja kalau bersama daddynya. Tapi, dia sebenarnya mandiri, hanya saja kebiasaan bergelayut pada orang tuanya belum bisa dihilangkan begitu saja.

Ponsel Annora tiba-tiba berdering saat ia menikmati tontonan di televisi. Tangannya lekas meraih benda itu saat membaca nama si penelepon. Orang yang sudah dinanti sejak kemarin akhirnya menghubungi juga.

Tanpa menunggu waktu lama, Annora mengangkat, menempelkan layar ke telinga. “Ya, kau sudah dapat apa yang aku minta?”

“Hm ... mau ku kirimkan atau—” si penelepon menggantungkan ucapan karena sudah disahut oleh Annora.

“Aku datang ke tempatmu saja,” putus Annora.

“Oh, oke.”

Panggilan pun terputus, Annora mengakhiri acara bermanja dengan sang Daddy. Ia menangkup pipi pria yang selalu memberi kasih sayang melimpah. “Dad, aku pergi dulu,” pamitnya.

“Ke mana?”

“Menemui belahan hatiku.” Annora mengecup kening daddynya dan beranjak pergi. Bagaikan orang yang tak sabar, ia berlari mengambil kunci mobil.

Danesh sampai dibuat bergeleng kepala dengan kelakuan putrinya. “Berarti dia jatuh cinta sungguhan karena tingkahnya menjadi aneh tak seperti biasanya.” Tapi, entah kenapa jusru hal itu membuat dirinya sedikit risau. Tidak tahu, tiba-tiba merasa ada yang mengganjal saja. “Haruskah ku cari tahu juga tentang pria itu?” gumamnya saat Annora sudah benar-benar pergi.

Terpopuler

Comments

mommy neng

mommy neng

selidiki dulu dad,, soalnya tukang celup

2024-10-13

0

himmy pratama

himmy pratama

pria misterius perlu kejelasan yg hakiki.. segera selidiki pria itu

2024-04-19

0

Fenty Dhani

Fenty Dhani

y lebih baik cari tau dn selidiki siapa pria itu...dengan begitu Daddy bisa tau...dia pria² baik² dn pantas buat Annora atau g☺️

2024-01-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!