Part 6

Tanpa rasa takut atau berpikir panjang, Annora langsung melajukan mobil menuju tempat tinggal Quirinus. Sembari mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh maps di layar kendaraannya.

Annora ingin memastikan sekali lagi, apakah bertemu pria itu untuk kedua kali tetap memberikan efek yang sama atau tidak. Mungkin yang pertama bisa saja akibat situasinya yang buruk ingin menghindari Virza si pamer dan kelelahan setelah berlari. Bisa jadi yang kedua akan berbeda perasaannya.

Walau Annora selalu terbayang-bayang wajah pria dingin itu. Tapi dia berusaha ingin memantapkan lagi.

Tak terasa tiga puluh menit sudah Annora berkendara. Ia mulai memasuki jalan yang mana didominasi oleh pohon besar, berjumlah banyak. Ya ... bisa dibilang hutan.

“Sepertinya dia menyukai kesunyian,” gumam Annora. Dari penilaian awal tentang tempat tinggal Quirinus, hanya itu yang terlintas. Sebab, memang jauh dari rumah-rumah lain.

Menginjak pedal rem ketika maps memberi tahu sudah sampai di titik tujuan. Memang tak ada lagi jalan ke depan, sudah buntu oleh pepohonan. Dia menengok ke kiri. Ada sebuah rumah yang cukup unik modelnya, bernuansa kayu, dan berlantai dua. Kental sekali dengan gaya rustic.

Annora memarkirkan mobil di depan rumah. Bangunan itu tidak memiliki pagar, dan memudahkan dirinya untuk memposisikan kendaraan di halaman luas.

Wanita itu lekas turun. Dia hanya membawa tas kecil berisi ponsel dan dompet. “Sepi sekali seperti tak berpenghuni,” gumamnya.

Annora tak mendapati lampu di dalam hidup. Dia mencoba mengetuk pintu karena tidak disediakan bel.

“Apa ada orang di dalam?” teriak Annora. Tapi tak mendapatkan tanggapan apa pun.

Daripada menerka-nerka, lebih baik Annora mengeluarkan ponsel dan menghubungi nomor Quirinus yang tadi didapatkan dari sepupunya. Dia menggerakkan kaki gelisah karena udara di sana ternyata dingin sekali, cahaya matahari juga malu-malu untuk menerobos banyaknya pohon rindang.

Annora mengusap lengan saat panggilan tak kunjung diangkat. Kalau tahu sedingin itu, tadi memakai baju yang lebih tebal, bukan sekedar kaos ketat dan celana pendek yang membuat seluruh tubuhnya terlihat seksi.

“Siapa?”

Setelah diulangi beberapa kali, akhirnya Annora bisa mendengar suara berat dan parau dari seorang pria yang sejak tadi ditunggu. Hanya sepatah kata pun sudah membuat jantungnya berdebar. Sangat berlebihan, tapi memang begitu adanya, intonasi datar dan macho sekali berhasil membuatnya memikirkan hal-hal yang sangat memalukan.

“Annora, wanita yang kau tinggalkan sendirian di pinggir jalan.” Annora bisa mendengar helaan napas dari Quirinus. Mungkin pria itu lelah atau tidak menyangka kenapa ia bisa memiliki nomornya.

“Aku ada di depan rumahmu. Bisa kau bukakan pintu? Di sini dingin.” Akhirnya Annora kembali berbicara karena pria itu tak kunjung memberikan tanggapan lain.

Kening Annora mengernyit saat panggilan justru diputus sepihak tanpa Quirinus mengucapkan apa-apa. “Sialan!” umpatnya. Bukan karena ia kesal. “Aku justru semakin penasaran dengannya, sosok yang sepertinya sulit disentuh.”

Meski tak ada kejelasan, Annora tetap menunggu di depan pintu. Tidak peduli berapa lama Quirinus akan membukakan pintu atau mungkin pulang. Sampai ponselnya mati karena kehabisan daya baterai setelah dimainkan berjam-jam.

Hembusan napas Annora semakin kuat kala langit ternyata sudah gelap. “Apa aku salah lokasi, ya? Kenapa dia lama sekali?”

Annora baru akan bangkit untuk charge ponsel di dalam mobil. Tapi, langkahnya terhenti saat ada sebuah motor berhenti. Senyumnya mengembang kala pria bertubuh kekar terbalut pakaian serba hitam mulai membuka helm.

Pria itu turun dari motor, berjalan begitu gagah dengan mata tajam menatap Annora. “Dari mana kau tahu tempatku?” Dia langsung mendorong tubuh wanita itu hingga terpentok di pintu. Pancaran wajah menunjukkan rasa tidak suka atas kehadiran orang lain di sana, seolah itu adalah lokasi rahasia yang tak boleh diketahui oleh siapapun.

Terpopuler

Comments

himmy pratama

himmy pratama

serem jg ya..moga aja Hugo org baik

2024-04-20

0

Fenty Dhani

Fenty Dhani

awas...jangan lama² memandangnya...nanti makin terpesona Lo😁

2024-01-24

0

Afika Simaremare

Afika Simaremare

mafia kali

2023-08-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!