"A-apa?" tanya Liona dengan suaranya yang tergagap. Sungguh, dia tidak ingin menerima apa yang dia dengar barusan.
Saking terkejutnya Liona, dia bahkan sampai mundur satu langkah dan seolah nyaris terhuyung jatuh.
Hubungannya dengan Edward memang belum terlalu lama, namun Liona telah sangat sangat mencintai pria itu.
Edward yang dia temui saat ada pertemuan bisnis, pria yang seolah tak tersentuh oleh wanita lain.
Pria dengan sejuta pesona.
Pria yang akan membuat Liona nampak berharga ketika bersanding dengan pria tersebut.
Liona menggeleng pelan, kenapa tiba-tiba ada gadis lain yang mendadak jadi istri Edward.
"Ti-tidak Ed, ka-kamu pasti salah bicara kan?" tanya Liona, kedua matanya menatap nanar, nyaris berlinang. Hatinya sedih sekali dan Edward bisa mengerti itu.
Di Kapala Liona bahkan hanya diisi tanda tanya kenapa?
Tapi Edward tak bisa menaruh belas kasih pada ketulusan Liona itu, bagaimana pun kini Bella adalah istrinya.
Bella yang telah membuka hati untuk hubungan mereka, dan Edward tidak ingin menghancurkan itu.
"Kamu tidak salah dengar Liona, kemarin aku dan Bella menikah," terang Edward gamblang.
Saat Liona berkedip ada air mata yang jatuh.
Sumpah, Bella sungguh tak tega melihat pemandangan itu. Entah bagaimana ceritanya, tapi sekarang Bella benar-benar merasa seperti wanita yang jahat. Wanita yang merebut Edward.
Bella ingin menjelaskan semuanya pada Liona, namun belum sempat mulutnya berucap, Edward sudah lebih dulu menarik tangannya.
Lebih masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Kemari," ucap Edward.
"Kita mau kemana, aku harus menjelaskan sesuatu," balas Bella diantara tubuhnya yang mulai ditarik mengikuti langkah pria tersebut.
Liona yang melihat pemandangan itu hanya mampu menatapnya dengan nanar.
Edward membawa Bella masuk ke dalam kamar pribadinya di ruangan ini. Bella sendiri bahkan tidak menyangka jika di dalam ruangan itu ada sebuah kamar.
"Tunggu disini," titah Edward.
"Tidak, aku harus menjelaskan sesuatu pada wanita itu."
"Apa yang mau kamu jelaskan?"
Bella terdiam.
Edward langsung mencium bibir Bella dengan begitu dalam, lalu keluar dari sana. Mengunci pintunya dari luar dan kembali menemui Liona yang setia menatapnya dengan tatapan sayu.
"Jahat kamu Ed," ucap Liona lirih.
"Aku tidak akan menjelaskan apapun, tapi sekarang hubungan kita sudah berakhir. Bella adalah istri ku."
Liona tersenyum getir.
Bella. Ucapnya di dalam hati.
Edward kemudian mendengar saat Liona berkata di dalam hatinya bahwa dia tidak terima diperlakukan seperti ini.
Siapa Bella? jelas dia jauh lebih baik dari segala sisi.
"Bella hanya wanita biasa dan Kamu jauh lebih sempurna dari dia. Jadi, tidak perlu mencari tahu apapun tentang Bella," ucap Edward.
Hingga membuat Liona tersentak, seolah pria itu bisa membaca pikiran dan dalam kepalanya.
Liona menggeleng.
"Tidak Ed, ini tidak adil bagiku!" marah Liona.
"Harusnya kamu putuskan aku dulu baru menikahi dia! bukan menikahi dia lebih dulu baru memutuskan aku!" Liona marah sekali.
Berulang kali menggeleng tidak terima diperlakukan seperti ini.
"Kamu masih akan tetep jadi kekasihku!" putus Liona, setelah mengatakan itu Dia memutuskan untuk langsung pergi dari sana, tanpa mendengarkan jawaban Edward lebih dulu.
Liona juga menghapus air matanya yang sempat keluar, jadi ketika sudah berada di luar ruangan itu air matanya pun kering.
Edward menggelengkan kepalanya kecil. Begini lah repotnya berhubungan dengan wanita, pikir pria itu.
Lepas dari Liona, kini tinggal menangani Bella ...
"Astaga, aku tidak akan berencana punya istri dua," gumam Edward.
Dia membuka pintu kamar dan langsung disambut wajah marah milik sang istri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
RossyNara
hati2 ed singa betina mu ngamuk.
2024-04-03
0
Kanthi Mansur
waah sadis bener ancamannya!!!!
2023-12-18
2
🌈Yulianti🌈
😲😲😲air mata buaya kok bisa😄😄😄
2023-11-26
1