Bella merasa sangat takut, padahal sejak tadi kakinya kuat untuk dibuat berlari. Tapi ketika sudah berada di hadapan pria itu kini seketika kedua kakinya seolah kehilangan semua kekuatan.
Lemas, bahkan hanya untuk digunakan maju ke depan.
Edward lantas bangkit dari kursi kebesarannya setelah melihat sang istri datang, dan saat itu juga Bella pun segera bergegas masuk ke dalam ruangan tersebut.
Sampai akhirnya mereka berdua bertemu di tengah-tengah.
"Maaf Tuan, saya terlambat dan membuat Anda menunggu terlalu lama," ucap Bella dengan buru-buru, bahkan saat mengatakan itu dia pun membungkukkan badannya dengan sangat dalam bukan hanya menundukkan kepala saja.
Saat ini sebenarnya Bella tengah merasa sangat bersedih, karena dia tidak bisa menemani sang ibu yang akan menjalani operasi.
Tapi di hadapan tuan Edward, dia singkirkan semua kesedihannya itu dan hanya menunjukkan dirinya yang sebagai budak.
Bella telah banyak menggunakan uang pria ini dan sekarang giliran dia membayarnya.
"Istriku, bangunlah ... kenapa kamu menundukkan kepala sampai sedalam itu? harusnya ketika bicara dengan suamimu kamu menatap wajah ku," balas Edward.
Deg!
Sumpah! balasan seperti itu tidak pernah Bella bayangkan sebelumnya.
Yang ada di dalam benaknya hanyalah tentang kemarahan pria berwajah dingin ini.
Dan apa katanya?
Istriku?
Astaga, panggilan istri seperti itu justru terdengar sangat mengerikan di telinga Bella.
Deg! jantung Bella semakin berdegup tak karuan saat dia merasakan dua tangan Tuan Edward yang dingin menyentuh kedua lengannya, meminta dia untuk berdiri tegap.
Deg deg! deg deg!
Ya Tuhan. Batin Bella.
Kiri mereka berdua telah saling tatap.
Wajah tuan Edward memang sangat tampan, seperti dipahat dengan sempurna oleh Tuhan. tapi wajah pria tampan itu benar-benar terlihat pucat, putih yang teramat putih.
Bagaimana bisa manusia memiliki kulit putih seperti itu.
"Aku sudah menunggumu sangat lama, dan sekarang aku tidak ingin membuang-buang waktu. Jadi ayo kita pulang," ajak Edward.
Dia tersenyum lagi.
Dan senyum itu sungguh membuat Bella jadi merasa tidak nyaman. membuatnya jadi semakin takut.
Senyum yang di matanya justru memiliki sebuah maksud.
Tapi entah apa.
"Ba-baik Tuan," jawab Bella gagap. Bagaimana bisa dia bicara dengan normal di saat mereka saling tatap seperti ini.
"Aa ... ada yang sedikit salah Istriku. Ketika kita sedang berdua seperti ini atau ketika kita sedang berada di rumah, jangan memanggilku dengan sebutan Tuan, panggil saja nama ku, Edward, sayang Atau ... suamiku," ucap Edward lagi.
Hingga membuat Bella menelan ludahnya sendiri dengan kasar.
bahkan gerak lehernya pun dapat dilihat dengan jelas.
Sungguh, Edward merasa sangat terganggu saat dia tidak bisa membaca pikiran gadis ini.
Membuatnya jadi benar-benar mencandui Bella. seperti ada hal yang selalu membuatnya tertarik pada gadis ini, bukan hanya tentang darrah yang terasa sangat manis.
Edward lantas menatap Bella intens, seperti memberi sebuah isyarat bahwa dia ingin mendengar Bella memanggilnya dengan sebutan yang dia ajukan tadi ...
Dan Bella bisa memahami itu, dengan semua keberanian yang coba dia kumpulkan, akhirnya Bella memberanikan diri untuk buka suara, memanggil tuan Edward dengan sebutan yang terakhir ...
"Ba-baik Suamiku," balas Bella, suaranya terdengar berat ketika mengatakan kalimat itu, karena dia begitu takut.
Namun Edward langsung tersenyum lebar ketika mendengar Bella memanggilnya dengan sebutan seperti itu.
Itu memang panggilan yang dia inginkan.
"Ayo, kita pulang," ajak Edward.
Tanpa aba-aba dia langsung menggandeng tangan Bella untuk keluar dari ruangan ini. Bella bisa merasakan dengan jelas tangan tuan Edward sangat dingin.
Sementara Edward, merasa tangan istrinya begitu hangat.
Sepanjang perjalanan pulang itu Bella terus merasa takut, di dalam hatinya dia tidak bisa menebak Apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ini.
Apakah benar, tuan Edward akan membawanya pulang ke rumah utama keluarga Lim.
Atau mereka akan pulang ke rumah pribadi pria ini?
Sungguh, Bella tidak tahu kemana arah yang akan mereka tuju.
Yang jelas hatinya selalu merasa takut.
Sekitar 20 menit dalam perjalanan akhirnya mereka tiba di tempat tujuan, sebuah mansion mewah adalah tempat yang mereka datangi.
Deg! jantung Bella selalu merasa tidak tenang. Seperti kapan saja dia bisa jatuh ke jurang yang begitu dalam.
"Ayo istriku, aku akan memperkenalkan kamu pada seluruh keluarga Lim," ucap Edward.
Deg! Bella lagi-lagi tersentak hatinya.
Ini hanyalah sebuah pernikahan kontrak, tetapi ternyata dia diperkenalkan juga pada seluruh keluarga.
Dengan sedikit kesusahan akhirnya Bella turun dari dalam mobil itu, dia sedikit menjinjing gaunnya agar tidak menyentuh jalanan.
Sampai akhirnya pintu rumah megah itu pun terbuka lebar-lebar.
Dan mereka berdua langsung disambut oleh seluruh keluarga Lim.
Deg! Bella, rasanya ingin jatuh pingsan saat itu juga. Tubuhnya bahkan sedikit terhuyung.
Bagaimana bisa seluruh keluarga ini memiliki wajah yang sama-sama putih pucat.
Astaga.
Bella, tanpa sadar menggenggam erat tangan Edward di antara ketakutan yang dia rasa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Salim ah
biasa aja Bel ada aq yg mendukungmu😁
2024-02-09
1
🌈Yulianti🌈
aku jg merasakan ketakutan luarrr biasah bell
2023-11-25
1
Rina_
ow ow
2023-09-23
1