"Kamu mau kemana istriku?" tanya Edward.
Deg! Astaga, Bella benar-benar tidak bisa menangani hal ini. Bagaimana bisa dalam sekejap saja dunianya sudah berubah 180 derajat.
Suamimu, istriku, astaga, yang ada kepala Bella rasanya mau pecah.
Bukankah pernikahan ini hanya mereka berdua saja yang tahu? bukankah Bella punya hak untuk merahasiakan pernikahannya dari sang ibu?
Ahk! entahlah!! Bella benar-benar bingung.
"Ma-maaf Tuan, a-aku harus menemui ibuku lebih dulu."
"Oh ibu mertua, harusnya kamu katakan itu sejak awal, jadi aku bisa mengantar mu juga."
Bella langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat, sungguh, dia tidak ingin tiba-tiba membawa seseorang yang mengaku sebagai suaminya untuk menemui sang ibu.
Bisa-bisa ibunya sangat terkejut dan mengira bahwa dia sudah hamil duluan.
Astaga, Tidak! Bella tidak menginginkan hal itu. Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengatakan tentang pernikahan kontrak mereka.
Bella juga tidak ingin ibunya merasa bahwa dia mengorbankan hidupnya sendiri hanya untuk pengobatan sang ibu.
"Tidak Tuan, jangan, bukankah pernikahan kita harus dirahasiakan? A-aku juga tidak ingin ibuku sampai tahu," balas Bella, meskipun dia merasa sangat takut untuk mengucapkan kalimat tersebut tapi dia tetap harus mengatakannya.
Daripada kemarahan Edward, Bella lebih takut dengan kekecewaan sang ibu.
Edward terdiam sesaat ketika mendengar ucapan sang istri. seperti sedang menimbang-nimbang bagaimana baiknya.
Karena sudah terlalu candu dengan darrah manis milik Bella, dia sampai kehilangan sedikit kewarasannya.
Tentang pernikahan mereka berdua memang lebih baiknya disembunyikan, cukuplah dia dan keluarganya saja yang tahu.
Jika orang luar tahu jika wanita ini adalah istrinya pasti akan banyak musuh-musuhnya dari dunia bisnis yang akan memanfaatkan Bella.
"Baiklah, tapi pastikan sebelum malam menjelang kamu sudah kembali ke perusahaan. Aku akan menunggumu di ruang kerjaku, baru setelahnya kita pulang bersama-sama menuju rumahku. Paham?" tanya Edward, ketika dia bertanya seperti itu seolah ada hawa dingin yang meniup tengkuk Bella, hingga membuat wanita itu merasa merinding.
Bagaimana bisa pria ini memiliki wajah yang pucat seperti itu, seperti mayat hidup. Bella juga baru teringat bahwa ketika pria ini menciumnya tadi dia merasa tubuh Edward begitu dingin.
Bella jadi semakin ketakutan sendiri. mulai mengira apakah benar jika rumor dari luaran sana adalah benar.
Sadarlah Bella mana ada mayat hidup di dunia ini, dia hanya seorang manusia yang mungkin punya kelainan. Batin Bella.
"Ba-baik Tuan, aku akan mematuhi perintah anda itu," balas Bella.
"Bagus, a satu lagi, Aku tidak ingin kamu melepaskan gaun pengantin ini. Aku ingin ketika kita pulang ke rumahku kita masih sama-sama menggunakan pakaian seperti ini, mengerti?"
Bella hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Dan setelahnya dia benar-benar diizinkan untuk pergi dari sana sendirian.
"Leo, ikuti dia," titah Edward.
"Baik Tuan."
Bella berlari keluar dari tempat ibadah itu, di tangan kanannya sudah menggenggam sebuah kartu berwarna hitam pemberian Edward. Saat berlari Bella pun mengangkat gaunnya agar tidak menyentuh jalanan.
"Taksi!" teriak Bella dengan tidak sabaran, rasanya ingin segera tiba di rumah sakit.
Dia mana tahu jika saat itu Leo mengikutinya dari belakang.
"Rumah sakit Royal Dude," ucap Leo dalam sambungan teleponnya dengan sang Tuan.
"Terus awasi dan lihat apa yang dia lakukan di sana."
"Baik Tuan."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
RossyNara
rumah sakit alamsyah dude dari novel milik author lunox klo gak salah.
2024-04-02
0
Oktaliska
Royal dude rs milik alamsyah dude y thor
2023-08-20
3
fifid dwi ariani
trus Semangat
2023-07-23
1