Bab 5 - Jangan Melepas Gaun Pengantinmu

"Kamu mau kemana istriku?" tanya Edward.

Deg! Astaga, Bella benar-benar tidak bisa menangani hal ini. Bagaimana bisa dalam sekejap saja dunianya sudah berubah 180 derajat.

Suamimu, istriku, astaga, yang ada kepala Bella rasanya mau pecah.

Bukankah pernikahan ini hanya mereka berdua saja yang tahu? bukankah Bella punya hak untuk merahasiakan pernikahannya dari sang ibu?

Ahk! entahlah!! Bella benar-benar bingung.

"Ma-maaf Tuan, a-aku harus menemui ibuku lebih dulu."

"Oh ibu mertua, harusnya kamu katakan itu sejak awal, jadi aku bisa mengantar mu juga."

Bella langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat, sungguh, dia tidak ingin tiba-tiba membawa seseorang yang mengaku sebagai suaminya untuk menemui sang ibu.

Bisa-bisa ibunya sangat terkejut dan mengira bahwa dia sudah hamil duluan.

Astaga, Tidak! Bella tidak menginginkan hal itu. Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengatakan tentang pernikahan kontrak mereka.

Bella juga tidak ingin ibunya merasa bahwa dia mengorbankan hidupnya sendiri hanya untuk pengobatan sang ibu.

"Tidak Tuan, jangan, bukankah pernikahan kita harus dirahasiakan? A-aku juga tidak ingin ibuku sampai tahu," balas Bella, meskipun dia merasa sangat takut untuk mengucapkan kalimat tersebut tapi dia tetap harus mengatakannya.

Daripada kemarahan Edward, Bella lebih takut dengan kekecewaan sang ibu.

Edward terdiam sesaat ketika mendengar ucapan sang istri. seperti sedang menimbang-nimbang bagaimana baiknya.

Karena sudah terlalu candu dengan darrah manis milik Bella, dia sampai kehilangan sedikit kewarasannya.

Tentang pernikahan mereka berdua memang lebih baiknya disembunyikan, cukuplah dia dan keluarganya saja yang tahu.

Jika orang luar tahu jika wanita ini adalah istrinya pasti akan banyak musuh-musuhnya dari dunia bisnis yang akan memanfaatkan Bella.

"Baiklah, tapi pastikan sebelum malam menjelang kamu sudah kembali ke perusahaan. Aku akan menunggumu di ruang kerjaku, baru setelahnya kita pulang bersama-sama menuju rumahku. Paham?" tanya Edward, ketika dia bertanya seperti itu seolah ada hawa dingin yang meniup tengkuk Bella, hingga membuat wanita itu merasa merinding.

Bagaimana bisa pria ini memiliki wajah yang pucat seperti itu, seperti mayat hidup. Bella juga baru teringat bahwa ketika pria ini menciumnya tadi dia merasa tubuh Edward begitu dingin.

Bella jadi semakin ketakutan sendiri. mulai mengira apakah benar jika rumor dari luaran sana adalah benar.

Sadarlah Bella mana ada mayat hidup di dunia ini, dia hanya seorang manusia yang mungkin punya kelainan. Batin Bella.

"Ba-baik Tuan, aku akan mematuhi perintah anda itu," balas Bella.

"Bagus, a satu lagi, Aku tidak ingin kamu melepaskan gaun pengantin ini. Aku ingin ketika kita pulang ke rumahku kita masih sama-sama menggunakan pakaian seperti ini, mengerti?"

Bella hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

Dan setelahnya dia benar-benar diizinkan untuk pergi dari sana sendirian.

"Leo, ikuti dia," titah Edward.

"Baik Tuan."

Bella berlari keluar dari tempat ibadah itu, di tangan kanannya sudah menggenggam sebuah kartu berwarna hitam pemberian Edward. Saat berlari Bella pun mengangkat gaunnya agar tidak menyentuh jalanan.

"Taksi!" teriak Bella dengan tidak sabaran, rasanya ingin segera tiba di rumah sakit.

Dia mana tahu jika saat itu Leo mengikutinya dari belakang.

"Rumah sakit Royal Dude," ucap Leo dalam sambungan teleponnya dengan sang Tuan.

"Terus awasi dan lihat apa yang dia lakukan di sana."

"Baik Tuan."

Terpopuler

Comments

RossyNara

RossyNara

rumah sakit alamsyah dude dari novel milik author lunox klo gak salah.

2024-04-02

0

Oktaliska

Oktaliska

Royal dude rs milik alamsyah dude y thor

2023-08-20

3

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus Semangat

2023-07-23

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Darrah Manis
2 Bab 2 - Tawaran Yang Lebih Menarik
3 Bab 3 - Tidak Punya Pilihan Untuk Mundur
4 Bab 4 - Ciumman Suami
5 Bab 5 - Jangan Melepas Gaun Pengantinmu
6 Bab 6 - Air Mata Dia Jatuh
7 Bab 7 - Gadis Yang Baik
8 Bab 8 - Panggilan Yang Dia Inginkan
9 Bab 9 - Ranjang Berukuran King Size
10 Bab 10 - Sebuah Gaun
11 Bab 11 - Layaknya Seorang Putri
12 Bab 12 - Apa sudah saatnya?
13 Bab 13 - Ada Yang Salah
14 Bab 14 - Pria Kesepian
15 Bab 15 - Tidak Kunjung Menyentuh
16 Bab 16 - Sudah Biasa
17 Bab 17 - Mengikuti Arusnya
18 Bab 18 - Pria Pertama
19 Bab 19 - Dia Adalah Istriku
20 Bab 20 - Wajah Marah
21 Bab 21 - Perpindahan yang begitu cepat
22 Bab 22 - Jangan Begini
23 Bab 23 - Bukan Manusia Biasa
24 Bab 24 - Masih Ingin Melakukannya?
25 Bab 25 - Satu-satunya Penolong
26 Bab 26 - Tidak Bisa Berhenti
27 Bab 27 - I Love You
28 Bab 28 - Tamu Yang Datang
29 Bab 29 - Penghapus Dari Semua Rasa Benci
30 Bab 30 - Berpindah Dengan Magic
31 Bab 31 - Harusnya Kamu Pergi
32 Bab 32 - Menggelinding Dengan Cepat
33 Bab 33 - Sangat Menjjijikan
34 Bab 34 - Melenyapkan Nyawa Liona
35 Bab 35 - Masa Depan Bella
36 Bab 36 - Harus Memilih
37 Bab 37 - Andrew Lim
38 Bab 38 - Tidak Menginginkannya
39 Bab 39
40 Bab 40 - Rumah Tengah Hutan
41 Bab 41 - Sangat Bahagia
42 Bab 42 - Jangan Benci Daddymu
43 Bab 43 - Dia Adalah Anakku
44 Novel Baru Author
45 Menikahi Majikan Lumpuh
46 Novel baru
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Darrah Manis
2
Bab 2 - Tawaran Yang Lebih Menarik
3
Bab 3 - Tidak Punya Pilihan Untuk Mundur
4
Bab 4 - Ciumman Suami
5
Bab 5 - Jangan Melepas Gaun Pengantinmu
6
Bab 6 - Air Mata Dia Jatuh
7
Bab 7 - Gadis Yang Baik
8
Bab 8 - Panggilan Yang Dia Inginkan
9
Bab 9 - Ranjang Berukuran King Size
10
Bab 10 - Sebuah Gaun
11
Bab 11 - Layaknya Seorang Putri
12
Bab 12 - Apa sudah saatnya?
13
Bab 13 - Ada Yang Salah
14
Bab 14 - Pria Kesepian
15
Bab 15 - Tidak Kunjung Menyentuh
16
Bab 16 - Sudah Biasa
17
Bab 17 - Mengikuti Arusnya
18
Bab 18 - Pria Pertama
19
Bab 19 - Dia Adalah Istriku
20
Bab 20 - Wajah Marah
21
Bab 21 - Perpindahan yang begitu cepat
22
Bab 22 - Jangan Begini
23
Bab 23 - Bukan Manusia Biasa
24
Bab 24 - Masih Ingin Melakukannya?
25
Bab 25 - Satu-satunya Penolong
26
Bab 26 - Tidak Bisa Berhenti
27
Bab 27 - I Love You
28
Bab 28 - Tamu Yang Datang
29
Bab 29 - Penghapus Dari Semua Rasa Benci
30
Bab 30 - Berpindah Dengan Magic
31
Bab 31 - Harusnya Kamu Pergi
32
Bab 32 - Menggelinding Dengan Cepat
33
Bab 33 - Sangat Menjjijikan
34
Bab 34 - Melenyapkan Nyawa Liona
35
Bab 35 - Masa Depan Bella
36
Bab 36 - Harus Memilih
37
Bab 37 - Andrew Lim
38
Bab 38 - Tidak Menginginkannya
39
Bab 39
40
Bab 40 - Rumah Tengah Hutan
41
Bab 41 - Sangat Bahagia
42
Bab 42 - Jangan Benci Daddymu
43
Bab 43 - Dia Adalah Anakku
44
Novel Baru Author
45
Menikahi Majikan Lumpuh
46
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!