Bab 13 - Ada Yang Salah

"Pelayannya sudah mengantarkan makan malam kita?" tanya Edward, seraya mulai berjalan menuju lemari pakaian miliknya.

Tubuhnya yang putih pucat seperti itu benar-benar membuat perhatian Bella tak bisa teralihkan, seperti tak ada aliran darah dalam tubuh pria tersebut.

Namun pertanyaan Edward barusan, cukup membuat pikirannya tentang mallam perttama seidiki teralih.

"Bu-bukan pelayan yang mengantarkannya Suami ku, tapi mommy Lilyana," jawab Bella, suaranya terdengar sangat pelan dan lirih, namun pendengaran Edward yang sangat bagus masih mampu mendengarkan dengan baik.

"Em, tidak apa-apa, itu artinya mommy sangat menyayangi kamu. Sini," titah Edward pula.

Bella akhirnya berjalan mendekati sang suami.

Sampai akhirnya kembali sama-sama berdiri saling berhadapan.

Ya Tuhan, andai saja Edward tahu bahwa tiap kali mereka seperti ini jantung Bella berdetak tidak karuan, mungkin Edward tidak perlu meminta Bella berdiri lagi di hadapannya.

"Lakukan tugas pertamamu," titah Edward, maksudnya adalah Bella membantu dia untuk memakai baju.

Tapi sungguh, pikiran Bella tidak tertuju ke arah sana.

Hal yang pertama kali terpikir sebenarnya adalah tentang mallam perttama.

Sungguh, Bella saat ini benar-benar bingung, bagaimana caranya dia memulai semua ini.

Tapi bertanya tidak mungkin, menolak apalagi.

Jadi yang bisa Bella lakukan hanyalah mencoba untuk memulai semuanya, hanya berdasarkan sisa keberanian dan naluri saja ...

Deg deg! deg deg!

Dengan jantung yang berdetak hebat seperti itu, akhirnya Bella melangkahkan kakinya lebih dekat.

Edward mengerutkan dahi, namun masih terdiam ingin melihat apa yang dilakukan oleh sang istri.

Bella kemudian berjinjit, menggantungkan kedua tangannya di leher sang suami dan mulai mengecup bibir milik sang Tuan.

Ya Tuhan, rasanya Bella malu sekali melakukan hal ini lebih dulu. Tapi terserah lah, dia sudah di tahap paling pasrah.

Kedua mata Bella sudah tertutup, dia tidak melihat saat Edward menunjukkan wajahnya yang terkejut.

Sesaat Edward memang heran, namun kemudian dia mengangkat tubuh Bella tanpa melepaskan ciuman mereka.

Kali ini Bella coba membalas ciuman itu sampai akhirnya dia terbaring di atas ranjang dengan Edward yang menindih tubuhnya.

Lagi, saat Edward melepaskan ciuman itu nafas Bella jadi terengah.

Edward menatap lekat wajah sang istri, memperhatikan kedua pipinya yang sudah merah merona.

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Edward.

"A-aku akan menjalankan tugas pertama ku."

"Tugas pertama?"

Bella mengangguk.

"Memang apa tugas pertama mu?" tanya Edward pula, karena maksudnya tadi tentang baju, beginilah susahnya karena dia tidak bisa membaca pikiran Bella.

"Melayani kamu di atas ranjang," balas Bella, sumpah, dia malu sekali untuk mengatakan itu, tapi bukankah lebih baik jika dia terang-terangan begini? agar dia pun merasa tak segan menggunakan uang tuan Edward.

Dan mendengar jawaban itu, Edward mengulum senyum. Kembali mencium bibir istrinya dengan lembut.

"Sepertinya ada yang salah sayang," ucap Edward.

Bella melebarkan kedua matanya. Apa yang salah? apa dia bukan budak nafshu? lalu apa? pelayan biasa? astaga! Bella malu sekali.

"Kita tidak akan melakukannya sekarang."

"Lalu kapan?" tanya Bella dengan cepat, sadar jika dia terlalu cepat menanggapi, Bella langsung mengigit bibir bawahnya sendiri.

"Nanti, saat kamu sudah mulai mencintai aku."

Deg! Bella tentu sangat terkejut mendengar kalimat tersebut.

Cinta?

Bukankah itu tidak layak mereka bicarakan?

Ini hanya pernikahan kontrak.

"Cinta? kenapa bicara tentang cinta? bukannya pernikahan kita hanya nikah kontrak?" tanya Bella bertubi, saking herannya dia sampai melupakan semua kegugupan dan berani membalas tatapan sang suami dengan intens.

Kembali memperjelas, sebenarnya hubungan seperti apa yang sedang mereka jalin.

"Bagaimana jika kita ubah saja, tidak ada kontrak dan hanya ada nikah sungguhan."

"Mana bisa seperti itu, bukankan tuan sudah punya istri? dan aku hanya istri kedua?"

"Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu?"

"Semua baju wanita di dalam lemari, bukankah itu baju istri pertama anda?"

Edward terkekeh.

"Astaga, itu baju milik mu, Leo yang menyiapkannya."

Bella mendelik, menelan ludah dengan kasar.

Terpopuler

Comments

🌈Yulianti🌈

🌈Yulianti🌈

betapa malunya Bella padahal d suruh pakaikan baju kenapa ke hal yg intim 😄😄😄

2023-11-26

4

Win wina

Win wina

Bella tugas pertama ho...ho... kenapa tidak bertanya dulu pada q bell klo ga tau biar tak salah faham😅

2023-10-04

1

dewi musnida

dewi musnida

hahahaha😝😝😝😜

2023-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Darrah Manis
2 Bab 2 - Tawaran Yang Lebih Menarik
3 Bab 3 - Tidak Punya Pilihan Untuk Mundur
4 Bab 4 - Ciumman Suami
5 Bab 5 - Jangan Melepas Gaun Pengantinmu
6 Bab 6 - Air Mata Dia Jatuh
7 Bab 7 - Gadis Yang Baik
8 Bab 8 - Panggilan Yang Dia Inginkan
9 Bab 9 - Ranjang Berukuran King Size
10 Bab 10 - Sebuah Gaun
11 Bab 11 - Layaknya Seorang Putri
12 Bab 12 - Apa sudah saatnya?
13 Bab 13 - Ada Yang Salah
14 Bab 14 - Pria Kesepian
15 Bab 15 - Tidak Kunjung Menyentuh
16 Bab 16 - Sudah Biasa
17 Bab 17 - Mengikuti Arusnya
18 Bab 18 - Pria Pertama
19 Bab 19 - Dia Adalah Istriku
20 Bab 20 - Wajah Marah
21 Bab 21 - Perpindahan yang begitu cepat
22 Bab 22 - Jangan Begini
23 Bab 23 - Bukan Manusia Biasa
24 Bab 24 - Masih Ingin Melakukannya?
25 Bab 25 - Satu-satunya Penolong
26 Bab 26 - Tidak Bisa Berhenti
27 Bab 27 - I Love You
28 Bab 28 - Tamu Yang Datang
29 Bab 29 - Penghapus Dari Semua Rasa Benci
30 Bab 30 - Berpindah Dengan Magic
31 Bab 31 - Harusnya Kamu Pergi
32 Bab 32 - Menggelinding Dengan Cepat
33 Bab 33 - Sangat Menjjijikan
34 Bab 34 - Melenyapkan Nyawa Liona
35 Bab 35 - Masa Depan Bella
36 Bab 36 - Harus Memilih
37 Bab 37 - Andrew Lim
38 Bab 38 - Tidak Menginginkannya
39 Bab 39
40 Bab 40 - Rumah Tengah Hutan
41 Bab 41 - Sangat Bahagia
42 Bab 42 - Jangan Benci Daddymu
43 Bab 43 - Dia Adalah Anakku
44 Novel Baru Author
45 Menikahi Majikan Lumpuh
46 Novel baru
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Darrah Manis
2
Bab 2 - Tawaran Yang Lebih Menarik
3
Bab 3 - Tidak Punya Pilihan Untuk Mundur
4
Bab 4 - Ciumman Suami
5
Bab 5 - Jangan Melepas Gaun Pengantinmu
6
Bab 6 - Air Mata Dia Jatuh
7
Bab 7 - Gadis Yang Baik
8
Bab 8 - Panggilan Yang Dia Inginkan
9
Bab 9 - Ranjang Berukuran King Size
10
Bab 10 - Sebuah Gaun
11
Bab 11 - Layaknya Seorang Putri
12
Bab 12 - Apa sudah saatnya?
13
Bab 13 - Ada Yang Salah
14
Bab 14 - Pria Kesepian
15
Bab 15 - Tidak Kunjung Menyentuh
16
Bab 16 - Sudah Biasa
17
Bab 17 - Mengikuti Arusnya
18
Bab 18 - Pria Pertama
19
Bab 19 - Dia Adalah Istriku
20
Bab 20 - Wajah Marah
21
Bab 21 - Perpindahan yang begitu cepat
22
Bab 22 - Jangan Begini
23
Bab 23 - Bukan Manusia Biasa
24
Bab 24 - Masih Ingin Melakukannya?
25
Bab 25 - Satu-satunya Penolong
26
Bab 26 - Tidak Bisa Berhenti
27
Bab 27 - I Love You
28
Bab 28 - Tamu Yang Datang
29
Bab 29 - Penghapus Dari Semua Rasa Benci
30
Bab 30 - Berpindah Dengan Magic
31
Bab 31 - Harusnya Kamu Pergi
32
Bab 32 - Menggelinding Dengan Cepat
33
Bab 33 - Sangat Menjjijikan
34
Bab 34 - Melenyapkan Nyawa Liona
35
Bab 35 - Masa Depan Bella
36
Bab 36 - Harus Memilih
37
Bab 37 - Andrew Lim
38
Bab 38 - Tidak Menginginkannya
39
Bab 39
40
Bab 40 - Rumah Tengah Hutan
41
Bab 41 - Sangat Bahagia
42
Bab 42 - Jangan Benci Daddymu
43
Bab 43 - Dia Adalah Anakku
44
Novel Baru Author
45
Menikahi Majikan Lumpuh
46
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!