"Pelayannya sudah mengantarkan makan malam kita?" tanya Edward, seraya mulai berjalan menuju lemari pakaian miliknya.
Tubuhnya yang putih pucat seperti itu benar-benar membuat perhatian Bella tak bisa teralihkan, seperti tak ada aliran darah dalam tubuh pria tersebut.
Namun pertanyaan Edward barusan, cukup membuat pikirannya tentang mallam perttama seidiki teralih.
"Bu-bukan pelayan yang mengantarkannya Suami ku, tapi mommy Lilyana," jawab Bella, suaranya terdengar sangat pelan dan lirih, namun pendengaran Edward yang sangat bagus masih mampu mendengarkan dengan baik.
"Em, tidak apa-apa, itu artinya mommy sangat menyayangi kamu. Sini," titah Edward pula.
Bella akhirnya berjalan mendekati sang suami.
Sampai akhirnya kembali sama-sama berdiri saling berhadapan.
Ya Tuhan, andai saja Edward tahu bahwa tiap kali mereka seperti ini jantung Bella berdetak tidak karuan, mungkin Edward tidak perlu meminta Bella berdiri lagi di hadapannya.
"Lakukan tugas pertamamu," titah Edward, maksudnya adalah Bella membantu dia untuk memakai baju.
Tapi sungguh, pikiran Bella tidak tertuju ke arah sana.
Hal yang pertama kali terpikir sebenarnya adalah tentang mallam perttama.
Sungguh, Bella saat ini benar-benar bingung, bagaimana caranya dia memulai semua ini.
Tapi bertanya tidak mungkin, menolak apalagi.
Jadi yang bisa Bella lakukan hanyalah mencoba untuk memulai semuanya, hanya berdasarkan sisa keberanian dan naluri saja ...
Deg deg! deg deg!
Dengan jantung yang berdetak hebat seperti itu, akhirnya Bella melangkahkan kakinya lebih dekat.
Edward mengerutkan dahi, namun masih terdiam ingin melihat apa yang dilakukan oleh sang istri.
Bella kemudian berjinjit, menggantungkan kedua tangannya di leher sang suami dan mulai mengecup bibir milik sang Tuan.
Ya Tuhan, rasanya Bella malu sekali melakukan hal ini lebih dulu. Tapi terserah lah, dia sudah di tahap paling pasrah.
Kedua mata Bella sudah tertutup, dia tidak melihat saat Edward menunjukkan wajahnya yang terkejut.
Sesaat Edward memang heran, namun kemudian dia mengangkat tubuh Bella tanpa melepaskan ciuman mereka.
Kali ini Bella coba membalas ciuman itu sampai akhirnya dia terbaring di atas ranjang dengan Edward yang menindih tubuhnya.
Lagi, saat Edward melepaskan ciuman itu nafas Bella jadi terengah.
Edward menatap lekat wajah sang istri, memperhatikan kedua pipinya yang sudah merah merona.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Edward.
"A-aku akan menjalankan tugas pertama ku."
"Tugas pertama?"
Bella mengangguk.
"Memang apa tugas pertama mu?" tanya Edward pula, karena maksudnya tadi tentang baju, beginilah susahnya karena dia tidak bisa membaca pikiran Bella.
"Melayani kamu di atas ranjang," balas Bella, sumpah, dia malu sekali untuk mengatakan itu, tapi bukankah lebih baik jika dia terang-terangan begini? agar dia pun merasa tak segan menggunakan uang tuan Edward.
Dan mendengar jawaban itu, Edward mengulum senyum. Kembali mencium bibir istrinya dengan lembut.
"Sepertinya ada yang salah sayang," ucap Edward.
Bella melebarkan kedua matanya. Apa yang salah? apa dia bukan budak nafshu? lalu apa? pelayan biasa? astaga! Bella malu sekali.
"Kita tidak akan melakukannya sekarang."
"Lalu kapan?" tanya Bella dengan cepat, sadar jika dia terlalu cepat menanggapi, Bella langsung mengigit bibir bawahnya sendiri.
"Nanti, saat kamu sudah mulai mencintai aku."
Deg! Bella tentu sangat terkejut mendengar kalimat tersebut.
Cinta?
Bukankah itu tidak layak mereka bicarakan?
Ini hanya pernikahan kontrak.
"Cinta? kenapa bicara tentang cinta? bukannya pernikahan kita hanya nikah kontrak?" tanya Bella bertubi, saking herannya dia sampai melupakan semua kegugupan dan berani membalas tatapan sang suami dengan intens.
Kembali memperjelas, sebenarnya hubungan seperti apa yang sedang mereka jalin.
"Bagaimana jika kita ubah saja, tidak ada kontrak dan hanya ada nikah sungguhan."
"Mana bisa seperti itu, bukankan tuan sudah punya istri? dan aku hanya istri kedua?"
"Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu?"
"Semua baju wanita di dalam lemari, bukankah itu baju istri pertama anda?"
Edward terkekeh.
"Astaga, itu baju milik mu, Leo yang menyiapkannya."
Bella mendelik, menelan ludah dengan kasar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
🌈Yulianti🌈
betapa malunya Bella padahal d suruh pakaikan baju kenapa ke hal yg intim 😄😄😄
2023-11-26
4
Win wina
Bella tugas pertama ho...ho... kenapa tidak bertanya dulu pada q bell klo ga tau biar tak salah faham😅
2023-10-04
1
dewi musnida
hahahaha😝😝😝😜
2023-07-29
0