Edward dan Bella butuh waktu untuk merapikan penampilan mereka sebelum turun dari dalam mobil.
Pernikahan keduanya memang masih menjadi rahasia, keduanya juga sama-sama sepakat untuk menyimpan ini dulu. Biarlah semua orang tahu bahwa mereka hanyalah atasan dan bawahan.
Turun dari dalam mobil itu, Bella dan Edward mengambil jarak aman. Berjalan beriringan bersama Leo juga memasuki perusahaan Lim Corporate.
Pemandangan tiap pagi yang selalu di tunggu-tunggu oleh seluruh karyawan, yaitu kedatangan sang CEO.
Semuanya seperti dihadapkan pada rasa takut dan tunduk, selalu berdebar tiap kali melihat pria berwajah dingin itu masuk ke perusahaan ini.
"Astaga, tuan Edward sangat mengerikan. Bagaimana bisa juga Bella tiba-tiba diterima jadi sekretarisnya?" ucap seorang karyawan wanita.
Penerimaan Bella yang mendadak pun sudah jadi pembicaraan semua orang.
"Mungkin tuan Edward hanya butuh sekretaris yang cantik, tidak butuh sekretaris yang pintar," sahut yang lainnya.
"Sudah lah, kita harus hati-hati, sebelum asisten Leo menegur kita semua."
"Kamu benar!"
Para wanita itu akhirnya berpisah, kembali fokus pada pekerjaan masing-masing.
Di lantai 40 perusahaan ini, Bella berniat langsung duduk di kursinya sebagai sekretaris. Tapi Edward memintanya untuk masuk lebih dulu ke dalam ruangannya.
Leo tidak ikut masuk, pria berwajah datar itu langsung menuju ruangannya sendiri.
Saat pintu ruangan Edward terbuka, Bella dan Edward sama-sama terkejut ketika melihat seorang wanita cantik berdiri di tengah-tengah ruangan ini, menatap ke arah mereka berdua dengan bibir yang tersenyum lebar.
Liona. Batin Edward.
Astaga. Batin pria itu lagi. Terpedaya dengan darrah manis milik Bella dan semua hal misterius wanita itu membuatnya lupa tentang sang kekasih, Liona Gustom.
"Ed," panggil Liona dengan langkah yang berjalan mendekati sang kekasih.
Bella sontak mundur satu langkah, lalu melihat suaminya dipeluk oleh wanita asing tersebut.
"Aku sangat merindukan kamu," ucap Liona dengan sangat jelas, dia memeluk Edward sangat erat.
Rindu sekali. Setelah hampir 1 Minggu tidak bertemu karena Liona harus melakukan perjalanan bisnis.
"Dia siapa? apa sekretaris baru mu?" tanya Liona, wanita cantik itu melihat ke arah Bella, namun kedua tangannya tidak melepaskan diri memeluk Edward.
"Lepas Liona." Edward yang bicara.
Membuat senyum di bibir Liona seketika menghilang, menatap penuh tanya.
Kenapa Edward berubah? kenapa dia melepaskan pelukan ku? pikiran-pikiran Liona itu sudah terbaca jelas di benak Edward.
Liona adalah manusia yang Edward pilih sebagai kekasih, meski terkadang Edward membaca pikirannya yang licik, namun Edward tetap menerimanya. Semua itu dia lakukan hanya demi nampak normal di mata semua orang.
Anggaplah Edward pria brengsek, namun setelah bertemu dengan Bella. Dia sedikit pun tidak ingin mempertahankan Liona.
"Benar Nona, saya adalah sekretaris baru tuan Edward," ucap Bella.
Keadaan di antara mereka bertiga mendadak jadi canggung ketika Edward meminta Liona untuk melepaskan pelukannya. Bella jadi bingung sendiri harus bagaimana.
jujur saja hatinya langsung terasa sakit ketika melihat interaksi mesra tersebut.
Bella yakin jika Apa yang dirasakan adalah cemburu.
Tapi Bella tidak tahu bagaimana harus mengambil sikap, apakah dia layak untuk memperjuangkan rasa cemburunya itu dan menarik Edward menjauh dari wanita tersebut.
Bella gamang.
Jadi dia pilih untuk menjawab pertanyaan Liona dan memperkenalkan dirinya sebagai sekretaris.
"Oh," jawab Liona singkat.
"Bukan, dia bukan hanya sekretaris ku, tapi dia juga adalah istri ku," ucap Edward tegas.
Bella dan Liona sama-sama tercengang ketika mendengar kalimat tersebut.
Deg!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
🌈Yulianti🌈
sungguh jentel men Edward GK nutup"in adanya Bella langsung aja d jelaskan hebat GK berbelit-belit
2023-11-26
4
Puspa Trimulyani
hebat Edward👍👍👍👍🙏
2023-03-30
3
HNF G
hebat Edward, mau lgsg mengakui kl bella istrinya, biar liona tdk seenak jidatnya peluk2 laki orang😏
2023-03-11
1