Bab 7 - Gadis Yang Baik

Leo memperhatikan interaksi antara Bella dengan seorang wanita paruh baya yang terbaring di atas ranjang itu melalui jendela kaca di ruangan tersebut.

Tanpa perlu dijelaskan secara rinci, Leo sudah bisa menebak bahwa itu adalah ibunya Bella. Dilihat secara kasat mata mereka berdua memiliki paras wajah yang begitu mirip.

Sudah puas melihat semua yang dilakukan oleh Bella di rumah sakit ini, Leo pun akhirnya memutuskan untuk pergi. Setelahnya dia benar-benar mencari semua informasi tentang wanita tersebut.

Wanita dengan mata coklat yang saat ini sudah jadi istri sang tuan.

Itu artinya dia pun harus menghormati Bella sebagaimana dia menghormati tuannya.

Jam 3 sore Leo sudah kembali menemui sang Tuan di perusahaan Lim Corporate. Dia tidak hanya datang dengan tangan kosong, Leo membawa lengkap data diri Bella Claire.

Dan tanpa banyak bertanya, Edward pun membaca laporan tersebut.

Edward bisa membaca pikiran Leo, jadi tanpa perlu melaporkan secara rinci pria berwajah pucat itu sudah tahu bahwa Leo membawa informasi tentang Bella.

Istrinya.

"Bella gadis yang baik, tidak salah aku memperistri dia," ucap Edward, bibirnya tersenyum miring. Membaca informasi ini membuatnya merasa bahagia, karena dia seperti tidak menemukan sedikitpun cacat pada wanita itu.

Bella cantik, baik, pekerja keras, mandiri, melakukan segalanya untuk kesembuhan sang ibu.

Padahal bisa saja Bella memilih acuh dan lebih mementingkan dirinya sendiri.

"Pulanglah lebih dulu, katakan pada keluarga ku bahwa aku akan pulang bersama Bella, aku ingin mereka menyambut baik kedatangan istri ku," titah Edward, dia akan menunggu sendirian di sini.

"Baik Tuan," jawab Leo patuh.

30 menit berlalu setelah Leo pergi tapi Bella belum juga datang ke perusahaan ini.

Saat Edward memejamkan matanya dan menatap sekitar, dia pun belum juga melihat Bella datang.

"Bodoh, harusnya aku meminta nomor ponselnya," gumam Edward.

"Oh tunggu dulu, nomor itu ada di data pemberian Leo," ucap Edward lagi. Dia mulai membuka mata dan hendak melihat nomor ponsel Bella, namun seketika pergerakannya terhenti saat melihat tas wanita itu ada di meja ini.

Bella hanya pergi membawa dompet dan black card miliknya.

Edward lantas melihat isi tas itu dan benar-benar menemukan ponsel wanita tersebut di dalam sana.

"Astaga," gumam Edward.

Akhirnya dia tidak punya pilihan selain menunggu.

Pria itu kemudian memutar kursinya dan kini menatap ke arah langit melalui dinding kaca di ruangan tersebut.

Di bilang Bella harus datang sebelum malam menjelang.

Jadi kini penentunya hanyalah matahari itu.

Matahari yang perlahan turun nyaris tenggelam.

Namun sebelum benar-benar hilang, akhirnya Edward bisa merasakan kehadiran Bella di sekitar sini.

Saat Edward memejamkan matanya, dia melihat Bella yang berlari masuk ke dalam lift menuju lantai 40.

Saat ini waktu sudah menunjukkan jam 6 sore, semua karyawan sudah pulang.

Bella berlari menggunakan gaun pengantinnya itu, cantik sekali.

Wajah Bella yang cemas justru membuat Edward tersenyum.

"Satu," ucap Edward, mulai menghitung detik-detik sang istri akan segera memasuki ruangan ini.

"Dua."

"Tiga."

"Empat."

"Lima."

Brak! pintu itu pun akhirnya terbuka dengan tidak sabaran, Bella begitu takut dia akan datang terlambat karena itulah membuka pintu dengan buru-buru, sampai menciptakan suara yang cukup keras.

Nafasnya terengah, hingga membuat daddanya naik turun.

Seketika membeku ketika melihat pria berwajah dingin itu menatap lurus ke arahnya.

Deg!

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus semangat

2023-07-23

2

H a m t a r o .

H a m t a r o .

kayaknya nama rumah sakitnya familiar yaa wkwk apalagi nama dokter nya, ardiansyah dude

2023-06-07

2

Ney Maniez

Ney Maniez

🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

2023-04-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Darrah Manis
2 Bab 2 - Tawaran Yang Lebih Menarik
3 Bab 3 - Tidak Punya Pilihan Untuk Mundur
4 Bab 4 - Ciumman Suami
5 Bab 5 - Jangan Melepas Gaun Pengantinmu
6 Bab 6 - Air Mata Dia Jatuh
7 Bab 7 - Gadis Yang Baik
8 Bab 8 - Panggilan Yang Dia Inginkan
9 Bab 9 - Ranjang Berukuran King Size
10 Bab 10 - Sebuah Gaun
11 Bab 11 - Layaknya Seorang Putri
12 Bab 12 - Apa sudah saatnya?
13 Bab 13 - Ada Yang Salah
14 Bab 14 - Pria Kesepian
15 Bab 15 - Tidak Kunjung Menyentuh
16 Bab 16 - Sudah Biasa
17 Bab 17 - Mengikuti Arusnya
18 Bab 18 - Pria Pertama
19 Bab 19 - Dia Adalah Istriku
20 Bab 20 - Wajah Marah
21 Bab 21 - Perpindahan yang begitu cepat
22 Bab 22 - Jangan Begini
23 Bab 23 - Bukan Manusia Biasa
24 Bab 24 - Masih Ingin Melakukannya?
25 Bab 25 - Satu-satunya Penolong
26 Bab 26 - Tidak Bisa Berhenti
27 Bab 27 - I Love You
28 Bab 28 - Tamu Yang Datang
29 Bab 29 - Penghapus Dari Semua Rasa Benci
30 Bab 30 - Berpindah Dengan Magic
31 Bab 31 - Harusnya Kamu Pergi
32 Bab 32 - Menggelinding Dengan Cepat
33 Bab 33 - Sangat Menjjijikan
34 Bab 34 - Melenyapkan Nyawa Liona
35 Bab 35 - Masa Depan Bella
36 Bab 36 - Harus Memilih
37 Bab 37 - Andrew Lim
38 Bab 38 - Tidak Menginginkannya
39 Bab 39
40 Bab 40 - Rumah Tengah Hutan
41 Bab 41 - Sangat Bahagia
42 Bab 42 - Jangan Benci Daddymu
43 Bab 43 - Dia Adalah Anakku
44 Novel Baru Author
45 Menikahi Majikan Lumpuh
46 Novel baru
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Darrah Manis
2
Bab 2 - Tawaran Yang Lebih Menarik
3
Bab 3 - Tidak Punya Pilihan Untuk Mundur
4
Bab 4 - Ciumman Suami
5
Bab 5 - Jangan Melepas Gaun Pengantinmu
6
Bab 6 - Air Mata Dia Jatuh
7
Bab 7 - Gadis Yang Baik
8
Bab 8 - Panggilan Yang Dia Inginkan
9
Bab 9 - Ranjang Berukuran King Size
10
Bab 10 - Sebuah Gaun
11
Bab 11 - Layaknya Seorang Putri
12
Bab 12 - Apa sudah saatnya?
13
Bab 13 - Ada Yang Salah
14
Bab 14 - Pria Kesepian
15
Bab 15 - Tidak Kunjung Menyentuh
16
Bab 16 - Sudah Biasa
17
Bab 17 - Mengikuti Arusnya
18
Bab 18 - Pria Pertama
19
Bab 19 - Dia Adalah Istriku
20
Bab 20 - Wajah Marah
21
Bab 21 - Perpindahan yang begitu cepat
22
Bab 22 - Jangan Begini
23
Bab 23 - Bukan Manusia Biasa
24
Bab 24 - Masih Ingin Melakukannya?
25
Bab 25 - Satu-satunya Penolong
26
Bab 26 - Tidak Bisa Berhenti
27
Bab 27 - I Love You
28
Bab 28 - Tamu Yang Datang
29
Bab 29 - Penghapus Dari Semua Rasa Benci
30
Bab 30 - Berpindah Dengan Magic
31
Bab 31 - Harusnya Kamu Pergi
32
Bab 32 - Menggelinding Dengan Cepat
33
Bab 33 - Sangat Menjjijikan
34
Bab 34 - Melenyapkan Nyawa Liona
35
Bab 35 - Masa Depan Bella
36
Bab 36 - Harus Memilih
37
Bab 37 - Andrew Lim
38
Bab 38 - Tidak Menginginkannya
39
Bab 39
40
Bab 40 - Rumah Tengah Hutan
41
Bab 41 - Sangat Bahagia
42
Bab 42 - Jangan Benci Daddymu
43
Bab 43 - Dia Adalah Anakku
44
Novel Baru Author
45
Menikahi Majikan Lumpuh
46
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!