Bab 12 - Apa sudah saatnya?

Cantik, sangat cantik, batin Edward.

Bibirnya tersenyum kecil ketika memperhatikan penampilan sang istri dari atas sampai bawah. Senyumnya yang sangat kecil membuat Bella sampai tidak bisa menyadarinya.

Yang dilihat oleh Bella hanyalah wajah dingin pria itu.

Bella terlihat sangat cantik menggunakan gaun malam tersebut. Gaun malam berwarna peach dan membuatnya terlihat semakin berseri.

Bella tidak memakai sandal rumah, kakinya yang polos menambah kesan seksi yang berkali-kali lipat.

Hasrat kelelakian Edward tentu saja mulai terbangun, namun sekuat tenaga dia tahan diri.

Bella tidak butuh waktu lama untuk mengambil semua perhatian Edward, kini Bella benar-benar telah menguasai hati dan pikiran sang Vampir.

Deg! Bella jantungnya seketika tersentak Ketika Edward menghentikan langkah kakinya dan berada tepat di hadapan dia.

Jarak di antara mereka berdua mungkin hanya satu jengkal, dekat sekali.

Dalam keadaan seperti ini Bella merasa sangat bingung, apakah dia harus membalas tatapan pria itu atau tetap menunduk seperti sekarang.

"Istriku cantik sekali," ucap Edward, bicara dengan suara lembut, namun sudah berhasil membuat Bella merinding.

"Aku akan mandi sebentar, kalau ada pelayan yang datang buka saja pintunya, dia hanya mengantar makan malam kita."

"Ba-baik Su ... amiku," jawab Bella, sebisa mungkin dia tidak akan pernah lupa dengan nama panggilan itu.

Sungguh, Bella tidak ingin membuat kesalahan sedikitpun. Bagaimanapun, uang Edward lah yang sudah membantu biaya operasi ibunya.

"Tatap aku," titah Edward.

Secepat yang Bella bisa dia langsung mendongakkan wajahnya dan membalas tatapan pria tersebut.

"Mulai sekarang, tatap aku seperti ini ketika kita bicara, ya?"

Bella mengangguk.

Edward tersenyum miring.

Dan kedua mata Bella mulai nampak bergerak dengan cemas.

"Cobalah untuk bersikap santai, tidak perlu takut dengan ku, ya?" tanya Edward lagi dan Bella lagi-lagi hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Bella Hanya bisa pasrah saat melihat sang suami mengikis jarak, kembali menyesap bibirnya dengan begitu dalam.

Sampai Bella merasa tubuhku tersedot masuk ke dalam ciuman itu. Dia pun sontak berjinjit dan nyaris terhuyung andai Edward tidak memeluk pinggangnya kuat.

Dan setelah ciuman itu, selalu terdengar nafas Bella yang terengah-engah.

Sungguh, ciuman Edward begitu sulit untuk dia tangani.

Seperti pria ini mempunyai hasrat yang sangat besar di dalam dirinya.

Dan setelah ciuman itu barulah Edward pergi ke dalam kamar mandi.

Tak lama setelahnya, pintu kamar benar-benar diketuk oleh seseorang.

Bella langsung mengira bahwa itu adalah pelayan, dia berlari takut membuat pelayan itu menunggu lama, membuka pintu dengan tergesa-gesa.

Deg! alangkah terkejutnya Bella saat melihat yang datang bukanlah pelayan, melainkan mommy Lilyana.

Membawa nampan berisi banyak makanan.

Bella sontak mengambil nampan itu ...

"Biar aku saja Mom, maaf membuat mommy repot," ucap Bella buru-buru, entah berapa kali dia menundukkan kepalanya memohon maaf.

Edward adalah sang CEO ditempatnya bekerja dan mommy Lilyana jelas orang yang harus dia hormati lebih banyak.

"Sayang, jangan sungkan begitu," balas mom Lilyana.

"Maaf Mon, silahkan masuk," balas Bella pula, dia segera menyingkir dari pintu dan mempersilahkan mommy Lilyana masuk.

"Tidak sayang, mommy hanya mengantar makan malam kalian. Mommy tidak ingin mengganggu malam indah kalian berdua," balas mom Lilyana dengan senyum yang terukir lebar, wajah dengan raut teduh yang begitu menenangkan.

Bella sesaat terhanyut dalam tatapan lembut itu, sebuah sikap hangat yang tak pernah Bella bayangkan.

Dia hanya istri kedua, mungkin istri simpanan Edward, tapi mommy Lilyana benar-benar memperlakukannya dengan baik.

"Terima kasih Mom."

Mommy Lilyana tersenyum lagi, namun kini dia pun mengelus puncak kepala Bella dengan lembut. Aroma darrah Bella benar-benar terasa sangat manis.

"Sama-sama sayang, nikmati makan malam mu dan istirahat lah, kalau butuh bantuan apapun, panggil saja pelayan di rumah ini. Mengerti?"

Bella mengangguk, sekelebat dia seperti melihat gambaran tuan Edward pada mom Lilyana.

Dan setelahnya mommy Lilyana benar-benar pergi.

Bella segera meletakkan nampan itu di atas meja, lalu berlari lagi untuk kembali menutup pintu. Saat berbalik dia sudah melihat Edward keluar dari dalam kamar mandi.

Deg!

Glek! Bella menelan ludah kasar, bagaimana bisa pria itu hanya keluar menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.

Apa sudah saatnya? batin Bella.

Dia meremat kedua tangannya sendiri.

Terpopuler

Comments

🌈Yulianti🌈

🌈Yulianti🌈

sabar Bella suami mu tidak menerkam malam ini tp GK tau klo besok

2023-11-25

2

Nila

Nila

menarik

2023-06-20

1

istrinya Dori sakurada EXO-l

istrinya Dori sakurada EXO-l

lama lama bacanya juga ikut tegang 🤣🤣🤣

2023-05-09

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Darrah Manis
2 Bab 2 - Tawaran Yang Lebih Menarik
3 Bab 3 - Tidak Punya Pilihan Untuk Mundur
4 Bab 4 - Ciumman Suami
5 Bab 5 - Jangan Melepas Gaun Pengantinmu
6 Bab 6 - Air Mata Dia Jatuh
7 Bab 7 - Gadis Yang Baik
8 Bab 8 - Panggilan Yang Dia Inginkan
9 Bab 9 - Ranjang Berukuran King Size
10 Bab 10 - Sebuah Gaun
11 Bab 11 - Layaknya Seorang Putri
12 Bab 12 - Apa sudah saatnya?
13 Bab 13 - Ada Yang Salah
14 Bab 14 - Pria Kesepian
15 Bab 15 - Tidak Kunjung Menyentuh
16 Bab 16 - Sudah Biasa
17 Bab 17 - Mengikuti Arusnya
18 Bab 18 - Pria Pertama
19 Bab 19 - Dia Adalah Istriku
20 Bab 20 - Wajah Marah
21 Bab 21 - Perpindahan yang begitu cepat
22 Bab 22 - Jangan Begini
23 Bab 23 - Bukan Manusia Biasa
24 Bab 24 - Masih Ingin Melakukannya?
25 Bab 25 - Satu-satunya Penolong
26 Bab 26 - Tidak Bisa Berhenti
27 Bab 27 - I Love You
28 Bab 28 - Tamu Yang Datang
29 Bab 29 - Penghapus Dari Semua Rasa Benci
30 Bab 30 - Berpindah Dengan Magic
31 Bab 31 - Harusnya Kamu Pergi
32 Bab 32 - Menggelinding Dengan Cepat
33 Bab 33 - Sangat Menjjijikan
34 Bab 34 - Melenyapkan Nyawa Liona
35 Bab 35 - Masa Depan Bella
36 Bab 36 - Harus Memilih
37 Bab 37 - Andrew Lim
38 Bab 38 - Tidak Menginginkannya
39 Bab 39
40 Bab 40 - Rumah Tengah Hutan
41 Bab 41 - Sangat Bahagia
42 Bab 42 - Jangan Benci Daddymu
43 Bab 43 - Dia Adalah Anakku
44 Novel Baru Author
45 Menikahi Majikan Lumpuh
46 Novel baru
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Darrah Manis
2
Bab 2 - Tawaran Yang Lebih Menarik
3
Bab 3 - Tidak Punya Pilihan Untuk Mundur
4
Bab 4 - Ciumman Suami
5
Bab 5 - Jangan Melepas Gaun Pengantinmu
6
Bab 6 - Air Mata Dia Jatuh
7
Bab 7 - Gadis Yang Baik
8
Bab 8 - Panggilan Yang Dia Inginkan
9
Bab 9 - Ranjang Berukuran King Size
10
Bab 10 - Sebuah Gaun
11
Bab 11 - Layaknya Seorang Putri
12
Bab 12 - Apa sudah saatnya?
13
Bab 13 - Ada Yang Salah
14
Bab 14 - Pria Kesepian
15
Bab 15 - Tidak Kunjung Menyentuh
16
Bab 16 - Sudah Biasa
17
Bab 17 - Mengikuti Arusnya
18
Bab 18 - Pria Pertama
19
Bab 19 - Dia Adalah Istriku
20
Bab 20 - Wajah Marah
21
Bab 21 - Perpindahan yang begitu cepat
22
Bab 22 - Jangan Begini
23
Bab 23 - Bukan Manusia Biasa
24
Bab 24 - Masih Ingin Melakukannya?
25
Bab 25 - Satu-satunya Penolong
26
Bab 26 - Tidak Bisa Berhenti
27
Bab 27 - I Love You
28
Bab 28 - Tamu Yang Datang
29
Bab 29 - Penghapus Dari Semua Rasa Benci
30
Bab 30 - Berpindah Dengan Magic
31
Bab 31 - Harusnya Kamu Pergi
32
Bab 32 - Menggelinding Dengan Cepat
33
Bab 33 - Sangat Menjjijikan
34
Bab 34 - Melenyapkan Nyawa Liona
35
Bab 35 - Masa Depan Bella
36
Bab 36 - Harus Memilih
37
Bab 37 - Andrew Lim
38
Bab 38 - Tidak Menginginkannya
39
Bab 39
40
Bab 40 - Rumah Tengah Hutan
41
Bab 41 - Sangat Bahagia
42
Bab 42 - Jangan Benci Daddymu
43
Bab 43 - Dia Adalah Anakku
44
Novel Baru Author
45
Menikahi Majikan Lumpuh
46
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!