Cantik, sangat cantik, batin Edward.
Bibirnya tersenyum kecil ketika memperhatikan penampilan sang istri dari atas sampai bawah. Senyumnya yang sangat kecil membuat Bella sampai tidak bisa menyadarinya.
Yang dilihat oleh Bella hanyalah wajah dingin pria itu.
Bella terlihat sangat cantik menggunakan gaun malam tersebut. Gaun malam berwarna peach dan membuatnya terlihat semakin berseri.
Bella tidak memakai sandal rumah, kakinya yang polos menambah kesan seksi yang berkali-kali lipat.
Hasrat kelelakian Edward tentu saja mulai terbangun, namun sekuat tenaga dia tahan diri.
Bella tidak butuh waktu lama untuk mengambil semua perhatian Edward, kini Bella benar-benar telah menguasai hati dan pikiran sang Vampir.
Deg! Bella jantungnya seketika tersentak Ketika Edward menghentikan langkah kakinya dan berada tepat di hadapan dia.
Jarak di antara mereka berdua mungkin hanya satu jengkal, dekat sekali.
Dalam keadaan seperti ini Bella merasa sangat bingung, apakah dia harus membalas tatapan pria itu atau tetap menunduk seperti sekarang.
"Istriku cantik sekali," ucap Edward, bicara dengan suara lembut, namun sudah berhasil membuat Bella merinding.
"Aku akan mandi sebentar, kalau ada pelayan yang datang buka saja pintunya, dia hanya mengantar makan malam kita."
"Ba-baik Su ... amiku," jawab Bella, sebisa mungkin dia tidak akan pernah lupa dengan nama panggilan itu.
Sungguh, Bella tidak ingin membuat kesalahan sedikitpun. Bagaimanapun, uang Edward lah yang sudah membantu biaya operasi ibunya.
"Tatap aku," titah Edward.
Secepat yang Bella bisa dia langsung mendongakkan wajahnya dan membalas tatapan pria tersebut.
"Mulai sekarang, tatap aku seperti ini ketika kita bicara, ya?"
Bella mengangguk.
Edward tersenyum miring.
Dan kedua mata Bella mulai nampak bergerak dengan cemas.
"Cobalah untuk bersikap santai, tidak perlu takut dengan ku, ya?" tanya Edward lagi dan Bella lagi-lagi hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Bella Hanya bisa pasrah saat melihat sang suami mengikis jarak, kembali menyesap bibirnya dengan begitu dalam.
Sampai Bella merasa tubuhku tersedot masuk ke dalam ciuman itu. Dia pun sontak berjinjit dan nyaris terhuyung andai Edward tidak memeluk pinggangnya kuat.
Dan setelah ciuman itu, selalu terdengar nafas Bella yang terengah-engah.
Sungguh, ciuman Edward begitu sulit untuk dia tangani.
Seperti pria ini mempunyai hasrat yang sangat besar di dalam dirinya.
Dan setelah ciuman itu barulah Edward pergi ke dalam kamar mandi.
Tak lama setelahnya, pintu kamar benar-benar diketuk oleh seseorang.
Bella langsung mengira bahwa itu adalah pelayan, dia berlari takut membuat pelayan itu menunggu lama, membuka pintu dengan tergesa-gesa.
Deg! alangkah terkejutnya Bella saat melihat yang datang bukanlah pelayan, melainkan mommy Lilyana.
Membawa nampan berisi banyak makanan.
Bella sontak mengambil nampan itu ...
"Biar aku saja Mom, maaf membuat mommy repot," ucap Bella buru-buru, entah berapa kali dia menundukkan kepalanya memohon maaf.
Edward adalah sang CEO ditempatnya bekerja dan mommy Lilyana jelas orang yang harus dia hormati lebih banyak.
"Sayang, jangan sungkan begitu," balas mom Lilyana.
"Maaf Mon, silahkan masuk," balas Bella pula, dia segera menyingkir dari pintu dan mempersilahkan mommy Lilyana masuk.
"Tidak sayang, mommy hanya mengantar makan malam kalian. Mommy tidak ingin mengganggu malam indah kalian berdua," balas mom Lilyana dengan senyum yang terukir lebar, wajah dengan raut teduh yang begitu menenangkan.
Bella sesaat terhanyut dalam tatapan lembut itu, sebuah sikap hangat yang tak pernah Bella bayangkan.
Dia hanya istri kedua, mungkin istri simpanan Edward, tapi mommy Lilyana benar-benar memperlakukannya dengan baik.
"Terima kasih Mom."
Mommy Lilyana tersenyum lagi, namun kini dia pun mengelus puncak kepala Bella dengan lembut. Aroma darrah Bella benar-benar terasa sangat manis.
"Sama-sama sayang, nikmati makan malam mu dan istirahat lah, kalau butuh bantuan apapun, panggil saja pelayan di rumah ini. Mengerti?"
Bella mengangguk, sekelebat dia seperti melihat gambaran tuan Edward pada mom Lilyana.
Dan setelahnya mommy Lilyana benar-benar pergi.
Bella segera meletakkan nampan itu di atas meja, lalu berlari lagi untuk kembali menutup pintu. Saat berbalik dia sudah melihat Edward keluar dari dalam kamar mandi.
Deg!
Glek! Bella menelan ludah kasar, bagaimana bisa pria itu hanya keluar menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.
Apa sudah saatnya? batin Bella.
Dia meremat kedua tangannya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
🌈Yulianti🌈
sabar Bella suami mu tidak menerkam malam ini tp GK tau klo besok
2023-11-25
2
Nila
menarik
2023-06-20
1
istrinya Dori sakurada EXO-l
lama lama bacanya juga ikut tegang 🤣🤣🤣
2023-05-09
4