Edward Mendudukkan Bella dengan sangat lembut di atas ranjang tersebut.
"Istriku, gunakan kamar ini sesuka mu. Di lemari itu ada baju yang bisa kamu pakai, mandilah lebih dulu. Aku akan keluar sebentar," ucap Edward.
Dia harus menemui keluarganya lebih dulu dan menjelaskan tentang ini semua secara Langsung.
Tentang bagaimana Pentingnya Bella bagi mereka. Tentang dia yang tak bisa membaca pikiran gadis ini.
Bella sudah seperti misteri baginya, misteri yang harus dia jaga diri dekat.
Di dunia ini hanya keluarga Lim lah Vampir terakhir, mereka tak bisa menambah keturunan karena manusia biasa tak akan sanggup melayani hasrat kaum mereka.
Dan Edward selalu menemukan kelicikan dari tiap gadis yang dia temui, tak ada yang benar-benar tulus.
Jelas semuanya akan menganggap mereka pembunuh jika tahu jati diri keluarga Lim.
Tapi Bella berbeda, Edward tidak bisa membaca pikiran gadis itu. Seperti anugerah dan bencana sekaligus bagi kaum mereka.
Entahlah, Edward butuh bicara dengan semua keluarganya.
"Ba-baik suamiku," jawab Bella patuh, membuka mulutnya diantara rasa takut yang menyelimuti diri.
Entah sudah berapa kali wanita cantik itu menelan ludahnya sendiri dengan kasar.
"Bagus," jawab Edward, dia suka sekali Bella yang penurut seperti ini.
Sebelum benar-benar pergi meninggalkan kamar itu, Edward kembali mencium bibir Bella dengan lembut. Sangat lembut, dia mencari-cari dimana luka yang dia buat siang tadi, tapi ternyata luka itu sudah tidak ada.
Bella memiliki perlindungan tubuh yang luar biasa.
Hah! nafas Edward dan Bella terengah ketika ciuman itu terlepas. Ciuman Edward selalu dalam dan hal itu membuat Bella kuwalahan.
Edward lantas kembali menatap kedua mata Bella, dia hanya bisa menerka dari mata itu, dan lagi-lagi hanya kesedihan yang mampu baca.
Sementara hati dan pikiran Bella sungguh tak mampu dia tembus.
Edward tersenyum kecil, setelah mengelus puncak kepala Bella dngan lembut dia pun segera keluar dari kamar tersebut.
Deg! jantung Bella tak henti-hentinya berdegup.
Lagi-lagi membuang nafasnya dengan kasar.
Nafasnya memburu dan memperhatikan sekitar. Kamar ini begitu luas dan sangat mewah. Perabot yang hanya dilihat saja nampak begitu mahal.
Tapi Bella tak sempat mengagumi itu semua, pikirannya telah berkecamuk antara dua hal.
Tentang operasi sang ibu, dan tentang mallam pertama yang jelas diminta oleh pria berwajah dingin itu.
"Ya Tuhan, tenangkan aku, tenangkan aku," gumam Bella.
Dengan nafasnya yang masih terdengar tidak stabil, Bella pun bangkit dari tepi ranjang itu, berlari menuju lemari yang tadi tuan Edward tunjuk.
Mulut Bella menganga, saat melihat banyak sekali baju wanita disana.
Dia lihat semua pakaian itu dan ternyata sama dengan ukuran yang dia pakai.
"Bagaimana bisa? darimana dia mendapatkan semua ini? apa aku istri kedua? apa ini semua baju milik istri pertamanya?" ucap Bella dengan rasa cemas yang semakin menguasai jiwa.
Jantungnya pun makin berdegup tidak karuan.
Bella semakin merasa bahwa dia hanya akan dijadikan sebagai budak nafshu. Setelah malam ini harga dirinya akan benar-benar hilang.
Pernikahan ini jelas lah hanya Pernikahan kontrak. Kapan pun pria itu menginginkannya, Edward bisa membuangnya dengan sesuka hati.
Ya tuhan. batin Bella, sungguh dia seperti berjalan di atas kaca yang sangat tipis, sekali saja salah mengambil langkah, Bella akan jatuh ke jurang yang sangat dalam.
Menutup semua pikirannya yang kacau, Bella dengan tergesa mengambil sebuah gaun dan dia bawa berlari masuk ke dalam kamar mandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
senja
lanjuuuuttt
2023-09-14
2
Ney Maniez
😔😔😔😔
2023-04-15
1
hìķàwäþî
bella pst punya sakit leukositosis.. jd lukanya cpt sembuh...
2023-04-15
0